Hair 13 mnt baca

10 Penyebab Rambut Rontok pada Pria & Cara Mengatasinya

10 Penyebab Rambut Rontok pada Pria & Cara Mengatasinya

Sebelum usia 21 tahun, sekitar seperempat pria sudah mulai kehilangan rambut. Saat menginjak 35, kira-kira dua dari tiga pria mengalami kerontokan dalam berbagai tingkatan.

Lalu kenapa kondisi ini sering banget terjadi? Pemicunya beda dengan yang dialami perempuan. Pada pria, gen dan hormon jadi biang keladi utama di balik rambut yang menipis.

Kalau kamu merasa rambut rontokmu sudah di luar batas wajar, cari tahu dulu apa saja penyebab kerontokan pada pria, cara menanganinya, dan langkah-langkah pencegahan sebelum kebotakan makin meluas.

Baca Juga: Rambut Rontok: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan yang Tepat

Penyebab Rambut Rontok pada Pria

Rambut rontok pada pria dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, faktor keturunan, hingga gaya hidup yang kurang sehat. Mengetahui penyebabnya sejak dini penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat dan efektif.

1. Pengaruh Hormon DHT

Salah satu penyebab utama rambut rontok pada pria adalah hormon dihidrotestosteron (DHT), yaitu hormon yang terbentuk dari testosteron. Pada pria yang memiliki sensitivitas terhadap DHT, hormon ini dapat menyebabkan folikel rambut menyusut secara bertahap sehingga rambut menjadi lebih tipis, pendek, dan akhirnya berhenti tumbuh.

2. Faktor Genetik

Kerontokan rambut juga sering dipengaruhi oleh faktor keturunan atau androgenetic alopecia. Jika ayah, ibu, atau anggota keluarga memiliki riwayat kebotakan, risiko mengalami kondisi serupa akan lebih tinggi. Umumnya, kerontokan dimulai dari garis rambut di bagian depan yang semakin mundur atau penipisan pada area puncak kepala.

3. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut akan melambat dan folikel rambut menjadi lebih kecil. Akibatnya, rambut yang tumbuh cenderung lebih tipis dan jumlahnya semakin berkurang. Pada sebagian pria, proses ini dapat dimulai sejak usia muda, terutama jika dipengaruhi oleh faktor genetik.

4. Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi juga dapat menyebabkan rambut lebih mudah rontok. Kekurangan protein, zat besi, vitamin D, zinc, maupun vitamin B kompleks dapat mengganggu proses pertumbuhan rambut dan melemahkan akar rambut. Oleh karena itu, menjaga pola makan bergizi seimbang menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kesehatan rambut.

5. Stres Fisik dan Emosional

Stres yang berkepanjangan dapat memicu telogen effluvium, yaitu kondisi ketika lebih banyak folikel rambut memasuki fase istirahat sehingga rambut rontok dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. 

Kondisi ini dapat dipicu oleh tekanan pekerjaan, kurang tidur, penyakit berat, maupun stres emosional. Kabar baiknya, kerontokan akibat stres umumnya bersifat sementara dan rambut dapat kembali tumbuh setelah kondisi tubuh membaik.

6. Gaya Rambut yang Terlalu Ketat

Meskipun lebih sering dikaitkan dengan wanita, pria juga dapat mengalami rambut rontok akibat kebiasaan menguncir rambut terlalu kencang, menggunakan gaya rambut seperti man bun, kepang, atau gimbal. Tarikan yang terjadi secara terus-menerus dapat memberikan tekanan pada folikel rambut dan menyebabkan traction alopecia.

Jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan, kerusakan pada folikel rambut berisiko menjadi permanen sehingga rambut sulit tumbuh kembali.

7. Infeksi pada Kulit Kepala

Infeksi jamur pada kulit kepala, seperti kurap (tinea capitis), juga dapat menyebabkan rambut rontok. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak melingkar, kulit kepala bersisik, kemerahan, terasa gatal, atau bahkan nyeri.

Apabila infeksi ditangani dengan pengobatan yang tepat, pertumbuhan rambut umumnya dapat kembali normal setelah kulit kepala pulih.

8. Kebiasaan Styling dan Perawatan Rambut

Penggunaan alat styling bersuhu tinggi atau perawatan rambut yang menghasilkan panas berlebih dapat merusak batang rambut maupun folikel rambut jika dilakukan terlalu sering. Selain itu, penggunaan produk berbahan kimia yang keras, seperti bleaching, pelurusan rambut, atau pewarna rambut, juga dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Untuk mengurangi risiko kerusakan, batasi penggunaan alat panas, gunakan pelindung panas (heat protectant), dan beri jeda antarprosedur kimia agar rambut memiliki waktu untuk pulih.

9. Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu penyebab rambut rontok yang cukup umum pada pasien kanker. Obat kemoterapi bekerja dengan menargetkan sel yang tumbuh cepat, termasuk sel pada folikel rambut. Akibatnya, rambut dapat rontok secara menyeluruh, tidak hanya di kulit kepala tetapi juga pada alis, bulu mata, maupun rambut di area tubuh lainnya.

Meskipun demikian, kerontokan akibat kemoterapi umumnya bersifat sementara. Rambut biasanya akan mulai tumbuh kembali setelah rangkaian terapi selesai, meskipun pada awalnya tekstur atau warnanya dapat sedikit berbeda.

10. Pemulihan Setelah Operasi atau Sakit Berat

Rambut rontok juga dapat terjadi setelah menjalani operasi besar atau mengalami penyakit yang disertai demam tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu ketika stres fisik menyebabkan banyak folikel rambut memasuki fase istirahat secara bersamaan.

Kerontokan biasanya mulai terlihat sekitar dua hingga tiga bulan setelah operasi atau masa pemulihan. Pada sebagian besar kasus, rambut akan kembali tumbuh seiring kondisi tubuh membaik dan proses penyembuhan selesai.

Baca Juga: 11 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Pria

Penanganan rambut rontok pada pria perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu faktor yang memicu kerontokan sebelum memilih produk atau menjalani perawatan tertentu.

1. Konsultasikan dengan Dokter Kulit

Jika rambut rontok terjadi secara terus-menerus, semakin parah, atau mulai disertai penipisan rambut hingga muncul area botak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kerontokan, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu.

Dengan diagnosis yang tepat, kamu akan mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala, sehingga hasil perawatan menjadi lebih optimal.

Di klinik kecantikan Sozo Skin Clinic, kamu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah rambut dan kulit kepala. 

Setelah melakukan evaluasi menyeluruh, dokter akan menyusun rencana perawatan yang disesuaikan dengan penyebab kerontokan yang kamu alami.

Salah satu pilihan treatment yang tersedia adalah Hair Growth Booster, yaitu terapi yang menggunakan energi laser untuk membantu menstimulasi folikel rambut, meningkatkan sirkulasi darah pada kulit kepala, serta mendukung pertumbuhan rambut baru secara bertahap. 

Perawatan ini dapat dikombinasikan dengan terapi lain apabila diperlukan agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

Semakin cepat penyebab rambut rontok diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk memperlambat kerontokan sekaligus menjaga kepadatan rambut dalam jangka panjang.

2. Gunakan Minoxidil Sesuai Anjuran

Minoxidil merupakan obat oles yang umum digunakan untuk membantu mengatasi rambut rontok, terutama akibat androgenetic alopecia. Obat ini bekerja dengan memperpanjang fase pertumbuhan rambut (anagen) sehingga rambut memiliki waktu lebih lama untuk tumbuh sebelum memasuki fase rontok.

Minoxidil perlu digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter atau petunjuk penggunaan. Hasilnya umumnya mulai terlihat setelah pemakaian selama beberapa bulan, sehingga konsistensi menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

3. Konsumsi Finasteride dengan Resep Dokter

Finasteride adalah obat minum yang bekerja dengan menghambat pembentukan hormon dihidrotestosteron (DHT), yaitu salah satu penyebab utama kebotakan pada pria. Dengan menurunkan kadar DHT, obat ini dapat membantu memperlambat kerontokan sekaligus mendukung pertumbuhan rambut baru.

Karena termasuk obat resep, penggunaan finasteride harus berada di bawah pengawasan dokter agar manfaat dan risiko efek samping dapat dipantau dengan baik.

4. Jalani Terapi Laser

Terapi laser berenergi rendah atau Low-Level Laser Therapy (LLLT) merupakan salah satu pilihan untuk membantu mengatasi rambut rontok. Terapi ini bekerja dengan menstimulasi folikel rambut, meningkatkan sirkulasi darah pada kulit kepala, serta mendukung pertumbuhan rambut baru.

Hasil terapi umumnya akan lebih optimal jika dilakukan secara rutin dan dikombinasikan dengan penanganan lain sesuai rekomendasi dokter.

5. Pertimbangkan Transplantasi Rambut

Pada kasus kerontokan yang sudah menyebabkan kebotakan permanen, transplantasi rambut dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan dengan memindahkan folikel rambut yang sehat dari area donor ke area yang mengalami penipisan atau kebotakan.

Meskipun memberikan hasil yang lebih permanen, transplantasi rambut memerlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan prosedur ini sesuai dengan kondisi pasien.

6. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Asupan nutrisi yang seimbang berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut. Pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya protein, zat besi, zinc, vitamin D, vitamin B kompleks, serta asam lemak omega-3 untuk membantu memperkuat akar rambut dan mendukung pertumbuhannya.

7. Gunakan Minyak Esensial sebagai Perawatan Pendukung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial, seperti rosemary oil dan lavender oil, berpotensi membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan mendukung pertumbuhan rambut. Namun, penggunaannya sebaiknya hanya sebagai perawatan pendukung, bukan pengganti terapi medis.

Sebelum mengaplikasikan minyak esensial ke kulit kepala, lakukan patch test terlebih dahulu untuk memastikan kulit tidak mengalami reaksi alergi atau iritasi.

8. Konsumsi Suplemen Bila Diperlukan

Apabila kerontokan disebabkan oleh kekurangan nutrisi, dokter dapat merekomendasikan suplemen, seperti biotin, zinc, omega-3, atau multivitamin. Sebaiknya hindari mengonsumsi suplemen secara berlebihan tanpa pemeriksaan karena tidak semua kasus rambut rontok disebabkan oleh defisiensi vitamin atau mineral.

9. Pilih Sampo yang Sesuai

Gunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala dan jenis rambut. Produk yang mengandung asam amino, protein, atau bahan yang membantu menjaga kesehatan kulit kepala dapat menjadi pilihan untuk mengurangi rambut yang mudah patah sekaligus menjaga kekuatan batang rambut.

Jika kamu memiliki ketombe, dermatitis seboroik, atau masalah kulit kepala lainnya, gunakan sampo yang direkomendasikan oleh dokter agar penyebab kerontokan juga dapat ditangani.

10. Lakukan Pijat Kulit Kepala Secara Rutin

Memijat kulit kepala selama beberapa menit setiap hari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut. Dengan aliran darah yang lebih baik, folikel rambut akan mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan rambut.

Kamu dapat melakukan pijatan menggunakan ujung jari atau mengombinasikannya dengan minyak rambut yang sesuai apabila kulit kepala tidak sensitif. Meskipun sederhana, kebiasaan ini dapat menjadi pelengkap dari perawatan rambut yang kamu jalani.

Apakah Rambut Rontok pada Pria Bisa Tumbuh Kembali?

Jawabannya tergantung pada penyebab rambut rontok yang kamu alami. Pada beberapa kondisi, rambut dapat tumbuh kembali setelah penyebab utamanya berhasil diatasi. Misalnya, kerontokan akibat stres, kekurangan nutrisi, atau alopecia areata sering kali dapat membaik, bahkan sebagian kasus alopecia areata dapat mengalami pertumbuhan rambut kembali secara alami dalam beberapa bulan hingga sekitar satu tahun.

Sebaliknya, jika kerontokan terjadi akibat kerusakan folikel rambut yang bersifat permanen, seperti jaringan parut pada kulit kepala (scarring alopecia), kemungkinan rambut tumbuh kembali akan lebih kecil. Pada kondisi ini, penanganan umumnya difokuskan untuk mencegah kerontokan semakin parah, mempertahankan rambut yang masih ada, atau mempertimbangkan prosedur medis seperti transplantasi rambut apabila diperlukan.

Karena setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda, pemeriksaan oleh dokter menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi folikel rambut dan menentukan terapi yang paling sesuai. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mempertahankan kepadatan rambut dan memperoleh hasil perawatan yang optimal.

Tips Menghadapi Rambut Rontok pada Pria

Rambut rontok tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri. Sambil menjalani perawatan untuk mengatasi penyebabnya, kamu dapat menerapkan beberapa tips berikut agar tetap nyaman dengan penampilan sehari-hari.

1. Pilih Gaya Rambut yang Sesuai

Model rambut yang tepat dapat membantu menyamarkan area yang mulai menipis. Kamu bisa berkonsultasi dengan hairstylist untuk menentukan potongan rambut yang sesuai dengan bentuk wajah dan tingkat kerontokan yang dialami.

2. Gunakan Topi saat Diperlukan

Jika merasa kurang percaya diri, menggunakan topi saat beraktivitas di luar ruangan bisa menjadi pilihan. Selain membantu menyamarkan area rambut yang menipis, topi juga dapat melindungi kulit kepala dari paparan sinar matahari. Namun, pastikan topi tidak terlalu ketat dan tetap menjaga kebersihannya.

3. Rapikan Jenggot dan Kumis

Bagi sebagian pria, jenggot atau kumis yang dirawat dengan baik dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih proporsional sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada rambut di kepala.

4. Gunakan Produk Penata Rambut yang Tepat

Pilih produk styling yang dapat memberikan efek volume pada rambut tanpa membuatnya terasa berat. Hindari penggunaan gel atau pomade secara berlebihan karena dapat membuat rambut terlihat lebih lepek dan area yang menipis menjadi lebih jelas.

5. Pertimbangkan Hairpiece atau Wig

Jika kerontokan sudah cukup signifikan dan mengganggu aktivitas maupun kepercayaan diri, penggunaan hairpiece atau wig dapat menjadi solusi sementara maupun jangka panjang. Saat ini tersedia berbagai pilihan yang tampak alami dan nyaman digunakan.

6. Coba Gaya Rambut Cepak atau Botak

Bagi sebagian pria, mencukur rambut hingga pendek atau botak justru dapat memberikan tampilan yang lebih rapi dan tegas. Pilihan ini sering menjadi solusi praktis apabila kerontokan sudah cukup luas dan sulit disamarkan dengan gaya rambut tertentu.

Meskipun tips di atas dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, langkah yang paling penting tetap mencari penyebab rambut rontok sejak dini. Dengan penanganan yang tepat, peluang untuk memperlambat kerontokan dan menjaga kesehatan rambut akan menjadi lebih baik.

Tips Mencegah Rambut Rontok pada Pria

Mencegah rambut rontok tidak selalu bisa dilakukan, terutama jika penyebabnya adalah faktor genetik atau kondisi medis tertentu. Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan rambut dan mengurangi risiko kerontokan yang semakin parah.

  • Hindari gaya rambut yang terlalu ketat. Mengikat rambut terlalu kencang atau menggunakan gaya rambut seperti man bun maupun gimbal dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada folikel rambut dan meningkatkan risiko traction alopecia.
  • Berhenti merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mengurangi aliran darah ke kulit kepala sehingga folikel rambut tidak memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan rambut.
  • Penuhi kebutuhan nutrisi harian. Konsumsi makanan yang kaya protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan vitamin B kompleks untuk membantu menjaga kekuatan akar rambut dan mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
  • Kelola stres dengan baik. Stres yang berkepanjangan dapat memicu kerontokan rambut. Luangkan waktu untuk beristirahat, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran lebih rileks.
  • Batasi penggunaan alat styling bersuhu tinggi. Penggunaan hair dryer, catokan, atau treatment berbahan kimia secara berlebihan dapat merusak batang rambut dan membuatnya lebih mudah patah.
  • Gunakan cooling cap selama kemoterapi bila direkomendasikan dokter. Pada pasien yang menjalani kemoterapi, penggunaan cooling cap dapat membantu mengurangi risiko kerontokan rambut akibat pengobatan tertentu.
  • Diskusikan penggunaan obat dengan dokter. Jika kamu menduga rambut rontok muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan pengobatan sendiri. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah tersedia alternatif obat yang lebih sesuai.
  • Lakukan pemeriksaan sejak dini jika kerontokan tidak membaik. Semakin cepat penyebab rambut rontok diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kerontokan bertambah parah dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Rambut rontok hingga sekitar 50–100 helai per hari masih tergolong normal. Namun, jika kerontokan terjadi secara berlebihan, berlangsung selama beberapa bulan, atau mulai menyebabkan penipisan rambut hingga muncul area botak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

Kamu juga disarankan memeriksakan diri apabila mengalami kondisi berikut:

  • Rambut rontok dalam jumlah banyak setiap hari dan tidak kunjung membaik.
  • Muncul area botak atau garis rambut yang semakin mundur.
  • Kulit kepala terasa gatal, nyeri, kemerahan, atau bersisik.
  • Kerontokan terjadi setelah mengonsumsi obat tertentu atau mengalami penyakit tertentu.
  • Rambut rontok disertai gejala lain, seperti mudah lelah, penurunan berat badan, atau gangguan hormon.

Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat mengidentifikasi penyebab rambut rontok dan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kulit kepala serta folikel rambut.

Atasi Rambut Rontok di Sozo Skin Clinic

Jika rambut rontok mulai mengganggu penampilan atau kepercayaan diri, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic. Setiap pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kerontokan sebelum menentukan jenis treatment yang paling sesuai.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai pilihan Hair Treatment yang dirancang untuk mengatasi berbagai tingkat kerontokan dan masalah kulit kepala, di antaranya:

  • Hair Grow Booster, untuk membantu mengurangi kerontokan sekaligus menutrisi kulit kepala.
  • PRP Hair, memanfaatkan platelet-rich plasma (PRP) yang kaya akan growth factor untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut.
  • Biolight Hair, terapi red light yang membantu meningkatkan sirkulasi darah pada kulit kepala dan mendukung regenerasi folikel rambut.
  • Salmon DNA Hair, prosedur microneedling dengan serum PDRN untuk membantu memperbaiki jaringan kulit kepala dan mendukung pertumbuhan rambut baru.
  • Exosome Hair, treatment regeneratif yang membantu menyehatkan kulit kepala sekaligus merangsang pertumbuhan rambut.
  • Express Hair Therapy, perawatan untuk membersihkan kulit kepala dari minyak berlebih, kotoran, dan penumpukan sel kulit mati sehingga folikel rambut tetap sehat.

Dengan kombinasi konsultasi dokter, diagnosis yang tepat, dan teknologi hair treatment modern, penanganan rambut rontok dapat dilakukan secara lebih optimal sesuai kebutuhan setiap pasien. Semakin cepat kerontokan ditangani, semakin besar peluang untuk menjaga kepadatan rambut dan kesehatan kulit kepala dalam jangka panjang.

Referensi:

Hair loss | NHS

Comparative Efficacy of Topical Finasteride (0.25%) in Combination with Minoxidil (5%) Against 5% Minoxidil or 0.25% Finasteride Alone in Male Androgenetic Alopecia: A Pilot, Randomized Open-Label Study

Hair loss, hair thinning and cancer drugs | Treatment for cancer