Tomat belum terbukti secara klinis dapat menghilangkan jerawat maupun bekas jerawat ketika dioleskan langsung pada wajah. Justru, mengoleskan tomat mentah pada kulit berjerawat dapat memicu rasa perih. Jerawat yang terus muncul sebaiknya diperiksa oleh dokter agar penyebabnya dapat diketahui.
Apakah tomat bisa menghilangkan jerawat? Jawabannya, tomat belum terbukti secara klinis dapat menghilangkan jerawat aktif maupun bekasnya ketika dioleskan langsung ke wajah.
Meski mengandung likopen, vitamin C, beta-karoten, dan berbagai antioksidan, kandungan tersebut lebih berpotensi mendukung kesehatan kulit secara umum daripada bekerja sebagai obat jerawat.
Penelitian yang tersedia juga lebih banyak membahas ekstrak tomat atau konsumsi likopen, bukan penggunaan masker tomat mentah.
Bagi kamu yang penasaran, mari simak lebih dalam tentang manfaat tomat bagi kulit dan efeknya terhadap jerawat!
Kandungan Tomat yang Bermanfaat untuk Kulit Berjerawat

Tomat tidak dapat diposisikan sebagai obat jerawat karena belum ada bukti klinis kuat yang menunjukkan bahwa buah ini mampu mengatasi jerawat secara langsung.
Meski demikian, beberapa kandungan di dalam tomat berpotensi mendukung kesehatan kulit. Lantas, apa saja kandungan di dalam tomat? Simak di bawah ini:
1. Likopen
Likopen adalah jenis karotenoid yang memberikan warna merah pada tomat. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Namun, manfaat likopen lebih banyak diteliti melalui konsumsi atau suplementasi daripada pemakaian tomat mentah pada wajah.
Dalam sebuah penelitian, konsumsi suplemen likopen sebanyak 7 mg per hari meningkatkan kadar likopen pada lapisan terluar kulit setelah 2 hingga 4 minggu. Meski begitu, penelitian tersebut tidak menyebutkan likopen dapat menghilangkan jerawat.
2. Vitamin C
Tomat juga mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Akan tetapi, kandungan vitamin C dalam tomat tidak bekerja dengan cara yang sama seperti serum vitamin C. Jadi, mengoleskan tomat ke wajah belum tentu dapat menghilangkan bekas jerawat.
3. Beta-Karoten
Beta-karoten dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A sesuai kebutuhan. Vitamin A berperan dalam pergantian sel kulit, tetapi jumlah beta-karoten dalam tomat tidak bekerja seefektif bahan aktif retinoid.
4. Asam Linoleat
Asam linoleat lebih banyak ditemukan pada biji dan minyak ampas tomat, bukan pada daging tomat yang biasa dijadikan masker.
Senyawa ini bermanfaat untuk skin barrier. Klaimnya, krim wajah yang mengandung minyak ampas tomat membantu mengurangi inflamasi dan sensitivitas kulit.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Menggunakan Tomat untuk Wajah Glowing dan Bebas Jerawat
Cara Menghilangkan Jerawat dengan Tomat, Apakah Bisa Dicoba?

Belum ada cara yang terbukti secara medis untuk menghilangkan jerawat hanya dengan tomat. Metode berikut cenderung untuk menyehatkan kulit.
Jika kamu tertarik memiliki kulit yang sehat dari tomat, mari simak cara-cara berikut:
1. Masker Tomat Langsung
Tomat mentah dapat bersifat asam dan berpotensi menyebabkan perih atau kemerahan pada kulit tertentu.
Jika kamu tetap ingin mencobanya, gunakan hanya pada area kecil dan lakukan patch test terlebih dahulu untuk melihat reaksi kulit.
Berikut langkah-langkahnya:
- Pilih tomat matang, lalu cuci hingga benar-benar bersih.
- Ambil sedikit bagian daging tomat dan haluskan hingga menjadi pasta.
- Oleskan sedikit pasta tomat di belakang telinga, bagian dalam lengan, atau area rahang.
- Diamkan selama 5–10 menit, lalu bilas hingga bersih.
- Pantau reaksi kulit selama 24 jam.
- Jika tidak muncul gatal, bengkak, atau kemerahan, oleskan tipis pada area kecil di wajah.
- Diamkan selama maksimal 5–10 menit tanpa menggosok kulit.
- Bilas dengan air, lalu gunakan pelembap yang lembut.
Perlu diingat, jangan menggunakan masker tomat pada jerawat yang pecah atau kulit yang baru menjalani eksfoliasi.
Segera hentikan pemakaian jika kulit terasa terbakar atau sangat gatal.
2. Masker Tomat dan Madu
Madu dapat membentuk lapisan ringan yang membantu campuran masker tomat tidak terlalu cepat mengering di kulit.
Meski demikian, campuran tomat dan madu tetap belum terbukti dapat menyembuhkan jerawat.
Kalau kamu ingin mencoba, bisa ikuti cara berikut:
- Siapkan satu sendok makan tomat yang sudah dihaluskan.
- Tambahkan setengah sendok teh madu murni.
- Aduk hingga kedua bahan tercampur merata.
- Lakukan patch test pada area kecil terlebih dahulu.
- Jika tidak muncul reaksi dalam 24 jam, oleskan campuran secara tipis pada area terbatas di wajah.
- Diamkan selama maksimal 5–10 menit.
- Bilas hingga bersih, lalu gunakan pelembap yang lembut.
3. Konsumsi Tomat secara Rutin
Mengonsumsi tomat lebih masuk akal untuk memperoleh nutrisinya dibandingkan mengoleskan buah mentah langsung ke wajah.
Likopen diserap melalui sistem pencernaan dan diketahui dapat terakumulasi pada lapisan terluar kulit setelah dikonsumsi secara rutin.
Kamu dapat mengonsumsinya dalam keadaan segar atau mengolahnya sebagai jus tanpa gula. Namun, konsumsi tomat hanya melengkapi asupan nutrisi, bukan mengatasi jerawat.
Berapa Lama Jerawat Hilang dengan Tomat?
Tidak ada durasi ilmiah yang bisa memastikan menghilangkan jerawat dengan tomat berapa lama. Pasalnya, efektivitas tomat mentah sebagai pengobatan jerawat belum terbukti.
Jerawat aktif dapat mengecil dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tetapi itu siklus alami jerawat, bukan karena penggunaan masker tomat.
Belum ada bukti bahwa tomat dapat mempercepat penyembuhan jerawat aktif. Justru tomat bisa memicu iritasi pada jerawat yang membuatnya semakin merah.
Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya?
Jerawat aktif dan bekas jerawat merupakan dua kondisi yang berbeda. Noda setelah jerawat dapat memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk memudar.
Lama pemudaran noda juga dipengaruhi kedalaman inflamasi. Terlebih lagi, bekas jerawat cekung tidak dapat hilang dengan masker tomat.
Kondisi tersebut umumnya membutuhkan treatment lain seperti laser treatment atau terapi acne treatment lainnya.
Apakah Boleh Mengoleskan Tomat ke Wajah Berjerawat?
Mengoleskan tomat ke wajah boleh dicoba oleh sebagian orang, tetapi tidak direkomendasikan untuk mengatasi jerawat.
Tomat bersifat asam, sehingga respons kulit setiap orang dapat berbeda, apalagi jika kulitmu sensitif.
Tomat juga tidak disarankan untuk jerawat meradang atau jerawat batu. Jangan juga mengoleskannya pada kulit baru menggunakan eksfolian atau chemical peeling.
Efek Samping dan Risiko Pemakaian Tomat di Wajah
Bahan alami tidak selalu berarti aman untuk setiap jenis kulit. Mengingat sifat tomat yang asam, respons kulit terhadap pemakaiannya dapat berbeda-beda.
Untuk kulit yang sensitif, kamu mungkin akan merasakan efek samping seperti:
1. Sensasi Perih
Asam alami dalam tomat dapat menimbulkan sensasi menyengat saat bersentuhan dengan kulit sensitif atau jerawat yang sedang meradang. Iritasi tidak membuat jerawat lebih cepat kering. Justru, kulit dapat terlihat semakin merah.
2. Dermatitis Kontak
Pemakaian tomat juga dapat memicu dermatitis kontak. Reaksinya dapat berupa gatal, bengkak, atau ruam pada area yang terkena.
Jika gejala muncul, segera bilas kulit, hentikan pemakaian, dan jangan mengoleskan bahan aktif lain sampai kondisi kulit lebih tenang.
3. Skin Barrier Semakin Lemah
Pemakaian tomat yang membuat kulit terasa kering menandakan bahwa lapisan skin barrier mungkin sedang terganggu. Risikonya, inflamasi tambahan ini dapat meninggalkan bekas jerawat setelah jerawat sembuh.
4. Jerawat Memburuk Akibat Gesekan
Risiko ini bisa kamu alami jika menggunakan scrub tomat yang dicampur dengan gula. Kristal gula dapat melukai permukaan jerawat dan berpotensi memperparah inflamasi.
Efek Minum Jus Tomat Setiap Hari untuk Kulit
Manfaat tomat lebih menjanjikan dengan didapat dari konsumsi likopen, daripada pengolesan tomat mentah pada wajah.
Meski begitu, manfaat likopen yang diteliti lebih berkaitan dengan perlindungan antioksidan, bukan penyembuhan jerawat.
Jadi, minum jus tomat setiap hari tidak menjamin jerawat akan hilang. Jus tomat sebaiknya dibuat tanpa tambahan gula.
Baca Juga: 8 Minuman Kolagen Terbaik untuk Kulit Glowing dan Awet Muda
FAQ Seputar Tomat untuk Menghilangkan Jerawat
Apabila kamu masih memiliki banyak pertanyaan seputar penggunaan tomat pada jerawat, mari simak beberapa pertanyaan berikut beserta jawabannya:
1. Mana yang Lebih Baik untuk Wajah, Lemon atau Tomat?
Lemon dan tomat sama-sama memiliki sifat asam yang berpotensi menimbulkan rasa iritasi. Namun lemon lebih asam, sehingga risikonya menyebabkan sensasi terbakar juga lebih besar.
Keduanya tidak dapat mengalahkan efektivitas obat jerawat. Jadi, pengobatan jerawat lebih efektif menggunakan obat seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, azelaic acid, atau retinoid.
2. Apakah Tomat Bisa Membuat Muka Glowing?
Konsumsi tomat dapat membantu memenuhi asupan vitamin C dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Kulit mungkin terlihat lebih sehat ketika kebutuhan nutrisi terpenuhi. Namun, masker tomat belum terbukti memberikan efek glowing permanen.
3. Bolehkah Masker Tomat Dipakai Setiap Hari?
Masker tomat tidak disarankan untuk digunakan setiap hari karena bisa membuat kulit terasa perih. Jika kulit tidak menunjukkan reaksi dan kamu tetap ingin mencobanya, batasi penggunaannya maksimal satu kali seminggu. Hentikan begitu muncul rasa terbakar.
4. Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Flek Hitam?
Tomat mentah belum terbukti dapat menghilangkan flek hitam. Likopen dan vitamin C memang memiliki aktivitas antioksidan, tetapi efeknya tidak mengatasi masalah hiperpigmentasi seperti flek hitam.
5. Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat dan Bruntusan?
Belum ada bukti kuat bahwa masker tomat dapat mengatasi jerawat dan bruntusan. Bruntusan sendiri dapat disebabkan oleh komedo tertutup, iritasi, dermatitis, hingga folikulitis.
Tomat tidak terbukti membuka sumbatan pori atau. Jika bruntusan semakin banyak, hindari mencoba berbagai bahan rumahan sebelum mengetahui penyebabnya.
6. Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat Batu?
Apakah tomat bisa menghilangkan jerawat batu? Jawabannya tidak, karena jerawat batu berada lebih dalam di bawah kulit. Bahan yang hanya menempel di permukaan kulit tidak dapat menjangkau sumber peradangan tersebut.
7. Apakah Masker Tomat dan Gula Aman untuk Wajah?
Cara menghilangkan jerawat dengan tomat dan gula sering muncul sebagai rekomendasi eksfoliasi alami.
Namun, masker ini tidak disarankan karena kristal gula memiliki permukaan kasar yang bisa memicu iritasi mikro, apalagi jika terdapat jerawat aktif.
8. Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya?
Tomat belum terbukti menyembuhkan jerawat maupun menghilangkan bekasnya. Noda bekas jerawat dapat memudar secara alami, tetapi proses ini tidak bisa dipercepat dengan masker tomat.
9. Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Tomat Berapa Hari?
Tidak ada jumlah hari yang pasti untuk memudarkan bekas jerawat menggunakan tomat. Noda berwarna dapat bertahan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan, bergantung pada kedalaman inflamasi dan paparan matahari.
Kapan Harus ke Dokter atau Konsultasi Dermatolog?
Jerawat pada wajah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyumbatan pori, kondisi skin barrier, hingga penggunaan produk yang kurang sesuai.
Karena penyebabnya berbeda pada setiap orang, bahan alami seperti tomat belum tentu cukup menangani jerawat.
Agar usahamu tidak sia-sia, coba konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab jerawat, apalagi jika jerawat batu atau jerawat meradang.
Kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat di Sozo Skin Clinic untuk mengidentifikasi masalahnya.

Pilihan Acne Treatment di Sozo Skin Clinic dapat disesuaikan dengan kondisi kulit. Beberapa pilihan perawatan yang mungkin direkomendasikan antara lain:
- Acne Clear Facial Medical: Membersihkan komedo dan penumpukan sebum.
- IPL Acne: Memanfaatkan teknologi cahaya untuk merawat jerawat dan noda bekas jerawat.
- Acne Laser Facial: Kombinasi facial, ekstraksi komedo, laser acne, dan enzyme peel.
- Meso Acne: Merawat jerawat yang sedang meradang melalui pemberian bahan aktif pada area yang membutuhkan.
- Acne Micro Botox: Membantu mengontrol produksi minyak berlebih serta memperbaiki tampilan tekstur kulit.
Tidak semua orang membutuhkan jenis treatment yang sama. Untuk menemukan mana yang sesuai dengan kondisimu, jadwalkan pemeriksaan via WhatsApp sekarang.
Kamu juga dapat mengunjungi salah satu dari 60+ cabang Sozo Skin Clinic yang tersebari di Pulau Jawa. Dapatkan treatment yang tepat selagi jerawat belum meninggalkan noda di wajah!
Referensi:
- Effect of Ethanol Extract of Tomato (Solanum lycopersicum L.) on Staphylococcus epidermidis in vitro | Research Gate
- Valorisation of tomato pomace in anti-pollution and microbiome-balance face cream | PMC
- View of Test Of the Effectiveness of Tomato (Lycopersicum Esculentum Mill) Fruit Extract Cream on Increasing Elasticity, Sebum and Hydration in White Mouse Skin (Mus Musculus)
- Lycopene presence in facial skin corneocytes and sebum and its association with circulating lycopene isomer profile: Effects of age and dietary supplementation | PMC
- Systemic and skin-targeting beneficial effects of lycopene-enriched ice cream: A pilot study | ScienceDirect

