Hair 7 mnt baca

10 Perawatan Rambut Setelah Smoothing agar Tetap Sehat dan Tahan Lama

10 Perawatan Rambut Setelah Smoothing agar Tetap Sehat dan Tahan Lama

Rambut setelah smoothing memang terasa lebih lurus, halus, dan mudah diatur, tapi proses kimianya juga membuat rambut lebih rentan kering, patah, dan kehilangan kelembapan alami. Perawatan rambut setelah smoothing yang tepat adalah kunci agar hasil treatment lebih tahan lama sekaligus menjaga kesehatan rambut jangka panjang. Artikel ini membahas 10 langkah perawatan paling penting, hal yang perlu dihindari, dan kapan dibutuhkan treatment tambahan.


Kalau rambut hasil smoothing tidak dirawat dengan benar, tekstur halusnya tidak akan bertahan lama. Lebih buruk lagi, rambut yang sudah melalui proses kimia smoothing menjadi jauh lebih rentan terhadap kerusakan.

Lapisan keratin yang terbentuk selama proses smoothing melindungi rambut dari frizz dan menambah kehalusan. Tanpa perawatan yang tepat, air, shampo keras, dan kebiasaan sehari-hari bisa mengikis lapisan ini jauh lebih cepat dari seharusnya. 

Maka dari itu, penitng untuk tahu apa saja perawatan yang perlu kamu lakukan setelah smoothing. Yuk, simak 10 langkah yang perlu diperhatikan.

1. Jangan Keramas Terlalu Cepat Setelah Smoothing

Ini aturan nomor satu yang paling sering dilanggar. 

Bersumber dari Image Beauty, biasanya disarankan untuk menunggu setidaknya 48 – 72 jam sebelum mencuci rambut setelah treatment.

Selama waktu ini, hindari mengikat rambut atau menggunakan klip untuk mempertahankan efektivitas treatment.

Menurut Sunday Salon, 72 jam pertama setelah treatment adalah periode kritis. 

Jauhkan rambut dari air, termasuk keringat saat berolahraga, dan hindari tekanan pada rambut seperti mengikat, menggunakan klip, atau menyelipkan di belakang telinga karena bisa meninggalkan bekas permanen.

2. Gunakan Shampo Khusus Rambut Smoothing

Setelah 72 jam berlalu, pemilihan shampo menjadi hal yang sangat krusial. 

Gunakan shampo sulfate-free dan sodium chloride-free untuk menghindari pengikisan lapisan keratin.

Cari label yang menyebutkan “aman untuk rambut yang ditreatment keratin”.

Sulfat adalah deterjen keras yang merupakan musuh utama hasil smoothing. Bahkan satu kali keramas dengan shampo bersulfat sudah bisa mengikis sebagian lapisan keratin yang terbentuk.

3. Jangan Skip Conditioner Setelah Keramas

Rambut yang sudah melalui proses smoothing lebih kering dari sebelumnya karena proses kimianya menguras sebagian kelembapan alami. Kondisioner adalah langkah yang tidak bisa ditinggalkan. 

Mengutip Image Beauty, menggunakan deep conditioner setelah treatment keratin sangat bermanfaat untuk menjaga rambut tetap sehat dan terhidrasi.

Pilih kondisioner yang mengandung ceramide, argan oil, atau keratin untuk menambah nutrisi sekaligus memperkuat lapisan pelindung yang sudah ada dari treatment. Bilas dengan air dingin untuk menutup kutikula.

4. Rutin Gunakan Hair Mask atau Deep Conditioning

Seminggu sekali, upgrade kondisioner biasa dengan hair mask atau deep conditioning treatment. Ini investasi paling penting untuk menjaga kesehatan rambut pasca smoothing dalam jangka panjang. 

Untuk menjaga rambut yang ditreatment keratin tetap terhidrasi, gunakan deep conditioner atau masker yang kaya protein dan minyak alami.

Aplikasikan segera setelah keramas saat rambut paling mudah menyerap, dan pilih formula yang menembus batang rambut untuk kelembutan dan kekuatan yang tahan lama.

5. Gunakan Vitamin Rambut atau Hair Serum

Menurut Kylie Studio Salon, serum anti-frizz menghaluskan kutikula, menambah kilap, dan mengurangi pembengkakan akibat kelembapan udara yang menyebabkan frizz.

Gunakan secukupnya pada batang dan ujung rambut setelah styling untuk hasil terbaik.

Tambahkan beberapa tetes argan oil atau keratin serum pada rambut yang sedikit lembap sebelum styling untuk membantu mempertahankan kehalusan hasil smoothing sekaligus melindungi rambut dari paparan lingkungan.

6. Kurangi Penggunaan Catokan dan Hair Dryer

Panas berlebihan mempercepat pengikisan lapisan keratin dan memperparah kerusakan yang sudah ada. 

Aplikasikan pelindung panas pada rambut yang sedikit lembap sebelum blow-drying, dan gunakan serum pada batang dan ujung rambut setelah styling untuk efek terbaik.

Kalau memang harus menggunakan alat panas, selalu gunakan heat protectant terlebih dahulu dan set suhu di level sedang, bukan maksimal.

7. Hindari Keramas Terlalu Sering

Menurut Lord Is Loft, terlalu sering keramas bisa memperpendek umur treatment keratin.

Idealnya, targetkan keramas hanya 2 – 3 kali seminggu. Kebiasaan ini memperpanjang efek smoothing dan membuat rambut terlihat lebih segar lebih lama.

Di antara jadwal keramas, gunakan dry shampoo yang diformulasikan khusus untuk rambut yang ditreatment jika kulit kepala terasa berminyak. Hindari dry shampoo berbasis bedak berlebihan yang bisa menumpuk di kulit kepala.

8. Keringkan Rambut dengan Cara yang Lembut

Mengutip GK Hair, hindari pengeringan rambut dengan handuk secara agresif yang bisa menyebabkan frizz dan kerusakan.

Sebagai gantinya, tepuk-tepuk rambut perlahan dengan handuk microfiber atau kaos katun lembut untuk mempertahankan tekstur halus.

Rambut yang sudah diproses secara kimiawi memiliki batang yang lebih lemah dari sebelumnya. Gesekan mekanis dari handuk biasa bisa mengangkat kutikula yang sudah susah payah dihaluskan oleh proses smoothing.

Tambahan: tidur dengan sarung bantal berbahan satin atau sutra. Berdasarkan All Things Hair, menggunakan sarung bantal sutra membantu mengurangi gesekan, membuat rambut lebih halus dan kurang rentan terhadap kerusakan saat tidur.

9. Potong Ujung Rambut Secara Berkala

Proses smoothing tidak menghentikan ujung rambut dari bercabang.

Ujung yang sudah bercabang tidak bisa “disembuhkan” oleh produk apapun secara permanen.

Potong ujung rambut setiap 6 – 8 minggu untuk mencegah kerusakan menjalar ke atas batang rambut, sekaligus menjaga rambut terlihat lebih sehat dan teratur.

10. Perhatikan Nutrisi untuk Kesehatan Rambut

Perawatan dari luar hanya akan optimal jika didukung nutrisi dari dalam. Rambut yang sehat dimulai dari folikel yang sehat — dan folikel membutuhkan protein, zat besi, zinc, dan vitamin D untuk memproduksi rambut yang kuat. Konsumsi makanan tinggi protein (telur, ikan, daging tanpa lemak), omega-3 (salmon, biji chia), dan sayuran hijau kaya zat besi sebagai bagian dari rutinitas harian.

Hal yang Sebaiknya Dihindari Setelah Smoothing

1. Produk Mengandung Garam

Banyak shampo dan kondisioner mengandung garam sebagai pengental yang bisa mengikis keratin lebih cepat. Jangan lupa untuk selalu cek ingredient list.

2. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Hindari ikat rambut ketat atau kepang yang bisa meninggalkan bekas permanen pada rambut yang baru ditreatment. Gunakan ikat rambut berbahan kain yang lembut jika perlu mengikat rambut.

3. Berenang di Kolam Berklorin

Klorin sangat agresif terhadap lapisan keratin. Jika harus berenang, gunakan swim cap dan segera keramas dengan shampo sulfate-free setelahnya.

4. Menggunakan Produk Bertekstur atau Salt Spray

Hindari salt spray dan produk yang menambahkan tekstur. Kandungan ini bisa mengganggu kehalusan treatment dan mempercepat pengikisan lapisan keratin.

5. Rambut Terlalu Lama Dibiarkan Lembap

Kelembapan yang dibiarkan mengering sendiri di rambut yang baru ditreatment bisa mengganggu ikatan keratin. 

Jika terkena hujan atau habis berolahraga, segera keringkan rambut dengan blow dryer di suhu rendah.

Kapan Rambut Setelah Smoothing Perlu Treatment Tambahan?

Dengan perawatan yang tepat, hasil smoothing bisa bertahan 2–4 bulan. 

Teatment keratin yang sempurna bisa bertahan hingga 5 bulan dengan perawatan yang benar.

Hasilnya sangat bergantung pada bagaimana kamu merawatnya setelahnya.

Pertimbangkan treatment tambahan atau konsultasi profesional jika rambut terasa semakin kering dan rapuh meski sudah mengikuti semua langkah perawatan di atas, kerontokan meningkat signifikan pasca smoothing, kondisi rambut tidak membaik setelah 4 – 6 minggu perawatan intensif, atau kamu ingin melakukan re-smoothing dengan kondisi rambut yang optimal.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment profesional yang bisa membantu memulihkan dan memperkuat kondisi rambut pasca proses kimia:

Hair Grow Booster Treatment: serum aktif bernutrisi tinggi dikombinasikan dengan microneedling untuk penyerapan nutrisi langsung ke folikel, ideal untuk rambut yang melemah akibat proses kimia berulang.

Biolight Hair Treatment: red light therapy untuk meregenerasi sel kulit kepala, melancarkan sirkulasi, dan mendukung pemulihan kondisi rambut dari tingkat seluler.

PRP Hair Treatment: growth factor dari plasma darah pasien sendiri untuk menstimulasi folikel yang melemah akibat kerusakan kumulatif dari proses styling dan kimia.

Smoothing memberikan hasil yang sangat bagus. Namun, tanpa perawatan yang tepat, hasilnya bisa hilang dalam hitungan minggu dan kondisi rambut bisa memburuk. 

Kunci utamanya: tunggu 72 jam sebelum keramas, pakai produk sulfate-free, rutin deep conditioning, kurangi panas, dan keramas tidak lebih dari 2–3 kali seminggu.

Semakin konsisten kamu merawatnya, semakin lama hasilnya bertahan, dan semakin sehat kondisi rambut kamu dalam jangka panjang.

Referensi

  • Sunday Salon. How to Maintain Your Hair After a Keratin Treatment: Tips and Tricks.
  • Sunday Salon. Keratin Treatment Aftercare Tips for Long-lasting Results.
  • All Things Hair. 7 Keratin Treatment After Care Pro Tips to Make It Last Longer.
  • GK Hair. Keratin Treatment Aftercare: 10 Golden Rules.
  • Image Beauty. The Ultimate Guide to Keratin Hair Treatment.
  • Kylie Studio Salon. Keratin Treatment Aftercare Tips.
  • Lord Is Loft. Post-Keratin Care: Tips for Shiny, Smooth Hair.
  • Freedom Hair Artistry. Keratin Smoothing Treatment Aftercare: 9 Do’s and Don’ts.