Hair 7 mnt baca

Kebotakan: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Pilihan Pengobatannya

Kebotakan: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Pilihan Pengobatannya

Rambut sering disebut mahkota. Kehilangan rambut, sedikit demi sedikit atau tiba-tiba dalam bercak, bisa terasa jauh lebih dari sekadar masalah penampilan. 

Bagi sebagian orang, kebotakan menyentuh sesuatu yang lebih dalam: identitas, kepercayaan diri, dan cara seseorang memandang dirinya sendiri di cermin.

Tapi kalau kamu sedang menghadapi kondisi ini, ketahuilah bahwa kamu jauh dari sendirian.

Androgenetic alopecia (jenis kebotakan paling umum) memengaruhi sekitar 80% pria dan 50% wanita sepanjang hidupnya. Kebotakan adalah salah satu kondisi yang paling luas dialami manusia, lintas usia, jenis kelamin, dan latar belakang.

Yang membedakan mereka yang bisa mengelola kondisi ini dengan baik dan yang tidak adalah satu hal, yaitu pemahaman. 

Mengetahui apa yang menyebabkan rambut rontok, jenis kebotakan apa yang sedang terjadi, dan pilihan apa yang tersedia itu titik awal yang jauh lebih kuat dari sekadar mencoba produk satu per satu tanpa arah.

Mengenal Kebotakan

Kebotakan, secara medis dikenal sebagai alopecia, adalah kondisi di mana rambut tidak tumbuh kembali setelah rontok, atau tumbuh dengan kecepatan yang jauh lebih lambat dibanding kecepatan kerontokannya. 

Menurut Healthline, alopecia adalah istilah umum untuk berbagai kondisi yang ditandai dengan kerontokan rambut dan bukan penyakit yang bisa menular, meski dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

Kebotakan berbeda dari kerontokan biasa. Setiap orang kehilangan 50 – 100 helai rambut per hari. Tak perlu khawtir karena itu siklus normal. 

Kebotakan terjadi ketika folikel berhenti memproduksi rambut baru, atau ketika kerontokan terjadi jauh lebih cepat dari pertumbuhan, hingga kulit kepala mulai terlihat.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Menumbuhkan Rambut Botak Total? Ini Solusi Medisnya

Penyebab Botak pada Kepala

1. Faktor Keturunan

Ini adalah penyebab paling umum dari semua. Menurut Vera Clinic, androgenetic alopecia adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh sensitivitas folikel rambut terhadap DHT (hormon turunan testosteron) yang secara bertahap menyusutkan folikel dari waktu ke waktu. 

Tidak seperti kerontokan sementara, androgenetic alopecia mengikuti pola yang dapat diprediksi dan bersifat permanen jika tidak ditangani.

2. Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon misalnya selama kehamilan, menopause, atau kondisi seperti PCOS (polycystic ovary syndrome) bisa memicu kerontokan signifikan yang bersifat sementara maupun persisten.

Pada perempuan, androgenetic alopecia sering berkaitan dengan PCOS yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini dapat memicu penipisan difus di seluruh kulit kepala.

3. Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi medis secara langsung memengaruhi siklus folikel rambut.

Termasuk gangguan tiroid (baik hiper maupun hipotiroidisme), anemia defisiensi besi, lupus, dan kondisi autoimun lainnya. 

Dalam kasus ini, menangani penyakit yang mendasarinya sering kali cukup untuk memulihkan pertumbuhan rambut.

4. Stres Berat

Stres fisik maupun psikologis yang intens bisa memicu kondisi yang disebut telogen effluvium, di mana sejumlah besar folikel dipaksa masuk ke fase istirahat sekaligus. Kerontokan biasanya baru terlihat 2 – 3 bulan setelah kejadian pemicunya, yang membuat banyak orang tidak menghubungkan keduanya.

5. Efek Samping Obat-obatan

Berdasarkan Cleveland Clinic, beberapa jenis obat dapat menyebabkan atau memperparah kerontokan termasuk kortikosteroid, obat pengencer darah, antidepresan tertentu, dan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi.

6. Terapi Radiasi

Radioterapi yang menargetkan area kepala dan leher bisa menyebabkan kerontokan signifikan di area yang terpapar. 

Tidak seperti kebotakan pola, kerontokan akibat radiasi sering kali bersifat sementara, meski dalam beberapa kasus kerusakan folikel bisa bersifat permanen tergantung dosis dan durasi terapi.

7. Penataan dan Perawatan Rambut yang Kurang Tepat

Traction alopecia (kebotakan akibat tarikan mekanis) terjadi ketika gaya rambut ketat seperti kepang, bun, atau ponytail dikenakan dalam jangka panjang. 

Selain itu, bahan kimia keras dari pewarnaan agresif, bleaching, dan pelurusan rambut permanen bisa merusak folikel secara kumulatif jika dilakukan terlalu sering.

BACA JUGA: 7 Cara Ampuh Mengatasi Rambut Rontok Sebelum Terlambat Menjadi Botak

Jenis-Jenis Kebotakan yang Perlu Diketahui

Kebotakan Pola Pria dan Wanita (Androgenetic Alopecia)

Kebotakan pola pria menyebabkan kerontokan di kulit kepala dengan pola yang dapat diprediksi.

Biasanya, dimulai dari garis rambut yang mundur di pelipis dan penipisan di area mahkota, yang secara bertahap bisa berkembang menjadi kebotakan penuh di bagian atas kepala. 

Pada perempuan, polanya berbeda: penipisan lebih merata di seluruh kepala tanpa garis rambut yang mundur.

Alopecia Areata

Kembali mengutip Cleveland Clinic, alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan berbentuk bercak di mana saja di tubuh.

Ini paling sering terjadi di kulit kepala, dengan bercak yang biasanya berbentuk bulat atau oval yang mulus. 

Kondisi ini bisa muncul dan menghilang secara tidak terduga, dengan beberapa orang mengalami pertumbuhan kembali yang penuh dan orang lain mengalami episode kerontokan berulang.

Alopecia Totalis

Alopecia totalis adalah kondisi di mana seluruh rambut di kulit kepala hilang.

Ini adalah bentuk lanjutan dari alopecia areata yang terjadi ketika bercak-bercak kecil terus berkembang dan akhirnya menutupi seluruh kepala. Ini jauh lebih jarang dari alopecia areata biasa dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.

Ciri-Ciri dan Gejala Kebotakan

Kebotakan tidak selalu datang tiba-tiba. Seringkali ada tanda-tanda awal yang bisa dideteksi jika kamu tahu apa yang harus diperhatikan:

Garis rambut yang perlahan mundur, terutama di area pelipis dan dahi. Penipisan di area mahkota atau belahan rambut yang semakin melebar dari waktu ke waktu. Munculnya bercak botak berbentuk bulat yang licin tanpa bekas luka. Rambut yang terasa semakin tipis dan ringan meski jumlah helainya belum berkurang drastis. 

Gejala yang perlu segera mendapat perhatian termasuk penipisan progresif yang semakin terlihat, belahan rambut yang melebar, garis rambut yang mundur, atau kerontokan masif yang tidak membaik setelah beberapa bulan.

Pengobatan Kebotakan

1. Obat-obatan

  • Minoxidil adalah pilihan lini pertama yang tersedia tanpa resep. Minoxidil adalah obat yang disetujui FDA untuk mengobati kebotakan pola. Obat ini tersedia sebagai larutan topikal yang dioleskan langsung ke kulit kepala dan tidak memerlukan resep dokter.
  • Finasteride adalah pilihan resep dokter untuk pria. Finasteride dan minoxidil adalah terapi lini pertama yang harus dipertimbangkan untuk androgenetic alopecia. Keduanya sudah banyak diteliti dan memberikan hasil yang positif.
  • Kortikosteroid digunakan untuk kasus alopecia areata, bekerja dengan menekan respons autoimun yang menyerang folikel rambut.

2. Prosedur Medis

  • PRP (Platelet-Rich Plasma) adalah prosedur minimal invasif yang semakin populer. PRP menawarkan pilihan terapi yang minimal invasif untuk mengobati AGA. PRP bisa digunakan secara kombinasi dengan minoxidil dan/atau LLLT untuk hasil yang lebih optimal.
  • Microneedling bekerja dengan membuat mikrolesi di kulit kepala yang merangsang pertumbuhan folikel sekaligus meningkatkan penyerapan produk topikal. 
  • Microneedling menawarkan pilihan augmentatif yang aman dan minimal invasif, yang dapat meningkatkan efektivitas minoxidil topikal, LLLT, dan PRP.
  • Transplantasi Rambut adalah solusi paling permanen untuk kebotakan stadium lanjut. Folikel dari area yang resisten terhadap DHT dipindahkan ke area yang mengalami penipisan.
  • Low-Level Laser Therapy (LLLT) menggunakan energi cahaya untuk menstimulasi aktivitas seluler folikel rambut dan meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala.

BACA JUGA: Kebotakan Dini: Penyebab, Gejala Awal, dan Solusi Medis Terbaik

Kapan Harus ke Dokter?

Kebotakan ringan yang berlangsung lambat bisa dipantau sendiri dalam beberapa bulan. 

Akan tetapi ada situasi yang tidak perlu ditunda untuk dikonsultasikan ke profesional: kerontokan yang terjadi cepat atau tiba-tiba dalam jumlah besar, munculnya bercak botak yang jelas tanpa penyebab yang diketahui, kerontokan yang disertai gejala lain seperti kulit kepala nyeri, kemerahan, atau bersisik, atau ketika perawatan mandiri tidak menunjukkan perbedaan apapun setelah beberapa bulan.

Semakin awal ditangani, semakin banyak pilihan yang tersedia. Semakin besar kemungkinan folikel yang masih aktif bisa diselamatkan.

Kalau kamu ingin tahu pilihan apa yang paling sesuai untuk kondisimu, Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment yang ditangani langsung oleh dokter berpengalaman.

Mulai dari Hair Grow Booster Treatment, PRP Hair Treatment, hingga Biolight Hair Treatment

Semuanya dirancang untuk menyasar folikel secara langsung dengan pendekatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi masing-masing pasien.

Konsultasi adalah langkah pertama yang paling penting, karena penanganan yang tepat selalu dimulai dari diagnosis yang benar. Jadi, yuk konsultasi ke Sozo sekarang untuk dapat perawatan yang paling tepat!

Referensi:

  • Cleveland Clinic. Alopecia Areata: Symptoms, Causes, Treatment & Regrowth.
  • Cleveland Clinic. Male Pattern Baldness (Androgenic Alopecia): Stages, Treatment.
  • Cleveland Clinic. Hair Loss Treatments: Topical, Medications & Surgery Options.
  • Healthline. Alopecia Types, Causes, Symptoms, and Treatment.
  • AAD. What Is Male Pattern Hair Loss, and Can It Be Treated?
  • Vera Clinic. Androgenic Alopecia: Causes, Symptoms, and Treatment.
  • PMC. Treatment of Androgenetic Alopecia: Current Guidance and Unmet Needs.
  • US Pharmacist. Treatment Options for Androgenetic Alopecia.