Slimming 5 mnt baca

Boleh Langsung Mandi Setelah Sauna Blanket? Cek Jedanya

Boleh Langsung Mandi Setelah Sauna Blanket? Cek Jedanya

Keringat masih menetes, badan terasa lengket, dan rasanya ingin langsung mandi air dingin. Tahan sebentar dulu. Tunggu sekitar 10 menit sampai suhu tubuhmu lebih stabil, lalu mandi dengan air yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Jeda singkat ini memberi waktu tubuh untuk mendingin pelan-pelan.

Biar nggak cuma ikut aturan, yuk pahami dulu alasannya, lalu lanjut ke urutan perawatan setelah sesi.

Berapa Lama Harus Menunggu untuk Mandi Setelah Sauna Blanket?

Tunggu minimal sekitar 10 menit sebelum mandi. Jadi, kamu boleh mandi setelah sauna, asal tidak langsung begitu sesi selesai.

Anjuran ini juga tercantum di halaman caloburn treatment Sozo: tunggu minimal 10 menit setelah treatment sebelum mandi, supaya suhu tubuh stabil dulu. Angka ini anjuran klinik, bukan hasil studi khusus, tapi prinsipnya sejalan dengan saran umum setelah sauna, yaitu menurunkan suhu tubuh secara bertahap.

Alasan Tubuh Perlu Jeda Sebelum Mandi

Setelah sesi, tubuhmu masih sibuk melepas panas, jadi perubahan suhu yang mendadak sebaiknya kamu hindari.

Tekanan Darah Masih Lebih Rendah

Dalam satu studi pada 102 orang dewasa, tekanan darah sistolik (angka atas) turun setelah sauna 30 menit, dan masih lebih rendah dari sebelum sauna setelah 30 menit istirahat. Respons tiap orang memang bisa berbeda, karena pada sebagian orang tekanan darah justru naik.

Selain itu, dehidrasi ringan dan kepanasan bisa memicu pusing, terutama saat kamu berdiri setelah duduk atau berbaring. Jeda sebentar membantu kamu tidak buru-buru bangun lalu langsung ke kamar mandi.

Pembuluh Darah Kulit Masih Melebar

Selama sauna, sebagian besar aliran darah tambahan mengalir ke kulit, supaya tubuh bisa membuang panas. Kalau kulit tiba-tiba kena air yang sangat dingin, tubuh harus menyesuaikan secara mendadak.

Dalam satu studi, rendam air bersuhu 12°C setelah sauna menaikkan tekanan darah sistolik di semua kelompok peserta. Itu sebabnya menurunkan suhu tubuh pelan-pelan lebih masuk akal.

Keringat Masih Keluar

Kalau keringatmu masih mengucur setelah sesi, artinya tubuhmu masih berusaha melepas panas. Beri waktu sampai keringat mereda, baru mandi untuk membersihkan sisa keringat.

Air Hangat, Air Dingin, atau Mandi Kontras

Untuk kebanyakan orang, air suam-suam kuku adalah pilihan yang paling masuk akal, karena tidak menambah panas dan tidak membuat suhu tubuh turun mendadak. Lalu gimana dengan mandi air dingin setelah sauna?

Pilihan airUntuk siapaCatatan
Suam-suam kukuKebanyakan orangSejalan dengan anjuran menurunkan suhu tubuh secara bertahap
DinginOrang sehat yang sudah terbiasaBisa menaikkan tekanan darah sistolik, jadi mulai pelan dan hentikan kalau pusing
Kontras (sauna lalu rendam air dingin)Bicarakan dulu dengan dokter kalau punya penyakit jantung atau tekanan darah tinggiMengubah tekanan darah dan kerja jantung
PanasKurang cocokMenambah panas saat tubuh justru sedang mendingin

Dalam studi pada pasien gagal jantung, pasien penyakit jantung koroner, dan orang sehat, sauna yang lanjut dengan rendam air dingin memicu perubahan tekanan darah yang mirip di semua kelompok, tanpa memicu gangguan irama jantung yang berat. Meski begitu, kalau kamu punya tekanan darah tinggi yang belum terkontrol atau penyakit jantung, bicarakan dengan dokter sebelum sauna maupun mandi kontras.

Urutan Aftercare Setelah Sesi

Supaya perawatan setelah sauna lebih teratur, ikuti urutan sederhana ini:

  1. Duduk dan istirahat dulu. Jangan langsung berdiri cepat, karena kepanasan dan dehidrasi ringan bisa bikin pusing saat berdiri.
  2. Minum air. Minum 2 sampai 4 gelas air sejuk setelah tiap sesi, dan hindari alkohol sebelum maupun sesudah sauna.
  3. Tunggu sekitar 10 menit. Beri waktu suhu tubuhmu lebih stabil.
  4. Mandi dengan air suam-suam kuku. Bersihkan sisa keringat dari seluruh tubuh.
  5. Pakai pakaian longgar. Pilih bahan ringan yang menyerap keringat.
  6. Bersihkan alatnya kalau kamu pakai di rumah. Ikuti petunjuk perawatan dari produsennya.

Kalau kamu menjalani sauna blanket treatment di klinik, ikuti juga arahan tim yang menangani sesimu.

BACA JUGA: Bagaimana Suntik Lemak Bisa Menghilangkan Lemak Membandel?

Pentingnya Membersihkan Sisa Keringat

Mandi setelah jeda juga ikut menjaga kulitmu. Keringat yang tertahan di kulit bisa memicu biang keringat, yaitu bintik kecil yang kadang terasa gatal atau menusuk.

Jadi setelah suhu tubuh stabil, bersihkan sisa keringat dengan baik. Kalau kulitmu sempat memerah atau gatal setelah sesi, cara membedakan jenis reaksinya dibahas di artikel terpisah.

Pertanyaan Seputar Mandi Setelah Sauna Blanket

Kenapa Tidak Boleh Langsung Mandi Air Dingin?

Perubahan suhu yang mendadak memengaruhi tekanan darah, dan dalam satu studi, rendam air dingin setelah sauna menaikkan tekanan darah sistolik. Karena itu, lebih aman menurunkan suhu tubuh secara bertahap dulu.

Bolehkah Cuma Lap Badan Pakai Handuk?

Boleh sebagai langkah awal saat keringat masih keluar. Tapi tetap mandi setelahnya supaya sisa keringat benar-benar bersih dari kulit.

Kalau Tidak Mandi Setelah Sauna, Apa Akibatnya?

Kulit terasa lengket, dan keringat yang tertahan bisa memicu biang keringat. Jadi sebaiknya tetap mandi setelah jeda.

Habis Sauna Blanket? Istirahat Dulu, Baru Mandi

Setelah sesi, duduk dulu, minum air, tunggu sekitar 10 menit, lalu mandi dengan air suam-suam kuku. Urutan sederhana ini bisa kamu ikuti mulai sesi berikutnya.

Kalau kamu punya tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, atau sering pusing setelah sesi, bicarakan dulu dengan dokter sebelum sesi berikutnya, apalagi kalau ingin mencoba mandi kontras.

Referensi:

Sauna Health Benefits: Are saunas healthy or harmful? | Harvard Health

Acute effects of sauna bathing on cardiovascular function | PubMed

Orthostatic hypotension (postural hypotension): Symptoms and causes | Mayo Clinic

Acute effects of Finnish sauna and cold-water immersion on haemodynamic variables and autonomic nervous system activity in patients with heart failure | PubMed

Heat rash: Symptoms and causes | Mayo Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?