Skin 8 mnt baca

Kulit Keriput Lebih Cepat dari Teman Seusia? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Kulit Keriput Lebih Cepat dari Teman Seusia? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Keriput yang muncul lebih awal dipengaruhi oleh paparan sinar matahari, kebiasaan sehari-hari, dan faktor genetik. Perawatan yang tepat dapat membantu memperlambat tanda penuaan dan menjaga kesehatan kulit.

Pernah merasa kulit mulai berkerut lebih dulu dibandingkan teman seusiamu? Kulit keriput terjadi ketika kolagen dan elastin berkurang seiring bertambahnya usia, tetapi paparan matahari, kebiasaan merokok, dan faktor lain juga bisa mempercepat prosesnya.

Tenang, keriput adalah bagian normal dari proses penuaan kulit, kok, dan bukan sesuatu yang perlu kamu malu-maluin. Meski proses penuaan alami tidak bisa dihentikan, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu memperlambat munculnya keriput.

Kenapa Kulit Bisa Keriput?

Bayangkan kolagen sebagai rangka yang menopang kulit, sementara elastin membantu kulit kembali ke bentuk semula setelah meregang.

Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas kedua protein ini menurun sehingga kulit perlahan kehilangan kekencangan dan elastisitasnya.

Kelembapan kulit juga berpengaruh pada tampilan garis halus. Saat kulit kekurangan air, garis-garis kecil bisa terlihat lebih jelas, meskipun belum tentu merupakan keriput yang menetap.

Kenapa Ada yang Keriput Lebih Cepat?

kulit keriput lebih cepat

Kalau kamu merasa kulitmu lebih cepat menunjukkan tanda penuaan dibandingkan teman seusia, penyebabnya belum tentu hanya faktor usia.

Ada beberapa faktor yang bisa mempercepat munculnya keriput, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga faktor genetik.

1. Paparan Matahari Setiap Hari, Termasuk Saat Naik Motor

Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak kolagen dan elastin sehingga kulit lebih cepat mengalami penuaan akibat matahari atau photoaging.

Di Indonesia, paparan ini mudah terlewat saat kamu berkendara motor, terutama pada wajah, leher, dan punggung tangan yang tidak tertutup sempurna.

Kalau kamu rutin memakai sunscreen di wajah tetapi melewatkan tiga area tersebut, perlindungan kulitmu belum menyeluruh.

2. Merokok dan Polusi

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan stres oksidatif dan mengganggu proses yang menjaga struktur kulit. Akibatnya, kulit berisiko kehilangan elastisitas lebih cepat dan garis halus bisa muncul lebih dini.

Sementara itu, polusi udara juga dapat meningkatkan paparan zat yang memicu stres oksidatif pada kulit.

3. Kurang Tidur dan Stres Berkepanjangan

Tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk menjalankan berbagai proses pemulihan, termasuk pada kulit.

Kalau kamu sering kurang tidur, kulit bisa tampak lebih kusam dan garis halus lebih terlihat, terutama ketika kondisinya juga kering atau kurang terawat.

Stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi kondisi kulit melalui berbagai mekanisme tubuh.

4. Perubahan Berat Badan yang Drastis

Penurunan berat badan yang signifikan dapat mengurangi volume lemak di bawah kulit sehingga kulit terlihat lebih kendur atau berlipat.

Perubahan ini bisa terlihat pada wajah, perut, lengan, atau paha, tergantung kondisi kulit dan jumlah berat badan yang turun.

5. Faktor Genetik dan Jenis Kulit

Faktor genetik ikut menentukan karakteristik kulit, termasuk kecenderungan munculnya tanda penuaan.

Karena itu, dua orang dengan usia yang sama belum tentu mengalami keriput pada waktu atau tingkat yang sama.

Selain itu, jenis kulit dan warna kulit juga dapat memengaruhi bagaimana tanda penuaan akibat matahari terlihat.

Baca Juga: Kerutan di Wajah: Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Keriput Tidak Hanya di Wajah

Saat membicarakan keriput, mungkin yang langsung terbayang adalah garis di dahi atau sudut mata.

Padahal, tanda penuaan juga bisa muncul di tangan, leher, dada, dan area tubuh lain yang sering terpapar matahari atau mengalami perubahan elastisitas.

  • Punggung tangan: Sering terpapar matahari saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan, tetapi jarang mendapat sunscreen sebanyak wajah.
  • Leher: Terpapar sinar matahari dan terus bergerak saat kamu menunduk atau menoleh, sehingga garis lipatan bisa makin terlihat.
  • Dada: Area yang terbuka saat memakai pakaian berkerah rendah dapat mengalami kerusakan akibat sinar UV jika tidak dilindungi.
  • Perut dan lengan: Setelah penurunan berat badan yang signifikan, kulit dapat tampak kendur atau berlipat karena elastisitasnya terbatas.

Coba ingat, kapan terakhir kali kamu memakai sunscreen di leher dan punggung tangan? Sebaiknya, sesuaikan perlindungan dan pelembap dengan area yang sering terpapar, termasuk bagian tubuh yang biasanya luput dari rutinitas harianmu.

Garis Halus Belum Tentu Keriput

kulit keriput

Melihat garis kecil di wajah belum tentu berarti kulitmu mengalami keriput permanen. Garis dehidrasi bisa muncul ketika kulit kekurangan air, sehingga permukaannya tampak kurang kenyal dan garis halus lebih mudah terlihat.

Nah, garis dehidrasi cenderung membaik ketika kelembapan kulit terjaga, sedangkan keriput akibat perubahan struktur kulit dapat menetap meskipun kamu sudah menggunakan pelembap.

Meski begitu, keduanya bisa terlihat mirip dan tidak selalu mudah dibedakan hanya dari penampilan. Kalau kamu masih bingung, baca panduan cara membedakan garis dehidrasi dan keriput agar kamu bisa memahami kondisi kulitmu.

Baca Juga: 7+ Tanda Penuaan Wajah yang Sering Tidak Disadari, Kamu Mengalaminya?

Kebiasaan yang Membantu Memperlambat Keriput

Penuaan alami memang nggak bisa dihentikan, tetapi kamu bisa membantu memperlambat kerusakan kulit dengan kebiasaan sehari-hari.

Nggak perlu mengubah semuanya sekaligus, kok. Mulailah dari langkah yang paling mudah dilakukan secara konsisten.

1. Gunakan Sunscreen Setiap Hari

Pilih sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih, lalu aplikasikan pada wajah, leher, telinga, dan punggung tangan yang terpapar matahari.

Saat beraktivitas di luar ruangan, aplikasikan ulang setiap dua jam atau setelah berkeringat banyak dan berenang.

2. Lindungi Kulit Saat Berkendara

Kalau kamu rutin naik motor, jangan hanya mengandalkan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan matahari.

Gunakan pakaian berlengan panjang dan sarung tangan yang nyaman untuk membantu melindungi kulit tangan serta area tubuh lainnya.

3. Gunakan Pelembap Secara Teratur

Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit sehingga terasa lebih lembut dan garis halus akibat kulit kering tampak lebih samar. Aplikasikan sesuai kebutuhan, termasuk pada leher dan bagian tubuh yang mudah terasa kering.

4. Pertimbangkan Retinoid Secara Bertahap

Retinoid, termasuk retinol, dapat membantu memperbaiki tampilan garis halus dan tekstur kulit secara bertahap.

Namun, karena bisa menyebabkan iritasi, mulailah sesuai petunjuk produk dan sesuaikan penggunaannya dengan kondisi kulit. Perlu diingat, retinoid juga perlu dihindari selama kehamilan.

5. Hindari Merokok

Merokok dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin yang membantu menjaga kulit tetap kenyal. Menghindari rokok atau berhenti merokok dapat membantu mengurangi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penuaan kulit.

6. Pastikan Tidur Cukup

Usahakan tidur cukup dan teratur agar tubuh mendapat waktu istirahat yang memadai. Kurang tidur dapat membuat kulit terlihat lebih lelah, meskipun memperbaiki pola tidur saja tidak cukup untuk mencegah keriput.

Baca Juga: Awet Muda Tanpa Operasi dengan 7 Cara Mengencangkan Kulit Wajah Ini!

Pertimbangkan Treatment Kalau Keriputnya Sudah Mengganggu

Hasil Botox Treatment
Hasil Botox Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Kalau keriput mulai mengganggu penampilanmu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Setelah kondisi kulit diperiksa, dokter dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai. Beberapa pilihan treatment yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Laser Treatment: menggunakan energi cahaya untuk menargetkan masalah kulit tertentu, termasuk tekstur kulit dan tanda kerusakan akibat matahari.
  • Skin Booster: melibatkan penyuntikan bahan tertentu ke kulit untuk membantu meningkatkan hidrasi dan memperbaiki tampilan kulit.
  • Botox Treatment: menggunakan toksin botulinum untuk mengurangi aktivitas otot tertentu sehingga kerutan akibat ekspresi, seperti garis dahi dan sudut mata, dapat tersamarkan sementara.

Ketiga perawatan tersebut punya fungsi dan keterbatasan yang berbeda. Karena itu, konsultasi terlebih dahulu membantu kamu memahami pilihan yang sesuai dengan kondisi kulit dan hasil yang ingin dicapai.

Keriput Bukan Berarti Kamu Salah Merawat Kulit

Kulit yang mulai keriput merupakan bagian normal dari proses penuaan, dan kemunculannya dipengaruhi oleh banyak faktor. Kamu tidak perlu merasa gagal merawat diri hanya karena kerutan muncul lebih awal dibandingkan orang lain.

Mulailah dari satu kebiasaan yang paling berdampak: gunakan sunscreen setiap hari, termasuk di leher dan punggung tangan.

Nah, kalau keriput sudah cukup dalam atau mengganggu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk memahami kondisi kulit dan pilihan perawatan yang sesuai sebelum memutuskan menjalani treatment.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic dan mencari lokasi klinik terdekat jika ingin merencanakan kunjungan.

Ingat, kulit yang menua adalah bagian dari perjalanan hidupmu. Yang bisa kamu lakukan adalah merawatnya dengan baik, tanpa harus mengejar kulit yang selalu terlihat muda.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ Seputar Kulit Keriput

Masih punya pertanyaan seputar kulit keriput dan cara merawatnya? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya.

1. Apakah kulit keriput di usia 20-an itu normal?

Garis halus bisa mulai terlihat pada usia 20-an, terutama akibat ekspresi wajah, paparan matahari, atau kulit yang kering. Kalau kerutan muncul mendadak atau disertai perubahan kulit lain, konsultasikan dengan dokter.

2. Apakah sunscreen bisa mencegah keriput?

Pemakaian sunscreen secara teratur dapat membantu memperlambat keriput akibat paparan UV. Namun, sunscreen tidak menghentikan penuaan alami atau menghilangkan seluruh kerutan yang sudah terbentuk.

3. Apakah keriput bisa hilang dengan pelembap?

Pelembap dapat membuat kulit lebih terhidrasi sehingga garis halus akibat kekeringan terlihat lebih samar. Keriput yang lebih dalam biasanya membutuhkan pendekatan berbeda dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan pelembap.

4. Kenapa punggung tangan terlihat lebih tua daripada wajah?

Punggung tangan sering terpapar matahari dan kerap terlewat saat memakai sunscreen. Seiring waktu, paparan UV dan perubahan alami kulit dapat membuat kerutan serta flek lebih terlihat.

5. Apakah keriput bisa dihilangkan sepenuhnya?

Keriput dapat disamarkan dengan perawatan yang sesuai, tetapi tidak semua kerutan bisa dihilangkan sepenuhnya atau secara permanen. Hasilnya bergantung pada jenis keriput, kondisi kulit, dan pilihan perawatan.

 

Referensi

11 Ways to Reduce Premature Skin Aging | American Academy of Dermatology

Wrinkle Remedies | American Academy of Dermatology

Retinoid or Retinol? | American Academy of Dermatology

Sunscreen and Prevention of Skin Aging: A Randomized Trial | Annals of Internal Medicine

What Can Make My Hands Look Younger? | American Academy of Dermatology

‘Ozempic Face’: What It Is and How to Avoid It | Cleveland Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?