Hair 5 mnt baca

Rambut Wanita Makin Tipis, Apakah PRP Bisa Membantu?

Rambut Wanita Makin Tipis, Apakah PRP Bisa Membantu?

Belahan rambut terlihat makin lebar, dan kuncir rambut terasa lebih kecil dari dulu? Wajar kalau ini bikin kamu kurang percaya diri. Jawaban singkatnya: PRP bisa membantu meningkatkan kepadatan rambut pada kebotakan pola wanita, yaitu penipisan rambut karena faktor keturunan. Tapi penyebab rambut menipis pada wanita cukup beragam, jadi pemeriksaan perlu dilakukan dulu sebelum memilih PRP.

Mengenali penyebabnya membantu kamu memilih langkah yang paling tepat.

Apakah PRP Membantu Rambut Menipis pada Wanita?

Untuk kebotakan pola wanita, buktinya cukup menjanjikan, terutama soal kepadatan rambut. Yang perlu kamu tahu, efeknya lebih terlihat pada jumlah rambut yang tumbuh, bukan pada ketebalan tiap helainya.

Ini temuan dari penelitian yang tersedia:

  • Kepadatan rambut meningkat. Meta-analisis de Oliveira dkk. di Journal of Dermatological Treatment (2023) merangkum 7 studi pada wanita dengan kebotakan pola. Hasilnya, PRP meningkatkan kepadatan rambut terminal (rambut dewasa yang tebal dan berpigmen) dibanding kelompok pembanding.
  • Ketebalan helai belum terbukti meningkat. Di meta-analisis yang sama, ketebalan tiap helai rambut tidak meningkat secara bermakna.
  • Tidak ada efek samping besar yang dilaporkan. Selama dan setelah treatment, peserta maupun peneliti tidak melaporkan efek samping berat.

Para penulis juga mengingatkan agar hasil ini dibaca dengan hati-hati sampai bisa diulang pada penelitian yang lebih besar dan lebih beragam. Jadi, PRP masuk akal dipertimbangkan, dengan ekspektasi yang terukur.

Tanda Rambut Menipis karena Kebotakan Pola Wanita

Pada wanita, kebotakan pola jarang dimulai dengan area botak yang jelas. Polanya lebih halus, sehingga sering baru disadari setelah cukup lama.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD):

  • Tanda awal pada wanita biasanya berupa rambut yang menipis secara menyeluruh atau belahan rambut yang makin lebar.
  • Kebotakan pola adalah penyebab kerontokan paling umum, baik pada pria maupun wanita. Penyebabnya faktor keturunan yang membuat folikel rambut (kantong tempat rambut tumbuh) perlahan mengecil.

Kalau tandamu mirip ini, kebotakan pola memang salah satu kemungkinannya. Tapi tanda yang sama juga bisa muncul karena penyebab lain, jadi belum bisa langsung disimpulkan.

Penyebab Lain Rambut Menipis pada Wanita yang Perlu Disingkirkan

Sebelum memutuskan PRP, penyebab lain perlu disingkirkan dulu, karena sebagian bisa membaik setelah penyebabnya ditangani. Ini beberapa yang dicatat AAD dan NYU Langone Health:

  • Setelah melahirkan, sakit, atau stres berat. AAD menjelaskan kerontokan bisa meningkat beberapa bulan setelah melahirkan, pulih dari sakit, atau mengalami masa yang sangat menekan. Setelah pemicunya berlalu, kebanyakan orang mendapatkan kembali kepadatan rambutnya dalam 6 sampai 9 bulan.
  • Gangguan tiroid. Masalah tiroid bisa membuat rambut menipis atau rontok bergumpal saat disisir (AAD). Menurut NYU Langone, dokter bisa memeriksa kadar hormon TSH lewat tes darah untuk menilai fungsi tiroid.
  • Kekurangan nutrisi. Kurang biotin, zat besi, protein, atau zinc bisa menyebabkan kerontokan yang terlihat (AAD). NYU Langone menyebut kadar ferritin (simpanan zat besi) sering rendah pada wanita yang masih menstruasi dan pada orang yang vegetarian.
  • Gaya rambut yang terlalu ketat. Ikatan atau kuncir yang terus menarik kulit kepala bisa menyebabkan kerontokan permanen yang disebut traction alopecia (AAD).
  • Ketidakseimbangan hormon androgen. NYU Langone menyebut tanda kelebihan hormon androgen, antara lain rambut rontok, tumbuh rambut di wajah atau dada, menstruasi tidak teratur, dan jerawat. Kondisi ini bisa diperiksa lewat tes darah.

Penjelasan lebih detail soal penyebab rambut rontok pada wanita dan kerontokan setelah melahirkan kami bahas di artikel terpisah.

Kapan PRP Paling Relevan untuk Wanita

PRP paling relevan kalau dokter sudah memastikan penyebabnya kebotakan pola. Tabel ini bisa jadi gambaran awal.

KondisiRelevansi PRP
Kebotakan pola wanita yang sudah dipastikan dokterRelevan. Bukti terbaiknya ada pada peningkatan kepadatan rambut (de Oliveira dkk., 2023)
Rontok karena kekurangan nutrisi atau gangguan tiroidTangani penyebabnya dulu. Menurut AAD, rambut bisa tumbuh kembali setelah kekurangan nutrisi tercukupi atau penyakit tiroidnya ditangani
Rontok setelah melahirkan yang belum genap 1 tahunUmumnya belum perlu PRP. AAD menyebut kerontokan ini biasanya memuncak sekitar 4 bulan setelah melahirkan, dan kebanyakan wanita kembali normal saat anaknya berusia 1 tahun

Kalau kamu baru melahirkan beberapa bulan lalu, menunggu sambil merawat rambut dengan lembut biasanya jadi langkah pertama yang masuk akal. Kalau kerontokan berlanjut melewati masa itu, baru periksakan ke dokter.

Proses dan Timeline PRP Rambut

Kalau dokter menilai PRP cocok, prosesnya relatif singkat, tapi hasilnya datang bertahap. Sebagai gambaran dari Sozo Skin Clinic:

  • Proses: sekitar 10 sampai 20 ml darah diambil dari lengan, lalu diolah untuk memisahkan plasma yang kaya trombosit. Setelah kulit kepala diberi anestesi lokal (obat bius setempat), plasma disuntikkan ke area yang menipis. Satu sesi berlangsung sekitar 45 menit.
  • Kerontokan berkurang: mulai terasa dalam 2 sampai 4 minggu.
  • Volume bertambah: rambut halus baru dan tambahan volume mulai terlihat lebih jelas setelah bulan ke-2 atau ke-3.

Baca juga: Apa Itu PRP Rambut? Cek Manfaat, Biaya, & Efek Sampingnya!

Pertanyaan Seputar PRP untuk Rambut Menipis pada Wanita

Apakah PRP Aman Saat Menyusui?

Kami belum menemukan sumber terpercaya yang membahas keamanan PRP rambut saat menyusui secara khusus. Kalau kamu sedang menyusui, sampaikan ke dokter sebelum treatment supaya keputusannya bisa disesuaikan dengan kondisimu.

Apakah Rambut Akan Setebal Dulu?

Belum tentu. Bukti terbaik PRP ada pada bertambahnya kepadatan rambut, sedangkan ketebalan tiap helainya belum terbukti meningkat secara bermakna (de Oliveira dkk., 2023).

Langkah Pertama: Pemeriksaan Penyebab Rambut Menipis

Rambut menipis pada wanita bisa punya banyak penyebab, jadi langkah pertama yang paling berguna adalah memastikan penyebabnya. Pemeriksaan bisa meliputi pemeriksaan kulit kepala dan, bila perlu, tes darah untuk melihat zat besi, fungsi tiroid, atau kadar hormon.

Kalau hasilnya mengarah ke kebotakan pola, dokter bisa menilai apakah PRP Hair relevan untukmu, atau apakah pilihan Hair Treatment lain lebih sesuai. Kalau ternyata penyebabnya kekurangan nutrisi, gangguan tiroid, atau kerontokan setelah melahirkan, menangani penyebab itu dulu biasanya lebih tepat sebelum memikirkan PRP.

Referensi:

Use of Autologous Platelet-Rich Plasma in Androgenetic Alopecia in Women: A Systematic Review and Meta-Analysis | Journal of Dermatological Treatment

Hair Loss: Who Gets and Causes | American Academy of Dermatology

Hair Loss in New Moms | American Academy of Dermatology

Diagnosing Hair Loss | NYU Langone Health

PRP Hair Treatment | Sozo Skin Clinic

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?