Hair 7 mnt baca

Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit dan Kapan Harus ke Dokter

Logo Tim Editor Sozo Skin Clinic

Tim Editor Sozo Skin Clinic

Klinik Estetika & Kecantikan

Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit dan Kapan Harus ke Dokter

Ciri-ciri rambut rontok karena penyakit biasanya berbeda dari kerontokan normal sehari-hari. Pola rontoknya berbeda, jumlahnya jauh lebih banyak, dan sering disertai gejala lain yang tidak biasa. 


Menemukan gumpalan rambut di saluran kamar mandi setiap kali keramas. Sisir yang tampak makin penuh setiap hari. Rambut yang terasa semakin tipis, dan bayangan kebotakan mulai menghantui pikiran. 

Tapi kapan rambut rontok harus mulai diwaspadai? Tidak semua kerontokan rambut berarti ada yang salah. Rambut rontok berlebihan terkadang bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan perhatian medis — dan mengenali perbedaannya lebih awal bisa menjadi penentu seberapa cepat kondisinya bisa ditangani.

Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit yang Perlu Diwaspadai

1. Rambut Rontok Berlebihan

Menurut AAD, kerontokan normal berada di kisaran 50 – 100 helai per hari.

Ketika tubuh kehilangan jauh lebih banyak dari itu setiap harinya, seseorang mengalami kerontokan berlebihan yang dalam istilah medis disebut telogen effluvium.

Yang perlu diwaspadai bukan hanya jumlah rambut yang rontok, tapi juga durasinya. 

Berdasarkan Yahoo Health, sebagian besar kerontokan berlebihan bersifat sementara dan bisa pulih. Akan tetapi jika berlangsung lebih dari beberapa bulan atau tidak ada penyebab yang jelas, segera konsultasikan ke dermatologis.

2. Rambut Menjadi Tipis di Area Tertentu

Penipisan rambut yang terlokalisasi di area tertentu seperti mahkota kepala, garis rambut, atau pelipis adalah tanda yang lebih spesifik dari sekadar kerontokan umum. 

Penipis bertahap biasanya merata di seluruh kulit kepala. Akan tetapi pada beberapa kondisi, penipisan bisa sangat terfokus di area tertentu sebagai indikator kondisi yang lebih spesifik. 

3. Muncul Pitak atau Bercak Botak

Munculnya bercak botak yang licin dan bulat adalah salah satu tanda paling khas dari kondisi medis tertentu. 

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut berbentuk bercak di mana saja di tubuh, paling sering di kulit kepala, dan bercaknya biasanya berbentuk bulat atau oval yang mulus.

4. Rambut Mudah Patah dan Rapuh

Jika rambut tidak hanya rontok dari akarnya tapi juga mudah patah di tengah batangnya, ini bisa menjadi sinyal masalah yang berbeda. 

Hipotiroidisme dapat berdampak negatif pada produksi sebum alami kulit kepala dan rambut sehingga menyebabkan helai rambut yang kering, rapuh, kasar, dan mudah patah.

5. Kulit Kepala Gatal, Merah, atau Bersisik

Gejala pada kulit kepala yang menyertai kerontokan adalah tanda yang tidak boleh diabaikan.

Kerontokan rambut karena kondisi medis sering disertai gejala kulit kepala seperti gatal, inflamasi, nyeri tekan, sensasi terbakar, atau kemerahan.

Gejala-gejala ini bisa mengindikasikan respons inflamasi atau infeksi yang mendasarinya.

6. Rambut Rontok Disertai Gejala Tubuh Lain

Ini mungkin yang paling penting untuk diperhatikan. 

Jika kerontokan yang signifikan berlangsung lebih dari beberapa minggu dan disertai gejala lain seperti kelelahan, perubahan berat badan, atau perubahan suasana hati, sudah waktunya berkonsultasi dengan dokter. 

Kombinasi gejala ini sering kali menunjuk pada kondisi sistemik yang membutuhkan evaluasi menyeluruh.

BACA JUGA: Berikut 7 Urutan Hair Care Routine Perawatan Rambut

Perbedaan Rambut Rontok Normal dan karena Penyakit

1. Jumlah Kerontokan

Kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari masih tergolong normal karena siklus pertumbuhan rambut alami.

Karena ada 100.000 folikel atau lebih di kulit kepala, kehilangan 100 helai sehari tidak membuat perbedaan signifikan pada penampilan.

Jika kamu kehilangan lebih dari 100 helai per hari secara konsisten, kamu mungkin mengalami kerontokan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Pola Kerontokan

Kerontokan normal terdistribusi merata di seluruh kepala dan tidak meninggalkan area yang jelas terlihat menipis. Kerontokan karena penyakit cenderung menunjukkan pola yang lebih spesifik:

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kerontokan normal biasanya melibatkan 50–100 helai per hari dengan ujung akar berbentuk bulb putih dan bersifat sementara.

Sementara, kerontokan karena kondisi medis bersifat berlebihan, sering kronis, mungkin melibatkan helai yang patah atau bercak penipisan, dan rambut mungkin tidak tumbuh kembali secara alami.

3. Ada/Tidaknya Gejala Lain

Kerontokan normal biasanya tidak disertai ketidaknyamanan apapun pada kulit kepala.

Sementara kerontokan karena penyakit sering disertai gejala kulit kepala seperti gatal, inflamasi, nyeri tekan, atau kemerahan.

Penyakit yang Bisa Menyebabkan Rambut Rontok

1. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut dan menyebabkan kerontokan berbentuk bercak

Siapa pun bisa mengembangkan kondisi ini, tapi risikonya lebih tinggi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan alopecia areata atau gangguan autoimun lainnya seperti diabetes, lupus, atau penyakit tiroid.

2. Anemia

Zat besi, protein, dan vitamin D sangat penting untuk kesehatan rambut.

Makanya, defisiensi nutrisi dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Anemia defisiensi besi menghalangi oksigen mencapai folikel rambut, mengganggu siklus pertumbuhan rambut secara langsung. 

3. Gangguan Tiroid

Kerontokan rambut akibat kondisi tiroid sering terjadi sebagai penipisan difus daripada bercak botak yang spesifik.

4. Infeksi Kulit Kepala

Infeksi jamur seperti tinea capitis dapat menyebabkan kerontokan rambut yang disertai bercak bersisik, kemerahan, dan gatal pada kulit kepala. 

Kondisi ini membutuhkan penanganan antijamur yang tepat agar folikel rambut bisa pulih dan rambut kembali tumbuh normal.

5. Penyakit Autoimun

Selain alopecia areata, beberapa kondisi autoimun lain seperti lupus dan penyakit tiroid autoimun (Hashimoto dan Graves) juga bisa menyebabkan kerontokan rambut yang signifikan.

Menurut Ubie Health, penyakit tiroid autoimun seperti Hashimoto dan Graves sering kali hadir bersamaan dengan alopecia areata.

Sekitar 15 – 25% orang dengan alopecia areata memiliki penyakit tiroid atau antibodi tiroid. 

6. Stres Berat

Stres menyebabkan tubuh melepaskan kortisol yang bisa mendorong rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat dari seharusnya, sehingga lebih banyak rambut yang masuk ke fase rontok secara bersamaan. 

Kerontokan akibat stres biasanya baru terasa 2–3 bulan setelah kejadian stres yang memicunya.

BACA JUGA: Panduan Perawatan Rambut Lengkap dari A sampai Z

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Dermatologis dapat memberi tahu apakah seseorang mengalami kerontokan rambut atau kerontokan berlebihan yang sementara dan dapat menentukan penyebabnya serta memberikan penanganan yang tepat.

Segera pertimbangkan konsultasi ke dokter jika:

  • Kerontokan berlebihan berlangsung lebih dari 2–3 bulan tanpa penyebab yang jelas. 
  • Muncul bercak botak yang licin atau kerontokan di area tertentu yang jelas terlihat. 
  • Kerontokan disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem, perubahan berat badan drastis, kulit kepala gatal parah, atau rambut yang tiba-tiba sangat rapuh. 
  • Rambut tidak kunjung tumbuh kembali setelah beberapa bulan. 
  • Kerontokan berdampak signifikan pada kepercayaan diri dan kesehatan mentalmu.

Sebagian besar kerontokan rambut bersifat sementara dan bisa pulih setelah penyebab yang mendasarinya ditangani. 

Namun, jangan menunggu terlalu lama. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihannya.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Merawat Rambut Agar Sehat & Tebal? Penuhi dengan Nutrisi Tepat Ini!

Treatment Rambut Rontok yang Bisa Dipertimbangkan

Selain mengatasi penyebab yang mendasarinya, ada beberapa pendekatan perawatan yang bisa membantu mendukung kesehatan rambut dan mempercepat proses pemulihan folikel.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai pilihan hair treatment yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan rambut, menjaga kesehatan kulit kepala, dan memperkuat folikel dari dalam:

PRP Hair Treatment menggunakan plasma darah pasien sendiri yang kaya faktor pertumbuhan untuk menutrisi folikel rambut yang melemah secara langsung — membantu membangunkan folikel yang tidak aktif, mendukung pertumbuhan rambut baru, dan memperpanjang fase pertumbuhan rambut secara alami.

Biolight Hair Treatment memanfaatkan teknologi red light therapy untuk menjaga kesehatan kulit kepala, melancarkan sirkulasi darah ke folikel, dan merangsang regenerasi sel — dikombinasikan dengan custom hair serum yang diformulasikan khusus sesuai kondisi masing-masing pasien.

Untuk kondisi kulit kepala yang lebih spesifik seperti kulit kepala berminyak berlebih, ketombe membandel, atau folikel yang tersumbat, rangkaian scalp treatment di Sozo juga tersedia sebagai solusi yang lebih terfokus untuk menjaga kesehatan akar rambut dari bawah.

Konsultasikan kondisi rambutmu dengan tim dokter Sozo untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang paling sesuai dengan penyebab spesifik kerontokan rambutmu, ya!

Referensi: