Punya keloid atau bekas luka yang menonjol, lalu kepikiran apakah subsisi bisa meratakannya? Wajar kalau kamu bertanya, karena subsisi sering terdengar seperti solusi untuk semua bekas luka. Jawabannya, subsisi bukan untuk bekas luka yang menonjol. Kalau kamu punya riwayat keloid atau hypertrophic scar, yaitu bekas luka tebal yang menonjol tapi tetap di area luka, subsisi juga mungkin kurang sesuai, karena tusukan jarumnya bisa memicu bekas luka baru.
Jadi ada dua alasan berbeda yang perlu kamu tahu. Pertama, cara kerja subsisi memang untuk bekas luka cekung. Kedua, kalau kulitmu mudah membentuk bekas luka tebal, setiap tusukan jarum butuh kehati-hatian ekstra.
Fakta: Riwayat Keloid Bisa Jadi Alasan Subsisi Kurang Sesuai
Benar, kalau kamu pernah punya keloid atau hypertrophic scar, subsisi mungkin bukan pilihan yang sesuai. Dokter kulit memasukkan riwayat ini ke daftar kondisi yang membuat subsisi kurang tepat.
- Kulit mudah membentuk bekas luka tebal. Subsisi memakai jarum yang menembus kulit di banyak titik. Kalau kamu punya riwayat keloid, luka kecil seperti ini bisa memicu bekas luka baru yang menonjol.
- Hypertrophic scar bisa muncul setelah subsisi. Efek samping ini muncul pada sekitar 5 sampai 10% kasus, paling sering di kulit sekitar mata, di antara alis, sudut bibir, dan bibir atas.
Artinya, risiko ini tetap ada pada orang tanpa riwayat keloid. Pada kulit yang memang mudah membentuk bekas luka tebal, dokter biasanya akan jauh lebih berhati-hati.
Kenapa Subsisi Menyasar Bekas Luka Cekung
Gampangnya begini: subsisi melepas tarikan, bukan mengurangi jaringan, jadi cocoknya untuk bekas luka cekung. Pada bopeng, ada untaian jaringan parut yang menambat bekas luka ke jaringan di bawahnya dan menarik kulit ke bawah.
Dokter memakai sisi tajam jarum untuk memutus untaian itu, sehingga kulit bisa naik kembali. Gambaran prosedurnya ada di halaman Subsisi Treatment.
Bekas luka menonjol punya masalah yang berlawanan. Keloid dan hypertrophic scar muncul karena kulit membentuk jaringan parut berlebih saat sembuh. Tidak ada tarikan ke bawah yang bisa dokter lepas, jadi subsisi tidak menjawab masalahnya.
Perbedaan Keloid dan Hypertrophic Scar
Kalau kamu bingung soal beda keloid dan hypertrophic scar, kuncinya ada di batas luka. Keloid tumbuh melewati batas luka awal, sedangkan hypertrophic scar tetap di area luka.
| Ciri | Keloid | Hypertrophic scar |
|---|---|---|
| Warna | Merah keunguan | Merah muda sampai merah |
| Bentuk | Keras, halus, dan menonjol | Sedikit menonjol atau rata |
| Batas | Tumbuh melewati batas luka awal | Tetap di area luka |
| Waktu muncul | Bisa muncul bertahun-tahun setelah luka | Biasanya dalam hitungan minggu |
| Perkembangan | Cenderung menetap | Lebih mungkin mengecil sendiri |
| Rasa | Bisa gatal dan tidak nyaman | Bisa gatal dan tidak nyaman |
Keloid paling sering muncul di dada atas, bahu, telinga, dan leher. Kedua jenis bekas luka ini juga bisa muncul di lengan atas dan pipi.
Tabel ini membantu kamu mengamati, bukan memastikan. Untuk tahu jenisnya dengan pasti, dokter perlu melihat bekas lukamu langsung.
Siapa yang Lebih Rentan Membentuk Keloid
Mungkin kamu heran, kenapa ada orang yang gampang berkeloid sementara yang lain nggak. Keloid memang bisa muncul pada siapa saja, tapi sebagian orang lebih rentan, dan pemicunya sering cuma luka kecil.
- Luka kecil bisa jadi pemicu. Contohnya cedera, luka bakar, gigitan serangga, bekas operasi, jerawat, dan suntikan imunisasi.
- Warna kulit ikut berpengaruh. Keloid lebih sering muncul pada kulit berwarna lebih gelap, seperti kulit sawo matang hingga gelap.
- Ada pengaruh genetik. Kecenderungan membentuk keloid bisa berkaitan dengan faktor keturunan.
- Pernah punya keloid. Kalau kamu pernah punya keloid, keloid baru bisa muncul lagi di kemudian hari.
BACA JUGA: 3 Jenis Bopeng Bekas Jerawat: Kenali Perbedaannya dan Pilihan Treatment
Pilihan Penanganan Keloid yang Umum
Kalau kamu mencari cara menghilangkan keloid, pahami dulu bahwa targetnya biasanya membuat keloid lebih kecil dan rata, bukan hilang sepenuhnya. Beberapa pilihan yang umum:
- Suntikan kortikosteroid ke dalam keloid. Sekitar 50 sampai 80% keloid mengecil setelah suntikan ini, tapi banyak yang tumbuh lagi dalam lima tahun.
- Lembaran gel silikon. Lembaran ini bisa membantu meratakan keloid. Pemakaiannya butuh kesabaran, umumnya 12 sampai 24 jam sehari selama minimal 8 sampai 12 minggu.
- Pilihan lain. Dokter juga bisa memakai cryotherapy (pembekuan) atau laser. Laser bisa menurunkan tinggi keloid dan memudarkan warnanya.
Satu hal penting, belum ada penanganan yang selalu bisa mencegah keloid kembali. Memotong keloid tanpa penanganan pendamping juga berisiko besar membuatnya tumbuh lagi. Karena itu, rencana Scar Treatment yang tepat perlu menyesuaikan jenis bekas luka dan riwayatmu.
Pertanyaan Seputar Keloid dan Subsisi
Kalau Punya Keloid di Dada, Apakah Wajah Juga Berisiko?
Bisa. Kalau kamu pernah punya keloid, keloid baru bisa muncul di kemudian hari, dan pipi juga salah satu lokasinya. Jadi ceritakan riwayat keloid di area mana pun ke dokter sebelum subsisi.
Bopeng Bisa Cekung dan Menonjol Sekaligus?
Bentuk bekas jerawat bergantung pada jumlah kolagen saat kulit sembuh. Kolagen yang terlalu sedikit membuat bekasnya cekung, sedangkan kolagen yang terlalu banyak membuatnya menonjol. Punya dua bentuk ini sekaligus? Tunjukkan semuanya ke dokter supaya rencananya sesuai.
Gimana Cara Mencegah Bekas Jerawat yang Menonjol?
Jangan memencet, memecahkan, atau mencungkil jerawat, karena kebiasaan ini bisa memperparah peradangan dan memicu bekas luka. Lebih baik oleskan obat jerawat langsung ke jerawatnya. Jerawat yang dalam lebih mungkin meninggalkan bekas, jadi tangani bersama dokter kulit.
Punya Riwayat Keloid? Ini Langkah Berikutnya
Kalau kamu punya keloid atau pernah mengalaminya, subsisi bukan langkah pertama untukmu. Ceritakan riwayat itu saat konsultasi, lengkap dengan lokasi keloid dan kapan munculnya, supaya dokter bisa memilih tindakan yang lebih aman untuk kulitmu.
Bekas lukamu menonjol tapi belum mengganggu? Kamu belum perlu terburu-buru. Begitu terasa gatal, membesar, atau mengganggu, periksakan ke dokter kulit untuk memastikan jenisnya dan memilih penanganan yang sesuai.
Referensi:
Subcision | DermNet
Hypertrophic Scars and Keloids: A Complete Overview | DermNet
Keloid scars: Diagnosis and treatment | AAD
Acne scars: Causes | AAD
Subsisi Treatment | Sozo Skin Clinic
