Acne 5 mnt baca

Subsisi saat Hamil atau Menyusui, Boleh? Cek Faktanya

Subsisi saat Hamil atau Menyusui, Boleh? Cek Faktanya

Lagi hamil atau menyusui, lalu kepikiran memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki bopeng? Wajar banget, karena banyak ibu merasa ini saat yang pas untuk merawat kulit. Jawaban singkatnya, saat hamil, tindakan estetika seperti subsisi umumnya sebaiknya kamu tunda sampai setelah melahirkan. Saat menyusui, data keamanannya masih terbatas, jadi keputusannya perlu kamu bicarakan dengan dokter.

Kabar baiknya, subsisi adalah tindakan elektif, artinya bukan tindakan darurat dan bisa menunggu. Menunggu sebentar juga memberi waktu kulitmu melewati perubahan selama hamil, yang ikut memengaruhi hasil subsisi.

Bolehkah Subsisi saat Hamil?

Umumnya belum, jadi lebih aman kamu tunda dulu sampai setelah melahirkan. Saran yang umum memang begitu: semua prosedur estetika sebaiknya menunggu sampai kehamilan selesai.

  • Subsisi bisa menunggu. Tindakan elektif, misalnya pengangkatan bekas luka dan chemical peeling, bisa menunggu sampai setelah melahirkan. Subsisi juga masuk kelompok ini, karena tujuannya memperbaiki tampilan, bukan mengatasi kondisi darurat.
  • Buktinya masih terbatas. Belum ada uji terkontrol soal keamanan prosedur kosmetik saat hamil, jadi datanya kebanyakan berasal dari laporan kasus. Itu sebabnya belum ada rekomendasi pasti untuk banyak tindakan.

Jadi kalau kamu menunda, bukan berarti subsisi pasti berbahaya. Masalahnya, buktinya belum cukup untuk menyebutnya aman saat hamil, dan kulitmu sendiri sedang berubah.

Perubahan Kulit saat Hamil yang Memengaruhi Hasil Subsisi

Kulitmu sedang banyak berubah selama hamil, mulai dari cara sembuh sampai cara membentuk warna. Karena itu, treatment bopeng saat hamil berisiko memberi hasil yang kurang sesuai harapanmu.

Penyembuhan Luka Berubah

Selama hamil, cara kulitmu menyembuhkan luka ikut berubah. Kulit jadi lebih mudah membentuk hypertrophic scar dan keloid, yaitu bekas luka tebal yang menonjol.

Padahal subsisi bekerja lewat luka kecil di bawah kulit. Bayangkan kamu ingin meratakan bopeng, tapi yang muncul malah bekas luka baru yang menonjol. Risiko seperti inilah yang ingin dokter hindari.

Risiko Noda Gelap Lebih Tinggi

Pernah dengar kulit ibu hamil lebih gampang menggelap? Penyebabnya, kehamilan meningkatkan rangsangan pada melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit.

Subsisi sendiri juga kadang meninggalkan noda gelap sementara setelah peradangan, atau hiperpigmentasi pascainflamasi. Dua hal ini sama-sama menyangkut warna kulit, jadi wajar kalau dokter lebih berhati-hati selama kamu hamil.

Perubahan Pembuluh Darah dan Memar

Saat hamil, volume darahmu bertambah dan hormon ikut memengaruhi pembuluh darah. Sementara itu, memar dan sedikit kumpulan darah di bawah kulit memang umum setelah subsisi.

Memang belum ada data yang menunjukkan memar setelah subsisi lebih berat saat hamil. Tapi perubahan ini jadi satu alasan lagi untuk menunggu.

Bagaimana dengan Subsisi saat Menyusui?

Kalau kamu sedang menyusui, jawabannya belum bisa hitam-putih. Datanya masih terbatas, jadi keputusan terbaik lahir dari obrolanmu dengan dokter.

Ada kabar yang cukup menenangkan. Satu tinjauan menyebut sebagian besar tindakan kosmetik yang umum relatif aman untuk ibu menyusui, kecuali transfer lemak, skleroterapi, dan sedot lemak tumesen. Tapi penulisnya juga mengingatkan bahwa bukti yang lebih kuat masih perlu ada sebelum rekomendasi pasti bisa keluar.

Soal bius lokal, lidocaine, bius suntik yang umum, tercatat relatif aman untuk ibu hamil dan menyusui. Ini termasuk pilihan bius lokal yang paling aman.

Yang perlu kamu tanyakan lebih jauh adalah obat setelah tindakan. Sebagian dokter meresepkan antibiotik dan obat antiradang setelah subsisi, jadi pastikan dulu obat yang kamu terima cocok untuk ibu menyusui.

Hal yang Perlu Kamu Sampaikan ke Dokter

Apa pun kondisimu sekarang, ceritakan semuanya ke dokter sebelum subsisi. Kehamilan dan menyusui masuk daftar hal yang perlu kamu sampaikan, dan halaman Subsisi Treatment juga mencantumkannya, bersama riwayat keloid dan pemakaian obat pengencer darah.

  • Kondisi kehamilan. Sampaikan kalau kamu sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.
  • Obat dan suplemen. Sebutkan semua yang sedang kamu minum, apalagi obat pengencer darah.
  • Riwayat bekas luka dan noda. Ceritakan kalau kulitmu pernah membentuk keloid, bekas luka menonjol, atau noda gelap setelah luka.

BACA JUGA: 3 Jenis Bopeng Bekas Jerawat: Kenali Perbedaannya dan Pilihan Treatment

Perawatan Kulit yang Bisa Kamu Lakukan Selama Menunggu

Sambil menunggu, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan supaya kulit tetap tenang dan terlindungi.

  • Lindungi kulit dari matahari. Perlindungan dari matahari membantu mengurangi risiko noda gelap, jadi biasakan memakainya saat keluar rumah.
  • Tangani jerawat bersama dokter. Kalau kamu masih berjerawat, tanyakan obat yang sesuai untuk masa hamil atau menyusui, dan jangan memakai obat jerawat lama tanpa konsultasi.
  • Kenali jenis bopengmu. Waktu menunggu bisa kamu pakai untuk memahami jenis bopengmu, supaya konsultasi nanti lebih terarah.

Setelah masa hamil dan menyusui lewat, dokter bisa menyusun rencana Scar Treatment yang sesuai dengan jenis bopeng dan kondisi kulitmu.

Pertanyaan Seputar Subsisi saat Hamil atau Menyusui

Bagaimana kalau Baru Tahu Hamil Setelah Subsisi?

Jangan panik. Beri tahu dokter kandunganmu dan dokter yang melakukan subsisi, lengkap dengan tanggal tindakan dan obat yang kamu terima, supaya mereka bisa menilai apa saja yang perlu kamu perhatikan.

Berapa Lama Setelah Melahirkan Boleh Subsisi?

Belum ada angka baku yang berlaku untuk semua orang. Dokter biasanya mempertimbangkan kondisi kulitmu dan apakah kamu masih menyusui, jadi tanyakan jadwal yang pas saat kontrol.

Apakah Bius Lokal Aman untuk ASI?

Lidocaine, bius lokal yang umum, tercatat relatif aman untuk ibu menyusui. Meski begitu, tetap sampaikan bahwa kamu menyusui supaya dokter bisa memilih jenis dan jumlah obat yang sesuai.

Hamil atau Menyusui? Ini Langkah Paling Aman

Kalau kamu sedang hamil, subsisi belum perlu sekarang. Pakai waktu ini untuk merawat kulit dengan lembut, melindunginya dari matahari, dan menangani jerawat bersama dokter.

Sedang menyusui dan bopeng terasa mengganggu? Bawa pertanyaan ini ke konsultasi. Dokter bisa menimbang kondisimu, obat yang mungkin kamu butuhkan, dan waktu yang paling pas untuk mulai.

Referensi:

Dermatologic and Cosmetic Procedures in Pregnancy | PMC

A review of the safety of cosmetic procedures during pregnancy and lactation | PMC

Subcision | DermNet

Subsisi Treatment | Sozo Skin Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?