Hair 17 mnt baca

Fungsi PRP Rambut: Manfaat, Cara Kerja, dan Efektivitasnya

Fungsi PRP Rambut: Manfaat, Cara Kerja, dan Efektivitasnya

PRP rambut menggunakan plasma kaya trombosit dari darah pasien sendiri, bukan darah donor atau serum sintetis. Treatment ini lebih pas untuk rambut yang masih menipis, bukan area yang sudah mengalami kebotakan penuh. Hasilnya muncul bertahap dan tidak permanen.

Tabel Ringkasan PRP Rambut

InformasiPenjelasan
Nama PerawatanPRP atau Platelet-Rich Plasma rambut
Bahan UtamaPlasma kaya trombosit dari darah pasien sendiri
Target UtamaRambut menipis dan androgenetic alopecia
Cara KerjaTrombosit melepaskan growth factor yang dapat memengaruhi folikel dan fase pertumbuhan rambut
Cara PemberianPRP disuntikkan pada beberapa titik kulit kepala yang mengalami penipisan
Pengambilan Darah di SozoSekitar 10–20 mL
Durasi di SozoSekitar 45 menit per sesi
Jumlah SesiBisa membutuhkan 3–4 sesi
Waktu HasilMulai terlihat dalam 1–3 bulan dan berkembang hingga sekitar 6 bulan
Efek Samping UmumNyeri pada titik suntikan, bengkak ringan, atau rasa tidak nyaman sementara
Hasil Permanen?Tidak, karena penyebab kerontokan dapat terus berlangsung

Rambut rontok dapat terjadi sebagai bagian dari siklus rambut. Namun, jika garis rambut mulai mundur atau kulit kepala makin terlihat, penyebabnya perlu diperiksa agar perawatannya tepat.

Salah satu perawatan yang dapat dipertimbangkan adalah PRP rambut. Prosedur ini menggunakan plasma kaya trombosit yang diproses dari darah pasien sendiri, kemudian disuntikkan kembali ke area kulit kepala yang mengalami penipisan.

PRP lebih sering direkomendasikan untuk androgenetic alopecia atau kebotakan berpola. Melalui treatment ini, rambut bisa terbantu untuk tumbuh kembali.

Apabila kamu sedang mempertimbangkan prosedur PRP rambut, mari simak dulu cara kerja dan fungsi PRP rambut!

Apa Itu PRP Rambut?

Prosedur PRP Rambut di Sozo Skin Clinic
Prosedur PRP Rambut di Sozo Skin Clinic

PRP rambut adalah prosedur yang menggunakan platelet-rich plasma dari darah pasien sendiri untuk merawat area kulit kepala yang mengalami penipisan rambut. 

Plasma tersebut mengandung trombosit yang membawa berbagai growth factor atau protein yang terlibat dalam proses perbaikan jaringan.

Setelah darah diproses, bagian PRP disuntikkan kembali ke kulit kepala. Targetnya bukan mengganti folikel yang sudah hilang, tetapi memengaruhi folikel yang masih tersedia agar kondisi pertumbuhannya lebih baik.

Apa Kepanjangan PRP?

PRP merupakan singkatan dari Platelet-Rich Plasma atau plasma kaya trombosit. Plasma adalah bagian cair darah, sedangkan trombosit merupakan komponen darah yang menyimpan berbagai growth factor.

Pada prosedur PRP hair treatment, darah diputar dengan mesin sentrifugasi sehingga komponen darah terpisah. 

Bagian yang mengandung konsentrasi trombosit lebih tinggi kemudian diambil untuk digunakan sebagai PRP. Namun, jumlah trombosit dalam PRP tidak selalu sama. 

Biasanya konsentrasi trombosit ditargetkan sekitar 2–6 kali lebih tinggi daripada kadar awal, tetapi sampai sekarang belum ada angka yang disepakati sebagai konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan rambut.

Bagaimana PRP Digunakan untuk Rambut?

PRP diberikan melalui beberapa suntikan kecil pada kulit kepala yang mengalami penipisan. Dengan cara ini, trombosit dan growth factor bisa ditempatkan dekat dengan jaringan di sekitar folikel rambut.

Jumlah suntikan dapat berbeda tergantung luas area. Sebagai contoh, prosedur bisa memberikan sekitar 0,05 mL PRP per titik, dengan jumlah yang dapat mencapai sekitar 120 titik suntikan dalam satu prosedur. 

Angka ini merupakan contoh, bukan aturan yang berlaku di setiap klinik. Volume PRP dan jumlah suntikan dapat berbeda pada setiap pasien.

Baca Juga: Berapa Sesi, Interval, dan Waktu PRP Rambut Agar Hasil Terlihat?

Apa Fungsi PRP Rambut?

Secara sederhana, fungsi PRP adalah membawa konsentrasi trombosit dan growth factor ke area rambut yang menipis. 

Zat tersebut dapat memengaruhi sel di sekitar folikel dan turut merangsang proses yang mengatur pertumbuhan rambut.

Adapun berbagai fungsi PRP rambut yang bisa dirasakan yaitu:

1. Mendukung Pertumbuhan Rambut

PRP membawa growth factor ke area rambut yang menipis. Zat ini dapat memengaruhi sel yang mengatur pertumbuhan rambut.

Hasilnya tidak langsung terlihat setelah penyuntikan. Rambut tetap membutuhkan waktu untuk masuk dan bertahan pada fase pertumbuhan.

2. Mengatasi Penipisan Rambut

PRP lebih cocok untuk rambut yang masih tumbuh tetapi mulai terlihat jarang. Pada kondisi ini, folikel masih aktif sehingga masih dapat menjadi target perawatan. PRP kurang sesuai jika suatu area sudah lama botak dan folikelnya tidak lagi aktif. 

3. Mendukung Kesehatan Folikel Rambut

Trombosit dalam PRP membawa beberapa jenis growth factor, termasuk FGF dan VEGF. Zat ini berkaitan dengan aktivitas sel di sekitar folikel rambut.

Secara sederhana, PRP tidak bekerja seperti vitamin rambut. Perawatan ini memberi sinyal pada jaringan yang masih aktif untuk mendukung kondisi di sekitar folikel rambut.

4. Mendukung Regenerasi Jaringan Kulit Kepala

PRP juga dapat memengaruhi jaringan di sekitar folikel. Namun, regenerasi bukan berarti PRP dapat menciptakan folikel baru pada area yang sudah botak. Tujuannya tetap mempertahankan dan mendukung folikel yang masih ada.

5. Menangani Kerontokan Rambut pada Kondisi Tertentu

Bukti PRP paling banyak tersedia untuk androgenetic alopecia. Jadi, PRP bukan pilihan untuk semua penyebab rambut rontok. 

Jika kerontokan muncul tiba-tiba atau polanya tidak biasa, penyebabnya perlu diperiksa terlebih dahulu.

Bagaimana Cara Kerja PRP pada Rambut?

PRP tidak bekerja dengan menanam rambut baru seperti hair transplant. Prosedur ini menggunakan trombosit dari darah sendiri untuk memengaruhi folikel yang masih tersedia.

Zat tersebut dapat memengaruhi aktivitas folikel dan siklus pertumbuhan rambut. Karena prosesnya bertahap, perubahan tidak langsung terlihat setelah prosedur.

Mari simak lebih lanjut cara kerjanya sebagai berikut:

Peran Trombosit dalam PRP

Trombosit menyimpan growth factor yang terlibat dalam proses perbaikan jaringan. Pada PRP, trombosit dibuat lebih terkonsentrasi sebelum diberikan kembali ke kulit kepala. 

Setelah PRP disuntikkan ke kulit kepala, zat-zat tersebut berada dekat dengan folikel yang menjadi target. 

Hubungan Growth Factor dengan Folikel Rambut

Growth factor adalah protein yang membawa sinyal ke sel. Pada folikel rambut, beberapa jenisnya berkaitan dengan pertumbuhan rambut dan kondisi jaringan di sekitarnya.

PRP membawa protein tersebut dari darah pasien sendiri. Setelah disuntikkan, protein ini dapat memengaruhi sel pada folikel yang masih aktif.

Jadi, PRP tidak memberi “nutrisi” seperti vitamin rambut biasa. PRP membawa berbagai protein dari darah pasien sendiri yang dapat memengaruhi cara sel di sekitar folikel bekerja.

Pengaruh PRP terhadap Siklus Pertumbuhan Rambut

Rambut memiliki fase pertumbuhan dan fase istirahat. Fase aktif disebut anagen, yaitu saat rambut terus bertambah panjang.

PRP diperkirakan dapat mempertahankan folikel lebih lama pada fase pertumbuhan. Pada sebagian pasien, rambut yang tumbuh juga dapat terlihat lebih tebal.

Inilah sebabnya hasil PRP membutuhkan waktu. Rambut harus melewati siklus pertumbuhannya sebelum perubahan bisa terlihat.

PRP Rambut Bisa Digunakan untuk Masalah Apa?

PRP tidak sebaiknya dipilih hanya karena jumlah rambut yang rontok terlihat banyak. Dokter perlu melihat pola kerontokan dan kondisi folikel terlebih dahulu.

Umumnya, PRP rambut diberikan untuk masalah seperti:

1. Rambut Rontok

PRP dapat dipertimbangkan jika kerontokan berkaitan dengan kondisi yang masih memiliki folikel aktif. 

Jika rambut tiba-tiba rontok dalam jumlah banyak, penyebabnya perlu dicari terlebih dahulu. PRP belum tentu menjadi perawatan utama.

2. Rambut Menipis

PRP lebih pas jika rambut masih ada, tetapi volumenya mulai berkurang. Kondisi seperti ini memberi peluang lebih besar karena folikel masih tersedia.

Hasilnya juga tidak selalu berupa tumbuhnya banyak rambut baru. Pada sebagian pasien, rambut dapat terlihat lebih penuh karena batang rambut tumbuh lebih tebal.

3. Kebotakan Pola Pria dan Wanita

Androgenetic alopecia merupakan salah satu kondisi yang paling banyak diteliti untuk PRP. Pada kondisi ini, folikel semakin kecil sehingga rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis. 

4. Kondisi Kerontokan Rambut Tertentu

PRP juga pernah digunakan pada jenis kerontokan yang disebabkan oleh masalah lain. Namun, datanya belum sebanyak androgenetic alopecia.

Jika penyebab kerontokan belum jelas, pemeriksaan lebih penting daripada langsung memilih prosedur. 

Kamu dapat melihat pilihan hair treatment di Sozo Skin Clinic untuk mengetahui perawatan yang tersedia berdasarkan kondisi rambut.

Apa Saja Manfaat PRP Rambut?

Jika bagian fungsi tadi menjelaskan apa yang dilakukan PRP pada folikel, maka bagian ini membahas perubahan yang ditemukan setelah PRP dilakukan pada pasien.

Adapun beberapa manfaat PRP rambut yaitu:

1. Mendukung Pertumbuhan Rambut

PRP dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada sebagian pasien dengan androgenetic alopecia. Perubahan biasanya dinilai dari jumlah atau kepadatan rambut setelah beberapa sesi.

Rangkaian tiga sesi PRP berpotensi meningkatkan kepadatan rambut rata-rata 45,9 rambut/cm² dari kondisi awal. 

2. Mempertahankan Kepadatan Rambut

PRP juga dapat mempertahankan peningkatan kepadatan selama beberapa bulan pada sebagian pasien. 

Dalam penelitian Gkini dkk., kepadatan rambut tercatat rata-rata 170,70 rambut/cm² pada bulan ketiga, kemudian 156,25 rambut/cm² pada bulan keenam, dan 153,70 rambut/cm² pada satu tahun.

3. Menangani Rambut yang Menipis

Pada rambut yang masih menipis, tujuan PRP bukan hanya menambah jumlah helai. Rambut juga dapat terlihat lebih penuh jika diameter batang rambut meningkat.

ISHRS menjelaskan bahwa manfaat PRP dapat terlihat sebagai berkurangnya kerontokan, bertambahnya jumlah rambut, dan meningkatnya diameter batang. 

4. Menjadi Pilihan Perawatan Non-Bedah

PRP dilakukan melalui suntikan pada kulit kepala dan dapat dipertimbangkan ketika folikel masih tersedia tetapi rambut mulai menipis. Namun, PRP tidak menggantikan hair transplant pada area yang folikelnya sudah hilang. 

5. Menggunakan Plasma dari Darah Pasien Sendiri

PRP bersifat autologus, artinya plasma yang diberikan berasal dari pasien yang sama. Hal ini menurunkan risiko reaksi terhadap darah atau jaringan donor.

Namun, prosedurnya tetap menggunakan jarum. Jadi tetap ada risiko efek samping seperti nyeri lokal atau pembengkakan.

Bagaimana Proses PRP Rambut?

Prosedur PRP Rambut
Prosedur PRP Rambut | Sumber: Rejuvence Clinic

PRP rambut dilakukan mulai dari pemeriksaan hingga penyuntikan ke kulit kepala. Di Sozo Skin Clinic, satu sesi bisa berlangsung sekitar 45 menit dan menggunakan sekitar 10–20 mL darah.

Namun secara umum, berikut adalah prosedur PRP rambut:

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Kondisi Rambut

Dokter terlebih dahulu memeriksa pola kerontokan dan area yang mengalami penipisan. Tujuannya untuk menentukan penyebab rambut rontok sekaligus menilai apakah folikel masih dapat menjadi target PRP.

2. Pengambilan Sampel Darah

Darah diambil dari vena di lengan seperti saat menjalani tes darah. Jumlah yang digunakan bisa bervariasi atau sekitar 10–20 mL.

Jumlah tersebut bukan angka universal. Dalam penelitian Yepuri dan Venkataram, misalnya, peneliti menggunakan 8 mL darah untuk membuat PRP. Perbedaan ini terjadi karena setiap sistem dapat menggunakan cara pengolahan yang berbeda.

3. Pemrosesan Darah untuk Mendapatkan PRP

Darah kemudian dimasukkan ke mesin sentrifugasi. Mesin ini berputar cepat untuk memisahkan sel darah merah dari plasma yang mengandung trombosit.

Proses sentrifugasi bisa berlangsung sekitar 30 menit. Sementara dalam penelitian Yepuri dan Venkataram, 8 mL darah diputar pada 3.500 rpm selama 10 menit dan menghasilkan sekitar 5 mL preparat PRP.

4. Aplikasi PRP pada Kulit Kepala

Sebelum penyuntikan, kulit kepala dibersihkan dan dapat diberi anestesi agar tindakan lebih nyaman. 

PRP kemudian disuntikkan sedikit demi sedikit ke area rambut yang menipis. Jumlah titik sebenarnya disesuaikan dengan luas area dan kebutuhan pasien.

5. Perawatan Setelah Prosedur

Setelah injeksi selesai, kulit kepala dapat terasa nyeri atau sedikit bengkak. Nyeri lokal sementara adalah keluhan yang paling umum setelah PRP rambut.

Instruksi setelah prosedur dapat berbeda menurut klinik. Misalnya, perlu rambut dicuci dengan lembut pada pagi hari setelah tindakan, tetapi pasien tetap perlu mengikuti arahan dokter yang melakukan PRP.

Baca Juga: Meso Rambut: Manfaat, Prosedur, dan Bedanya dengan PRP & Microneedling

Kapan Hasil PRP Rambut Mulai Terlihat?

Siklus Pertumbuhan Rambut Setelah PRP Treatment
Siklus Pertumbuhan Rambut Setelah PRP Treatment | Sumber: Bernstein Medical

Pada sebagian pasien, perubahan awal dapat terlihat sekitar 1–2 bulan. Hasil yang lebih jelas biasanya membutuhkan waktu hingga sekitar 6 bulan.

Hasil PRP rambut tidak muncul secara instan karena perubahan pada folikel mengikuti siklus pertumbuhan rambut. 

Waktu munculnya hasil juga dipengaruhi kondisi rambut saat mulai perawatan. Rambut yang masih menipis biasanya memiliki peluang respons lebih baik daripada area yang sudah lama botak.

Selain itu, cara PRP diproses dapat memengaruhi hasil. Karena belum ada satu protokol yang sama untuk semua klinik, respons setiap pasien juga dapat berbeda.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi respons PRP rambut meliputi:

  1. Penyebab Kerontokan: PRP lebih terbukti pada androgenetic alopecia dibandingkan beberapa penyebab rambut rontok lainnya.
  2. Kondisi Folikel: Rambut yang masih menipis umumnya memiliki peluang respons lebih baik dibandingkan area yang sudah lama mengalami kebotakan penuh.
  3. Tahap Kerontokan: Kandidat dengan penipisan rambut dan kerontokan yang relatif lebih baru cenderung lebih sesuai.
  4. Karakteristik PRP: Konsentrasi trombosit dan metode pengolahan darah dapat berbeda sehingga hasil antarprotokol tidak selalu sama.
  5. Rangkaian Treatment: PRP umumnya dilakukan dalam beberapa sesi, bukan dinilai hanya dari satu kali tindakan.

Berapa Kali PRP Rambut Perlu Dilakukan?

Salah satu prosedur yang sering digunakan adalah 3 sesi dengan jarak sekitar 1 bulan. Setelah itu, sesi pemeliharaan dapat dilakukan sekitar setiap enam bulan jika memang diperlukan.

Jumlah sesi tidak sama untuk setiap orang. Dokter akan menentukannya berdasarkan kondisi rambut dan respons setelah perawatan pertama.

Ada juga yang menggunakan 4–6 sesi dengan jarak sekitar 4 minggu. Perbedaan ini menunjukkan bahwa belum ada satu jumlah sesi yang dianggap paling tepat untuk semua pasien.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jumlah sesi dalam sebuah paket. Evaluasi kondisi rambut tetap lebih penting.

Apakah PRP Rambut Aman?

Secara umum, PRP rambut tergolong sebagai prosedur yang aman. Material yang disuntikkan berasal dari darah pasien sendiri sehingga risiko reaksi terhadap bahan donor lebih rendah.

Namun, PRP tetap merupakan prosedur injeksi. Artinya, rasa tidak nyaman dan risiko terkait penyuntikan tetap dapat terjadi.

Mari simak efek samping dan hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan PRP rambut:

Efek Samping PRP Rambut yang Mungkin Terjadi

Efek samping biasanya bersifat lokal dan sementara. Biasanya, nyeri pada titik suntikan adalah keluhan utama, dan ada juga yang melaporkan bengkak atau sakit kepala.

Beberapa respons yang mungkin muncul yaitu:

  1. Nyeri atau Sensitif: Kulit kepala dapat terasa ngilu atau nyeri sementara setelah penyuntikan.
  2. Pembengkakan Ringan: Area yang dirawat dapat sedikit membengkak setelah prosedur.
  3. Sakit Kepala: Dapat terjadi pada sebagian pasien dan biasanya bersifat sementara.
  4. Gatal atau Tidak Nyaman: Kulit kepala dapat terasa lebih sensitif selama masa pemulihan awal.
  5. Memar Ringan: Dapat muncul akibat pengambilan darah atau titik penyuntikan.
  6. Infeksi: Risikonya rendah, tetapi tetap mungkin terjadi pada prosedur yang melibatkan jarum.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan PRP Rambut

Sebelum menjalani PRP, dokter perlu mengetahui kondisi yang dapat memengaruhi trombosit karena berkaitan dengan keamanan prosedur. 

Riwayat kesehatan dan penggunaan obat juga penting karena beberapa terapi dapat memengaruhi fungsi trombosit atau meningkatkan risiko perdarahan.

Kondisi seperti gangguan trombosit, anemia berat, gangguan pembekuan, atau penyakit sistemik tertentu memerlukan evaluasi lebih dulu. 

Studi klinis PRP juga umumnya menerapkan kriteria eksklusi pada pasien dengan kondisi yang dapat mengganggu keamanan atau interpretasi hasil.

Jangan menghentikan obat sendiri sebelum PRP. Dokter perlu menentukan apakah obat tersebut tetap digunakan atau perlu disesuaikan.

Jika kulit kepala sedang mengalami infeksi, tindakan juga perlu ditunda sampai kondisinya membaik.

Baca Juga: Efek Samping PRP Treatment dan Cara Mengantisipasinya

Siapa yang Cocok Melakukan PRP Rambut?

PRP rambut lebih efektif untuk pasien yang masih memiliki folikel dan mengalami penipisan rambut, bukan untuk menumbuhkan kembali rambut pada area yang mengalami kebotakan penuh. 

Jadi bisa disarankan untuk pasien dengan rambut menipis atau masalah kerontokan yang relatif lebih baru.

Adapun kondisi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Rambut Mulai Menipis: Kepadatan berkurang tetapi rambut masih terdapat pada area tersebut.
  2. Androgenetic Alopecia: PRP memiliki bukti penelitian paling banyak pada kebotakan pola pria maupun wanita.
  3. Kerontokan yang Masih Memiliki Folikel Aktif: Respons lebih mungkin ketika folikel belum mengalami miniaturisasi sangat lanjut.
  4. Membutuhkan Terapi Tambahan: PRP dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari terapi bersama pendekatan lain setelah evaluasi dokter.

Namun, tidak semua rambut rontok cocok ditangani dengan PRP. Kerontokan akibat gangguan nutrisi, penyakit, atau jenis alopecia tertentu dapat membutuhkan terapi yang berbeda.

PRP Rambut vs Treatment Rambut Lain

PRP bukan satu-satunya pilihan untuk mengatasi rambut menipis. Perbedaannya terletak pada mekanisme, indikasi, tingkat bukti, dan kondisi rambut yang menjadi target.

Adapun perbedaan antara PRP dengan beberapa treatment rambut lain yaitu:

1. PRP Rambut

PRP bekerja menggunakan konsentrat trombosit dari darah pasien sendiri. Growth factor di dalam PRP diperkirakan dapat memengaruhi lingkungan folikel dan fase pertumbuhan rambut, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.

Keunggulannya adalah tidak memerlukan pemindahan folikel. Namun, hasil bisa berbeda setiap orang.

2. Hair Tonic atau Perawatan Topikal

Hair tonic dan produk kosmetik kulit kepala lebih tepat diposisikan sebagai perawatan pendamping, kecuali produk tersebut memang mengandung bahan aktif dengan bukti klinis untuk kondisi tertentu. 

3. Obat untuk Rambut Rontok

Terapi medis dapat menjadi pilihan utama pada beberapa jenis kerontokan. Misalnya, pada androgenetic alopecia, obat seperti minoxidil dan finasteride telah digunakan sebagai terapi yang terbukti.

4. Hair Transplant

Hair transplant bekerja dengan memindahkan folikel, bukan merangsang folikel yang masih ada seperti PRP. 

Prosedur ini dapat menjadi pilihan ketika kehilangan rambut sudah lebih lanjut dan terdapat area donor yang memadai.

PRP dan hair transplant juga tidak selalu saling menggantikan. Dalam praktiknya, PRP dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang menjalani restorasi rambut.

Untuk lebih detailnya, mari lihat perbandingan PRP dengan hair treatment lainnya:

PerawatanCara KerjaTujuanHal yang Perlu Dipertimbangkan
PRP RambutMenggunakan plasma kaya trombosit dari darah pasien dan disuntikkan ke kulit kepalaPenipisan rambut, seperti androgenetic alopeciaPerlu beberapa sesi dan respons tidak selalu sama
Hair Tonic/Topikal KosmetikMenjaga kesehatan kondisi kulit kepalaPerawatan pendampingEfek bergantung bahan aktif dan tidak semua produk terbukti
Obat Rambut RontokMenargetkan mekanisme tertentu dari kerontokan rambutBeberapa jenis androgenetic alopeciaPerlu pemakaian teratur
Hair TransplantMemindahkan folikel dari area donor ke area yang menipis atau botakKehilangan rambut yang lebih lanjutTermasuk prosedur bedah dan biaya yang lebih besar

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum PRP Rambut

Sebelum memutuskan menjalani PRP rambut, jangan hanya mempertimbangkan jumlah sesi atau harga. 

Hasil lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi folikel dan protokol yang digunakan. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Ketahui Penyebab Kerontokan: PRP tidak ditujukan untuk semua jenis rambut rontok sehingga diagnosis perlu ditentukan lebih dulu.
  2. Konsultasikan Kondisi Kesehatan: Riwayat penyakit dapat memengaruhi keamanan dan kecocokan prosedur.
  3. Sampaikan Obat dan Suplemen yang Digunakan: Jangan menghentikan atau mengubah terapi tanpa instruksi dokter.
  4. Ikuti Jadwal yang Direkomendasikan: Interval sesi dapat berbeda berdasarkan kondisi serta respons pasien.
  5. Patuhi Aftercare: Perawatan kulit kepala setelah prosedur perlu mengikuti instruksi klinik agar area suntikan dapat pulih dengan baik.

banner promo hair

Kapan Harus ke Dokter?

Pada kondisi androgenetic alopecia, PRP terbukti berpotensi meningkatkan kepadatan atau ketebalan rambut dan mengurangi kerontokan pada sebagian pasien.

Namun, hasilnya tidak instan dan tidak semua jenis masalah rambut rontok memberikan respons yang sama.

Pasalnya setiap pasien bisa memerlukan jumlah sesi dan terapi tambahan yang berbeda. Jika kamu mengalami masalah rambut mulai menipis, sebaiknya konsultasi dan buat janji temu dengan dokter di Sozo Skin Clinic.

Di sini tersedia PRP Hair Treatment dan berbagai pilihan perawatan rambut rontok lainnya yang dapat membantu mengatasi masalahmu.

Before and After PRP Hair Treatment di Sozo Skin Clinic
Before and After PRP Hair Treatment di Sozo Skin Clinic

Untuk mengetahui apakah PRP sesuai dengan penyebab kerontokanmu, langsung saja cari lokasi klinik terdekat sebelum membuat jadwal treatment

Kamu bisa jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut untuk hair loss treatment yang lebih tepat sasaran.

klaim promo treatment

FAQ Seputar PRP Rambut

PRP rambut sering dikaitkan dengan pertumbuhan rambut, tetapi kecocokannya tidak sama pada setiap orang. Untuk memahami prosedur ini lebih lanjut, mari simak jawaban berikut:

1. Apa Fungsi Utama PRP Rambut?

PRP digunakan untuk memberikan konsentrat trombosit dan growth factor ke area rambut yang menipis. Terapi ini berpotensi memperbaiki kepadatan atau ketebalan rambut.

2. Apakah PRP Bisa Menumbuhkan Rambut Baru?

PRP dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada sebagian pasien, tetapi hasilnya tidak dijamin. ISHRS mencatat sebagian pasien hanya mengalami penurunan kerontokan, sedangkan sebagian lainnya tidak menunjukkan manfaat berarti.

3. Berapa Lama Hasil PRP Rambut Mulai Terlihat?

Perubahan awal dapat terlihat sekitar 1–3 bulan pada sebagian pasien. Hasil yang lebih jelas dapat membutuhkan waktu hingga sekitar enam bulan karena pertumbuhan rambut berlangsung bertahap.

4. Berapa Kali PRP Rambut Harus Dilakukan?

Tidak ada jumlah sesi yang berlaku universal. Beberapa protokol menggunakan tiga sesi bulanan, sedangkan protokol lain memakai empat atau lebih sesi sebelum melakukan evaluasi lanjutan.

5. Apakah Hasil PRP Rambut Permanen?

Tidak. Pada kerontokan progresif seperti androgenetic alopecia, manfaat dapat berkurang sehingga sesi pemeliharaan atau terapi lain mungkin tetap diperlukan.

6. Apakah PRP Rambut Sakit?

Penyuntikan dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada kulit kepala. Intensitasnya berbeda pada setiap pasien dan dapat dikurangi dengan metode anestesi yang sesuai.

7. Apakah PRP Bisa Digabung dengan Minoxidil?

Bisa pada pasien tertentu. Namun, penggunaan obat seperti Minoxidil tetap perlu disesuaikan dengan diagnosis dan arahan dokter.

8. Apakah PRP Cocok untuk Rambut yang Sudah Botak?

PRP cenderung lebih sesuai ketika rambut masih menipis dan folikel masih tersedia. Jika area sudah mengalami kebotakan penuh biasanya memiliki peluang respons yang lebih rendah.

9. Apakah PRP Rambut Aman untuk Wanita?

PRP dapat digunakan pada perempuan dengan jenis kerontokan tertentu. Dokter tetap perlu menentukan penyebab rambut menipis terlebih dahulu karena tidak semua kerontokan pada wanita disebabkan androgenetic alopecia.

10. Apakah PRP Lebih Bagus daripada Hair Transplant?

Keduanya memiliki tujuan berbeda. PRP berusaha meningkatkan kondisi folikel yang masih ada, sedangkan hair transplant memindahkan folikel ke area yang mengalami kehilangan rambut lebih lanjut.

Referensi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×