Uncategorized 5 mnt baca

Dark Spot (Hiperpigmentasi): Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Logo Tim Editor Sozo Skin Clinic

Tim Editor Sozo Skin Clinic

Klinik Estetika & Kecantikan

Dark Spot (Hiperpigmentasi): Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Sudah coba berbagai serum pencerah, rajin pakai sunscreen, bahkan sampai gonta-ganti produk, tapi noda hitam di wajah masih saja membandel? Situasi ini dialami oleh sangat banyak orang, dan rasa frustrasinya tentu nyata. 

Noda-noda hitam itu dalam dunia kecantikan dan medis dikenal dengan istilah dark spot atau hiperpigmentasi. 

Menurut Healthline, hiperpigmentasi adalah kondisi ketika area tertentu pada kulit tampak lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya.

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri karena perubahan penampilan. 

Dalam artikel ini, kamu dapat menemukan panduan lengkap mulai dari apa itu dark spot, apa yang menyebabkannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana mengatasinya. Yuk, simak!

Apa Itu Dark Spot?

Dark spot adalah bercak atau noda gelap berwarna cokelat kehitaman di permukaan kulit yang muncul sebagai hasil dari hiperpigmentasi.

Warnanya bervariasi dari cokelat terang hingga kehitaman, tergantung warna dasar kulit dan tingkat pigmentasi yang terbentuk.

Hiperpigmentasi terjadi ketika sel kulit memproduksi terlalu banyak melanin, yaitu zat yang memberikan warna pada kulit. 

Melanin yang diproduksi secara berlebihan dapat menggumpal dan membentuk bercak yang berwarna lebih gelap pada kulit.

Penting dipahami bahwa dark spot pada dasarnya tidak berbahaya secara medis. 

Akan tetapi, karena posisinya sering di wajah dan area yang terekspos, dampaknya pada kepercayaan diri bisa cukup signifikan. Itulah mengapa penanganannya perlu dilakukan dengan tepat, bukan sekadar asal coba produk.

BACA JUGA: 3 Bahan Skincare Paling Efektif untuk Hilangkan Dark Spot

Penyebab Umum & Mengapa Dark Spot Muncul?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan produksi melanin berlebihan, di antaranya paparan sinar matahari, peradangan pada kulit, proses penuaan, cedera pada kulit seperti jerawat atau luka bakar, serta perubahan hormon misalnya saat hamil atau masa pubertas. 

Berikut penjelasan lebih detail untuk tiap penyebab utamanya:

1. Paparan Sinar UV 

Ini adalah penyebab paling umum. Saat kulit terpapar sinar matahari, melanin diproduksi berlebihan sebagai respons perlindungan alami. Hasilnya justru warna kulit yang tidak merata.

2. Peradangan Pasca Jerawat

Mengutip KINS Clinic, hiperpigmentasi lebih sering diakibatkan karena adanya peradangan, seperti bekas luka atau bekas jerawat.

3. Perubahan Hormonal 

Melasma yang menyebabkan dark spot biasanya berhubungan dengan hormon. 

Hormon ini biasanya timbul karena kondisi tertentu, misalnya kehamilan, atau ketika seseorang sedang menggunakan KB hormon.

4. Faktor Usia

Usia memperlambat regenerasi kulit sehingga pigmen melanin lebih mudah terakumulasi, terutama di area yang sering terpapar matahari selama bertahun-tahun.

5. Skincare yang Kurang Tepat

Beberapa skincare juga dapat menimbulkan dark spot.

Sebaiknya, hindari menggunakan sabun mandi yang membuat kulit kering dan produk dengan bahan iritatif, karena ini bisa memperparah kondisi hiperpigmentasi.

Jenis-Jenis Dark Spot yang Paling Umum

1. Melasma 

Sumber: Skin to Love Clinic

Melasma adalah jenis yang paling sering dikeluhkan, terutama oleh perempuan.

Melasma adalah masalah kulit yang ditandai dengan bercak gelap dan perubahan warna pada kulit, dengan 90 persen penderitanya adalah wanita berdasarkan data American Academy of Dermatology. 

Biasanya muncul simetris di pipi, dahi, dan bibir atas.

2. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) 

PIH adalah bekas gelap yang ditinggalkan setelah peradangan — paling sering berupa bekas jerawat. 

Melansir WebMD, PIH adalah kondisi ketika area kulit memiliki warna yang lebih gelap dari area sekitarnya setelah terjadinya peradangan atau cedera kulit, karena kerusakan pada epidermis akibat penumpukan melanin pascaperadangan.

BACA JUGA: Apa Bedanya PIH dan PIE dan Bagaimana Cara Menghilangkannya?

3. Lentigo (Age Spots / Sun Spots) 

Lentigo adalah bintik-bintik gelap kecil akibat paparan sinar matahari jangka panjang.

Dark spot jenis ini terbagi menjadi solar lentigo yang disebabkan paparan sinar matahari, dan nonsolar lentigo yang disebabkan penyakit bawaan seperti sindrom Peutz-Jeghers.

4. Drug-Induced Hyperpigmentation 

Dark spot jenis ini terjadi ketika kulit bereaksi terhadap bahan kimia tertentu dalam obat atau produk skincare. Yang paling sering contoh kasusnya adalah akibat hydroquinone konsentrasi tinggi yang digunakan tanpa pengawasan dokter.

Cara Mencegah Munculnya Dark Spot

1. Selalu Gunakan Sunscreen

Penggunaan sunscreen dibutuhkan meski sedang mendung atau berada di dalam ruangan.

Pasalnya, paparan sinar UV dapat masuk dari jendela dan memperburuk hiperpigmentasi. Pilih minimal SPF 30 broad-spectrum dan reapply setiap 2–3 jam saat beraktivitas di luar.

2. Gunakan Bahan Aktif Pencerah Secara Rutin

Vitamin C kaya akan kandungan antioksidan yang bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan membantu memudarkan bintik gelap, dan hasilnya lebih optimal jika dikombinasikan dengan bahan lain seperti niacinamide.

3. Jaga Kelembapan Kulit

Paling disarankan untuk menggunakan pelembap sesuai jenis kulit sebanyak dua kali sehari, dengan pilihan produk yang mengandung ceramide, gliserin, dan asam hialuronat.

4. Hindari Pencet Jerawat

Memencet jerawat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas PIH yang sulit hilang.

5. Gunakan Skincare yang Aman

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dark spot bisa muncul karena menggunakan bahan yang berbahaya seperti hydroquinon. Maka dari itu, kamu harus menggunakan produk yang sudah berlisensi BPOM sehingga dipastikan hanya mengandung zat-zat aman, ya!

BACA JUGA: Dark Spot di Wajah Membandel? Ini Penjelasan Dokter & Solusinya

Kapan Harus ke Dokter?

Perawatan mandiri di rumah dengan sunscreen dan bahan aktif yang tepat bisa memberikan hasil yang cukup baik untuk dark spot ringan hingga sedang.

Namun tentunnya, kamu butuh konsistensi setidaknya 8 – 12 minggu sebelum hasilnya terlihat jelas.

Segera pertimbangkan konsultasi ke dokter kulit jika dark spot tidak memudar setelah 2 – 3 bulan perawatan yang konsisten, noda hitam justru bertambah banyak atau semakin gelap, muncul di area yang tidak terpapar matahari tanpa sebab jelas, atau bercak berubah bentuk dan tekstur secara tidak normal.

Untuk penanganan yang lebih cepat dan optimal, ada dua pilihan treatment profesional di Sozo Skin Clinic:

IPL Treatment menggunakan teknologi Intense Pulsed Light yang menarget pigmen melanin secara langsung di lapisan kulit.

Treatment ini efektif untuk mengatasi sun spots, melasma, dan hiperpigmentasi akibat paparan UV jangka panjang, dengan hasil yang terlihat lebih cepat dibanding perawatan topikal.

Ada pula Skin Booster Treatment yang bekerja dari dalam dengan menghidrasi kulit secara mendalam, meningkatkan regenerasi sel, dan mencerahkan kulit secara merata 

Skin booster bisa jadi pilihan ideal sebagai treatment pendukung untuk kulit yang lebih cerah dan sehat secara keseluruhan.

Yuk, konsultasikan kondisi kulitmu untuk tahu mana jenis dark spot yang kamu punya dan treatment yang paling pas agar kulit segera glowing kembali!

Sumber:

  • https://www.healthline.com/health/hyperpigmentation
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-post-inflammatory-hyperpigmentation
  • https://www.kins-clinic.com/blogs/beyond-the-sun-surprising-hyperpigmentation-causes-you-didn-t-know