Skin 11 mnt baca

Hipopigmentasi: Penyebab, Ciri, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Hipopigmentasi: Penyebab, Ciri, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Hipopigmentasi adalah kondisi ketika produksi melanin berkurang sehingga menyebabkan munculnya area kulit yang tampak lebih terang dibandingkan kulit normal. Penyebab beragam, bisa karena gangguan melanosit, faktor genetik, hingga bekas luka. Diagnosis diperlukan karena setiap penyebabnya membutuhkan penanganan berbeda.

Munculnya bercak putih atau area kulit yang lebih terang dapat menjadi tanda adanya gangguan pigmentasi yang disebut hipopigmentasi.

Kondisi ini terjadi ketika produksi melanin berkurang akibat gangguan pada melanosit, yaitu sel kulit yang menghasilkan pigmen.

Hipopigmentasi dapat muncul karena berbagai penyebab, termasuk kondisi autoimun seperti vitiligo, faktor genetik, infeksi, inflamasi, maupun trauma kulit.

Mengingat penyebabnya berbeda-beda, dokter perlu melakukan diagnosis sebelum menentukan pilihan perawatan.

Untuk itu, pahami dulu penyebab munculnya hipopigmentasi, jenis-jenis dan cara mengatasinya secara efektif!

Apa Itu Hipopigmentasi?

Perbandingan Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi
Perbandingan Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi | Sumber WebMD

Perbandingan Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi | Sumber: WebMD

Hipopigmentasi adalah kondisi ketika kulit mengalami penurunan jumlah melanin sehingga muncul area yang tampak lebih terang dibandingkan warna kulit normal.

Melanin sendiri merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata. Pigmen ini diproduksi oleh melanosit, yaitu sel khusus yang berada pada lapisan kulit.

Ketika melanosit mengalami gangguan, jumlah melanin dapat berkurang sehingga menyebabkan perubahan warna kulit. 

Hipopigmentasi terjadi ketika terdapat gangguan pada melanosit yang menyebabkan produksi melanin menurun. 

Kondisi ini dapat muncul akibat faktor genetik, trauma kulit, inflamasi, maupun penyakit tertentu yang memengaruhi fungsi sel penghasil pigmen.

Berbagai jenis kulit dapat mengalaminya, tetapi lebih mudah terlihat pada kulit dengan warna lebih gelap karena perbedaan kontras antara area normal dan area yang kehilangan pigmen.

Penyebab Hipopigmentasi

Hipopigmentasi terjadi ketika proses pembentukan melanin terganggu. Penyebabnya dapat berasal dari faktor bawaan sejak lahir maupun perubahan tertentu pada kulit.

Kondisi ini juga bisa muncul sebagai respons sementara setelah kulit mengalami peradangan.  Namun secara umum, penyebab hipopigmentasi dikarenakan oleh:

  1. Gangguan Produksi Melanin: Produksi melanin yang berkurang akibat gangguan fungsi melanosit dapat menyebabkan kulit kehilangan sebagian warnanya.
  2. Faktor Genetik: Beberapa kondisi bawaan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghasilkan melanin, seperti albinisme yang menyebabkan produksi pigmen berkurang sejak lahir.
  3. Gangguan Autoimun: Pada kondisi seperti vitiligo, sistem imun tubuh dapat menyerang melanosit sehingga jumlah melanin pada area tertentu menurun.
  4. Peradangan Kulit: Inflamasi akibat kondisi seperti eksim dan psoriasis dapat menyebabkan area kulit menjadi lebih terang setelah proses penyembuhan.
  5. Cedera pada Kulit: Luka bakar, luka, lepuhan, atau kerusakan kulit lainnya dapat menyebabkan penurunan pigmentasi pada area yang mengalami kerusakan.
  6. Infeksi Kulit: Beberapa infeksi, terutama infeksi jamur seperti tinea versicolor, dapat menyebabkan perubahan warna kulit berupa bercak yang lebih terang.
  7. Efek Tindakan Kosmetik atau Medis: Prosedur tertentu seperti chemical peel atau laser dapat meningkatkan risiko hipopigmentasi apabila menyebabkan gangguan pada lapisan kulit atau melanosit.
  8. Gangguan Pembentukan Pigmen Akibat Faktor Tertentu: Kondisi yang memengaruhi proses pembentukan melanin, seperti gangguan enzim yang berperan dalam produksi pigmen, dapat menyebabkan warna kulit menjadi lebih terang.

Ciri-Ciri & Gejala Hipopigmentasi

Ciri khas hipopigmentasi adalah munculnya area kulit yang tampak lebih terang dibandingkan warna kulit normal di sekitarnya. 

Untuk bentuk, ukuran, dan lokasi bercak dapat berbeda tergantung penyebabnya. 

Misalnya, pada vitiligo, bentuknya berupa bercak putih dengan batas yang jelas, sedangkan panu dapat menyebabkan bercak lebih terang yang disertai sisik halus.

Secara umum, berikut ciri khas hipopigmentasi yang perlu kamu kenali:

  • Muncul bercak putih atau lebih terang pada kulit.
  • Perbedaan warna yang mencolok antara area hipopigmentasi dan kulit normal.
  • Bercak dapat berbentuk kecil, menyebar, atau melebar.
  • Warna kulit dapat memudar atau kehilangan pigmen sebagian.
  • Rambut pada area tertentu dapat berubah menjadi putih, jika melanosit di folikel rambut terdampak.
  • Area kulit yang kehilangan pigmen lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
  • Kadang disertai kulit kering atau bersisik, rasa gatal, atau tanda peradangan.

Jenis-jenis Kondisi yang Menyebabkan Hipopigmentasi

Ketika berbicara soal hipopigmentasi, istilah tersebut tidak mengacu pada satu kondisi. Pasalnya jenisnya terbagi lagi menjadi vitiligo, pany, albinisme, dan masih banyak lagi.

Mari kenali beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipopigmentasi dan ciri-cirinya:

1. Vitiligo

Vitiligo
Vitiligo

Vitiligo merupakan salah satu penyebab hipopigmentasi yang terjadi ketika melanosit mengalami kerusakan sehingga produksi melanin berkurang. 

Penyebab pasti vitiligo belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga akibat faktor genetik atau sistem imun yang menyerang sel penghasil pigmen kulit.

Ciri-ciri Vitiligo:

  • Muncul bercak putih dengan batas yang cukup jelas.
  • Dapat terjadi pada wajah, tangan, leher, area lipatan tubuh, hingga bagian tubuh lainnya.
  • Bercak dapat bertambah luas secara bertahap.
  • Rambut pada area yang mengalami vitiligo dapat berubah menjadi putih.

2. Albinisme

Albinisme
Albinisme

Penyebab hipopigmentasi berikutnya yaitu albinisme. Kondisi genetik ini terjadi akibat perubahan gen yang menyebabkan produksi melanin terganggu sejak lahir.

Karena melanin berperan dalam melindungi kulit dari sinar UV, individu dengan albinisme cenderung lebih berisiko mengalami kerusakan kulit akibat paparan matahari.

Albinisme tidak dapat disembuhkan, tetapi kulit dapat dilindungi dengan penggunaan sunscreen dan pemeriksaan kesehatan kulit secara rutin.

Ciri-ciri Albinisme:

  • Kulit tampak sangat pucat.
  • Rambut berwarna putih, pirang sangat terang, atau warna yang lebih muda dari normal.
  • Warna mata lebih terang.
  • Sensitivitas lebih tinggi terhadap paparan sinar matahari.

3. Pityriasis Alba

Pityriasis Alba
Pityriasis Alba | Sumber: Cleveland Clinic

Pityriasis alba adalah kondisi kulit yang menyebabkan munculnya bercak lebih terang, biasanya setelah terjadi peradangan ringan pada kulit. 

Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat membaik secara bertahap seiring waktu. 

Ciri-ciri Pityriasis Alba:

  • Bercak berwarna lebih terang dibandingkan kulit sekitarnya.
  • Permukaan kulit dapat terasa kering atau sedikit bersisik.
  • Sering muncul pada wajah, lengan, atau tubuh bagian atas.
  • Dapat terlihat lebih jelas pada kulit dengan warna lebih gelap.

4. Panu (Tinea Versicolor)

Panu (Tinea Versicolor)
Panu (Tinea Versicolor) | Sumber: Cleveland Clinic

Tinea versicolor atau panu adalah infeksi jamur pada kulit yang dapat menyebabkan perubahan warna berupa bercak lebih terang maupun lebih gelap.

Kondisi ini terjadi ketika pertumbuhan jamur pada kulit mengalami peningkatan sehingga mengganggu proses pigmentasi normal. Panu dapat ditangani dengan obat antijamur.

Ciri-ciri Panu:

  • Bercak putih, lebih terang, atau kecokelatan pada kulit.
  • Permukaan kulit terasa sedikit bersisik.
  • Area bercak sering muncul di dada, punggung, bahu, atau lengan atas.
  • Terkadang disertai rasa gatal ringan, terutama saat berkeringat.

5. Hipopigmentasi Pasca Inflamasi

Hipopigmentasi Pasca Inflamasi
Hipopigmentasi Pasca Inflamasi | The Clinic

Hipopigmentasi pasca inflamasi terjadi ketika kulit mengalami penurunan warna setelah mengalami peradangan.

Saat kulit meradang, aktivitas melanosit dapat terganggu sehingga area yang sebelumnya mengalami masalah dapat terlihat lebih terang setelah proses penyembuhan.

Pada beberapa kasus, warna kulit dapat kembali secara bertahap. Kondisi ini dapat muncul setelah luka bakar, infeksi kulit, eksim atau psoriasis.

Ciri-ciri Hipopigmentasi Pasca Inflamasi:

  • Warna kulit memudar.
  • Area yang memudar tidak memiliki batas yang jelas.
  • Muncul tepat di bekas area kulit yang sebelumnya mengalami cedera.
  • Bercak tidak terasa gatal atau nyeri.
  • Bentuk bercak menyesuaikan dengan luka atau peradangan sebelumnya.

Baca Juga: 5 Jenis Flek Hitam di Wajah dan Cara Mengatasinya Secara Tepat

Diagnosis Hipopigmentasi

Untuk mengetahui penyebab yang mendasari hipopigmentasi, dokter kulit akan melakukan diagnosis sebelum menentukan perawatan.

Adapun diagnosis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan langsung pada area kulit yang mengalami perubahan warna.
  • Evaluasi riwayat kesehatan dan riwayat keluarga.
  • Pemeriksaan menggunakan Wood’s lamp untuk membantu melihat karakteristik gangguan pigmentasi tertentu.
  • Biopsi kulit apabila diperlukan untuk menganalisis jaringan kulit.
  • Pemeriksaan tambahan apabila dokter mencurigai adanya faktor genetik atau penyakit tertentu.

banner promo skin

Cara Mengatasi dan Mengobati Hipopigmentasi

Perawatan hipopigmentasi bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tidak semua hipopigmentasi membutuhkan terapi yang sama karena penyebabnya dapat berbeda.

Adapun cara yang direkomendasikan untuk mengobati hipopigmentasi di antaranya:

1. Mengatasi Hipopigmentasi Akibat Vitiligo

Pada vitiligo, pilihan perawatan ditujukan untuk mengembalikan warna kulit, memperlambat perkembangan bercak, atau menyamarkan area yang mengalami kehilangan pigmen.

Pilihan terapi akan disesuaikan dengan luas area yang terdampak dan kondisi pasien. Adapun pilihan perawatannya meliputi:

  • Krim kortikosteroid sesuai rekomendasi dokter.
  • Terapi cahaya (phototherapy).
  • Obat tertentu yang membantu mengontrol respons imun.
  • Cosmetic camouflage untuk membantu menyamarkan bercak.

2. Mengatasi Hipopigmentasi Akibat Infeksi Jamur

Jika hipopigmentasi disebabkan oleh panu, maka fokus perawatannya adalah mengatasi pertumbuhan jamur.

Setelah infeksi berhasil dikontrol, warna kulit dapat kembali secara bertahap, meskipun proses pemulihan pigmentasi dapat membutuhkan waktu.

Dokter dapat merekomendasikan:

  • Krim antijamur.
  • Sampo khusus antijamur.
  • Obat antijamur oral.

3. Mengatasi Hipopigmentasi Pasca Inflamasi

Hipopigmentasi pasca inflamasi terjadi setelah kulit mengalami peradangan atau cedera. Pada beberapa kasus, warna kulit dapat kembali secara bertahap setelah proses inflamasi berhenti.

Penanganannya berfokus pada mengatasi penyebab utama inflamasi seperti eksim, dermatitis, atau psoriasis. Dengan begitu, iritasi tidak memperburuk.

4. Mengatasi Hipopigmentasi Akibat Luka

Hipopigmentasi yang muncul setelah luka dapat terjadi karena adanya perubahan jaringan kulit selama proses penyembuhan.

Jika perubahan warna kulit berkaitan dengan bekas luka, dokter perlu mengevaluasi kondisi luka terlebih dahulu.

Kamu dapat melakukan konsultasi gratis dengan dokter di Sozo Skin Clinic untuk mengetahui kondisi kulit dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai.

Salah satu cara menghilangkan hipopigmentasi di wajah adalah menjalani treatment Acne Laser Facial, yaitu treatment yang ditujukan untuk memulihkan kondisi kulit dan memudarkan bekas jerawat pada wajah.

Hasil Scar Treatment di Sozo Skin Clinic
Hasil Scar Treatment di Sozo Skin Clinic

Baca Juga: Madu untuk Menghilangkan Flek Hitam: Mitos atau Fakta?

Risiko Hipopigmentasi

Hipopigmentasi tidak selalu menyebabkan komplikasi serius, tetapi kondisi ini dapat meningkatkan sejumlah risiko, apalagi jika kulit kehilangan banyak melanin.

Adapun beberapa risiko yang dapat terjadi meliputi:

  • Kulit Lebih Mudah Mengalami Sunburn: Melanin berperan melindungi kulit dari paparan sinar UV. Ketika jumlah melanin berkurang, area kulit yang mengalami hipopigmentasi dapat menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Risiko Kerusakan Kulit Akibat Sinar UV: Paparan matahari tanpa perlindungan dapat menyebabkan kulit lebih mudah mengalami iritasi akibat UV.
  • Risiko Kanker Kulit pada Kondisi Tertentu: Pada kondisi genetik seperti albinisme, rendahnya kadar melanin dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat UV dan kanker kulit.
  • Gangguan Kepercayaan Diri: Perubahan warna kulit yang terlihat jelas dapat memengaruhi kenyamanan seseorang terhadap penampilannya.

Cara Mencegah Hipopigmentasi Makin Meluas

Tidak semua jenis hipopigmentasi dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor genetik atau autoimun. 

Namun, terdapat beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko area hipopigmentasi bertambah luas, di antaranya:

1. Gunakan Perlindungan dari Matahari

Skincare untuk hipopigmentasi adalah menggunakan sunscreen setiap hari atau pakaian pelindung seperti baju berlengan panjang atau topi saat berada di luar ruangan.

Perlindungan terhadap sinar matahari juga membantu mengurangi risiko sunburn dan kerusakan kulit pada area yang mengalami kehilangan pigmen.

2. Tangani Penyebab Sejak Awal

Karena hipopigmentasi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kulit, menangani penyebab utama menjadi langkah penting.

Pastikan kamu segera mengobati infeksi kulit seperti panu atau melakukan pemeriksaan apabila muncul perubahan warna kulit yang tidak membaik. Penanganan sejak dini dapat mencegah gangguan kulit berkembang lebih luas.

3. Hindari Trauma pada Kulit

Kerusakan kulit dapat memengaruhi fungsi melanosit dan menyebabkan perubahan warna pada area tertentu.

Untuk menjaga kesehatan kulit, coba hindari penggunaan produk yang menyebabkan iritasi berat dan jangan melakukan prosedur kulit tanpa evaluasi kondisi kulit terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Jenis Laser Wajah Terbaik untuk Kulit Bebas Flek dan Bekas Jerawat

FAQ Seputar Hipopigmentasi

Kalau kamu masih memiliki pertanyaan seputar hipopigmentasi, mari simak jawabannya di bawah ini:

1. Apakah Hipopigmentasi Bisa Sembuh Sendiri?

Tergantung pada penyebabnya. Hipopigmentasi akibat kondisi sementara seperti perubahan warna setelah peradangan dapat membaik secara bertahap. Namun, kondisi genetik seperti albinisme tidak dapat hilang dengan sendirinya.

2. Apa Bedanya Hipopigmentasi dan Hiperpigmentasi?

Perbedaan hipopigmentasi dan hiperpigmentasi terletak pada jumlah melanin yang diproduksi. Hipopigmentasi berarti produksi melanin berkurang sehingga kulit tampak lebih terang, sedangkan hiperpigmentasi adalah produksi melanin meningkat sehingga kulit lebih gelap.

3. Apa Penyebab Utama Hipopigmentasi?

Penyebab hipopigmentasi dapat meliputi gangguan fungsi melanosit, faktor genetik atau infeksi kulit. Mengingat penyebabnya bisa berbeda-beda, penanganan yang diberikan pun tidak sama dan memerlukan arahan dokter.

4. Apakah Hipopigmentasi Permanen?

Tidak selalu. Beberapa jenis hipopigmentasi dapat membaik setelah penyebabnya ditangani. Misalnya, perubahan warna akibat bekas luka. Namun, kondisi seperti albinisme dan vitiligo dapat berlangsung dalam jangka panjang sehingga membutuhkan pengelolaan berkelanjutan.

5. Apa Perbedaan Vitiligo dan Hipopigmentasi?

Hipopigmentasi merupakan istilah untuk kondisi ketika warna kulit berkurang akibat penurunan melanin. Adapun, vitiligo adalah salah satu kondisi yang menyebabkan hipopigmentasi, yaitu ketika melanosit mengalami kerusakan sehingga produksi melanin menurun.

6. Bagaimana Cara Mengembalikan Warna Kulit yang Memutih?

Cara mengembalikan warna kulit bergantung pada penyebab hipopigmentasi, misalnya menggunakan obat antijamur apabila penyebabnya adalah infeksi jamur. Sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan yang sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Hipopigmentasi yang muncul setelah luka atau tindakan medis menyebabkan perubahan warna pada area tertentu.

Jika perubahan warna kulit berkaitan dengan bekas luka seperti jerawat, maka kamu bisa menjalani scar treatment.

Pemilihan treatment tentu harus atas rekomendasi dokter. Untuk itu, coba konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat di Sozo Skin Clinic.

Salah satu pilihan perawatan yang dapat direkomendasikan adalah Acne Laser Facial, yaitu treatment yang mengombinasikan ekstraksi komedo, laser acne, dan enzyme peel untuk memperbaiki kondisi kulit berjerawat sekaligus membantu menyamarkan tampilan bekasnya.

Kamu dapat melakukan konsultasi di Sozo Skin Clinic dengan pilihan lokasi dari 60+ cabang yang tersebar di Pulau Jawa. 

Untuk mengetahui perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu, jadwalkan pemeriksaan via WhatsApp agar bisa langsung menjalani treatment sesampainya di lokasi.

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?