Laser vBeam digunakan untuk membantu mengurangi kemerahan pada kulit, seperti bekas jerawat merah, rosacea, dan pembuluh darah halus yang terlihat. Laser ini menargetkan pembuluh darah, jadi bukan solusi untuk flek hitam atau bopeng dalam.
Kamu mungkin lebih familiar dengan laser treatment untuk mengatasi hiperpigmentasi, seperti flek cokelat atau noda gelap.
Namun, tahukah kamu kalau ada laser yang dirancang untuk membantu mengatasi kemerahan pada kulit, termasuk bekas jerawat merah?
Namanya laser vBeam, yaitu laser yang menargetkan pembuluh darah kecil di kulit untuk membantu mengurangi kemerahan.
Cara kerjanya berbeda dari laser yang menargetkan pigmen cokelat. Karena itu, vBeam bisa menjadi pilihan yang dipertimbangkan untuk bekas jerawat merah.
Untuk itu, mari pahami cara kerjanya terlebih dulu sebagai berikut!
Laser vBeam Biasanya Dipakai untuk Apa?

Laser vBeam bisa dipertimbangkan untuk mengatasi kemerahan yang berkaitan dengan pembuluh darah kecil di kulit.
Penggunaannya bergantung pada penyebab kemerahan dan kondisi kulitmu, misalnya:
1. Bekas Jerawat Merah
Kondisi ini disebut post-acne erythema, yaitu kemerahan yang tertinggal setelah peradangan jerawat mereda.
Sebagian bekas merah dapat memudar sendiri, sedangkan yang bertahan lebih lama bisa diperiksa untuk menentukan pilihan perawatan.
Baca Juga: Laser Bekas Jerawat Mana yang Cocok untukmu? Panduan Sebelum Konsultasi
2. Rosacea
Kondisi kulit ini dapat membuat pipi atau hidung tampak merah dan wajah lebih mudah memerah.
Dokter perlu memastikan penyebab kemerahan karena laser tidak mengatasi semua gejala rosacea.
3. Pembuluh Darah Halus di Wajah
vBeam juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi tampilan pembuluh darah kecil yang terlihat di wajah.
Penyebabnya karena pelebaran pembuluh darah kecil yang tampak seperti garis merah tipis di kulit. Pembuluh darah tersebut sering terlihat di pipi atau sekitar hidung.
4. Bekas Luka yang Masih Kemerahan
Warna merah dapat muncul karena pembuluh darah masih terlihat selama proses pemulihan jaringan. Dokter perlu memeriksa jenis bekas luka, usia luka, dan kondisi kulit sebelum menentukan perawatan.
5. Tanda Lahir Kemerahan
Beberapa tanda lahir merah atau merah keunguan berasal dari pembuluh darah dan dapat ditangani dengan laser vaskular. Dokter perlu memeriksa tanda lahir tersebut sebelum menentukan pilihan laser.
Masalahmu Merah atau Cokelat?
Bekas jerawat ternyata bisa meninggalkan noda merah atau cokelat, dan keduanya punya penyebab yang berbeda.
Noda merah bisa berkaitan dengan pembuluh darah, sedangkan noda cokelat biasanya berkaitan dengan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit.
Untuk membantu mengenali perbedaannya, coba perhatikan beberapa hal berikut.
- Tekan Perlahan: Gunakan ujung jari yang bersih untuk menekan noda merah dengan lembut.
- Warna Memudar: Jika warna merah memudar saat ditekan, pembuluh darah mungkin ikut memengaruhi kemerahan tersebut.
- Warna Tetap Terlihat: Jika warnanya tidak banyak berubah, penyebabnya bisa berupa pigmen atau kondisi kulit lain.
- Warna Merah dan Cokelat: Kedua jenis noda bisa muncul bersamaan pada kulit.
- Masih Ragu: Jangan menentukan jenis laser sendiri hanya berdasarkan warna atau tes tekan.
Kalau noda lebih dominan cokelat, dokter mungkin mempertimbangkan laser yang menargetkan pigmen, seperti laser pico, sesuai kondisi kulitmu. Namun jika nodanya bercak merah, laser vBeam mungkin direkomendasikan.
Cara Kerja Laser vBeam untuk Bekas Jerawat Merah

Setelah jerawat mereda, kulit terkadang masih menyisakan noda merah akibat perubahan pada pembuluh darah kecil.
Laser vBeam menargetkan pembuluh darah tersebut untuk membantu mengurangi kemerahan. Begini prosesnya:
- Laser Menargetkan Bekas Jerawat: Cahaya diarahkan ke area bekas jerawat yang masih merah.
- Pembuluh Darah Menyerap Cahaya: Hemoglobin menyerap energi laser di area tersebut.
- Energi Menghasilkan Panas: Panas bekerja pada pembuluh darah yang menjadi target.
- Pembuluh Darah Mengalami Perubahan: Respons ini membantu mengurangi sumber kemerahan pada kulit.
- Bekas Jerawat Tampak Lebih Pudar: Seiring waktu, warna merah dapat berkurang sesuai kondisi kulit dan respons terhadap perawatan.
Seperti Apa Prosesnya dan Efek Setelahnya?

Laser vBeam dapat menimbulkan sensasi seperti sentakan singkat selama tindakan, diikuti kemerahan atau bengkak sementara.
Tingkat ketidaknyamanan dan efek setelahnya bergantung pada kondisi kulit. Berikut efek yang mungkin muncul setelah treatment:
- Kemerahan dan Bengkak: Kulit bisa tampak merah atau sedikit bengkak.
- Memar Sementara: Sebagian pengaturan laser dapat menimbulkan memar.
- Kulit Lebih Sensitif: Area yang dirawat mungkin terasa sensitif untuk sementara.
- Perubahan Warna Kulit: Kulit bisa menjadi lebih gelap atau lebih terang.
- Lepuh atau Kerak: Reaksi ini dapat terjadi dan perlu dinilai tenaga medis.
Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Laser?
Setelah laser vBeam, lindungi kulit dari matahari dan hindari iritasi selama masa pemulihan untuk membantu mengurangi risiko hiperpigmentasi, yaitu kulit menjadi lebih gelap.
Adapun aftercare yang bisa dilakukan yaitu:
- Gunakan Sunscreen: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari sesuai arahan dokter.
- Hindari Panas Berlebih: Kurangi paparan panas jika kulit masih sensitif.
- Pilih Skincare Lembut: Hindari produk yang menimbulkan rasa perih atau iritasi.
- Jangan Menggosok Kulit: Biarkan area yang dirawat pulih tanpa digosok atau dikelupas.
- Hubungi Klinik: Segera minta arahan jika nyeri memburuk atau muncul lepuh.
Berapa Sesi yang Biasanya Dibutuhkan?
Laser vBeam sering membutuhkan beberapa sesi, tetapi jumlahnya bergantung pada jenis kemerahan dan respons kulitmu.
American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa pembuluh darah yang terlihat dapat menunjukkan perbaikan setelah satu hingga tiga sesi, tetapi hasil tersebut tidak berlaku untuk semua orang.
Bekas jerawat merah, rosacea, dan pembuluh darah halus bisa memerlukan rencana perawatan yang berbeda.
Dokter akan menilai perubahan kulitmu untuk menentukan jumlah sesi dan jarak antarperawatan.
Saat konsultasi, kamu bisa menanyakan beberapa hal berikut:
- Target Perawatan: Perubahan apa yang realistis untuk kondisi kulitmu?
- Perkiraan Sesi: Berapa sesi yang mungkin dibutuhkan?
- Jarak Antarperawatan: Kapan sesi berikutnya boleh dilakukan?
- Masa Pemulihan: Berapa lama memar atau kemerahan mungkin bertahan?
- Evaluasi Hasil: Kapan hasil perlu diperiksa kembali?.
Kapan vBeam Bukan Pilihan yang Tepat?
vBeam dirancang untuk membantu mengurangi kemerahan yang berkaitan dengan pembuluh darah, bukan semua masalah kulit.
Kalau keluhanmu termasuk kondisi berikut, dokter mungkin menyarankan perawatan lain:
1. Flek Cokelat dan Melasma
Berbeda dari bekas jerawat merah, flek cokelat dan melasma disebabkan oleh pigmen kulit. Dokter bisa mempertimbangkan pico laser atau laser treatment lainnya untuk hiperpigmentasi yang terjadi.
Baca Juga: Laser Pico untuk Apa? Cek Dulu Apakah Keluhanmu Termasuk yang Bisa Dibantu
2. Bopeng atau Cekungan Bekas Jerawat
Kalau bekas jerawat meninggalkan cekungan, perawatannya perlu berfokus pada perbaikan tekstur kulit, seperti scar treatment.
Pilihannya bisa berupa subsisi atau laser resurfacing, bergantung pada jenis dan kedalaman bopeng.
3. Kulit Baru Terbakar Matahari atau Sedang Iritasi
Kulit yang baru terbakar matahari atau sedang iritasi sebaiknya diperiksa sebelum menjalani laser. Dokter akan menentukan waktu yang lebih aman untuk treatment.
4. Kemerahan yang Dipicu Kebiasaan Sehari-hari
Wajah yang memerah setelah terkena panas, matahari, atau makanan pedas belum tentu membutuhkan laser. Coba kenali pemicunya terlebih dahulu, lalu konsultasikan dengan dokter jika kemerahan sering muncul atau disertai keluhan lain.
Bagaimana dengan IPL dan Laser Lain?
Selain vBeam, ada IPL treatment dan laser lainnya yang bisa dipertimbangkan untuk mengatasi kemerahan atau bekas jerawat.
vBeam menargetkan pembuluh darah, sedangkan IPL menggunakan spektrum cahaya yang lebih luas.
Pilihannya bergantung pada masalah kulit yang ingin kamu atasi, seperti:
- Pertimbangkan IPL: Jika kamu ingin mengatasi bekas jerawat merah atau kemerahan tertentu, IPL bisa menjadi salah satu pilihan. Di SOZO Skin Clinic, kamu bisa melihat layanan IPL untuk mengetahui keluhan yang ditangani.
- Pertimbangkan vBeam: Jika kemerahan menetap atau pembuluh darah halus terlihat jelas, tanyakan kepada dokter apakah laser vBeam sesuai untuk kondisi kulitmu.
- Konsultasikan Laser Lain: Jika keluhan utamamu berupa flek cokelat atau bopeng, dokter bisa menyarankan teknologi yang lebih sesuai dengan masalah tersebut.
Kenali Jenis Kemerahan Sebelum Memilih Laser
Kalau keluhanmu berupa bekas jerawat merah, laser untuk pembuluh darah seperti vBeam bisa menjadi salah satu pilihan.
Kamu tidak perlu langsung menjalani treatment hanya karena wajah mudah memerah. Mulailah dengan mengenali pola keluhannya, termasuk kapan kemerahan muncul dan berapa lama bertahan.
Kalau kemerahan pada kulitmu belum membaik, kamu bisa konsultasi dan buat janji temu untuk mendiskusikan keluhanmu dengan tim SOZO Skin Clinic.
Sambil mempertimbangkan pilihanmu, kamu juga bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut. Untuk pemeriksaan langsung, sebaiknya cari lokasi klinik terdekat.
FAQ Seputar Laser vBeam
Masih punya pertanyaan sebelum mencoba laser vBeam? Berikut jawaban singkat seputar rasa sakit, hasil treatment, dan hal yang perlu kamu pertimbangkan.
1. Laser vBeam sakit nggak?
Laser vBeam bisa terasa seperti sentakan singkat atau panas pada kulit. Tingkat ketidaknyamanannya berbeda pada setiap orang, tergantung area dan pengaturan laser.
2. Apakah vBeam bisa untuk flek hitam?
vBeam bukan pilihan utama untuk flek hitam karena menargetkan pembuluh darah, bukan pigmen cokelat. Dokter dapat menyarankan perawatan yang menargetkan pigmen sesuai jenis fleknya.
3. Setelah laser vBeam boleh langsung kerja?
Bisa, jika kondisi kulitmu memungkinkan. Namun, kemerahan, bengkak, atau memar sementara dapat muncul, jadi pertimbangkan efek setelah treatment sebelum kembali beraktivitas.
4. Berapa kali laser vBeam untuk bekas jerawat merah?
Laser vBeam bisa membutuhkan beberapa sesi untuk mengurangi bekas jerawat merah. Jumlahnya bergantung pada tingkat kemerahan dan respons kulitmu terhadap perawatan.
5. Apakah rosacea bisa sembuh dengan laser?
Laser dapat membantu mengurangi kemerahan menetap dan pembuluh darah yang terlihat akibat rosacea. Namun, laser tidak menyembuhkan rosacea sepenuhnya, sehingga pemicu dan gejalanya tetap perlu dikelola.
Referensi
Skin Conditions That Lasers Can Treat | American Academy of Dermatology (AAD)
Lasers and Lights: How Well Do They Treat Rosacea? | American Academy of Dermatology (AAD)
Rosacea: Diagnosis and Treatment | American Academy of Dermatology (AAD)
Post-acne erythema treatment: A systematic review of the literature | Kalantari Y, Dadkhahfar S, Etesami I.

