Skin 9 mnt baca

Hasil RF Treatment Tidak Instan, Lalu Kenapa Panas Bisa Merangsang Kolagen?

Hasil RF Treatment Tidak Instan, Lalu Kenapa Panas Bisa Merangsang Kolagen?

RF treatment menggunakan energi radiofrequency untuk menghasilkan panas terkontrol pada jaringan kulit dan merangsang proses pembentukan kolagen. Hasilnya tidak langsung maksimal karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk dan merombak kolagen baru.

Pernah selesai menjalani RF treatment lalu bertanya, “Kenapa kulit saya belum langsung kencang?” 

Pertanyaan ini masuk akal karena sensasi hangat selama prosedur mungkin membuat kamu membayangkan efek pengencangan akan terlihat saat itu juga.

Padahal, energi radiofrequency digunakan untuk menghasilkan panas terkontrol pada lapisan jaringan tertentu, kemudian tubuh meresponsnya melalui proses pembentukan ulang kolagen.

Artinya, sebagian perubahan awal mungkin dapat terasa lebih cepat, tetapi pembentukan kolagen baru membutuhkan waktu. 

Untuk itu, kamu perlu pahami dulu mekanismenya supaya tidak salah menilai keberhasilan RF setelah treatment!

Ekspektasi Instan vs Realita Biologis Kulit

Hasil RF treatment tidak ditentukan oleh apa yang terlihat sesaat setelah prosedur. Kolagen baru membutuhkan proses biologis untuk terbentuk, sehingga perubahannya muncul bertahap.

Sebelum menjalankan treatment, ada baiknya kamu memahami ekspektasi vs realitanya sebagai berikut:

1. Ekspektasi: Kulit Langsung Kencang Setelah RF

Realita: Sebagian orang memang dapat merasakan kulit sedikit lebih kencang setelah sesi pertama, tetapi efek awal ini dapat berkaitan dengan kontraksi serat kolagen yang sudah ada. Hasil tersebut berbeda proses pembentukan kolagen baru yang mana membutuhkan waktu.

2. Ekspektasi: Hasil Akhir Bisa Dinilai Beberapa Hari Setelah Treatment

Realita: Tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kolagen. Perubahan pada tampilan kulit setelah RF dapat berkembang dalam rentang sekitar 2–6 bulan, sehingga hasil akhir tidak bisa dinilai hanya beberapa hari setelah prosedur.

3. Ekspektasi: Kalau Satu Sesi Belum Terlihat Drastis, Berarti RF Tidak Bekerja

Realita: Perubahan yang belum terlihat drastis setelah satu sesi tidak otomatis menunjukkan RF gagal. 

Respons kulit dipengaruhi oleh kondisi awal kulit dan proses pembentukan ulang kolagen yang berlangsung bertahap.

Mengapa Energi Panas Bisa Mengencangkan Kulit? Sains di Balik Kolagen

Cara Kerja Radiofrequency
Cara Kerja Radiofrequency | Sumber: Dream Plastic Surgery Singapore

Cara kerja RF tidak sesederhana kulit dipanaskan lalu langsung kencang. Energi radiofrequency menghasilkan panas terkontrol di dalam jaringan, lalu panas tersebut memicu serangkaian respons biologis yang berkaitan dengan kolagen.

Agar lebih mudah dipahami, mekanismenya bisa dilihat dari beberapa tahap berikut:

1. RF Menghasilkan Panas di Dalam Jaringan

Energi radiofrequency dialirkan ke kulit dan berinteraksi dengan jaringan. Interaksi inilah yang kemudian menghasilkan panas pada lapisan target.

Jadi, RF tidak menciptakan kolagen secara langsung. Panas yang terbentuk justru menjadi rangsangan awal agar jaringan kulit memberikan respons biologis.

2. Lapisan Dermis Menjadi Target Utama

Di bawah epidermis terdapat dermis, yaitu lapisan yang banyak mengandung kolagen dan elastin. Kedua protein ini berperan penting dalam menjaga elastisitas kulit.

Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas kolagen dapat menurun. Akibatnya, kulit lebih mudah terlihat kendur dan muncul garis halus.

3. Kolagen Lama Mengalami Kontraksi

Ketika jaringan menerima panas dalam jumlah yang terkontrol, serat kolagen yang sudah ada dapat mengalami perubahan struktur. 

Proses ini dapat memberi efek kulit terasa sedikit lebih kencang pada sebagian orang setelah tindakan.

4. Terjadi Thermal Injury Terkontrol

Panas RF juga menciptakan thermal injury terkontrol pada jaringan target. Istilah ini bukan berarti kulit sengaja dibakar, melainkan jaringan diberi rangsangan panas secara terkontrol. Tubuh kemudian merespons kondisi tersebut sebagai bagian dari proses perbaikan jaringan.

5. Fibroblas Mulai Membentuk Kolagen Baru

Respons perbaikan akan melibatkan fibroblas, yaitu sel yang berperan dalam produksi kolagen dan elastin. Dari sinilah terjadi neocollagenesis atau pembentukan kolagen baru.

Kolagen baru kemudian mengalami proses remodeling, yaitu penataan ulang jaringan agar struktur kulit menjadi lebih kuat dan terorganisasi.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Pipi Kendur dengan Cara Alami dan Treatment Klinik

Kapan Hasil RF Treatment Mulai Terlihat?

Hasil Radiofrequency Treatment SOZO 
Hasil Radiofrequency Treatment SOZO 

Hasil RF tidak muncul sekaligus karena ada dua proses yang berlangsung dalam waktu berbeda. 

Panas dapat membuat serat kolagen yang sudah ada mengalami kontraksi lebih cepat, sedangkan pembentukan dan remodeling kolagen baru membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara umum, perkembangan hasilnya dapat dipahami seperti berikut:

  • Segera Setelah Treatment: Kulit pada sebagian orang dapat terasa sedikit lebih padat atau kencang akibat perubahan pada serat kolagen yang sudah ada. Namun, efek ini belum menunjukkan hasil akhir pembentukan kolagen baru.
  • Beberapa Minggu Berikutnya: Tubuh mulai menjalankan proses perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen baru. Perubahan pada kekencangan atau tekstur kulit dapat mulai terlihat secara bertahap, tetapi waktunya dapat berbeda pada setiap orang.
  • Sekitar 2–6 Bulan: Hasil dapat semakin berkembang seiring pembentukan kolagen dan elastin serta proses remodeling jaringan. Perubahan setelah RF dapat berkembang dalam rentang sekitar dua hingga enam bulan.

Karena proses tersebut berlangsung bertahap, RF juga sering dilakukan dalam beberapa sesi. Rekomendasi sesi dapat berbeda antara RF wajah dan RF body serta disesuaikan dengan kondisi kulit.

RF Wajah vs RF Body: Target Masalah dan Parameter Energi yang Berbeda

RF wajah dan RF body bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu menghasilkan panas terkontrol pada jaringan untuk merangsang remodeling kolagen. 

Perbedaannya terletak pada area yang ditangani. RF body tidak selalu berarti bekerja lebih dalam daripada RF wajah. 

Adapun perbedaan keduanya yaitu:

1. RF Wajah: Mengencangkan Kontur dan Garis Halus

Prosedur RF Wajah
Prosedur RF Wajah

RF wajah lebih difokuskan pada perubahan kulit wajah yang berkaitan dengan berkurangnya elastisitas dan kekencangan. 

Perawatan ini dapat dipertimbangkan ketika kulit mulai terlihat kendur atau kontur wajah terasa kurang tegas.

Adapun karakteristik dari perawatan RF wajah yaitu:

  • Target Masalah: RF wajah dapat membantu mengurangi tampilan garis halus, memperbaiki kekencangan kulit, dan membuat kontur wajah terlihat lebih tegas.
  • Cara Kerja: Stimulasi panas pada dermis mendorong proses remodeling kolagen yang berlangsung secara bertahap.
  • Area Perawatan: Area yang ditangani dapat mencakup pipi, rahang, bawah dagu, atau bagian wajah lain sesuai kondisi kulit.
  • Penentuan Area: Evaluasi diperlukan agar energi dapat disesuaikan dengan karakter jaringan pada setiap bagian wajah.
  • Parameter Energi: Pengaturan RF mempertimbangkan ketebalan jaringan, lokasi tindakan, jenis perangkat, dan toleransi kulit.
  • Tujuan Pengaturan: Energi tidak dibuat sekadar sepanas mungkin, tetapi diberikan secara terkontrol sesuai jaringan yang menjadi target.

RF Body: Kulit Kendur dan Tampilan Selulit

Prosedur RF Body
Prosedur RF Body

Sesuai dengan namanya, RF body digunakan pada area tubuh yang lebih luas. Fokusnya dapat mencakup kulit yang kehilangan kekencangan maupun tekstur yang tampak tidak rata.

Adapun karakteristik dari RF body yaitu:

  • Target Masalah: RF body dapat membantu mengencangkan kulit yang mulai kendur, termasuk setelah perubahan berat badan.
  • Tampilan Selulit: Pemanasan jaringan juga dapat membantu menyamarkan tampilan selulit dan memperbaiki tekstur kulit.
  • Area Perawatan: Area yang ditangani dapat mencakup perut, paha, lengan, bokong, atau bagian tubuh lain sesuai kebutuhan.
  • Karakter Jaringan: Perbedaan ukuran dan ketebalan jaringan membuat pengaturan RF body tidak selalu sama dengan RF wajah.
  • Parameter Energi: Luas area, ketebalan jaringan, jenis perangkat, durasi, dan teknik aplikasi menjadi pertimbangan dalam menentukan energi.
  • Kedalaman Energi: Beberapa teknologi RF dapat menjangkau dermis hingga jaringan yang lebih dalam, tergantung konfigurasi elektroda dan perangkat yang digunakan.

Baca Juga: 15 Cara Mengencangkan Kulit Wajah Usia 40, dari Alami hingga Treatment Klinik

banner promo skin

Mana yang Cocok untuk Kamu? Perbandingan RF vs HIFU vs Laser

RF, HIFU, dan laser sama-sama memanfaatkan energi, tetapi cara kerja dan target jaringannya berbeda. 

Karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan masalah kulit yang ingin diperbaiki. Adapun perbedaan ketiganya yaitu:

Aspek

RFHIFU

Laser

Cara KerjaMemanaskan jaringan dengan energi radiofrequencyMemfokuskan gelombang ultrasoundMenggunakan energi cahaya
Target JaringanDermis hingga jaringan lebih dalamDermis dalam hingga SMAS tertentuEpidermis atau dermis
Fokus UtamaKolagen, kekencangan, teksturLifting dan konturPigmentasi, tekstur, resurfacing
Area UmumWajah dan tubuhWajah, rahang, bawah daguWajah atau area kulit tertentu
Lebih Relevan untukGaris halus dan kulit kendur ringan–sedangKekenduran dengan target lebih dalamBekas jerawat, noda, tekstur
Kedalaman EnergiTergantung tipe dan parameter RFTerfokus pada kedalaman tertentuTergantung jenis dan panjang gelombang

Jadi, tidak ada satu teknologi yang selalu lebih baik karena pilihan treatment tetap perlu disesuaikan dengan masalah kulit dan target jaringan yang ingin diperbaiki.

Hal yang Bisa Dilakukan saat Konsultasi 

Konsultasi seharusnya menjadi kesempatan untuk memahami mengapa suatu treatment dipilih untuk kondisi kamu. 

Agar tidak hanya menerima rekomendasi secara pasif, kamu bisa menanyakan:

  1. “Apakah masalah kulit saya lebih membutuhkan stimulasi kolagen dermal dengan RF atau deep lifting seperti HIFU?”
    Pertanyaan ini membantu mengetahui lapisan jaringan apa yang sebenarnya ingin ditargetkan.
  2. “Jenis RF dan parameter apa yang digunakan, serta bagaimana suhu atau respons kulit dipantau?”
    Tidak semua RF memiliki kedalaman dan pola distribusi energi yang sama. Monopolar, bipolar, dan multipolar mempunyai karakteristik berbeda.
  3. “Berapa sesi yang realistis untuk kondisi saya dan kapan hasilnya sebaiknya mulai dievaluasi?”
    Jumlah sesi dipengaruhi perangkat, tingkat kekenduran, area, dan respons kulit sehingga angka dari pasien lain belum tentu berlaku untukmu.

Kalau ingin mengetahui apakah RF treatment sesuai dengan kebutuhan kulitmu, kamu bisa jadwalkan konsultasi dan buat janji melalui WhatsApp.

Konsultasi membantu menentukan apakah kamu lebih membutuhkan RF wajah, RF body, HIFU, laser, atau kombinasi perawatan lain berdasarkan kondisi yang ditemukan.

Untuk mengetahui pilihan treatment lain yang tersedia, kamu bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.

chat untuk konsultasi

FAQ tentang RF Treatment

Masih bingung mengenai cara kerja RF atau kapan hasilnya terlihat? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum menjalani treatment.

1. Apakah RF Treatment Langsung Membuat Kulit Kencang?

Sebagian orang dapat merasakan efek kencang awal akibat perubahan pada serat kolagen yang sudah ada. Namun, pembentukan kolagen baru berlangsung bertahap sehingga hasil akhirnya tidak sebaiknya dinilai segera setelah satu sesi.

2. Berapa Lama Hasil RF Mulai Terlihat?

Perubahan dapat mulai terlihat dalam beberapa minggu dan terus berkembang selama beberapa bulan. Proses pembentukan kolagen dan elastin setelah RF dapat membuat perubahan berkembang sekitar 2 hingga 6 bulan.

3. Berapa Kali RF Treatment Perlu Dilakukan?

Jumlahnya tergantung tipe perangkat, area, serta kondisi kulit. Direkomendasikan untuk menjalani sekitar 4–6 sesi untuk RF wajah dan sekitar 4–8 sesi untuk RF body, tetapi rekomendasi akhir tetap perlu disesuaikan saat konsultasi.

4. Apakah Semakin Panas RF Berarti Hasilnya Semakin Baik?

Tidak. Efek RF dipengaruhi kombinasi suhu, durasi, kedalaman, energi, dan karakter jaringan sehingga meningkatkan panas tanpa pertimbangan parameter tidak otomatis memberikan hasil lebih baik.

5. Apa Perbedaan RF Wajah dan RF Body?

Prinsip energinya sama, tetapi target masalah, luas area, kondisi jaringan, serta pengaturan perangkat dapat berbeda. RF wajah lebih fokus pada kekencangan, garis halus, dan kontur, sedangkan RF body banyak digunakan untuk kulit kendur dan tekstur tubuh.

6. RF atau HIFU, Mana yang Lebih Bagus?

Tidak ada yang selalu lebih bagus. RF terutama digunakan untuk pemanasan dermal dan remodeling kolagen, sedangkan beberapa sistem HIFU dapat memfokuskan energi hingga jaringan yang lebih dalam seperti SMAS.

7. Apakah RF Sama dengan Laser?

Tidak. RF menggunakan energi elektromagnetik untuk menghasilkan panas pada jaringan, sedangkan laser menggunakan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Jenis laser yang berbeda juga memiliki target dan kedalaman yang berbeda.

8. Apakah RF Memiliki Downtime?

RF non-invasif umumnya memiliki downtime minimal, tetapi kemerahan, rasa hangat, atau sedikit bengkak dapat muncul sementara. Dampaknya bisa berupa kemerahan dan pembengkakan ringan sebagai efek yang dapat terjadi setelah RF.

 

Referensi:

Radio Frequency (RF) Skin Tightening: Benefits & Dangers | Cleveland Clinic

The Landscape of Radiofrequency Technology for Skin Rejuvenation | PMC

Radio Frequency Skin Tightening 101: What Should You Know? | Brunner

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×