Sebelum dibungkus sauna blanket treatment, kulit tubuhmu dioles masker hijau dari alga. Wajar kalau kamu bertanya, itu cuma pelengkap atau memang ada fungsinya? Jawabannya, masker algae badan punya fungsi nyata, terutama menjaga kulit tetap lembap. Rumput laut kaya polisakarida, sejenis gula alami yang mampu menahan air di kulit. Untuk klaim selulit dan “detoks”, buktinya masih terbatas.
Supaya ekspektasimu pas, kita bahas kandungannya satu per satu, lalu lihat seberapa kuat bukti di balik tiap klaim.
Apa Fungsi Masker Algae untuk Kulit Tubuh?
Fungsi masker algae badan yang paling didukung bukti adalah melembapkan kulit. Sebuah tinjauan sistematis tahun 2021 menemukan beberapa studi pada manusia yang mendukung keamanan dan efektivitas produk perawatan kulit berbahan rumput laut. Fokusnya ada pada efek melembapkan, mencerahkan, dan mengurangi selulit.
Jumlah studinya belum banyak. Tinjauan itu hanya menemukan delapan studi pada manusia. Penulisnya juga menyebut riset klinis lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan keamanan jangka panjang, efektivitas, serta kadar dan formula yang paling tepat.
Di klinik, masker algae biasanya dipakai bersama sauna blanket untuk membantu proses detoksifikasi, sekaligus disebut ikut menjaga kesehatan kulit. Perlu kamu tahu, klaim detoks ini belum punya bukti ilmiah langsung untuk masker yang dioles di kulit. Jadi anggap fungsi yang paling realistis adalah merawat kelembapan kulit.
Kandungan Alga yang Diteliti untuk Kulit
Manfaat rumput laut untuk kulit datang dari beberapa kelompok bahan aktif, dan kekuatan bukti masing-masing berbeda.
Polisakarida
Polisakarida adalah gula rantai panjang yang menjadi bagian terbesar tubuh alga. Bahan ini punya daya ikat air yang tinggi, jadi sering dipakai di kosmetik sebagai humektan, yaitu bahan yang menarik dan menahan air di kulit. Inilah alasan paling masuk akal kenapa kulit terasa lebih lembut setelah dioles masker alga.
Efek ini sudah diuji pada manusia, walau dalam skala kecil. Dalam satu studi pada 10 perempuan, krim dengan 5% ekstrak alga hijau membuat kelembapan kulit lengan tetap lebih tinggi dibanding krim tanpa ekstrak, bahkan sampai 6 jam setelah dioles. Studi lain pada 30 relawan menemukan krim ekstrak alga melembapkan setara pelembap yang umum dipakai, seperti asam hialuronat, tanpa laporan iritasi.
Fucoidan
Fucoidan adalah polisakarida khas alga cokelat. Dalam satu studi, dua ekstrak kaya fucoidan diuji pada relawan secara tersamar ganda dengan pembanding plasebo. Hasilnya terlihat pada efek menenangkan dan melindungi kulit. Salah satu ekstrak juga membuat kulit tampak lebih cerah.
Catatannya, studi ini memakai ekstrak terstandar dengan kadar fucoidan tinggi. Hasilnya belum tentu sama dengan masker badan yang kadar fucoidannya tidak diketahui.
Senyawa Fenolik dan Karotenoid
Rumput laut juga mengandung eckol, dieckol, fucoxanthin, fucosterol, dan laminarin. Eckol dan dieckol termasuk senyawa fenolik. Fucoxanthin adalah karotenoid, yaitu pigmen yang memberi warna pada alga cokelat. Senyawa-senyawa ini diteliti karena sifat antioksidannya dan kemampuannya melindungi sel kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Namun, buktinya sebagian besar masih berasal dari uji sel dan hewan.
Mineral
Alga menyerap mineral dari air laut, seperti magnesium, kalium, kalsium, fosfor, zat besi, seng, dan yodium. Kadarnya bisa 10 sampai 100 kali lebih tinggi daripada sayuran darat. Rumput laut juga mengandung asam amino yang termasuk faktor pelembap alami kulit, serta asam lemak yang membantu mencegah kulit kehilangan air. Meski begitu, kontribusi mineral itu sendiri terhadap hasil di kulit belum terukur jelas. Data kandungan mineral ini kebanyakan berasal dari riset rumput laut sebagai bahan pangan.
Klaim Masker Algae dan Kekuatan Buktinya
Singkatnya, klaim melembapkan punya dasar paling kuat. Klaim detoks belum punya bukti sama sekali.
| Klaim | Kekuatan bukti | Catatan |
|---|---|---|
| Melembapkan kulit | Cukup menjanjikan | Ada beberapa studi pada manusia, jumlah pesertanya masih kecil |
| Mencerahkan | Terbatas | Ada studi klinis kecil, sebagian besar riset masih di laboratorium |
| Mengurangi selulit | Lemah | Ada dua studi, tapi produknya dicampur bahan aktif lain sehingga efek alganya sendiri sulit dipastikan |
| Detoks | Belum ada bukti langsung | Dibahas terpisah di artikel tentang keringat dan racun |
Penulis tinjauan tersebut juga mengakui bahwa publikasi peer review (riset yang sudah ditelaah ahli lain) di bidang ini masih relatif sedikit. Banyak hasil uji yang selama ini hanya dipromosikan lewat situs dan materi pemasaran produsen. Selain itu, salah satu penulisnya adalah pendiri merek skincare berbahan alami, dan hal ini ia ungkapkan sendiri dalam bagian pernyataan konflik kepentingan. Bukan berarti hasilnya salah, tapi wajar kalau dibaca dengan kritis.
Selulit dan Perawatan yang Terbukti Membantu
Kalau tujuan utamamu mengurangi selulit, masker algae bukan andalan yang tepat. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa sebagian perawatan memang bisa membuat selulit kurang terlihat, tapi umumnya hanya sementara.
Untuk krim dan losion, AAD menilai sebagian produk mungkin berpengaruh. Krim berkafein, misalnya, bisa membuat selulit tampak samar. Tapi krim itu harus dipakai setiap hari supaya efeknya bertahan.
AAD juga membahas perawatan spa yang mirip dengan topik ini. Alga atau tanah liat dioleskan ke area selulit, lalu area itu dibungkus plastik sambil dialiri arus listrik ringan. Penilaian AAD: belum ada studi independen yang terbit. Sebagian orang merasa kulitnya lebih kencang, tapi selulitnya tetap ada. Kalaupun ada hasil, efeknya hanya bertahan sekitar 12 sampai 18 jam.
Jadi kalau kulitmu tampak lebih mulus setelah treatment, nikmati saja, tapi jangan berharap selulit hilang.
Kombinasi Masker Algae dan Sauna Blanket
Dikombinasikan dengan panas, masker algae tetap bekerja sebagai perawatan kelembapan kulit. Saat tubuh dipanaskan dengan sauna inframerah, pembuluh darah melebar dan aliran darah meningkat. Efeknya, kulit terasa hangat dan tampak lebih segar untuk sementara.
Lalu, apakah panas membuat bahan masker lebih banyak terserap? Sampai sekarang belum ada studi yang secara khusus menguji hal ini pada masker algae dalam sauna blanket. Jadi klaim “penyerapan maksimal” sebaiknya kamu tanggapi dengan hati-hati.
Salah satu contoh perawatan yang memadukan keduanya adalah caloburn treatment, yang sebelumnya dikenal dengan nama Sauna Blanket. Selama sesi, yang kamu rasakan hanya sensasi hangat. Sebagian orang bisa merasa mual, lemas, atau pusing, terutama kalau datang dengan perut kosong. Karena itu, makanlah dulu sebelum treatment dan minum air putih yang cukup sesudahnya.
Kalau kamu sedang hamil atau punya gangguan jantung, konsultasikan dulu sebelum menjalani treatment berbasis panas seperti ini.
BACA JUGA: Pusing Setelah Sauna Blanket: Penyebab dan Solusinya
Siapa yang Perlu Berhati-hati dengan Masker Algae
Sebagian besar orang bisa memakai masker algae tanpa masalah. Tapi ada beberapa kondisi yang perlu kamu perhatikan dulu.
- Pernah bereaksi terhadap produk rumput laut. Kalau kamu pernah gatal atau ruam setelah memakai produk berbahan rumput laut, beri tahu terapis sebelum treatment. AAD mengingatkan bahwa sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap produk oles untuk tubuh. Tanyakan juga jenis alga dan bahan lain di dalam masker sebelum treatment dimulai.
- Kulit sedang sensitif. Misalnya eksim sedang kambuh, kulit terbakar matahari, atau ada luka terbuka dan lecet di area yang akan dioles.
- Muncul keluhan saat treatment. Kalau terasa gatal, kemerahan, atau perih, langsung beri tahu terapis supaya masker bisa dibersihkan. Kalau keluhan berlanjut setelah sesi, hentikan pemakaian produk dan konsultasikan ke dokter.
Pertanyaan Seputar Masker Algae
Apakah Masker Algae Bisa Mengecilkan Perut?
Tidak ada bukti bahwa masker algae bisa mengecilkan perut atau membakar lemak. Kalau perut terasa lebih rata setelah treatment, biasanya efeknya sementara dan bukan karena lemak berkurang.
Apa Bedanya Masker Algae dan Body Wrap Rumput Laut?
Bahannya bisa serupa. Istilah seaweed body wrap atau body wrap rumput laut biasanya merujuk pada cara pemakaiannya: bahan alga dioleskan, lalu tubuh dibungkus, kadang ditambah panas atau arus listrik ringan. Pada sauna blanket, panasnya berasal dari selimut inframerah.
Bolehkah Memakai Masker Algae di Rumah?
Boleh. Uji dulu di area kecil dan tunggu 48 jam. Kalau tidak muncul reaksi, baru pakai di area yang lebih luas.
Jadi, Perlu atau Nggak?
Kalau kamu ingin kulit tubuh terasa lebih lembap dan halus, masker algae dalam sauna blanket adalah pelengkap yang masuk akal. Kalau tujuanmu menghilangkan selulit atau “membuang racun”, sebaiknya jangan jadikan ini pegangan utama.
Kulitmu sensitif, punya riwayat alergi, atau ragu treatment ini cocok untukmu? Belum perlu buru-buru. Konsultasikan dulu dengan dokter supaya kamu tahu perawatan mana yang memang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Referensi:
Clinical Studies of the Safety and Efficacy of Macroalgae Extracts in Cosmeceuticals | PMC
Potential Use of Seaweed Bioactive Compounds in Skincare: A Review | MDPI (Marine Drugs)
Topical Benefits of Two Fucoidan-Rich Extracts from Marine Macroalgae | MDPI (Cosmetics)
Minerals from Macroalgae Origin: Health Benefits and Risks for Consumers | MDPI (Marine Drugs)
Cellulite treatments: What really works? | American Academy of Dermatology
6 Possible Benefits of Infrared Saunas | Cleveland Clinic
