Skin 12 mnt baca

Apa itu Filler Treatment? Jenis, Efek Samping & Bedanya dengan Botox

Apa itu Filler Treatment? Jenis, Efek Samping & Bedanya dengan Botox

Filler treatment adalah prosedur estetika nonbedah yang menyuntikkan gel khusus ke bawah kulit untuk mengembalikan volume wajah. Terdapat beberapa jenis filler, mulai dari HA sampai PMMA yang sulit larut. Hasil filler dapat bertahan sekitar 6 bulan hingga beberapa tahun dan perlu maintenance agar hasilnya tetap.

Pernah merasa wajah terlihat lebih lelah meski sudah rutin merawat kulit? Penyebabnya bisa jadi karena wajah mulai kehilangan volume akibat proses penuaan. 

Untuk mengatasinya, banyak orang memilih filler treatment, yaitu tindakan medis yang menyuntikkan gel khusus ke bawah kulit guna mengembalikan volume dan membentuk kontur wajah. 

Treatment ini populer karena hasilnya bisa terlihat tanpa operasi, tetapi juga sering menimbulkan pro dan kontra, terutama terkait keamananya. 

Ingat, filler berbeda dengan botox karena cara kerja dan tujuan penggunaannya tidak sama. 

Untuk itu, mari pelajari apa itu filler treatment, jenis-jenisnya, prosedur, efek samping, hingga siapa saja yang perlu berhati-hati sebelum melakukannya!

Apa Itu Filler Treatment?

Ilustrasi Filler Treatment
Ilustrasi Filler Treatment

Filler treatment adalah prosedur estetika nonbedah yang dilakukan dengan menyuntikkan gel khusus ke bawah permukaan kulit untuk mengembalikan volume wajah. 

Prosedur ini berbeda dengan botox, karena filler bekerja dengan mengisi area yang kehilangan volume bukan seperti botox yang bekerja mengendurkan otot penyebab kerutan.

Cara kerja filler bergantung pada jenis bahan yang digunakan. Sebagian filler langsung menambah volume karena berupa gel yang mengisi ruang di bawah kulit. 

Namun beberapa jenis filler justru hanya bekerja dengan merangsang tubuh memproduksi kolagen baru sehingga kualitas kulit ikut membaik secara bertahap.

Dokter akan menyuntikkan filler menggunakan jarum ke lapisan kulit tertentu sesuai area yang ingin diperbaiki. 

Hasil filler umumnya dapat terlihat segera setelah tindakan, meski bentuk akhirnya biasanya baru tampak setelah bengkak ringan mereda dalam beberapa hari. 

Jenis-Jenis Filler

Setiap filler memiliki kandungan yang berbeda. Di antara berbagai pilihan yang tersedia, Hyaluronic Acid (HA) adalah jenis filler yang paling banyak digunakan.

Pasalnya HA dapat memberikan hasil yang natural dan dapat diserap tubuh secara bertahap.

Selain itu, ada lagi beberapa jenis filler lainnya, seperti:

1. Hyaluronic Acid (HA)

Hyaluronic Acid (HA) adalah filler yang umum digunakan. Bahan ini adalah gula alami yang memang terdapat di kulit dan berfungsi mengikat air sehingga kulit tetap kenyal. 

Saat disuntikkan, gel HA langsung mengisi area yang kehilangan volume sekaligus menarik air di sekitarnya.

Hasilnya wajah tampak lebih penuh dan halus. Seiring waktu, HA akan diuraikan secara alami oleh tubuh.

Keunggulan:

  • Hasil yang terlihat alami.
  • Dapat dilarutkan menggunakan enzim hyaluronidase jika diperlukan.
  • Bisa untuk bibir, pipi, dagu, rahang, hingga garis senyum.

2. Calcium Hydroxylapatite (CaHA)

Jenis berikutnya yaitu Calcium Hydroxylapatite yang merupakan filler dari mineral yang secara alami juga ditemukan pada tulang manusia. 

Teksturnya lebih padat dibanding HA sehingga mampu memberikan penyangga yang lebih kuat pada jaringan wajah. 

Selain mengisi volume, CaHA juga merangsang pembentukan kolagen baru sehingga hasilnya bertahan lebih lama.

Keunggulan:

  • Struktur yang lebih kokoh pada pipi dan rahang.
  • Efek volumisasi lebih tahan lama dibanding HA.
  • Dapat meningkatkan produksi kolagen secara bertahap.

3. Poly-L-Lactic Acid (PLLA)

Poly-L-Lactic Acid adalah filler yang bekerja dengan cara berbeda dari filler lainnya. Bahan ini tidak langsung mengisi volume, melainkan memicu sel kulit memproduksi kolagen baru secara bertahap. 

Karena proses tersebut membutuhkan waktu, hasil PLLA biasanya muncul dalam beberapa bulan dan sering memerlukan beberapa sesi perawatan.

Keunggulan:

  • Merangsang pembentukan kolagen alami.
  • Memberikan hasil yang bertahap dan tampak natural.
  • Bertujuan untuk mengatasi kehilangan volume wajah yang cukup luas.

4. Polymethylmethacrylate (PMMA)

PMMA merupakan filler permanen yang terbuat dari mikrosfer sintetis yang tetap berada di bawah kulit. 

Setelah disuntikkan, mikrosfer ini memberikan volume sekaligus menjadi rangka yang membantu pembentukan kolagen di sekitarnya. 

Karena tubuh tidak dapat menyerap PMMA, hasilnya dapat bertahan sangat lama. Meski demikian, PMMA kini relatif jarang digunakan karena jika terjadi komplikasi, filler ini tidak dapat dilarutkan seperti HA.

Keunggulan:

  • Hasil jangka panjang hingga bertahun-tahun.
  • Direkomendasikan untuk kerutan yang dalam.
  • Tidak memerlukan penyuntikan ulang sesering filler sementara.

Baca Juga: Berapa Biaya Botox Wajah? Ini Rincian dan Estimasi Harganya 

Manfaat Filler Treatment

Cara Kerja Filler Wajah
Cara Kerja Filler Wajah | Sumber: Epiphany Dermatology

Filler treatment bertujuan memperbaiki proporsi wajah dan mengembalikan volume yang hilang akibat proses penuaan. 

Karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang, area yang dirawat pun beragam. Adapun beberapa manfaat filler treatment di antaranya:

1. Mengembalikan Volume Wajah

Filler dapat mengisi area pipi, pelipis, atau bawah mata yang tampak cekung akibat berkurangnya lemak dan kolagen. Hasilnya, wajah terlihat lebih segar dan tidak tampak lelah.

2. Menghaluskan Garis Senyum dan Kerutan

Penyuntikan filler dapat menopang kulit dari bawah sehingga garis senyum, lipatan di sekitar mulut, maupun kerutan tertentu tampak lebih samar tanpa mengganggu ekspresi wajah seperti botox.

Baca Juga: 7 Cara Efektif Menghilangkan Smile Line agar Wajah Tampak 10 Tahun Lebih Muda 

3. Membentuk Bibir Lebih Proporsional

Filler dapat menambah volume bibir sekaligus memperbaiki bentuk dan simetrinya sehingga bibir terlihat lebih penuh dan tetap natural.

4. Mempertegas Kontur Wajah

Filler sering digunakan untuk membentuk dagu agar garis wajah terlihat lebih tegas dan proporsional tanpa operasi.

5. Menyamarkan Bekas Jerawat Tertentu

Pada bekas jerawat yang cekung, filler dapat mengangkat dasar jaringan sehingga permukaan kulit tampak lebih rata.

6. Memberikan Efek Wajah Lebih Muda

Dengan mengembalikan volume yang hilang, filler dapat memberikan tampilan yang lebih segar dan mengurangi kesan wajah yang kendur akibat penuaan.

Bagaimana Prosedur Filler Dilakukan?

Sebelum menjalani filler treatment, dokter akan memastikan bahwa prosedur ini memang sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. 

Meski tergolong tindakan nonbedah, filler tetap harus dilakukan oleh tenaga medis di klinik kecantikan terpercaya agar risiko komplikasi dapat diminimalkan. 

Seluruh prosedur umumnya berlangsung cepat, sehingga pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama.

Adapun prosedurnya:

1. Konsultasi Wajah

Prosedur dimulai dengan konsultasi untuk mengetahui tujuan perawatan. Dokter kemudian mengevaluasi proporsi wajah dan menentukan jenis filler yang paling sesuai. 

2. Persiapan Area Tindakan

Kulit dibersihkan menggunakan cairan antiseptik untuk menurunkan risiko infeksi. Dokter dapat mengoleskan krim anestesi atau menggunakan filler yang sudah mengandung lidokain agar penyuntikan terasa lebih nyaman. 

Area yang akan disuntik juga dapat diberi tanda sebagai panduan selama tindakan injeksi filler.

3. Penyuntikan Filler

Dokter menyuntikkan filler menggunakan jarum halus ke lapisan kulit tertentu. Teknik penyuntikan disesuaikan dengan tujuan. 

Proses penyuntikan biasanya berlangsung sekitar 15–60 menit, tergantung jumlah area yang ditangani.

4. Perawatan Setelah Tindakan

Setelah penyuntikan selesai, dokter akan memeriksa kembali bentuk wajah dan melakukan penyesuaian bila diperlukan. 

Area suntikan dapat dikompres dingin untuk mengurangi bengkak dan memar ringan. Pasien dapat langsung beraktivitas, tetapi disarankan menghindari olahraga berat, sauna, konsumsi alkohol, atau menyentuh area suntikan selama 24–48 jam.

Berapa Lama Efek Filler Bertahan?

Efek filler tidak bersifat permanen. Lama hasil bertahan bergantung pada jenis filler, bahkan area penyuntikan. 

Misalnya, area wajah yang sering bergerak, seperti bibir, umumnya membuat filler lebih cepat terurai dibanding area seperti pipi atau dagu.

Selain itu, jenis filler juga berpengaruh, misalnya:

  • Bahan Hyaluronic Acid (HA): Bertahan sekitar 6–12 bulan sebelum diserap oleh tubuh. 
  • Calcium Hydroxylapatite (CaHA): Memberikan hasil sekitar 12 bulan, bahkan dapat bertahan lebih lama pada beberapa indikasi tertentu. 
  • Poly-L-Lactic Acid (PLLA): Bekerja dengan merangsang produksi kolagen sehingga hasilnya muncul bertahap dan dapat bertahan hingga 2 tahun
  • PMMA: Filler permanen sehingga efeknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Kamu tidak perlu khawatir ketika efek filler mulai berkurang, wajah tidak akan berubah secara tiba-tiba. 

Volume akan berkurang secara perlahan seiring filler diuraikan oleh tubuh dan proses penuaan alami tetap berlangsung. 

Efek Samping dan Risiko Filler

Sebagian besar efek samping filler bersifat ringan dan akan membaik dalam beberapa hari, tetapi komplikasi serius tetap dapat terjadi meskipun jarang. 

Risiko dan efek samping filler dapat berupa:

1. Bengkak dan Kemerahan

Efek samping yang paling sering muncul adalah bengkak dan kemerahan. Keluhan ini biasanya membaik dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu. 

Untuk menguranginya, kamu dapat melakukan kompres dingin dan menghindari paparan panas selama 24–48 jam pertama.

2. Hasil Kurang Simetris

Pada beberapa kasus dapat muncul hasil yang tampak kurang simetris akibat distribusi filler yang belum merata. 

Kondisi ini akan membaik setelah proses penyembuhan, tetapi kadang perlu koreksi tambahan. Inilah sebabnya penyuntikan perlu dilakukan dokter yang berpengalaman.

3. Infeksi atau Reaksi Alergi

Meskipun jarang, infeksi maupun reaksi alergi tetap dapat terjadi setelah penyuntikan filler

Risiko ini dapat dikurangi dengan memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi atau penyakit yang dimiliki sebelum tindakan.

4. Penyumbatan Pembuluh Darah (Vascular Occlusion)

Komplikasi paling serius adalah filler yang tidak sengaja masuk ke pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah ke jaringan. 

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan, pada kasus yang sangat jarang, gangguan penglihatan. 

Risiko tersebut dapat diminimalkan apabila tindakan dilakukan oleh dokter yang memahami anatomi wajah.

Baca Juga: Collagen Stimulator: Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya 

Kenapa Sebagian Orang Mulai Menjauhi Filler?

Mulai banyak orang yang mengurangi atau menghentikan penggunaan filler. Alasannya karena perubahan tren kecantikan.

Kini yang diutamakan adalah hasil natural daripada wajah yang tampak terlalu penuh. Selain itu, banyak yang mulai menyadari bahwa filler bukan prosedur sekali seumur hidup. 

Karena sebagian besar filler bersifat sementara, hasilnya perlu dipertahankan dengan penyuntikan ulang secara berkala sehingga memerlukan biaya jangka panjang.

Walaupun filler tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, tetap ada risiko seperti infeksi hingga komplikasi vaskular yang jarang tetapi serius.

Karena itu, sebagian pasien kini memilih treatment lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Filler vs Botox, Apa Bedanya?

Keduanya memang sama-sama prosedur estetika nonbedah berbentuk suntikan, tetapi cara kerja keduanya berbeda. 

Pemilihan tindakan bergantung pada penyebab masalah yang ingin diperbaiki, sehingga keduanya tidak bisa saling menggantikan.

Adapun perbedaannya yaitu:

1. Filler

Filler bekerja dengan cara menambah volume di bawah kulit. Gel filler mengisi area yang kehilangan jaringan sehingga kontur wajah lebih tegas atau bibir dan pipi tampak lebih penuh. 

Filler adalah prosedur paling efektif untuk mengatasi kerutan akibat kehilangan volume dan membentuk proporsi wajah.

2. Botox

Cara Kerja Botox
Cara Kerja Botox | Sumber: Health & Aesthetics

Botox bekerja dengan mengendurkan aktivitas otot tertentu untuk sementara waktu. Ketika otot tidak berkontraksi sekuat sebelumnya, kerutan akibat ekspresi seperti garis dahi akan tampak lebih samar. 

Namun, botox tidak menambah volume dan bukan digunakan untuk mengisi wajah yang cekung.

Jadi, kesimpulannya, filler mengatasi kehilangan volume, sedangkan botox mengatasi kerutan akibat gerakan otot. 

Pada beberapa pasien, kedua prosedur bahkan dapat dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh. 

Mari simak perbandingannya:

AspekFillerBotox
Cara KerjaMengisi volume di bawah kulitMengendurkan otot penyebab kerutan
TargetWajah cekung, bibir tipis, garis senyum, kontur wajahKerutan akibat ekspresi seperti dahi, glabella, dan crow’s feet
Hasil Umumnya langsung setelah tindakanSekitar 3–7 hari, maksimal 1–2 minggu
Lama Hasil BertahanSekitar 6 bulan hingga beberapa tahun, tergantung jenis fillerRata-rata 3–6 bulan
Efek KembaliFiller HA dapat dilarutkan dengan hyaluronidaseTidak dapat dibalik, efek akan hilang seiring waktu

Kisaran Biaya Filler Treatment

Biaya filler wajah treatment dapat berbeda-beda tergantung jenis filler yang digunakan dan area yang dirawat. 

Karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, biaya akhir baru dapat dipastikan setelah konsultasi dengan dokter.

Harga filler treatment mulai dari sekitar Rp3 jutaan per syringe. Pada beberapa kasus, pasien mungkin membutuhkan lebih dari satu syringe untuk hasil yang proporsional.

Menariknya, biaya treatment bisa lebih hemat apabila sedang tersedia promo. Oleh karena itu, sebelum menjalani tindakan, kamu konsultasi gratis dengan dokter dahulu untuk mengetahui estimasi jumlah filler yang dibutuhkan.

banner promo skin

Siapa yang Sebaiknya Berhati-hati atau Menghindari Filler?

Meskipun filler tergolong prosedur yang aman, tidak semua orang merupakan kandidat yang ideal. 

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan untuk menunda atau bahkan tidak melakukan filler demi menjaga keamanan pasien. 

Lantas, siapa saja yang sebaiknya menghindari filler:

  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Memiliki luka terbuka atau peradangan pada area yang akan disuntik.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap kandungan filler tertentu.
  • Mengalami gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah (sesuai anjuran dokter).
  • Memiliki penyakit autoimun atau sistem imun yang sedang terganggu.
  • Memiliki riwayat komplikasi berat setelah tindakan filler sebelumnya.

Pantangan Setelah Filler

Perawatan ini bertujuan agar proses penyembuhan berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko perpindahan filler dari area yang telah dibentuk. 

Dokter biasanya akan memberikan instruksi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Beberapa pantangan yang umumnya dianjurkan setelah filler meliputi:

  • Jangan menyentuh, memijat, atau menekan area suntikan selama 24–48 jam.
  • Hindari olahraga berat selama sekitar 24–48 jam.
  • Hindari sauna, mandi air panas, atau paparan suhu tinggi selama beberapa hari pertama.
  • Batasi konsumsi alkohol pada 24 jam pertama.
  • Tidur telentang pada malam pertama bila memungkinkan.
  • Jangan melakukan facial atau pijat wajah sampai dokter mengizinkan.

Segera hubungi dokter apabila muncul nyeri hebat, kulit berubah pucat atau keunguan, gangguan penglihatan, atau pembengkakan yang semakin berat.

FAQ Seputar Filler Treatment

Berikut beberapa jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan sebelum menjalani filler treatment:

1. Apakah Filler Dilarang dalam Islam?

Suntik filler apakah haram? Hukum filler dalam Islam merupakan ranah fatwa yang dapat memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, sebaiknya merujuk pada panduan dari lembaga fatwa resmi seperti MUI atau berkonsultasi langsung.

2. Apakah Filler Memengaruhi Kesuburan?

Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa filler secara langsung memengaruhi kesuburan. 

Namun, apabila Anda sedang menjalani program kehamilan atau memiliki riwayat masalah kesehatan reproduksi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

3. Filler Wajah Isinya Apa?

Filler wajah dapat berisi berbagai bahan, seperti Hyaluronic Acid (HA), Calcium Hydroxylapatite (CaHA), Poly-L-Lactic Acid (PLLA), atau PMMA. Masing-masing memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda.

4. Botox Full Face Berapa?

Sebagai gambaran, biaya botox full face umumnya dapat berbeda tergantung jumlah unit yang digunakan dan area yang ditangani. Untuk mengetahui kisaran harga secara lebih lengkap beserta perbedaan botox dan filler. 

5. Apakah Filler Bisa Dihilangkan Kalau Hasilnya Tidak Sesuai?

Untuk filler berbahan Hyaluronic Acid (HA), hasilnya umumnya dapat dikoreksi menggunakan enzim hyaluronidase yang berfungsi melarutkan filler. Sebaliknya, filler permanen jauh lebih sulit diperbaiki apabila hasilnya tidak sesuai,

Dapatkan Filler Treatment yang Aman dan Teruji Klinis di Sozo Skin Clinic

Masih ragu mencoba filler karena khawatir hasilnya terlihat tidak natural? Kekhawatiran tersebut wajar, maka langkahnya adalah memilih klinik kecantikan terpercaya, seperti Sozo Skin Clinic yang memiliki cabang tersebar di 60+ daerah, termasuk Jabodetabek.

Dokter di Sozo Skin Clinic akan memahami anatomi wajah dan menggunakan produk filler yang telah teruji.

Setiap pasien akan menjalani konsultasi terlebih dahulu untuk menganalisis struktur wajah masing-masing sebelum dilakukan filler treatment

Hasil Filler Treatment pada Area Bawah Mata
Hasil Filler Treatment pada Area Bawah Mata

Kalau kamu masih bingung apakah filler pilihan yang tepat, coba konsultasi gratis dengan dokter di Sozo Skin Clinic

Kamu bisa booking jadwal pemeriksaan via WhatsApp dengan mudah dan memilih klinik kecantikan terdekat dari rumahmu. 

Jadwalkan konsultasi sekarang dan dapatkan rekomendasi filler treatment yang sesuai dengan kondisi kulit serta tujuan estetikamu!

klaim promo treatment

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?