Acne 9 mnt baca

PIH Adalah Bekas Hitam Setelah Jerawat? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

PIH Adalah Bekas Hitam Setelah Jerawat? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

PIH merupakan noda gelap yang muncul setelah jerawat atau peradangan akibat peningkatan pigmen kulit. Noda ini bisa memudar secara bertahap dengan pemakaian sunscreen, penggunaan skincare yang tepat, dan perawatan sesuai kondisi kulit.

Jerawat sudah mereda, tetapi noda gelapnya masih tertinggal di wajah? Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan bisa membuat warna kulit terlihat kurang merata.

Salah satu penyebabnya adalah post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), yaitu perubahan warna kulit setelah mengalami peradangan.

Kabar baiknya, PIH bukanlah jaringan parut permanen. Warnanya pun bisa memudar seiring waktu, meskipun prosesnya dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Nah, supaya kamu nggak salah mengenali kondisi kulit, yuk, pahami apa itu PIH, bagaimana membedakannya dari bekas jerawat lain, dan apa yang bisa dilakukan untuk membantu memudarkannya.

PIH Adalah Apa?

PIH adalah singkatan dari post-inflammatory hyperpigmentation, yaitu kondisi ketika sebagian area kulit menjadi lebih gelap setelah mengalami peradangan atau cedera. Kondisi ini bisa muncul setelah jerawat, eksim, iritasi, atau luka pada kulit.

Sederhananya, PIH merupakan respons kulit setelah mengalami peradangan. Bekasnya bisa berupa bercak datar berwarna kecokelatan hingga kehitaman, atau terkadang abu-abu kebiruan, tergantung kedalaman pigmen di kulit.

PIH juga lebih mudah terlihat dan cenderung bertahan lebih lama pada kulit dengan warna lebih gelap. Meski begitu, kondisi ini bisa dialami oleh berbagai warna kulit.

Kenapa Jerawat Bisa Meninggalkan PIH?

Saat jerawat meradang, kulit mengalami respons peradangan sebagai bagian dari proses tubuh. Respons ini juga bisa merangsang sel penghasil melanin (melanosit) untuk menghasilkan lebih banyak pigmen.

Ketika melanin menumpuk di area bekas peradangan, warna kulit di bagian tersebut bisa terlihat lebih gelap. Paparan sinar matahari juga dapat membuat noda semakin jelas atau memperlambat proses memudarnya.

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya PIH setelah jerawat:

  • Jerawat meradang: Jerawat yang merah, bengkak, atau terasa nyeri dapat memicu peradangan yang lebih kuat.
  • Kebiasaan memencet jerawat: Memencet atau mengorek jerawat bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko noda maupun jaringan parut.
  • Iritasi kulit: Penggunaan produk yang terlalu keras atau tidak cocok bisa memicu peradangan baru.
  • Paparan sinar matahari: Sinar ultraviolet dapat mempergelap noda PIH yang sudah ada.

Karena itu, mengatasi jerawat sejak awal dan menjaga kulit agar tidak mengalami iritasi berulang juga penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya noda baru.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam di Pipi yang Ampuh

Seperti Apa Bentuk PIH?

Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)
Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) | Sumber: Eucerin

PIH umumnya terlihat sebagai bercak datar di area yang sebelumnya mengalami jerawat atau peradangan. Warna dan tampilannya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung warna kulit dan kondisi yang memicunya.

Ada beberapa ciri yang bisa kamu perhatikan:

  • Cokelat muda hingga cokelat tua: warna yang umum terlihat pada noda akibat peningkatan pigmen kulit.
  • Keabu-abuan atau kebiruan: warna yang bisa muncul ketika pigmen berada lebih dalam di kulit.
  • Berupa bercak datar: area kulit tampak lebih gelap, tetapi umumnya tidak disertai perubahan tekstur seperti cekungan atau benjolan.
  • Muncul di bekas peradangan: sering terlihat di area yang sebelumnya mengalami jerawat atau iritasi, meskipun peradangannya sudah mereda.

Meski begitu, warna dan tampilan saja belum cukup untuk memastikan bahwa suatu noda merupakan PIH. Jika bercak muncul tanpa penyebab yang jelas, berubah bentuk atau warna, atau semakin meluas, sebaiknya periksakan ke dokter.

Apakah Semua Bekas Jerawat yang Gelap Termasuk PIH?

PIE dan PIH
PIE dan PIH | Sumber: Scobylogy

Nggak selalu. Noda gelap setelah jerawat memang bisa menjadi tanda PIH, tetapi bekas jerawat juga bisa berupa kemerahan yang menetap atau jaringan parut yang mengubah tekstur kulit.

Ketiganya punya penyebab dan karakteristik yang berbeda, jadi cara menanganinya pun nggak selalu sama. Supaya kamu lebih mudah membedakannya, yuk, kenali perbedaan PIH, PIE, dan acne scar berikut ini.

1. PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation)

PIH merupakan perubahan warna kulit akibat peningkatan atau penumpukan melanin setelah peradangan. Pada banyak orang, kondisinya terlihat sebagai noda cokelat atau keabu-abuan yang datar dan dapat memudar secara bertahap.

2. PIE (Post-Inflammatory Erythema)

PIE adalah bekas peradangan yang terutama terlihat sebagai noda merah atau merah muda. Berbeda dari PIH yang berkaitan dengan pigmen melanin, PIE lebih berkaitan dengan perubahan pembuluh darah di kulit setelah peradangan.

3. Acne Scar atau Jaringan Parut Jerawat

Acne scar terjadi ketika proses penyembuhan jerawat menyebabkan perubahan pada jaringan kulit. Bentuknya bisa berupa cekungan, permukaan yang tidak rata, atau jaringan parut yang menonjol.

Agar lebih mudah membedakannya, perhatikan perbandingan berikut:

KondisiTampilan umumHal utama yang terjadi
PIHNoda cokelat atau keabu-abuan yang datarPerubahan pigmen kulit
PIENoda merah atau merah muda yang datarPerubahan pembuluh darah setelah peradangan
Acne scarCekungan atau jaringan yang menonjolPerubahan struktur jaringan kulit

Kamu juga bisa mengalami lebih dari satu kondisi sekaligus, misalnya noda PIH yang muncul di atas area dengan jaringan parut. Itulah sebabnya, memahami jenis bekas jerawat penting sebelum menentukan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Frustasi dengan Bekas Jerawat? Kenali 3 Treatment yang Terbukti Menyamarkan

Bagaimana Cara Memudarkan PIH?

PIH umumnya bisa memudar secara bertahap, tetapi waktu yang dibutuhkan berbeda-beda pada setiap orang. Fokus utamanya adalah melindungi kulit, menghindari peradangan baru, dan memilih perawatan yang sesuai.

1. Gunakan Sunscreen Setiap Hari

Sunscreen membantu melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang dapat mempergelap noda PIH. Pilih sunscreen dengan perlindungan spektrum luas dan SPF minimal 30, lalu gunakan secara rutin sesuai petunjuk pemakaian.

Kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa mengaplikasikan ulang sunscreen sesuai kebutuhan.

2. Pilih Skincare yang Sesuai

Beberapa bahan perawatan kulit dapat membantu memudarkan hiperpigmentasi secara bertahap, di antaranya:

  • Niacinamide: membantu mendukung fungsi pelindung kulit dan dapat membantu meratakan warna kulit.
  • Azelaic acid: dapat membantu mengatasi jerawat sekaligus mengurangi hiperpigmentasi pada sebagian orang.
  • Vitamin C: memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu memperbaiki tampilan noda gelap.
  • Retinoid: membantu pergantian sel kulit dan dapat digunakan untuk menangani jerawat serta hiperpigmentasi tertentu.

Kamu tidak perlu memakai semuanya sekaligus. Pilih produk sesuai kebutuhan kulit dan gunakan secara bertahap karena beberapa bahan aktif bisa menyebabkan iritasi jika tidak cocok.

3. Hindari Memencet Jerawat dan Mengiritasi Kulit

Memencet jerawat bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya noda baru.

Sebaiknya, biarkan jerawat ditangani dengan perawatan yang sesuai daripada mencoba menghilangkannya secara paksa.

Hindari juga penggunaan produk eksfoliasi secara berlebihan atau menggabungkan terlalu banyak bahan aktif tanpa memahami kecocokannya.

4. Atasi Jerawat yang Masih Aktif

Kalau jerawat masih sering muncul, penting untuk mengendalikannya agar peradangan tidak terus berulang dan meninggalkan noda baru. Jadi, selain memudarkan PIH yang sudah ada, kamu juga perlu menangani jerawat yang menjadi pemicunya.

Di SOZO Skin Clinic, kamu bisa berkonsultasi mengenai treatment jerawat untuk membantu menangani jerawat sesuai kondisi kulitmu.

Pilihan perawatannya dapat mencakup prosedur seperti chemical peeling atau perawatan lain yang direkomendasikan berdasarkan hasil evaluasi dokter.

5. Pertimbangkan Treatment Profesional

Hasil Acne Treatment
Hasil Acne Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Kalau noda PIH sulit memudar meski sudah menggunakan skincare secara rutin, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pilihan perawatan yang sesuai.

Ingat, tidak semua noda membutuhkan prosedur profesional, sehingga kondisi kulit dan jenis pigmentasinya perlu dievaluasi terlebih dahulu.

Jika diperlukan, dokter di SOZO Skin Clinic bisa membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Namun, kalau keluhan utamanya berupa bopeng atau perubahan tekstur kulit, kamu bisa mencari tahu lebih lanjut tentang treatment bekas jerawat untuk memahami pilihan perawatan yang dapat membantu memperbaiki tampilan jaringan parut.

Kapan PIH Sebaiknya Diperiksa?

Noda PIH memang bisa memudar dengan sendirinya, tetapi ada kondisi ketika pemeriksaan kulit sebaiknya tidak ditunda. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Noda tidak kunjung memudar: bercak tetap terlihat setelah berbulan-bulan atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Bercak semakin luas atau berubah: terutama jika perubahan terjadi tanpa penyebab yang jelas.
  • Noda sering muncul tanpa riwayat jerawat atau iritasi: kondisi ini perlu dievaluasi untuk memastikan penyebabnya.
  • Kamu tidak yakin apakah itu PIH, PIE, atau jaringan parut: pemeriksaan membantu menentukan kondisi dan pendekatan perawatan yang tepat.
  • Kulit terus mengalami jerawat atau iritasi: penyebab peradangan perlu ditangani agar noda baru tidak terus terbentuk.

Dokter akan menilai riwayat keluhan, tampilan noda, dan kondisi kulit secara keseluruhan. Dari situ, kamu bisa mendapatkan rekomendasi perawatan yang lebih sesuai tanpa harus mencoba berbagai produk atau treatment secara acak.

Sebelum Memilih Perawatan, Pastikan Dulu Jenis Bekas Jerawatmu

Noda gelap setelah jerawat memang bisa mengganggu, apalagi jika sudah lama bertahan. Namun, tidak semua bekas jerawat merupakan jaringan parut karena PIH, PIE, dan acne scar memiliki karakteristik yang berbeda.

Jika kamu masih ragu dengan kondisi kulitmu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter di SOZO Skin Clinic. Dokter dapat membantu mengenali jenis bekas jerawat dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Beberapa pilihannya bisa acne treatment untuk menangani jerawat aktif atau scar treatment untuk masalah jaringan parut. Pilihan perawatan tetap perlu disesuaikan dengan hasil evaluasi kondisi kulitmu.

Sebelum menentukan pilihan, kamu juga bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk mengenal berbagai perawatan yang tersedia.

Setelah mengetahui perawatan yang sesuai, kamu bisa cari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat untuk menemukan klinik yang bisa kamu kunjungi.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ

Masih punya pertanyaan seputar noda gelap setelah jerawat? Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang PIH dan cara merawat kulit agar noda tidak semakin gelap.

1. Apakah PIH bisa hilang sendiri?

Ya, PIH bisa memudar dengan sendirinya seiring waktu tanpa treatment khusus. Namun, prosesnya dapat berlangsung cukup lama, terutama jika pigmen berada lebih dalam di kulit.

2. Berapa lama PIH bekas jerawat bisa memudar?

Waktunya berbeda pada setiap orang, mulai dari beberapa bulan hingga lebih lama. Kedalaman pigmen, warna kulit, paparan sinar matahari, dan peradangan yang berulang dapat memengaruhi prosesnya.

3. Apakah PIH bisa muncul meskipun jerawatnya ringan?

Bisa. Jerawat ringan sekalipun dapat meninggalkan PIH karena respons kulit setiap orang terhadap peradangan berbeda.

4. Apakah PIH boleh dieksfoliasi agar cepat hilang?

Eksfoliasi yang sesuai dapat membantu memperbaiki tampilan PIH pada sebagian orang. Namun, penggunaan produk yang terlalu keras atau terlalu sering justru bisa memicu iritasi dan membuat noda semakin gelap.

5. Apakah PIH bisa dicegah agar tidak muncul lagi?

Risikonya bisa dikurangi dengan mengendalikan jerawat, tidak memencetnya, menghindari iritasi, dan menggunakan sunscreen setiap hari. Meski begitu, langkah tersebut tidak menjamin PIH tidak akan muncul kembali.

 

Referensi

Postinflammatory Hyperpigmentation: A Review of the Epidemiology, Clinical Features, and Treatment Options in Skin of Color | Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology

The Role of Sunscreen in Melasma and Postinflammatory Hyperpigmentation | Indian Journal of Dermatology

Topical Treatment for Postinflammatory Hyperpigmentation: A Systematic Review | Journal of Dermatological Treatment

Acne Scars: Signs and Symptoms | American Academy of Dermatology

Easy as PIE (Postinflammatory Erythema) | Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?