Skin 7 mnt baca

Efek Samping Tanam Benang Hidung yang Perlu Kamu Tahu Sebelum dan Sesudah Treatment

Efek Samping Tanam Benang Hidung yang Perlu Kamu Tahu Sebelum dan Sesudah Treatment

Tidak semua keluhan setelah tanam benang hidung berarti ada masalah. Yang perlu kamu perhatikan adalah perubahan gejala, terutama jika rasa sakit bertambah atau benang mulai terlihat keluar. 

Sudah tanam benang hidung, tetapi hidung masih bengkak atau memar? Kamu mungkin bertanya-tanya apakah ini normal atau justru tanda ada masalah.

Bengkak, memar, kemerahan, dan nyeri ringan memang bisa muncul setelah treatment. Namun, kalau ujung benang mulai menonjol keluar, jangan menganggapnya normal.

Kulit hidung relatif tipis. Karena itu, perubahan pada hidung setelah tanam benang perlu diperhatikan, terutama kalau keluhannya justru makin parah.

Yuk, kenali efek samping yang umum terjadi dan tanda yang sebaiknya segera diperiksa.

Efek Samping Tanam Benang Hidung yang Umum Terjadi

Efek Samping Ringan Tanam Benang Hidung
Efek Samping Ringan Tanam Benang Hidung | Sumber: Pain Free Dentist Sydnet

Setelah tanam benang hidung, kamu mungkin melihat perubahan pada area hidung selama beberapa waktu. Tidak semuanya berarti ada masalah, kok.

Beberapa keluhan memang bisa muncul setelah treatment, seperti:

1. Hidung Bengkak dan Memar

Kondisi ini bisa terjadi karena jaringan di sekitar hidung bereaksi terhadap tindakan yang baru dilakukan. Bengkak dan memar ringan umumnya berangsur membaik.

Kalau bengkak justru makin besar atau disertai rasa sakit yang semakin kuat, jangan hanya menunggu sampai hilang sendiri.

2. Hidung Merah dan Terasa Nyeri

Area hidung juga bisa terlihat merah atau terasa nyeri saat disentuh. Namun, jangan abaikan kemerahan yang makin meluas.

Apalagi kalau hidung terasa semakin sakit, hangat, atau mengeluarkan cairan seperti nanah. Kondisi seperti ini perlu segera diperiksa dokter.

3. Hidung Terasa Kencang atau Tidak Nyaman

Hal ini bisa berkaitan dengan perubahan pada jaringan setelah treatment. Meski begitu, jangan memijat atau menekan hidung berulang kali hanya untuk memastikan posisinya. 

Kalau rasa mengganjal tidak membaik atau kamu merasa ada sesuatu yang menonjol di bawah kulit, sebaiknya minta dokter memeriksanya.

Kenapa Tanam Benang Hidung Perlu Perhatian Khusus?

Kulit di area hidung relatif tipis. Akibatnya, benang yang terlalu terlihat atau menonjol bisa lebih mudah disadari dibandingkan di area wajah tertentu lainnya.

Hidung juga sering terkena tekanan tanpa kita sadari. Misalnya, saat kamu memakai kacamata atau tidur dengan posisi tengkurap. 

Bahkan, kebiasaan mengusap hidung terlalu kuat bisa membuat area yang baru ditreatment terasa tidak nyaman.

Jadi, bukan berarti tanam benang hidung pasti bermasalah. Kamu hanya perlu lebih berhati-hati selama masa pemulihan dan mengikuti arahan dokter yang menangani.

Efek Samping Tanam Benang Hidung yang Tidak Boleh Diabaikan

Ilustrasi Prosedur Tanam Benang Hidung
Ilustrasi Prosedur Tanam Benang Hidung | Sumber: Dr Chong Clinic

Selain bengkak dan memar ringan, ada efek samping threadlift treatment yang perlu kamu waspadai karena bisa menandakan infeksi atau kerusakan jaringan, seperti:

1. Benang Terlihat atau Menonjol Keluar

Benang yang terlihat atau menonjol keluar bisa terjadi karena posisinya terlalu dekat dengan permukaan kulit atau bergeser. 

Kondisi ini berisiko menyebabkan infeksi karena bakteri bisa masuk melalui area yang terbuka. Jangan menarik atau mendorong benang sendiri karena bisa memperparah luka.

2. Bentuk Hidung Terlihat Miring

Hidung yang terlihat semakin miring bisa disebabkan oleh pembengkakan atau posisi benang yang bergeser. Jika benang bergeser, bentuk hidung bisa menjadi tidak simetris dan jaringan di sekitarnya ikut tertekan. 

  1. Hidung Semakin Sakit atau Mengeluarkan Nanah

Nyeri yang semakin kuat, kemerahan yang meluas, atau keluarnya nanah bisa menandakan infeksi pada area pemasangan benang. 

Jika dibiarkan, infeksi dapat menyebar dan merusak jaringan di sekitar hidung. Segera hubungi dokter, terutama jika kamu juga mengalami demam.

4. Ujung Hidung Tetap Merah atau Berubah Warna

Kemerahan yang tidak membaik bisa menandakan peradangan atau infeksi, sedangkan kulit yang pucat, kebiruan, atau kehitaman bisa menjadi tanda terganggunya aliran darah.

Segera cari pertolongan medis jika warna kulit berubah tidak biasa, terutama jika disertai nyeri atau perubahan yang cepat.

Baca Juga: Baru Tanam Benang Hidung? Ini Pantangan yang Bikin Hasilnya Lebih Awet

Mana yang Masih Normal dan Mana yang Perlu Diperiksa?

Bengkak atau memar ringan setelah tanam benang hidung akan berangsur membaik. Namun, kalau keluhan justru makin parah atau muncul perubahan yang tidak biasa, jangan diabaikan.

Berikut tanda-tanda yang perlu kamu tahu:

KeluhanApa yang perlu kamu lakukan?
Hidung sedikit bengkak atau memar, lalu perlahan membaikPantau kondisinya dan ikuti arahan dokter.
Hidung sedikit merah atau nyeri ringan yang makin berkurangAmati apakah keluhan terus membaik.
Hidung makin sakit atau bengkaknya bertambah parahSegera hubungi dokter yang menangani.
Benang terlihat atau mencuat keluar dari kulitJangan menariknya sendiri. Segera minta dokter memeriksanya.
Hidung makin merah, terasa panas, atau mengeluarkan nanahSegera periksa karena bisa menandakan infeksi.
Bentuk hidung makin miring atau tidak simetrisHubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Kulit hidung berubah pucat, kebiruan, atau kehitamanSegera cari pertolongan medis karena bisa menandakan gangguan aliran darah.
Demam setelah treatment, terutama disertai nyeri atau kemerahanSegera hubungi dokter karena bisa menandakan infeksi.

Cara Mengurangi Risiko Efek Samping Tanam Benang Hidung

Kamu memang tidak bisa menjamin bahwa tanam benang hidung bebas dari efek samping. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi risiko, di antaranya:

1. Pilih Dokter yang Berpengalaman

Pastikan prosedur dilakukan oleh dokter yang kompeten dan memiliki izin praktik dalam menangani area hidung.

Kamu juga boleh bertanya tentang jenis benang yang digunakan dan izin produk tersebut. Dengan begitu, kamu punya gambaran yang lebih jelas sebelum memutuskan treatment.

2. Ceritakan Kondisi Kesehatanmu

Sebelum treatment, beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat alergi atau gangguan pembekuan darah. 

Sampaikan juga jika kamu sedang hamil atau pernah menjalani prosedur pada hidung. Jangan merasa harus tetap menjalani treatment jika dokter menyarankan untuk menunda.

3. Jangan Sembarangan Menekan Hidung

Setelah treatment, hindari kebiasaan menyentuh atau memijat hidung berulang kali. Kamu juga perlu memperhatikan tekanan dari kacamata dan posisi tidur. Ikuti petunjuk dokter tentang aktivitas yang perlu dibatasi.

  1. Jangan Mencoba Memperbaiki Bentuk Hidung Sendiri

Kalau hidung terlihat kurang simetris, tahan keinginan untuk menekan bagian yang tampak berbeda. 

Bentuk hidung bisa terlihat berubah saat masih bengkak, sehingga belum tentu hasil akhirnya seperti itu.

Siapa yang Sebaiknya Berkonsultasi Dulu Sebelum Tanam Benang Hidung?

Tanam benang hidung belum tentu cocok untuk semua orang. Ada beberapa kondisi yang perlu dibicarakan dengan dokter sebelum kamu menjalani treatment:

  • Sedang Ada Infeksi atau Jerawat Meradang: Sebaiknya periksa dulu jika area hidung sedang mengalami infeksi atau peradangan.
  • Punya Riwayat Keloid: Ceritakan riwayat ini kepada dokter agar risiko pembentukan jaringan parut bisa dipertimbangkan.
  • Memiliki Gangguan Pembekuan Darah: Dokter perlu mengetahui kondisi ini sebelum menilai keamanan prosedur.
  • Sedang Hamil: Tanyakan kepada dokter apakah treatment perlu ditunda.
  • Pernah Menjalani Prosedur Hidung: Beri tahu dokter jika kamu pernah menjalani operasi atau treatment pada hidung.
  • Mengharapkan Perubahan Drastis: Jika ingin mengubah bentuk hidung secara signifikan, diskusikan dulu apakah tanam benang bisa memenuhi harapanmu.

Baca Juga: Filler Hidung vs Tanam Benang: Pilih Sesuai Bentuk

Masih Ragu dengan Efek Samping Tanam Benang Hidung?

Hasil Tanam Benang Hidung
Hasil Tanam Benang Hidung | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Wajar kalau kamu masih khawatir dengan efek samping tanam benang hidung sebelum memutuskan treatment. 

Hasilnya bisa berbeda pada setiap orang, jadi penting untuk memahami manfaat dan risikonya sebelum menjalani prosedur.

Kalau kamu ingin tahu apakah treatment ini sesuai dengan kondisi hidungmu, kamu bisa konsultasi dan buat janji temu dengan tim SOZO Skin Clinic. 

Kamu juga bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut kalau masih menimbang treatment lainnya. Kalau ingin datang langsung, kamu bisa cari lokasi klinik terdekat.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Efek Samping Tanam Benang Hidung

Setelah tanam benang hidung, mungkin ada beberapa hal yang bikin kamu khawatir. Berikut jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul setelah treatment:

1. Berapa Lama Bengkak Setelah Tanam Benang Hidung Akan Hilang?

Bengkak ringan biasanya mulai berkurang dalam beberapa hari, meski waktu pemulihan setiap orang bisa berbeda. Kalau bengkak justru makin besar atau hidung terasa semakin sakit, jangan dianggap sebagai proses pemulihan biasa dan segera hubungi dokter.

2. Apa yang Harus Dilakukan Kalau Benang Tanam Hidung Menonjol?

Segera hubungi dokter yang menangani dan jangan mencoba menarik, memotong, atau memasukkan benang sendiri. Benang yang menonjol bisa melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi jika dibiarkan.

3. Apakah Tanam Benang Bisa Membuat Hidung Bengkok?

Hidung bisa terlihat kurang simetris saat masih bengkak, tetapi perubahan bentuk yang semakin jelas perlu diperiksa. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah posisi benang yang bergeser, jadi jangan mencoba meluruskan hidung dengan memijat atau menekannya sendiri.

4. Kenapa Ujung Hidung Masih Merah Setelah Tanam Benang?

Ujung hidung bisa memerah karena jaringan masih bereaksi setelah treatment. Namun, jika kemerahan makin parah, terasa semakin sakit, atau disertai perubahan warna kulit, segera periksakan karena bisa menandakan komplikasi.

5. Apakah Hasil Tanam Benang Hidung yang Tidak Rata Bisa Diperbaiki?

Bisa atau tidaknya diperbaiki bergantung pada penyebabnya, misalnya pembengkakan atau posisi benang. Dokter perlu memeriksa kondisi hidungmu terlebih dahulu untuk menentukan penanganan yang tepat, jadi jangan mencoba mengubah bentuknya sendiri.

Referensi

Complications of Thread Lifts: A Review | Springer

Non-surgical rhinoplasty through minimal invasive nose thread procedures: adverse effects and prevention methods | PubMed

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?