Filler dagu umumnya bertahan selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung jenis produk dan kondisi tubuh. Hasilnya juga bisa berkurang secara bertahap, sehingga evaluasi dokter penting sebelum memutuskan touch-up.
Filler dagu berbahan asam hialuronat (AH) umumnya bertahan sekitar 6–18 bulan, tergantung jenis produk, area penyuntikan, dan kondisi tubuhmu. Hasilnya tidak permanen karena tubuh akan menguraikan bahan filler secara bertahap.
Nah, kalau kamu sedang mempertimbangkan filler dagu, wajar kalau ingin tahu berapa lama hasilnya bisa bertahan sebelum perlu evaluasi atau perawatan ulang. Yuk, bahas faktor yang memengaruhinya dan kapan waktu yang tepat untuk kembali ke dokter.
Berapa Lama Filler Dagu Umumnya Bertahan?
Filler dagu berbahan asam hialuronat (hyaluronic acid atau HA) umumnya bertahan sekitar 6–18 bulan, meski durasinya bisa berbeda sesuai produk yang digunakan. Rentang ini merupakan gambaran umum dan perlu disesuaikan dengan jenis filler serta penilaian dokter.
Setelah penyuntikan, dagu mungkin terlihat sedikit bengkak sehingga bentuk akhirnya belum langsung terlihat. Dalam beberapa minggu, bengkak biasanya berangsur mereda dan bentuk dagu mulai lebih stabil.
Berikut gambaran sederhananya:
- Hari pertama: Dagu mungkin mengalami bengkak, kemerahan, atau sedikit memar.
- Beberapa minggu: Bentuk dagu mulai stabil setelah pembengkakan mereda.
- Beberapa bulan berikutnya: Hasil bisa bertahan, tetapi perlahan berkurang seiring filler diuraikan tubuh.
- Saat bentuk mulai berubah: Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi apakah perlu perawatan lanjutan.
Timeline ini bersifat umum, ya. Pemulihan dan daya tahan filler bisa berbeda pada setiap orang.
Kenapa Lamanya Bisa Beda-Beda?

Ada beberapa hal yang memengaruhi daya tahan filler dagu, jadi hasil orang lain belum tentu sama dengan hasilmu.
- Jenis filler: Setiap produk memiliki karakteristik dan daya tahan berbeda. Filler HA umumnya bersifat sementara.
- Jumlah filler: Volume yang disuntikkan memengaruhi bentuk awal dagu, tetapi jumlah lebih banyak tidak otomatis membuat hasil lebih awet.
- Area penyuntikan: Pergerakan jaringan dan karakteristik area wajah dapat memengaruhi ketahanan filler.
- Kondisi tubuh: Respons jaringan dan proses penguraian filler bisa berbeda pada setiap orang.
Karena itu, pemilihan produk dan jumlah filler sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dagu serta hasil yang ingin dicapai. Di SOZO Skin Clinic sendiri, kamu bisa berkonsultasi mengenai pilihan Filler Treatment sebelum menentukan prosedur.
Baca Juga: Manfaat Filler: Rahasia Wajah Segar dan Awet Muda Tanpa Operasi
Tanda Filler Dagu Mulai Berkurang
Filler biasanya berkurang secara bertahap, sehingga perubahannya tidak selalu langsung terlihat. Beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan antara lain:
- Proyeksi dagu berkurang: Dagu perlahan tampak mendekati bentuk sebelum filler.
- Profil samping berubah: Bentuk dagu mungkin tidak setegas setelah prosedur awal.
- Volume terasa berkurang: Kontur dagu yang sebelumnya tampak lebih penuh mulai memudar.
Perubahan bentuk tidak selalu berarti filler sudah habis. Jika kamu melihat perubahan yang tidak biasa, benjolan baru, atau bentuk yang terasa tidak simetris, sebaiknya periksakan ke dokter.
Kapan Sebaiknya Touch-Up?
Touch-up tidak harus dilakukan setiap beberapa bulan atau langsung saat bentuk dagu mulai berkurang. Dokter perlu mengevaluasi kondisi dagu, sisa filler, dan apakah kamu memang masih membutuhkan tambahan.
Kalau hasilnya masih sesuai harapan, kamu belum tentu perlu melakukan touch-up. Penambahan filler yang terlalu banyak atau terlalu sering justru berisiko membuat kontur dagu tampak kurang natural.
Sebelum memutuskan, diskusikan juga jenis produk, jumlah yang diperlukan, serta perkiraan biaya dengan dokter.
Cara Membantu Hasil Lebih Awet

Tidak ada cara yang bisa menjamin filler bertahan lebih lama, tetapi kamu bisa membantu menjaga hasilnya dengan mengikuti arahan perawatan yang tepat.
- Ikuti aftercare dokter: Patuhi petunjuk perawatan setelah prosedur sesuai kondisimu.
- Hindari tekanan berlebihan: Jangan memijat atau menekan area dagu jika belum diizinkan dokter.
- Perhatikan paparan panas: Ikuti anjuran dokter mengenai aktivitas atau paparan panas yang perlu dibatasi selama masa pemulihan.
- Jangan terburu-buru menambah filler: Beri waktu untuk pembengkakan mereda sebelum mengevaluasi hasil akhir.
Olahraga atau aktivitas tertentu tidak bisa langsung dianggap sebagai penyebab filler cepat habis. Jika kamu ingin tahu pantangan yang perlu diperhatikan, ikuti panduan dokter setelah tindakan dan baca juga artikel terkait pantangan setelah filler.
Baca Juga: Perbedaan Botox dan Filler: Mana yang Kamu Butuhkan?
Kapan Harus Segera Kembali ke Dokter?
Bengkak ringan, kemerahan, dan memar dapat terjadi setelah filler. Namun, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan.
- Nyeri hebat atau semakin parah: Segera cari pertolongan medis, terutama jika muncul saat atau tidak lama setelah penyuntikan.
- Kulit tampak pucat, putih, kebiruan, atau keabu-abuan: Ini bisa menandakan gangguan aliran darah yang membutuhkan penanganan segera.
- Gangguan penglihatan: Segera cari pertolongan medis darurat.
- Benjolan yang membesar atau tanda infeksi: Hubungi dokter untuk pemeriksaan, terutama jika disertai kemerahan yang memburuk atau luka.
Jangan menunggu jadwal kontrol jika muncul tanda bahaya tersebut. Komplikasi filler memang tidak selalu terjadi, tetapi penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko masalah yang lebih serius.
Berapa Biaya Filler Dagu?
Biaya filler dagu bisa berbeda-beda di setiap klinik, tergantung jenis dan merek produk serta jumlah yang dibutuhkan. Sebagai gambaran, biaya Filler Dagu di Sozo Skin Clinic mulai dari Rp5.499.000, dengan durasi tindakan sekitar 90 menit.
Untuk mengetahui estimasi biaya yang sesuai dengan kebutuhanmu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sekalian, pastikan kamu memahami jenis filler yang digunakan, manfaat, dan risiko prosedurnya sebelum memutuskan tindakan.
Pilih Filler Dagu yang Sesuai dengan Kebutuhanmu
Filler dagu perlu dievaluasi secara berkala, bukan dianggap sebagai perawatan sekali selesai. Ikuti aftercare dari dokter, beri waktu sampai hasilnya stabil, lalu jadwalkan evaluasi jika bentuk dagu mulai berkurang sebelum memutuskan touch-up.
Kalau masih ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic untuk mendiskusikan kondisi dagu dan pilihan perawatan yang sesuai.
Kamu juga bisa menjelajahi layanan treatment Sozo Skin Clinic lainnya atau mencari lokasi klinik terdekat jika ingin berkonsultasi secara langsung.
Perlu kamu ingat, hasil filler dagu yang baik bukan tentang membuat dagu semakin menonjol, melainkan membantu bentuknya terlihat seimbang dengan fitur wajahmu

FAQ
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum seseorang mempertimbangkan filler dagu.
1. Apakah filler dagu permanen?
Tidak. Filler dagu berbahan asam hialuronat bersifat sementara karena tubuh menguraikannya secara bertahap.
2. Apa yang terjadi kalau filler dagu habis?
Volume tambahan akan berkurang secara bertahap dan dagu bisa kembali mendekati bentuk semula. Namun, perubahannya tidak selalu terjadi sekaligus.
3. Berapa bulan sekali filler dagu perlu diulang?
Tidak ada jadwal yang berlaku sama untuk semua orang. Biasanya, dokter akan menentukan apakah filler perlu diulang berdasarkan kondisi dagu dan hasil evaluasi.
4. Apakah filler dagu bisa dihilangkan kalau tidak cocok?
Filler berbahan asam hialuronat dapat dilarutkan menggunakan enzim tertentu oleh dokter jika dinilai sesuai. Prosedur ini tetap memiliki risiko dan tidak menjamin semua masalah bisa langsung teratasi.
5. Apakah olahraga membuat filler dagu cepat habis?
Belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa olahraga secara umum membuat filler dagu cepat habis. Setelah tindakan, ikuti arahan dokter mengenai kapan kamu boleh kembali berolahraga.
Referensi
Fillers: FAQs | American Academy of Dermatology (AAD)
Dermal Fillers (Soft Tissue Fillers) | U.S. Food and Drug Administration (FDA)
A Randomized Trial to Assess Effectiveness and Safety of a Hyaluronic Acid Filler for Chin Augmentation and Correction of Chin Retrusion | Plastic and Reconstructive Surgery
Chin Augmentation With Hyaluronic Acid: An Injection Technique Based on Anatomical Morphology | Aesthetic Plastic Surgery
Management of a Vascular Occlusion Associated with Cosmetic Injections | Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology
