Membersihkan wajah setiap hari membantu mengangkat makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran dari permukaan kulit. Namun, pada sebagian orang, sumbatan pada pori tetap dapat terbentuk meskipun sudah memiliki rutinitas pembersihan yang teratur.
Di sinilah deep cleansing facial dapat menjadi salah satu pilihan perawatan. Dibandingkan facial yang lebih berfokus pada relaksasi atau perawatan permukaan, jenis facial treatment ini menitikberatkan pada pembersihan kulit secara lebih menyeluruh, termasuk menangani sumbatan ringan pada pori.
Meski namanya menggunakan kata “deep”, bukan berarti kulit harus dibersihkan atau digosok secara agresif. Prosesnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit agar pembersihan tidak justru menyebabkan iritasi.
Apa Itu Deep Cleansing Facial?
Deep cleansing facial adalah jenis facial yang berfokus pada pembersihan kulit secara menyeluruh dan membantu mengurangi sumbatan pada pori. Prosesnya umumnya mencakup pembersihan wajah, persiapan atau pelunakan sumbatan, ekstraksi ringan bila diperlukan, kemudian perawatan untuk membantu menenangkan dan menjaga kelembapan kulit.
Sumbatan pada pori sendiri dapat terbentuk ketika minyak dan sel kulit mati menumpuk di dalam folikel. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat membentuk komedo terbuka maupun tertutup.
Berbeda dari membersihkan wajah sehari-hari, deep cleansing facial memberikan perhatian lebih pada area yang mengalami penumpukan atau sumbatan. Namun, treatment ini tidak sama dengan “membuka pori”. Pori tidak memiliki mekanisme untuk membuka dan menutup seperti pintu.
Deep cleansing facial juga berbeda dari facial yang tujuan utamanya memberikan pengalaman relaksasi atau hidrasi. Fokus utamanya adalah kondisi kebersihan permukaan kulit dan sumbatan ringan, meskipun tahapan tambahan seperti masker dan hidrasi tetap dapat menjadi bagian dari treatment.
BACA JUGA: Brightening Facial Fokus ke Mencerahkan, Apa Bedanya dengan Facial Biasa?
Manfaat Umum Deep Cleansing Facial
Manfaat deep cleansing facial terutama berkaitan dengan pembersihan dan perawatan permukaan kulit. Hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kulit sebelum treatment dan proses yang dilakukan.
Secara umum, manfaat yang dapat diharapkan antara lain:
- Pori tampak lebih bersih. Pembersihan dan penanganan sumbatan dapat mengurangi penumpukan yang membuat pori terlihat lebih penuh.
- Komedo dapat berkurang sementara. Ekstraksi profesional dapat membantu mengeluarkan sebagian komedo yang sudah terbentuk, meskipun tidak mencegah sumbatan baru secara permanen.
- Kulit terasa lebih halus dan segar. Setelah residu dan sel kulit mati pada permukaan dibersihkan, tekstur kulit dapat terasa lebih bersih dan lembut.
- Rutinitas skincare menjadi lebih nyaman. Permukaan kulit yang bersih dan tidak terlalu banyak tertutup residu dapat membuat penggunaan produk perawatan dasar terasa lebih merata.
Namun, deep cleansing facial bukan treatment untuk menyembuhkan seluruh masalah kulit. Misalnya, jerawat yang meradang atau muncul berulang kali memiliki faktor penyebab yang lebih kompleks daripada sekadar kondisi permukaan kulit.
Sumbatan juga dapat terbentuk kembali setelah treatment. Karena itu, hasil deep cleansing facial sebaiknya dilihat sebagai bagian dari perawatan kulit, bukan pembersihan permanen.
Siapa yang Cocok dan Kapan Sebaiknya Ditunda?

Deep cleansing facial dapat dipertimbangkan ketika kulit mengalami sumbatan ringan, komedo, atau terasa kusam akibat penumpukan pada permukaan. Treatment ini juga dapat menjadi pilihan ketika pembersihan sehari-hari terasa belum cukup untuk menangani kondisi tersebut.
Namun, tidak semua kondisi kulit perlu langsung menjalani deep cleansing.
Treatment sebaiknya ditunda atau dievaluasi terlebih dahulu ketika terdapat luka terbuka, iritasi berat, kulit terbakar matahari, atau peradangan aktif yang cukup banyak. AAD juga menyarankan menghindari eksfoliasi pada kulit yang memiliki luka terbuka atau sedang mengalami sunburn.
Kulit sensitif pun tidak otomatis berarti tidak boleh melakukan facial. Namun, metode dan intensitas treatment perlu disesuaikan. Eksfoliasi atau penggunaan bahan yang terlalu kuat pada kulit sensitif dapat meningkatkan risiko rasa perih, kering, dan kemerahan.
Jika kamu tidak yakin apakah kondisi kulit termasuk sumbatan ringan atau masalah lain, evaluasi sebelum treatment lebih baik daripada melakukan pembersihan secara agresif.
Gambaran Tahapan Deep Cleansing Facial Secara Umum
Setiap klinik dapat memiliki prosedur dan produk yang berbeda. Namun, secara umum deep cleansing facial dapat melibatkan beberapa tahap berikut.
Pembersihan awal. Makeup, sunscreen, minyak, keringat, dan residu pada permukaan wajah dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya mempersiapkan kulit untuk tahapan berikutnya.
Persiapan sumbatan. Kulit kemudian dipersiapkan agar sumbatan yang memang dapat dikeluarkan lebih mudah ditangani. Metode yang digunakan dapat berbeda berdasarkan jenis facial dan kondisi kulit.
Ekstraksi ringan bila diperlukan. Beberapa komedo dapat dikeluarkan secara hati-hati. AAD menyebut ekstraksi sebagai salah satu prosedur yang dapat digunakan untuk mengeluarkan komedo yang tidak membaik dengan perawatan biasa.
Namun, ekstraksi tidak harus dilakukan pada setiap area atau setiap orang. Memaksakan sumbatan yang sulit dikeluarkan justru dapat meningkatkan risiko trauma pada kulit.
Masker dan perawatan penenang. Setelah proses pembersihan, treatment dapat dilanjutkan dengan masker dan hidrasi untuk membantu menjaga kenyamanan kulit. Misalnya, collagen mask treatment merupakan salah satu jenis perawatan masker yang dapat digunakan sebagai bagian dari kebutuhan perawatan kulit tertentu.
Tahapan tersebut merupakan gambaran umum, bukan prosedur baku untuk semua orang. Kondisi kulit tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan proses yang sesuai.
Efek yang Umum Setelah Treatment
Setelah deep cleansing facial, kulit umumnya terasa lebih bersih dan halus. Area yang sebelumnya memiliki sumbatan juga dapat terlihat lebih bersih setelah ekstraksi.
Kemerahan ringan sementara dapat muncul, terutama pada area yang mengalami manipulasi atau ekstraksi. Respons ini tidak selalu terjadi pada setiap orang dan tingkatnya dapat berbeda berdasarkan sensitivitas kulit serta intensitas treatment.
Setelah treatment, hindari keinginan untuk melanjutkan “pembersihan” dengan scrub atau eksfoliasi kuat di rumah. AAD mengingatkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi merah dan teriritasi.
Penting juga memahami bahwa sumbatan dapat muncul kembali. Produksi minyak, sel kulit mati, produk yang digunakan, dan kecenderungan kulit terhadap komedo tetap berlangsung setelah facial.
Rutinitas perawatan yang lembut tetap dibutuhkan. Membersihkan wajah secara teratur tanpa menggosok berlebihan dapat membantu menjaga kondisi kulit di antara sesi facial.
BACA JUGA: Mini Facial untuk Perawatan Rutin yang Cepat, Apa Saja yang Dilakukan?
FAQ Seputar Deep Cleansing Facial
Apakah deep cleansing facial terasa sakit?
Sebagian besar tahap seperti pembersihan dan masker umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, proses ekstraksi pada area tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan sementara.
Jika suatu area terasa sangat sakit ketika diekstraksi, sebaiknya tidak dipaksakan. Pembersihan yang lebih agresif bukan berarti hasilnya akan lebih baik.
Seberapa sering deep cleansing facial boleh dilakukan?
Tidak ada satu frekuensi yang sesuai untuk semua orang. Kebutuhannya bergantung pada jenis kulit, kecenderungan terbentuknya sumbatan, rutinitas skincare, serta bagaimana kulit merespons treatment sebelumnya.
Jika kulit masih terasa sensitif atau mengalami iritasi setelah facial sebelumnya, memberikan waktu bagi kulit untuk pulih lebih penting daripada mengikuti jadwal treatment tertentu.
Apakah deep cleansing facial cocok untuk kulit sensitif?
Bisa saja, tetapi prosesnya perlu disesuaikan. Kulit sensitif lebih mudah mengalami rasa perih, kemerahan, atau iritasi akibat eksfoliasi dan bahan tertentu.
Karena itu, kondisi kulit sebaiknya dinilai terlebih dahulu dan treatment dilakukan secara lebih lembut. Jika sedang mengalami iritasi berat atau lapisan pelindung kulit terganggu, perawatan dapat ditunda sampai kondisi kulit lebih stabil.
Deep cleansing facial dapat membantu ketika kulit membutuhkan pembersihan lebih menyeluruh, terutama jika terdapat sumbatan ringan atau komedo. Namun, manfaatnya tetap perlu dilihat secara realistis. Treatment ini tidak mencegah sumbatan secara permanen dan tidak menggantikan penanganan yang tepat untuk masalah kulit yang lebih kompleks.
Jika kamu ingin mengetahui apakah deep cleansing facial sesuai dengan kondisi kulitmu, konsultasikan terlebih dahulu di Sozo Skin Clinic. Evaluasi kondisi kulit dapat membantu menentukan jenis facial dan intensitas perawatan yang lebih sesuai, terutama jika kulitmu sensitif atau mudah mengalami sumbatan berulang.
Sumber/Referensi
- How to Treat Different Types of Acne | American Academy of Dermatology
- Acne: Tips for Managing | American Academy of Dermatology
- How to Safely Exfoliate at Home | American Academy of Dermatology
- Do Facial Masks Work, and Should I Add One to My Skin Care Routine? | American Academy of Dermatology
- Acne | DermNet
