Sudah bertahun-tahun nggak berjerawat, tapi bopeng yang dulu samar sekarang malah jelas banget di foto? Kamu nggak salah lihat. Bopeng makin dalam seiring usia memang sering dialami, tapi penyebabnya bukan bekas luka yang bertambah dalam. Yang berubah adalah kulit di sekitarnya: kolagen berkurang, lemak wajah menyusut, dan kulit mulai kendur.
Cekungannya kurang lebih sama dengan dulu. Yang berubah adalah “panggung” di sekelilingnya, dan itu yang bikin bopeng terlihat lebih menonjol.
Fakta: Bopeng Makin Dalam Seiring Usia, tapi Bukan karena Lukanya
Benar, bopeng bisa terlihat makin dalam saat kamu bertambah usia, dan ini hal yang umum. Tampilan bekas jerawat cekung memang sering diperburuk oleh proses penuaan yang normal.
Ceritanya begini. Peradangan jerawat sedang sampai berat bisa menghilangkan sebagian kolagen dan lemak di lapisan dermis, yaitu lapisan kulit di bawah permukaan, dan dari situlah bopeng terbentuk. Bertahun-tahun kemudian, penuaan juga mengurangi lemak wajah, sehingga efek bopeng ikut membesar.
Itu sebabnya banyak orang baru mencari penanganan bopeng di usia 30-an sampai 50-an. Bukan karena bopengnya baru muncul, tapi karena penuaan membuatnya lebih kelihatan.
Perubahan Kulit yang Membuat Bopeng Tampak Lebih Dalam
Kalau bopeng terasa bertambah parah seiring usia, biasanya ada empat perubahan kulit di baliknya. Keempatnya terjadi bersamaan secara perlahan, dan baru terasa setelah beberapa tahun.
Kolagen dan Elastin Berkurang
Seiring usia, kolagen lebih cepat rusak, sementara produksinya melambat. Akibatnya, lapisan dermis menipis dan kulit kehilangan sebagian penyangganya.
Elastin, yaitu protein yang membuat kulit lentur dan bisa kembali ke bentuk semula, juga ikut berkurang. Produksinya mulai turun cukup tajam di usia 40 sampai 50 tahun. Kalau ingin tahu lebih banyak soal protein ini, baca artikel elastin.
Kulit yang lebih tipis dan kurang lentur membuat tepi bopeng terlihat lebih tegas. Bayangkan kain tipis yang dibentangkan di atas permukaan bergelombang: setiap lekukan jadi lebih kelihatan.
Bantalan Lemak Wajah Menyusut
Bantalan lemak wajah menyusut seiring usia, dan tulang wajah pun ikut menyusut. Penyangga dari dalam berkurang, sehingga wajah tampak lebih kempis dan perlahan mengendur.
Waktu masih muda, volume lemak di sekitar bopeng ikut menopang cekungan sehingga terlihat lebih samar. Saat volume itu berkurang, cekungan yang sama jadi lebih mencolok, padahal kedalaman bopengnya tidak bertambah.
Kulit Mengendur dan Turun
Saat kulit wajah mulai turun, kulit itu seperti menggantung pada bopeng lama yang masih tertambat oleh jaringan parut di bawahnya. Hasilnya, permukaan kulit tampak lebih bergelombang dan tidak rata.
Inilah yang sering bikin orang merasa bopengnya bertambah. Padahal yang berubah adalah posisi kulit di sekitar bopeng, bukan bopengnya.
Paparan Sinar Matahari Bertahun-tahun
Paparan matahari yang menumpuk bertahun-tahun adalah salah satu faktor luar utama yang mempercepat penuaan kulit. Sinar UV merusak jaringan penyangga di dermis secara bertahap, dan lama-lama muncul tanda seperti kerutan dan bintik penuaan.
Matahari tidak membuat bopeng itu sendiri bertambah dalam. Tapi karena mempercepat penuaan kulit di sekitarnya, bopeng jadi ikut lebih terlihat.
Bopeng yang Paling Terpengaruh oleh Penuaan
Bopeng yang masih tertambat oleh jaringan parut di bawah kulit cenderung paling terasa perubahannya, karena kulit yang mengendur ikut tertarik di titik-titik itu.
Salah satu contohnya bopeng tipe rolling, yaitu cekungan lebar dengan tepi landai yang bisa terlihat lebih rata saat kulit diregangkan. Ada juga bopeng yang tetap tidak rata walaupun kulit diregangkan. Dua kelompok ini biasanya ditangani dengan cara yang berbeda, jadi penting untuk tahu bopengmu termasuk yang mana.
Kalau kamu belum yakin soal jenis bopengmu, pembahasan lengkapnya ada di artikel jenis bopeng bekas jerawat.
Peran Subsisi pada Bopeng di Kulit yang Menua
Untuk bopeng di usia tua, subsisi bisa membantu bopeng yang tertambat, tapi jarang jadi satu-satunya jawaban. Subsisi adalah tindakan untuk melepas jaringan parut yang menarik kulit ke bawah. Jadi subsisi menjawab masalah bopeng yang “tertambat”, bukan volume yang hilang atau kulit yang kendur.
Kalau kamu ingin tahu prosedurnya, informasinya ada di halaman Subsisi Treatment. Beberapa hal yang perlu kamu pahami:
- Cara kerjanya. Jarum khusus dipakai untuk memutus untaian jaringan parut yang menambatkan bopeng ke jaringan di bawahnya. Setelah itu, proses penyembuhan membentuk kolagen baru yang membantu memperbaiki tampilan bopeng.
- Di wajah yang menua, biasanya butuh kombinasi. Pendekatan yang umum adalah resurfacing untuk merapikan permukaan kulit, filler untuk mengganti volume yang hilang, dan tindakan pengencangan untuk kulit yang kendur. Dokter akan menyusun kombinasinya dalam rencana Scar Treatment sesuai kondisi kulitmu.
- Biasanya butuh beberapa sesi. Untuk bopeng sedang, subsisi umumnya dilakukan tiga sampai enam kali, dengan jarak minimal satu bulan antarsesi.
- Tidak untuk semua orang. Subsisi umumnya tidak disarankan kalau kamu punya riwayat keloid, minum obat jerawat golongan retinoid dalam 12 bulan terakhir, punya gangguan pembekuan darah, atau sedang ada infeksi aktif di wajah.
Targetnya adalah bopeng yang tampak lebih samar, bukan hilang total. Dengan harapan yang realistis, kamu akan lebih mudah menilai hasilnya.
BACA JUGA: Apakah Bopeng Bisa Hilang dengan Skincare? Ini Jawaban Jujurnya
Kebiasaan yang Memperlambat Perubahan Tampilan Bopeng
Penuaan memang nggak bisa dihentikan, tapi ada kebiasaan yang membantu menjaga kulit di sekitar bopeng tetap sehat:
- Pakai sunscreen setiap hari. Pilih yang broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih, lalu oleskan ke semua kulit yang tidak tertutup pakaian.
- Tangani jerawat baru sedini mungkin. Cara terbaik mencegah bopeng adalah mengobati jerawat aktif secepatnya, sebelum peradangannya merusak kulit lebih dalam.
- Jangan memencet atau mencungkil jerawat. Kebiasaan ini bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bopeng baru. Lebih baik oleskan obat jerawat ke area tersebut.
Pertanyaan Seputar Bopeng dan Usia
Apakah Bopeng Bisa Hilang Sendiri Seiring Waktu?
Bopeng bisa memudar, tapi jarang benar-benar hilang. Penanganan dari dokter kulit bisa membuatnya tampak lebih samar.
Apakah Terlambat Mengatasi Bopeng di Usia 40-an?
Tidak ada batas usia yang baku untuk mulai menangani bopeng. Dokter akan mempertimbangkan usia, warna kulit, dan kondisi kulitmu saat menyusun rencana.
Apakah Filler Saja Cukup?
Filler bisa menambah volume di bawah bopeng cekung, tapi tidak memutus jaringan parut yang menarik kulit ke bawah. Hasil filler umumnya juga sementara, sekitar 3 bulan sampai 2 tahun, jadi tanyakan ke dokter apakah bopengmu perlu dikombinasikan dengan tindakan lain.
Bopeng Terlihat Makin Dalam? Mulai dari Sini
Kalau bopengmu terasa lebih jelas daripada dulu, itu wajar dan bukan berarti bekas lukanya memburuk. Mulailah dari yang bisa kamu lakukan sekarang: pakai sunscreen setiap hari, tangani jerawat baru dengan cepat, dan berhenti memencet jerawat.
Kalau tampilannya sudah mengganggu, periksakan ke dokter kulit untuk menilai jenis bopengmu dan seberapa besar pengaruh penuaannya. Dari situ, kamu bisa memutuskan apakah perlu penanganan dan kombinasi apa yang masuk akal, atau cukup merawat kulit dulu.
Referensi:
Multimodal Management of Atrophic Acne Scarring in the Aging Face | PMC
The Facial Aging Process From the “Inside Out” | PMC
Facial fat: The good, the bad and the confusing | ASPS
Acne Scarring | DermNet
Subcision | DermNet
Practical Aspects of Acne Scar Management: ASAP 2024 | PMC
Acne scars: Causes | AAD
Acne scars: Consultation and treatment | AAD
11 ways to reduce premature skin aging | AAD
Sun damage and your skin | AAD
