Kulit yang kembali mengilap hanya beberapa jam setelah mencuci wajah sering dianggap sebagai tanda wajah kurang bersih. Padahal, kulit berminyak berkaitan dengan produksi sebum, yaitu minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Sebum sebenarnya memiliki fungsi penting. Masalah muncul ketika produksinya berlebihan sehingga wajah lebih mudah terlihat mengilap dan dapat disertai keluhan lain, seperti pori yang tampak lebih jelas atau komedo yang lebih mudah muncul.
Lalu, apakah facial treatment bisa membantu mengurangi minyak berlebih? Facial dapat membantu membersihkan minyak dan sumbatan pada permukaan kulit serta membuat wajah terasa lebih bersih. Namun, perawatan ini tidak menghentikan kelenjar sebaceous memproduksi sebum secara permanen.
Untuk memahami hasil yang bisa diharapkan, penting untuk mengetahui terlebih dahulu mengapa kulit bisa menghasilkan minyak lebih banyak daripada yang kita inginkan.
Kenapa Kulit Memproduksi Sebum Berlebih?
Produksi sebum tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Genetik, hormon, usia, lingkungan, hingga cara merawat kulit dapat memengaruhi seberapa berminyak kulit seseorang.
Faktor genetik dan hormon
Kecenderungan memiliki kulit berminyak dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Artinya, sebagian orang memang secara alami memiliki kelenjar sebaceous yang lebih aktif dibandingkan orang lain.
Hormon juga berperan penting dalam aktivitas kelenjar sebaceous. Hormon androgen, misalnya, dapat meningkatkan aktivitas kelenjar tersebut dan produksi sebum. Inilah salah satu alasan mengapa perubahan kondisi kulit sering terlihat ketika memasuki masa pubertas. Produksi minyak juga dapat berubah seiring usia dan fluktuasi hormon.
Karena faktor-faktor tersebut berasal dari dalam tubuh, kulit berminyak tidak selalu berarti seseorang salah menggunakan skincare atau kurang membersihkan wajah.
Cuaca panas dan lembap
Lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Sejumlah penelitian menunjukkan produksi atau pengeluaran sebum dapat meningkat pada cuaca yang lebih panas dan lembap.
Hal ini cukup relevan bagi orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia. Wajah dapat terasa lebih cepat berminyak saat berada di lingkungan panas dan lembap, terutama pada area dengan banyak kelenjar sebaceous seperti dahi, hidung, dan dagu.
Kondisi tersebut tidak berarti kulit harus terus-menerus dibersihkan setiap kali terasa berminyak. Terlalu agresif dalam membersihkan kulit justru dapat menimbulkan masalah baru.
Membersihkan wajah terlalu keras
Ketika wajah terasa sangat berminyak, menggunakan sabun yang memberikan sensasi sangat kesat mungkin terasa memuaskan. Namun, sensasi kesat bukan indikator bahwa pembersih tersebut lebih baik untuk kulit.
American Academy of Dermatology (AAD) justru menyarankan pemilik kulit berminyak menggunakan pembersih yang lembut. Pembersih yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan berpotensi memicu peningkatan produksi minyak.
Hal serupa berlaku untuk kebiasaan menggosok wajah terlalu kuat. Scrubbing yang agresif tidak membuat kelenjar sebaceous berhenti bekerja dan justru dapat mengiritasi permukaan kulit.
BACA JUGA: Sabun Kolagen Terbaik untuk Kulit Awet Muda & Kenyal: Panduan Lengkap
Melewatkan pelembap
Anggapan bahwa kulit berminyak tidak membutuhkan pelembap juga perlu diluruskan. Berminyak dan terhidrasi adalah dua kondisi yang berbeda.
AAD tetap merekomendasikan penggunaan pelembap pada kulit berminyak untuk membantu mempertahankan hidrasi kulit. Pilihannya dapat disesuaikan, misalnya formula yang ringan, oil-free, atau non-comedogenic agar terasa lebih nyaman dan tidak mudah menyumbat pori.
Jadi, tujuan merawat kulit berminyak bukan menghilangkan seluruh minyak dari wajah, melainkan membantu menjaga keseimbangan antara minyak dan kelembapan kulit.
Masalah yang Sering Menyertai Kulit Berminyak
Sebum berlebih tidak selalu menimbulkan masalah. Namun, ketika produksi minyak cukup tinggi, beberapa perubahan pada tampilan dan kenyamanan kulit dapat lebih mudah dirasakan.
Beberapa keluhan yang sering menyertai kulit berminyak antara lain:
- Wajah cepat mengilap, terutama di zona T yang mencakup dahi, hidung, dan dagu.
- Pori tampak lebih jelas. Kulit yang berminyak dan pori yang tersumbat dapat membuat tampilan pori lebih terlihat.
- Komedo lebih mudah muncul ketika sebum bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat folikel.
- Makeup lebih cepat bergeser atau luntur karena minyak yang terkumpul di permukaan kulit.
Meski keluhan tersebut dapat muncul bersamaan, kulit berminyak tidak otomatis berarti kulit sedang berjerawat. Jerawat merupakan kondisi yang lebih kompleks dan dapat melibatkan sumbatan folikel, inflamasi, serta faktor lainnya.
Karena itu, perawatan untuk mengurangi tampilan minyak tidak selalu sama dengan perawatan untuk jerawat aktif.
Peran Facial Treatment untuk Kulit Berminyak

Facial dapat membantu mengelola kondisi pada permukaan kulit, bukan menghentikan produksi sebum dari kelenjar minyak secara permanen.
Melalui proses pembersihan dan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit, facial dapat membantu mengangkat minyak berlebih, residu produk, dan sebagian sumbatan yang berada di permukaan. Setelahnya, kulit biasanya terasa lebih bersih dan tampilan kilap dapat berkurang sementara.
Pada kulit berminyak yang mudah mengalami sumbatan, eksfoliasi ringan juga dapat digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, jenis dan intensitas eksfoliasi perlu disesuaikan agar kulit tidak mengalami iritasi.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ekspektasinya. Facial bukan prosedur yang membuat kulit berhenti memproduksi minyak. Kelenjar sebaceous akan tetap menjalankan fungsinya setelah perawatan.
Karena itu, wajah dapat kembali berminyak seiring waktu. Hal tersebut tidak otomatis menunjukkan facial gagal, melainkan bagian dari fungsi normal kulit.
Jika minyak berlebih disertai masalah kulit tertentu, pendekatan lain mungkin perlu dipertimbangkan. Misalnya, acne peel merupakan jenis perawatan yang berbeda dari facial biasa dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan kulit.
Tahapan Facial yang Umum untuk Kulit Berminyak
Tidak ada satu rangkaian facial yang wajib digunakan untuk semua pemilik kulit berminyak. Kondisi kulit perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan produk dan tahapan perawatan. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat menjadi bagian dari facial untuk kulit berminyak.
Pembersihan menyeluruh
Facial biasanya diawali dengan membersihkan minyak, makeup, sunscreen, dan residu produk dari permukaan wajah. Pembersihan dilakukan secara lembut karena kulit berminyak tidak membutuhkan gesekan keras agar menjadi bersih.
Tahap ini juga memudahkan kondisi kulit untuk diamati sebelum melanjutkan perawatan.
Eksfoliasi ringan
Eksfoliasi dapat membantu melepaskan sel kulit mati pada permukaan yang berpotensi bercampur dengan sebum dan menyumbat pori.
Bahan seperti alpha hydroxy acid (AHA) atau beta hydroxy acid (BHA) dapat digunakan dalam produk tertentu untuk kulit berminyak. Namun, konsentrasi dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan toleransi kulit. Eksfoliasi berlebihan justru dapat menyebabkan kulit kering dan teriritasi.
Masker untuk membantu menyerap minyak
Masker dengan bahan seperti kaolin atau bentonite clay dapat digunakan untuk membantu menyerap minyak pada permukaan kulit. AAD mencantumkan kedua jenis clay tersebut sebagai bahan masker yang dapat dipertimbangkan untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat.
Efeknya perlu dilihat secara realistis. Masker dapat membantu mengurangi minyak yang sudah berada di permukaan, tetapi tidak menghentikan kelenjar sebaceous menghasilkan minyak baru.
Pelembap ringan
Facial untuk kulit berminyak tetap dapat diakhiri dengan pelembap. Tujuannya adalah membantu menjaga hidrasi dan kenyamanan kulit setelah proses pembersihan dan eksfoliasi.
Formula yang ringan atau berbentuk gel sering kali terasa lebih nyaman untuk kulit berminyak. Produk berlabel oil-free dan non-comedogenic juga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kemungkinan produk menyumbat pori.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari Pemilik Kulit Berminyak
Keinginan menghilangkan minyak sebanyak mungkin terkadang membuat pemilik kulit berminyak justru merawat wajah terlalu agresif. Padahal, tujuan perawatan seharusnya bukan membuat kulit sekering mungkin.
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah:
- Mencuci wajah terlalu sering. AAD merekomendasikan mencuci wajah hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. Mencuci wajah berulang kali hanya karena mulai mengilap dapat meningkatkan risiko iritasi.
- Menggunakan scrub kasar setiap hari. Gesekan berlebihan dapat mengiritasi kulit tanpa menghentikan produksi sebum.
- Melewatkan pelembap. Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi. Pilih pelembap dengan tekstur dan formula yang sesuai agar tetap nyaman digunakan.
- Memencet komedo atau sumbatan sendiri. Kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit memburuk.
Penggunaan terlalu banyak produk untuk mengontrol minyak sekaligus juga tidak selalu memberikan hasil lebih baik. Misalnya, menggabungkan pembersih yang kuat, eksfoliator, toner dengan alkohol, dan masker penyerap minyak dapat membuat kulit terasa kering atau perih.
Pendekatan yang lebih seimbang biasanya lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Kapan Perlu Evaluasi Lebih Lanjut?

Kulit berminyak pada dasarnya merupakan salah satu jenis kulit dan tidak selalu membutuhkan penanganan medis. Namun, evaluasi lebih lanjut dapat dipertimbangkan jika produksi minyak terasa sangat berlebihan, terus mengganggu, atau disertai masalah kulit lainnya.
Misalnya, konsultasi dapat dipertimbangkan ketika:
- Muncul jerawat meradang dalam jumlah banyak atau menyebar;
- Produksi minyak terasa sangat berlebihan dan disertai perubahan kulit lain;
- Kulit terus mengalami iritasi meskipun produk yang digunakan sudah disederhanakan; atau
- Keluhan tidak membaik setelah perawatan dilakukan secara konsisten.
Facial dapat menjadi bagian dari perawatan kulit berminyak, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya pendekatan yang dibutuhkan. Penilaian kondisi kulit membantu membedakan apakah masalah utamanya memang minyak berlebih atau terdapat kondisi lain yang perlu ditangani.
Di Sozo Skin Clinic, pilihan perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit setelah dilakukan evaluasi. Pendekatan ini penting karena tingkat produksi minyak, sensitivitas, dan masalah yang menyertai kulit berminyak dapat berbeda pada setiap orang.
FAQ Seputar Facial untuk Kulit Berminyak
Apakah facial bisa membuat kulit berminyak menjadi terlalu kering?
Bisa saja kulit terasa lebih kering atau sensitif jika perawatan menggunakan produk atau eksfoliasi yang terlalu kuat untuk kondisi kulit. Karena itu, facial untuk kulit berminyak tidak seharusnya bertujuan menghilangkan seluruh minyak alami dari wajah.
Kulit tetap membutuhkan sebum dan kelembapan untuk menjalankan fungsi perlindungannya.
BACA JUGA: Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Pori-Pori Besar: Panduan Memilih plus Rekomendasi
Apakah facial bisa menghilangkan minyak secara permanen?
Tidak. Facial dapat membantu membersihkan minyak yang sudah berada di permukaan dan membuat wajah tampak lebih bersih atau kurang mengilap untuk sementara, tetapi tidak menghentikan kelenjar sebaceous memproduksi sebum secara permanen.
Produksi sebum dipengaruhi berbagai faktor, termasuk genetik, hormon, usia, dan lingkungan.
Bolehkah melakukan facial saat wajah sedang sangat berminyak?
Kulit yang sangat berminyak tidak otomatis menjadi alasan untuk menghindari facial. Namun, kondisi kulit secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan sebelum perawatan dilakukan.
Jika minyak berlebih disertai kemerahan, iritasi berat, atau jerawat yang sedang meradang luas, sebaiknya kondisi tersebut dinilai terlebih dahulu agar jenis perawatan yang dilakukan tidak memperburuk keluhan.
Kulit berminyak bukan kondisi yang harus dibuat bebas minyak sepenuhnya. Sebum tetap memiliki fungsi bagi kulit, sehingga target yang lebih realistis adalah mengelola minyak berlebih sambil mempertahankan kelembapan dan kenyamanan kulit.
Facial dapat membantu membersihkan minyak dan sumbatan pada permukaan, tetapi hasilnya perlu didukung dengan kebiasaan perawatan yang tidak terlalu agresif. Jika produksi minyak terasa ekstrem, terus mengganggu, atau disertai masalah kulit lain, pertimbangkan pemeriksaan untuk mengetahui pendekatan yang lebih sesuai.
Sumber/Referensi
- American Academy of Dermatology — How to Control Oily Skin
- American Academy of Dermatology — Do Facial Masks Work, and Should I Add One to My Skin Care Routine?
- American Academy of Dermatology — Moisturizer: Why You May Need It If You Have Acne
- Cleveland Clinic — 8 Tips for Getting Rid of Oily Skin
- The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology — Oily Skin: A Review of Treatment Options
