Temanmu terlihat lebih tebal setelah tiga sesi PRP rambut, sementara kamu merasa perubahannya biasa saja? Wajar kalau kamu jadi bertanya-tanya, apa yang salah. Jawabannya, hasil PRP rambut memang dipengaruhi banyak hal: penyebab dan tahap kerontokan, jenis kelamin, kondisi darah dan kesehatan, faktor genetik, sampai obat dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, respons tiap orang bisa berbeda.
Dengan tahu faktornya, kamu bisa fokus pada hal yang memang bisa kamu kendalikan.
Hasil PRP Rambut Memang Bisa Berbeda
Perbedaan hasil PRP rambut itu wajar dan tidak otomatis berarti treatment-mu gagal. Bahkan di dunia penelitian pun, hasilnya tidak selalu seragam.
Dua hal yang perlu kamu tahu:
- Respons tiap orang berbeda. University Hospital Zurich menyebut efektivitas PRP rambut bergantung pada tahap kerontokan, respons tiap orang terhadap treatment, dan penyebab kerontokannya.
- Hasil antarstudi juga bervariasi. Dalam meta-analisis Dervishi dkk. yang diringkas MDedge, dari 7 studi yang mengukur kepadatan rambut, 5 menunjukkan peningkatan yang bermakna dibanding plasebo, sedangkan 2 lainnya tidak.
Jadi, kalau hasilmu berbeda dengan temanmu, itu belum tentu karena kamu melakukan sesuatu yang salah. Bisa jadi kondisi awal kalian memang berbeda.
Faktor dari Sisi Pasien yang Memengaruhi Hasil PRP Rambut
Sebagian besar perbedaan hasil datang dari kondisi tubuh dan rambutmu sendiri. Ada yang bisa diubah, ada juga yang tidak.
Penyebab Kerontokan
Penyebab kerontokan ikut menentukan apakah PRP cocok untukmu. Halaman PRP Hair Sozo Skin Clinic menyebut PRP ditujukan untuk kebotakan pola dan folikel (kantong tempat rambut tumbuh) yang melemah, misalnya karena faktor genetik, stres, hormon, atau rambut yang sering diwarnai dan di-styling dengan bahan kimia.
Kalau rontoknya karena gangguan tiroid atau kekurangan nutrisi seperti zat besi dan protein, penanganannya berbeda. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan rambut bisa tumbuh kembali setelah penyakit tiroidnya ditangani atau kekurangan nutrisinya tercukupi. Jadi, PRP bisa terasa kurang membantu kalau penyebab utamanya belum ditangani.
Tahap Kerontokan
Tahap kerontokan juga berpengaruh. Halaman PRP Hair Sozo Skin Clinic menyebut PRP ditujukan untuk rambut rontok ringan sampai sedang dan kebotakan pola tahap awal.
AAD juga menegaskan bahwa pengobatan kebotakan pola bekerja lebih baik kalau dimulai lebih awal. Area yang sudah lama menipis biasanya merespons berbeda dibanding rambut yang baru mulai rontok.
Jenis Kelamin
Ada temuan bahwa respons pria dan wanita bisa berbeda, tapi hal ini masih diperdebatkan. Review Paichitrojjana dan Paichitrojjana (2022) mengutip satu meta-analisis yang menemukan PRP meningkatkan kepadatan dan diameter rambut pada pria. Pada wanita, yang meningkat bermakna hanya diameter rambut, sedangkan kepadatannya tidak.
Review yang sama menyebut temuan ini belum bisa dijadikan kesimpulan. Banyak studi yang dianalisis berukuran kecil dan tidak diacak, sehingga hasilnya masih perlu dikonfirmasi.
BACA JUGA: Rambut Wanita Makin Tipis, Apakah PRP Bisa Membantu?
Kondisi Darah dan Kesehatan
Karena PRP dibuat dari darahmu sendiri, kondisi darahmu ikut berpengaruh. Review Paichitrojjana dan Paichitrojjana menyebut jumlah trombosit (keping darah) yang lebih tinggi dikaitkan dengan hasil yang lebih baik pada kepadatan rambut dan ukuran folikel.
Review itu juga mencatat beberapa kondisi sebagai kontraindikasi relatif, yaitu kondisi yang membuat PRP perlu dipertimbangkan lebih hati-hati. Contohnya anemia dengan hemoglobin di bawah 10 g/dL, jumlah trombosit di bawah 150.000 per mikroliter, serta sedang demam atau baru sembuh dari sakit.
Faktor Genetik
Ada juga petunjuk bahwa faktor genetik ikut berperan. Review Paichitrojjana dan Paichitrojjana mengutip satu studi pilot yang menemukan varian gen tertentu, yaitu genotipe IL-1α C/C, lebih sering ditemukan pada orang yang merespons PRP (66%) dibanding yang tidak merespons (22%).
Temuan ini masih tahap awal dan berasal dari studi kecil. Jadi, bukan berarti kamu perlu tes genetik sebelum PRP. Intinya, sebagian perbedaan respons memang bisa datang dari faktor bawaan yang tidak bisa kita ubah.
Obat dan Kebiasaan
Beberapa obat dan kebiasaan juga masuk daftar kontraindikasi relatif dalam review yang sama:
- Minum obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), misalnya obat pereda nyeri golongan ini, dalam 48 jam sebelum treatment.
- Suntikan kortikosteroid di area treatment dalam 1 bulan terakhir, atau kortikosteroid minum dalam 2 minggu terakhir.
- Merokok.
Kalau kamu sedang minum salah satu obat tersebut, jangan menghentikannya sendiri. Sampaikan ke dokter yang menangani PRP-mu dan dokter yang meresepkan obatnya, supaya keputusannya diambil bersama. Daftar lengkap kondisi yang perlu diperhatikan kami bahas di artikel siapa yang tidak disarankan menjalani PRP rambut.
Faktor yang Bisa dan Tidak Bisa Kamu Kendalikan
Supaya lebih jelas, ini ringkasannya.
| Bisa dikendalikan | Tidak bisa dikendalikan |
|---|---|
| Memulai pemeriksaan lebih awal saat rambut mulai menipis | Jenis kelamin |
| Menangani penyebab lain seperti kekurangan nutrisi atau gangguan tiroid | Faktor genetik dan keturunan |
| Memeriksakan dan menangani anemia bersama dokter | Tahap kerontokan saat ini |
| Menyampaikan semua obat yang kamu minum ke dokter | Respons tubuh tiap orang terhadap PRP |
| Mengurangi atau berhenti merokok |
Faktor dari Sisi Klinik yang Juga Berperan
Selain kondisimu, cara PRP dibuat di klinik juga ikut menentukan hasil. Review Paichitrojjana dan Paichitrojjana menyebut sampai sekarang belum ada metode baku untuk membuat dan memberikan PRP, sehingga kualitasnya bisa berbeda antarklinik.
Soal konsentrasi trombosit dan alat yang dipakai, kami bahas lebih lengkap di artikel tersendiri.
Pertanyaan Seputar Perbedaan Hasil PRP
Kalau Hasilnya Kurang, Apakah Perlu Ganti Treatment?
Belum tentu harus ganti. Diskusikan dulu dengan dokter, karena bisa jadi yang perlu diubah adalah rencananya, misalnya menangani penyebab lain atau menambah kombinasi seperti Hair Grow Booster atau obat penumbuh rambut sesuai resep dokter.
Apakah PRP Lebih Efektif pada Pria?
Masih diperdebatkan. Ada meta-analisis yang menemukan perbedaan respons antara pria dan wanita, tapi review Paichitrojjana dan Paichitrojjana menyebut temuan ini belum kuat karena banyak studinya kecil dan tidak diacak.
Mengevaluasi Respons Bersama Dokter
Hasil PRP rambut yang berbeda-beda itu wajar, dan bukan tanda kamu gagal. Banyak faktornya datang dari kondisi bawaan, tapi sebagian tetap bisa kamu kendalikan, seperti memulai lebih awal, menangani penyebab lain, dan menjaga kebiasaan sehari-hari.
Kalau kamu sedang menjalani PRP Hair dan hasilnya terasa kurang, bawa pertanyaan itu ke sesi evaluasi berikutnya. Dokter bisa menilai ulang penyebab kerontokan dan menyesuaikan rencananya. Kalau kamu belum mulai, pemeriksaan penyebab kerontokan adalah langkah pertama yang paling berguna sebelum memutuskan PRP.
Referensi:
PRP Treatment (Autologous Blood Therapy) for Hair Loss | University Hospital Zurich
Meta-Analysis Finds Platelet-Rich Plasma May Improve Hair Growth | MDedge
Platelet Rich Plasma and Its Use in Hair Regrowth: A Review | Drug Design, Development and Therapy
Hair Loss: Who Gets and Causes | American Academy of Dermatology
PRP Hair Treatment | Sozo Skin Clinic
