Skin 6 mnt baca

Facial Treatment untuk Membantu Mengurangi Tampilan Bekas Jerawat

Facial Treatment untuk Membantu Mengurangi Tampilan Bekas Jerawat

Jerawat sudah sembuh, tetapi meninggalkan noda gelap, kemerahan, atau permukaan kulit yang terasa sedikit tidak rata? Kondisi yang sering disebut “bekas jerawat” sebenarnya dapat memiliki bentuk yang berbeda. Karena itu, cara menanganinya juga tidak selalu sama.

Facial treatment dapat membantu memperbaiki tampilan beberapa bekas pascajerawat yang ringan melalui pembersihan, eksfoliasi, dan hidrasi. Namun, facial tidak dapat menghilangkan semua jenis bekas jerawat, terutama jaringan parut yang sudah mengubah struktur kulit.

Memahami jenis bekas yang dimiliki menjadi langkah penting agar ekspektasi terhadap facial tetap realistis.

Jenis-jenis Bekas Jerawat

Bekas yang muncul setelah jerawat sembuh dapat berupa perubahan warna maupun perubahan tekstur. DermNet menjelaskan bahwa setelah peradangan mereda, kulit dapat mengalami hiperpigmentasi pascainflamasi. Kondisi ini berbeda dari jaringan parut permanen.

Beberapa bentuk bekas pascajerawat yang umum antara lain:

  • Noda gelap atau kecokelatan. Dikenal sebagai hiperpigmentasi pascainflamasi atau PIH. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan pigmen melanin setelah kulit mengalami peradangan.
  • Bekas kemerahan. Pada sebagian orang, area bekas jerawat masih terlihat merah atau kemerahan meskipun jerawatnya sudah tidak aktif.
  • Perubahan tekstur. Setelah jerawat sembuh, permukaan kulit dapat terasa sedikit tidak rata. Jika sudah membentuk cekungan yang jelas atau jaringan parut menonjol, kondisinya berbeda dari masalah tekstur ringan.

Sementara itu, jerawat yang masih merah, nyeri, bernanah, atau meradang bukan termasuk bekas jerawat. Jika masih terdapat jerawat aktif, kebutuhan perawatannya dapat berbeda.

Perbedaan ini penting karena facial yang ditujukan untuk memperbaiki tampilan noda dan tekstur ringan tidak otomatis sesuai untuk jerawat yang sedang mengalami peradangan.

Peran Facial untuk Tampilan Bekas Jerawat

facial adalah

Facial paling mungkin membantu ketika keluhannya berada pada permukaan kulit, bukan jaringan parut yang lebih dalam.

Salah satu tahapan yang relevan adalah eksfoliasi ringan. Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati dari lapisan terluar kulit. Jika dilakukan dengan tepat dan sesuai kondisi kulit, proses ini dapat membuat permukaan terasa lebih halus dan membantu tampilan noda pascajerawat membaik secara bertahap.

Hidrasi juga memiliki peran. Kulit yang cukup terhidrasi cenderung memiliki permukaan yang terasa lebih lembut dan halus. Namun, hidrasi tidak menghilangkan jaringan parut. Fungsinya lebih kepada mendukung kondisi permukaan kulit.

Ekspektasi terhadap facial tetap perlu dijaga. Noda pascajerawat tidak langsung hilang setelah satu kali facial. DermNet menyebut perubahan warna setelah peradangan dapat membaik seiring waktu, tetapi prosesnya dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau lebih lama pada sebagian orang.

Facial juga tidak dapat mengisi kembali cekungan dalam atau menghilangkan jaringan parut menonjol dan keloid. Kondisi tersebut sudah melibatkan perubahan pada struktur kulit sehingga membutuhkan evaluasi dan pendekatan yang berbeda.

Tahapan Facial yang Aman untuk Bekas Jerawat

Jenis facial dapat berbeda berdasarkan kondisi kulit. Untuk bekas pascajerawat, fokus perawatan umumnya adalah membantu memperbaiki kondisi permukaan tanpa memberikan iritasi tambahan.

Pembersihan lembut. Kulit dibersihkan dari minyak, sunscreen, makeup, dan residu yang menempel. Pembersihan sebaiknya dilakukan tanpa menggosok wajah secara agresif.

Eksfoliasi ringan. Eksfoliasi dapat membantu melepaskan sel kulit mati pada permukaan. Intensitasnya perlu disesuaikan karena eksfoliasi yang terlalu agresif dapat memicu iritasi, terutama pada kulit yang masih sensitif setelah mengalami jerawat.

Masker penenang dan hidrasi. Setelah eksfoliasi, perawatan dapat dilanjutkan dengan produk yang membantu menenangkan dan menjaga kelembapan kulit.

Perlindungan dari sinar matahari. Tahap ini penting terutama jika terdapat noda gelap pascajerawat. Paparan sinar matahari dapat membuat hiperpigmentasi terlihat semakin gelap dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih saat berada di luar ruangan. Setelah facial, kebiasaan ini juga membantu melindungi kulit yang baru menjalani eksfoliasi.

BACA JUGA: Signature Facial Gabungkan Beberapa Tahap dalam Satu Perawatan, Ini Bedanya!

Ekspektasi Waktu yang Realistis

Memudarnya bekas pascajerawat membutuhkan waktu. Perubahan biasanya berlangsung secara bertahap dalam hitungan minggu hingga bulan, bukan dalam satu atau dua hari setelah facial.

Kecepatannya dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tampilan bekas antara lain kedalaman pigmentasi, warna kulit, paparan sinar matahari, munculnya jerawat baru, serta apakah kulit mengalami iritasi berulang.

Karena itu, facial sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan perubahan setelah satu sesi. Jika noda cukup ringan dan berada di permukaan, perawatan yang konsisten dapat membantu mendukung proses perbaikan kulit.

Perawatan di rumah juga tetap penting. Menggunakan sunscreen secara rutin, membersihkan wajah dengan lembut, serta menjaga kelembapan kulit dapat membantu mempertahankan kondisi kulit di antara perawatan.

Sebaliknya, mengejar hasil lebih cepat dengan melakukan eksfoliasi berlebihan tidak disarankan. Iritasi baru justru dapat memicu peradangan dan berpotensi menyebabkan perubahan warna baru, terutama pada kulit yang rentan mengalami hiperpigmentasi pascainflamasi.

Kebiasaan memencet jerawat juga perlu dihindari. AAD menjelaskan bahwa memencet jerawat dapat meningkatkan risiko terbentuknya jaringan parut dan noda gelap. Artinya, mencegah trauma baru pada kulit sama pentingnya dengan merawat bekas yang sudah ada.

Kapan Bekas Jerawat Butuh Penanganan Selain Facial?

Jerawat Papula: Ciri, Penyebab, dan Cara Tepat Mengatasinya
Jerawat Papula: Ciri, Penyebab, dan Cara Tepat Mengatasinya

Facial memiliki batas. Jika bekas berupa cekungan yang cukup dalam, jaringan parut menonjol, atau keloid, facial biasa kemungkinan tidak cukup karena perubahan sudah melibatkan struktur kulit.

AAD menjelaskan bahwa penanganan jaringan parut jerawat perlu disesuaikan dengan jenis scar yang dimiliki. Karena itu, bekas yang terlihat cekung atau menonjol sebaiknya tidak diperlakukan sama dengan noda datar berwarna cokelat atau kemerahan.

Evaluasi juga layak dipertimbangkan ketika noda atau perubahan tekstur tidak menunjukkan perbaikan meskipun perawatan kulit sudah dilakukan secara konsisten.

Pada kondisi tersebut, pemeriksaan dapat membantu menentukan jenis bekas dan pendekatan yang lebih sesuai. Perawatan seperti acne laser facial memiliki fokus yang berbeda dari facial biasa, sehingga pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

FAQ Seputar Facial dan Bekas Jerawat

Apakah bekas jerawat bisa hilang total dengan facial?

Tidak semua bekas jerawat dapat hilang dengan facial. Noda dan perubahan tekstur ringan dapat membaik secara bertahap, tetapi cekungan dalam atau jaringan parut menonjol biasanya membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Hasil juga dipengaruhi oleh jenis bekas, kondisi kulit, serta konsistensi perawatan setelah facial.

BACA JUGA: 7 Cara Menghilangkan Bopeng di Pipi dan Pilihan Perawatannya

Apakah boleh facial saat masih ada jerawat aktif?

Tergantung kondisi jerawat dan jenis facial yang akan dilakukan. Jika jerawat sedang meradang, nyeri, atau cukup luas, sebaiknya kondisi kulit dievaluasi terlebih dahulu agar tindakan yang dilakukan tidak menambah iritasi.

Jangan menganggap jerawat aktif sebagai “bekas” hanya karena berada di area yang sama dengan jerawat sebelumnya.

Apakah noda bekas jerawat bisa muncul kembali?

Noda yang sudah memudar tidak otomatis kembali di tempat yang sama. Namun, jerawat baru dapat menimbulkan noda pascainflamasi baru, terutama jika terjadi peradangan atau jerawat sering dipencet.

Karena itu, menjaga kulit dari iritasi dan mengontrol munculnya jerawat baru tetap penting meskipun fokus utama saat ini adalah memudarkan bekasnya.

Facial dapat menjadi salah satu perawatan pendukung untuk membantu memperbaiki tampilan noda pascajerawat dan tekstur ringan. Namun, hasilnya berlangsung bertahap dan kemampuan facial tetap terbatas pada kondisi tertentu. Perlindungan matahari, perawatan kulit yang lembut, dan menghindari kebiasaan memencet jerawat tetap berperan dalam mencegah munculnya bekas baru.

Jika bekas jerawat menetap atau kamu belum yakin perawatan apa yang sesuai, konsultasikan kondisi kulit di Sozo Skin Clinic. Evaluasi terlebih dahulu dapat membantu membedakan noda pascajerawat dari jaringan parut dan menentukan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.

Sumber/Referensi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?