Skin 8 mnt baca

Facial Treatment untuk Komedo dan Pori-Pori Tersumbat

Facial Treatment untuk Komedo dan Pori-Pori Tersumbat

Komedo di hidung, dagu, atau dahi sering kali terasa seperti masalah yang tidak ada habisnya. Sudah dibersihkan, beberapa waktu kemudian muncul lagi. Pada sebagian orang, kulit juga terasa lebih kasar karena banyaknya sumbatan kecil di permukaan.

Kondisi ini kerap disebut sebagai “pori-pori kotor”. Padahal, komedo dan pori tersumbat tidak hanya disebabkan oleh kotoran. Penumpukan sebum atau minyak alami kulit dan sel kulit mati di dalam folikel merupakan faktor utama terbentuknya komedo.

Salah satu perawatan yang sering dipilih untuk membersihkannya adalah facial treatment. Melalui proses pembersihan dan ekstraksi yang sesuai, facial dapat membantu mengangkat sebagian sumbatan sehingga kulit terasa lebih bersih dan halus.

Namun, apakah facial benar-benar bisa menghilangkan komedo? Dan apakah hasilnya bisa bertahan lama? Memahami cara komedo terbentuk akan membantu kamu memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap perawatan ini.

Kenapa Komedo dan Pori Tersumbat Sering Muncul Bersamaan?

Pori-pori merupakan bukaan kecil pada kulit yang berhubungan dengan folikel rambut dan kelenjar minyak. Sebum yang diproduksi kulit normalnya keluar melalui folikel tersebut untuk membantu menjaga permukaan kulit.

Masalah dapat muncul ketika sel kulit mati dan sebum menumpuk di dalam folikel. Campuran tersebut dapat membentuk sumbatan yang kemudian berkembang menjadi komedo.

Karena itu, komedo sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari pori atau folikel yang tersumbat.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa whiteheads dan blackheads terbentuk ketika pori tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Jika sumbatan menutup bukaan pori, terbentuk whitehead. Sebaliknya, bila bukaan tetap terbuka, terbentuk blackhead.

Beberapa faktor dapat ikut memengaruhi terbentuknya sumbatan, misalnya penggunaan produk kosmetik atau perawatan kulit yang terlalu berat untuk kulit tertentu. Residu sunscreen dan makeup yang tidak dibersihkan dengan baik juga dapat tertinggal di permukaan kulit, meskipun bukan satu-satunya penyebab komedo.

Gesekan berulang dan kebiasaan menyentuh atau memencet wajah juga sebaiknya diperhatikan. Cleveland Clinic mencatat bahwa gesekan serta kebiasaan memencet jerawat dapat memperburuk masalah pori tersumbat pada sebagian orang.

Jadi, membersihkan wajah memang penting, tetapi memiliki komedo bukan berarti seseorang tidak menjaga kebersihan kulit.

BACA JUGA: Sering Memencet Komedo Sendiri? Ketahui Bahayanya dan Solusi Ekstraksi Aman di Klinik

Jenis Komedo yang Sering Ditemukan

Tidak semua benjolan kecil di wajah adalah komedo. Mengenali tampilannya dapat membantu menentukan apakah facial sederhana masih relevan atau kondisi kulit sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

Secara umum, dua jenis komedo yang paling sering ditemukan adalah:

  • Komedo hitam (blackhead atau open comedo). Sumbatan berada pada folikel yang tetap terbuka sehingga bagian atasnya terlihat gelap. Warna hitam tersebut bukan berarti pori berisi kotoran. Warna gelap terbentuk ketika material di dalam pori yang terbuka mengalami reaksi dengan udara.
  • Komedo putih (whitehead atau closed comedo). Sumbatan berada pada folikel yang tertutup sehingga tampak seperti benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit.

Ada pula benjolan kecil yang sekilas menyerupai komedo tetapi sebenarnya dapat merupakan kondisi kulit lain. Jika benjolan berubah merah, terasa sakit, membengkak, berisi nanah, atau terus bertambah, sebaiknya jangan langsung mencoba mengekstraksinya sendiri.

Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu memastikan jenis masalah kulit dan menentukan penanganan yang sesuai.

Peran Facial Treatment untuk Komedo dan Pori Tersumbat

Untuk komedo yang berada dekat permukaan kulit, facial dapat membantu membersihkan sebagian sumbatan secara langsung. Salah satu tahap yang dapat dilakukan adalah ekstraksi, yaitu mengeluarkan komedo dari folikel menggunakan teknik dan alat yang sesuai.

AAD menyebut ekstraksi komedo sebagai salah satu prosedur yang dapat digunakan untuk mengatasi whiteheads dan blackheads yang menetap. Namun, ekstraksi bukan berarti akar penyebab terbentuknya komedo otomatis hilang.

Setelah sumbatan diangkat, area tersebut biasanya terlihat lebih bersih dan tekstur kulit dapat terasa lebih halus. Pori-pori yang sebelumnya terlihat jelas karena berisi sumbatan juga dapat tampak lebih bersih.

Yang perlu dipahami, facial tidak dapat mengecilkan ukuran pori secara permanen. Pori merupakan bagian normal dari struktur kulit dan tetap diperlukan untuk mengeluarkan sebum.

Facial juga tidak menghentikan kulit memproduksi minyak atau sel kulit mati. Artinya, sumbatan dapat terbentuk kembali setelah perawatan apabila faktor pemicunya masih ada.

Inilah mengapa hasil facial untuk komedo sebaiknya dilihat sebagai bagian dari perawatan kulit, bukan solusi permanen dalam satu kali tindakan.

Tahapan Facial yang Relevan untuk Komedo dan Pori Tersumbat

Prosedur facial dapat berbeda tergantung kondisi kulit dan jenis perawatan yang dipilih. Namun, untuk kulit dengan komedo dan sumbatan, beberapa tahap berikut biasanya paling relevan.

1. Pembersihan Kulit

Tahap awal bertujuan membersihkan makeup, sunscreen, minyak, dan residu lain dari permukaan kulit. Kulit yang sudah bersih juga memudahkan tenaga profesional untuk melihat kondisi komedo dan area yang membutuhkan perhatian lebih.

2. Persiapan atau Pelunakan Komedo

Kulit kemudian dapat dipersiapkan agar sumbatan lebih mudah dikeluarkan. Metodenya bisa berbeda pada setiap jenis facial, misalnya dengan produk tertentu atau metode lain yang membantu mempersiapkan permukaan kulit.

Tahapan ini perlu disesuaikan dengan kondisi kulit karena tidak semua kulit membutuhkan perlakuan yang sama.

3. Ekstraksi Ringan

Komedo yang memungkinkan untuk dikeluarkan dapat diekstraksi secara hati-hati. Tekanan yang terlalu kuat justru berisiko menyebabkan trauma pada kulit, sehingga tidak semua sumbatan harus dipaksakan keluar dalam satu sesi.

Untuk perawatan yang lebih sederhana, pilihan seperti mini facial dapat menjadi salah satu jenis facial yang dipertimbangkan sesuai kebutuhan kulit. Namun, jenis perawatan tetap sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi kulit, bukan hanya banyak atau sedikitnya komedo yang terlihat.

4. Perawatan untuk Menenangkan Kulit

Setelah ekstraksi, kulit dapat terasa sedikit sensitif atau tampak kemerahan untuk sementara. Karena itu, facial umumnya dilanjutkan dengan tahap yang bertujuan menenangkan dan menjaga kenyamanan kulit, misalnya menggunakan masker atau produk perawatan yang sesuai.

Hasil yang Realistis Setelah Facial

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengharapkan seluruh komedo hilang setelah satu kali facial dan tidak pernah muncul kembali.

Pada kondisi yang sesuai, perubahan yang paling mungkin terlihat setelah facial adalah berkurangnya sumbatan yang berhasil dibersihkan. Permukaan kulit dapat terasa lebih halus dan area yang sebelumnya dipenuhi blackhead atau whitehead terlihat lebih bersih.

Namun, komedo dapat terbentuk kembali.

Hal ini terjadi karena proses pembentukan sebum dan pergantian sel kulit tetap berlangsung setiap hari. Jika sel kulit mati dan sebum kembali menumpuk di dalam folikel, sumbatan baru dapat terbentuk.

Karena itu, menjaga hasil facial juga bergantung pada perawatan sehari-hari. Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit, tidak memencet komedo, serta memilih produk berlabel non-comedogenic dapat membantu mengurangi risiko sumbatan berulang.

Pada orang yang memang memiliki kecenderungan komedo, perawatan topikal tertentu juga mungkin diperlukan. AAD, misalnya, menyebut retinoid dan salicylic acid sebagai beberapa bahan yang digunakan untuk membantu membuka pori tersumbat. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit karena bahan aktif juga dapat menyebabkan iritasi bila digunakan secara berlebihan.

Jadi, facial lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari perawatan, bukan satu-satunya cara untuk mencegah komedo.

Kapan Facial Saja Tidak Cukup?

komedo putih

Facial dapat membantu bila masalah utamanya adalah komedo dan sumbatan yang relatif ringan. Namun, tidak semua kondisi kulit yang tampak “tersumbat” sebaiknya langsung diekstraksi.

Perhatikan bila benjolan mulai:

  • Berwarna merah dan meradang;
  • Terasa sakit saat disentuh;
  • Berisi nanah;
  • Muncul dalam jumlah banyak atau menyebar;
  • Berada lebih dalam di bawah permukaan kulit; atau
  • Terus muncul meskipun sudah beberapa kali menjalani perawatan.

Kondisi seperti ini dapat membutuhkan pendekatan berbeda dari facial biasa.

AAD juga membedakan komedo dengan bentuk jerawat yang mengalami inflamasi, seperti papula, pustula, nodul, dan kista. Jerawat yang dalam atau terasa sakit tidak sebaiknya diperlakukan seperti komedo biasa karena risiko peradangan dan bekas jerawat juga berbeda.

Jika kamu sudah melakukan perawatan dasar dengan konsisten tetapi sumbatan tetap muncul atau berkembang menjadi jerawat meradang, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kulit. Tujuannya bukan sekadar mengeluarkan isi pori, tetapi mencari pendekatan yang lebih sesuai untuk mencegah masalah terus berulang.

FAQ Seputar Facial untuk Komedo

Apakah ekstraksi komedo saat facial terasa sakit?

Ekstraksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan, terutama pada komedo yang sulit dikeluarkan. Namun, ekstraksi tidak seharusnya dilakukan dengan tekanan berlebihan hanya untuk memastikan semua komedo keluar dalam satu sesi.

Jika kulit terasa sangat sakit saat diekstraksi, sampaikan kepada tenaga yang melakukan perawatan.

Apakah pori-pori menjadi lebih besar setelah ekstraksi?

Ekstraksi yang dilakukan dengan tepat tidak membuat pori secara permanen menjadi lebih besar. Setelah sumbatan dikeluarkan, bukaan pori justru dapat terlihat lebih bersih.

Ukuran dan tampilan pori dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, produksi sebum, kondisi kulit, dan usia. Karena itu, baik facial maupun ekstraksi tidak dapat menutup atau menghilangkan pori secara permanen.

BACA JUGA: Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Pori-Pori Besar: Panduan Memilih plus Rekomendasi

Bolehkah memencet komedo sendiri di rumah?

Sebaiknya hindari memencet komedo dengan kuku atau alat yang tidak digunakan dengan teknik yang tepat. AAD memperingatkan bahwa memencet blackhead atau whitehead sendiri dapat meningkatkan risiko iritasi, infeksi, dan bekas pada kulit.

Jika komedo sulit dikeluarkan atau jumlahnya banyak, lebih aman untuk mengevaluasi kondisi kulit terlebih dahulu daripada terus mencoba mengekstraksinya sendiri.

Facial Bisa Membantu, tetapi Komedo Tetap Perlu Dirawat dari Akarnya

Facial treatment dapat membantu membersihkan komedo dan sumbatan yang sudah terbentuk di permukaan, sehingga kulit terasa lebih halus dan pori terlihat lebih bersih. Namun, perawatan ini tidak menghentikan proses pembentukan sebum dan sel kulit mati yang dapat kembali menyumbat folikel.

Karena itu, hasil yang baik tidak hanya bergantung pada proses facial. Kebiasaan membersihkan wajah, pemilihan skincare, menghindari kebiasaan memencet komedo, serta perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit tetap memiliki peran penting.

Di Sozo Skin Clinic, pilihan facial dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit setelah dilakukan evaluasi. Namun, jika yang tampak seperti komedo mulai meradang, terasa sakit, menyebar, atau terus kembali meskipun sudah dirawat, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut daripada terus melakukan ekstraksi.

Sumber/Referensi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?