HIFU menggunakan energi ultrasonik terfokus untuk merangsang pembentukan kolagen tanpa membuat sayatan pada permukaan kulit. Perawatan ini paling sesuai untuk kekenduran ringan hingga sedang. Hasil HIFU dapat terlihat secara bertahap dan biasanya bertahan sekitar 6–12 bulan.
Tabel Ringkasan HIFU Treatment
Informasi | Penjelasan |
Nama Perawatan | HIFU atau high-intensity focused ultrasound |
Jenis Tindakan | Prosedur nonbedah dan noninvasif tanpa sayatan |
Cara Kerja | Menghantarkan energi ultrasonik terfokus untuk memicu pembentukan dan penataan kolagen |
Target Utama | Kekenduran kulit ringan hingga sedang |
Area Perawatan | Wajah, rahang, bawah dagu, leher, serta area tubuh tertentu |
Waktu Hasil | Berkembang bertahap dan biasanya lebih terlihat sekitar 2–3 bulan |
Ketahanan Hasil | Umumnya sekitar 6–12 bulan |
Jumlah Sesi | Dapat dimulai dari satu sesi dan disesuaikan kembali berdasarkan hasil evaluasi |
Efek Samping Umum | Kemerahan, bengkak ringan, nyeri, kesemutan, atau memar sementara |
HIFU treatment adalah salah satu prosedur nonbedah yang banyak digunakan untuk membantu mengencangkan kulit tanpa sayatan.
Perawatan ini memanfaatkan energi ultrasonik terfokus yang bekerja pada lapisan tertentu di bawah permukaan kulit.
Hasilnya tidak muncul secara instan karena kulit memerlukan waktu untuk membentuk kolagen baru.
Karena itu, perubahan setelah HIFU biasanya berkembang secara bertahap dan terlihat lebih natural. Namun, tidak semua perangkat HIFU bekerja dengan cara yang sama.
Lalu, bagaimana sebenarnya HIFU bekerja dan siapa yang paling cocok menjalani perawatan ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu HIFU Treatment?

HIFU atau high-intensity focused ultrasound adalah prosedur nonbedah yang menggunakan energi ultrasonik terfokus untuk membantu mengencangkan kulit dan memperbaiki kontur wajah.
Energi tersebut diarahkan ke lapisan tertentu di bawah permukaan kulit, kemudian berubah menjadi panas terkontrol yang memicu respons perbaikan jaringan.
Prosedur ini menggunakan energi terfokus untuk memberikan efek termal pada jaringan. Tujuannya memang untuk menangani kekenduran ringan hingga sedang.
Beberapa perangkat HIFU menggunakan kedalaman sekitar 1,5 mm, 3 mm, hingga 4,5 mm untuk menjangkau lapisan kulit yang berbeda.
Kedalaman 4,5 mm dapat mencapai jaringan fibromuskular yang sering dikaitkan dengan SMAS, salah satu jaringan penyangga wajah yang juga diperhatikan dalam prosedur facelift.
Namun, tidak semua perangkat HIFU memiliki teknologi yang sama. Karena itu, hasil perawatan tetap dipengaruhi oleh klinik yang menyediakannya.
Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Alat HIFU Treatment yang Sering Digunakan
Bagaimana Cara Kerja HIFU?

HIFU bekerja dengan menghantarkan energi ultrasonik ke titik tertentu di bawah permukaan kulit.
Hasil HIFU umumnya terlihat setelah dua hingga tiga bulan. Hal ini karena jaringan perlu waktu untuk membentuk kolagen baru.
Jika dijelaskan, berikut cara kerja HIFU:
1. Menentukan Kedalaman Target
Sebelum tindakan, dokter menentukan area yang mengalami kekenduran dan memilih kedalaman yang sesuai dengan ketebalan jaringan.
2. Menghantarkan Energi Ultrasonik
Gelombang ultrasonik bergerak melewati permukaan kulit menuju titik yang sudah ditentukan. Karena energi baru terkonsentrasi pada kedalaman target, lapisan kulit paling luar tetap utuh.
3. Membentuk Titik Panas Terkontrol
Saat energi berkumpul, suhu jaringan meningkat dalam waktu singkat dan membentuk zona koagulasi termal berukuran kecil.
Cedera mikro ini memberikan sinyal bagi tubuh untuk memulai proses perbaikan jaringan. Kolagen yang terkena panas mengalami perubahan struktur dan dapat berkontraksi sementara.
4. Mengaktifkan Fibroblas
Setelah jaringan mengalami cedera mikro, fibroblas mulai terlibat dalam proses penyembuhan. Sel ini membantu membentuk komponen jaringan baru, seperti kolagen.
Proses ini berlangsung bertahap sehingga perubahan kekencangan kulit tidak muncul seluruhnya setelah satu kali tindakan.
5. Menata Ulang Jaringan Kulit
Kolagen baru yang terbentuk akan mengalami proses collagen remodeling atau penataan kembali. Hasilnya, jaringan menjadi lebih padat dan kontur kulit tampak lebih kencang secara bertahap.
Manfaat HIFU Treatment
Manfaat HIFU berkaitan dengan pengencangan jaringan dan pembentukan kolagen baru. Namun, HIFU tidak dapat memperbaiki seluruh penyebab wajah terlihat turun.
Jika masalah utamanya berasal dari kehilangan volume, dokter dapat mempertimbangkan filler treatment.
Secara umum, berikut adalah beberapa manfaat HIFU treatment untuk wajah:
- Mengencangkan Kulit: Energi panas dapat memicu pembentukan kolagen baru sehingga jaringan terasa lebih padat secara bertahap.
- Mempertegas Garis Rahang: Pengencangan jaringan pada wajah bagian bawah dapat membuat garis rahang terlihat lebih terdefinisi.
- Mengurangi Kekenduran Pipi: Proses collagen remodeling membantu memperbaiki penopang jaringan sehingga pipi dengan kekenduran ringan tampak lebih terangkat.
- Memberikan Efek Lifting pada Alis: Perangkat tertentu dapat menargetkan jaringan sekitar alis untuk memberikan efek pengangkatan ringan tanpa operasi.
- Memperbaiki Kekenduran Leher: Pembentukan kolagen baru dapat meningkatkan kepadatan jaringan sehingga kulit leher terlihat lebih kencang secara bertahap.
- Menyamarkan Garis Halus: Perbaikan struktur kolagen dapat membuat permukaan kulit lebih padat sehingga beberapa garis halus terlihat lebih samar.
- Mengencangkan Area Bawah Dagu: HIFU dapat menargetkan jaringan bawah dagu sehingga kontur area tersebut terlihat lebih padat dan terdefinisi.
Apakah HIFU Sama dengan Facelift?
Tidak, karena keduanya bekerja dengan cara yang berbeda. HIFU bertujuan untuk mengencangkan kulit, sedangkan facelift membedah kulit berlebih.
Jadi HIFU bisa disebut sebagai “facelift tanpa operasi” karena bisa memberikan efek pengencangan. Namun HIFU tidak dapat mengencangkan kasus kulit kendur yang berat.
Mari simak perbedaan keduanya secara lebih detail:
Aspek | HIFU | Facelift Bedah |
Jenis Tindakan | Noninvasif tanpa sayatan | Operasi dengan sayatan |
Target | Kolagen dan jaringan penyangga tertentu | Kulit, lemak, serta jaringan wajah |
Hasil | Ringan hingga sedang | Lebih nyata dan luas |
Waktu Hasil | Bertahap selama beberapa bulan | Terlihat setelah pembengkakan mereda |
Masa Pemulihan | Minimal | Beberapa minggu atau lebih |
Ketahanan | Sementara | Lebih panjang |
Kandidat | Kekenduran ringan hingga sedang | Kekenduran sedang hingga berat |
Risiko | Ringan | Risiko operasi dan anestesi |
Bekas Luka | Tidak ada sayatan | Bekas sayatan dapat terbentuk |
Area Wajah dan Tubuh yang Bisa Dirawat dengan HIFU
Tidak semua bagian tubuh dapat diberikan HIFU treatment. Area perawatan ini lebih sering difokuskan pada area wajah, lengan, dan leher.
Berikut beberapa area yang bisa dirawat dengan HIFU:
1. Pipi dan Garis Rahang
HIFU dapat menargetkan dermis dalam dan jaringan penyangga pada wajah bagian bawah. Pembentukan kolagen ini dapat membuat garis rahang terlihat lebih jelas.
2. Bawah Dagu dan Leher
Jaringan bawah dagu dapat kehilangan kekencangan seiring usia atau perubahan berat badan. HIFU di sini bekerja untuk memadatkan jaringan, tetapi bukan cara cepat menurunkan berat badan.
3. Alis dan Dahi
HIFU juga bisa memberikan efek pengangkatan ringan pada alis. Perubahan yang dihasilkan lebih halus daripada operasi kelopak atau pengangkatan alis.
4. Area Sekitar Mulut
Kekenduran ringan di sekitar mulut dapat membaik setelah jaringan menjadi lebih padat. Namun, HIFU tidak mengisi lipatan dalam atau mengganti volume yang hilang.
5. Leher dan Décolleté
Kulit leher serta dada bagian atas lebih tipis dan mudah menunjukkan garis. HIFU dapat memperbaiki kekencangan dan tampilan kerutan pada area tersebut jika dokter menyetujuinya.
6. Perut
Kekenduran ringan di perut juga bisa diatasi dengan HIFU. Tujuannya untuk memperbaiki tampilan kulit, bukan menghilangkan lemak visceral.
7. Lengan Atas
HIFU tubuh dapat memicu remodeling kolagen pada jaringan yang masih memiliki kemampuan berkontraksi. Hasilnya terbatas jika terdapat kulit berlebih dalam jumlah besar.
Bagaimana Prosedur HIFU Dilakukan?

Prosedur HIFU estetika umumnya dilakukan secara rawat jalan. Durasi tindakan dapat berlangsung sekitar 30–90 menit, tergantung luas area.
Apabila kamu hendak menjalankan prosedur ini, mari simak urutannya sebagai berikut:
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Kondisi Kulit
Dokter terlebih dahulu memeriksa tingkat kekenduran. Riwayat prosedur yang pernah dilakukan juga perlu diketahui untuk memastikan HIFU sesuai kebutuhan pasien.
2. Menentukan Area dan Kedalaman Perawatan
Setelah pemeriksaan, dokter menentukan bagian yang akan menjadi target dan kedalaman energi yang diperlukan. Tujuannya agar bisa menyesuaikan kartrid.
3. Membersihkan Kulit dan Mengoleskan Gel
Area tindakan dibersihkan dari riasan, minyak, dan produk perawatan yang masih menempel. Setelah itu, gel ultrasonik dioleskan agar energi dihantarkan secara lebih konsisten.
4. Menghantarkan Energi HIFU
Dokter kemudian menggerakkan handpiece pada area yang sudah ditentukan untuk menghantarkan energi.
Selama proses berlangsung, pasien dapat merasakan sensasi hangat, kesemutan, atau sedikit nyeri yang tingkatnya berbeda pada setiap orang.
5. Memeriksa Kondisi Kulit Setelah Tindakan
Setelah prosedur selesai, dokter akan melihat respons kulit pada area yang dirawat. Kemerahan atau bengkak ringan dapat muncul sementara, tetapi sebagian besar pasien tetap dapat kembali menjalani aktivitas pada hari yang sama.
Siapa yang Cocok Menjalani HIFU?
HIFU paling sesuai untuk orang dewasa dengan kekenduran kulit ringan hingga sedang. Pada dasarnya, HIFU adalah treatment untuk memperbaiki kekencangan tanpa sayatan.
Beberapa kondisi yang dapat dipertimbangkan untuk menjalani HIFU yaitu:
- Kulit Mulai Kendur: HIFU lebih sesuai ketika kekenduran masih ringan hingga sedang dan belum terdapat kulit berlebih yang signifikan.
- Garis Rahang Kurang Tegas: Pengencangan jaringan wajah bagian bawah dapat membantu membuat kontur rahang terlihat lebih terdefinisi.
- Pipi Mulai Turun: HIFU dapat dipertimbangkan ketika jaringan pipi mulai kehilangan kekencangan tetapi masih memiliki penopang yang cukup.
- Leher Mulai Longgar: Kekenduran ringan pada leher dapat ditangani dengan stimulasi kolagen sebelum membutuhkan prosedur yang lebih invasif.
Apakah HIFU Aman? Apakah Ada Efek Samping?
Ya, HIFU umumnya aman jika dilakukan di klinik estetika terpercaya. Namun, energi panas yang dihantarkan ke jaringan dapat menimbulkan reaksi sementara setelah tindakan.
Efek samping yang lebih umum terjadi yaitu:
- Kemerahan: Kulit dapat terlihat merah karena respons sementara terhadap energi yang diberikan selama prosedur.
- Pembengkakan Ringan: Jaringan dapat sedikit membengkak dan biasanya berangsur berkurang dalam beberapa hari.
- Nyeri atau Sensitif: Area yang dirawat dapat terasa seperti memar atau lebih sensitif ketika disentuh.
- Kesemutan atau Kebas: Sensasi kulit dapat berubah sementara karena energi bekerja di dekat jaringan saraf.
- Memar Ringan: Pada sebagian orang, pembuluh darah kecil dapat mengalami respons sehingga muncul memar sementara.
Pada kasus komplikasi yang lebih jarang dapat terjadi jika energi atau kedalaman tidak sesuai dengan kondisi jaringan, antara lain:
- Luka Bakar: Energi yang terlalu tinggi atau kontak alat yang kurang tepat dapat menyebabkan cedera panas pada kulit.
- Gangguan Saraf: Energi yang mengenai area saraf dapat menimbulkan kebas, nyeri, atau kelemahan otot sementara.
- Kehilangan Lemak: Energi yang mengenai lapisan lemak secara berlebihan dapat membuat bagian wajah terlihat lebih cekung.
- Kontur Tidak Rata: Perubahan jaringan yang tidak merata dapat membuat bentuk permukaan terlihat kurang seimbang.
- Perubahan Pigmen: Peradangan setelah tindakan dapat meninggalkan perubahan warna kulit pada sebagian pasien.
Segera hubungi klinik jika muncul lepuhan, kebas yang semakin memburuk, bahkan gerakan wajah yang terlihat tidak simetris.
Baca Juga: 7+ Pantangan Setelah Treatment HIFU agar Hasil Maksimal
Perawatan Setelah HIFU
HIFU umumnya tidak membutuhkan perawatan luka karena permukaan kulit tetap utuh. Namun, area tindakan dapat terasa lebih sensitif sehingga bisa dilakukan perawatan sederhana.
Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan setelah HIFU yaitu:
- Gunakan Pembersih Lembut: Bersihkan wajah tanpa menggosok atau memberikan tekanan berlebihan pada area yang baru dirawat.
- Aplikasikan Pelembap: Gunakan pelembap sederhana untuk menjaga kenyamanan kulit selama muncul kemerahan atau sensitivitas sementara.
- Gunakan Sunscreen: Lindungi kulit dari paparan ultraviolet dengan sunscreen setiap pagi dan aplikasikan kembali saat diperlukan.
- Hindari Panas Berlebih: Tunda sauna, mandi sangat panas, atau aktivitas yang membuat kulit terasa semakin panas.
- Jangan Memijat Terlalu Keras: Hindari tekanan atau pijatan kuat pada jaringan yang masih terasa sensitif setelah tindakan.
- Beri Jarak dengan Prosedur Lain: Konsultasikan terlebih dahulu sebelum menjalani laser, injeksi, atau perawatan estetika lainnya.
Panduan setelah tindakan dapat berbeda berdasarkan area yang dirawat. Untuk penjelasan lebih lengkap, kamu dapat membaca pantangan setelah treatment HIFU.
Berapa Lama Hasil HIFU Bertahan?
Hasil HIFU umumnya dapat bertahan sekitar 6–12 bulan, tetapi durasinya berbeda pada setiap orang.
Perubahan biasanya mulai terlihat dalam beberapa minggu dan menjadi lebih jelas sekitar 2 hingga 3 bulan ketika pembentukan serta penataan kolagen berlangsung.
Perlu diingat, HIFU tidak menghentikan proses penuaan secara permanen. Kolagen yang terbentuk tetap mengalami perubahan seiring waktu sehingga perlu adanya sesi pemeliharaan sesuai rekomendasi dokter.
Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi ketahanan hasil HIFU yaitu:
- Tingkat Kekenduran: Kekenduran ringan lebih merespons dibandingkan jaringan yang sudah turun lebih jauh.
- Usia dan Kondisi Kulit: Kemampuan tubuh membentuk kolagen baru dapat memengaruhi ketahanan hasil perawatan.
- Area yang Dirawat: Ketebalan kulit dan jaringan berbeda pada setiap area sehingga respons terhadap HIFU juga dapat berbeda.
- Paparan Sinar UV: Paparan ultraviolet berulang dapat mempercepat kerusakan kolagen dan membuat hasil berkurang lebih cepat.
- Kebiasaan Merokok: Rokok meningkatkan stres oksidatif yang dapat mempercepat penurunan kualitas jaringan kulit.
- Perubahan Berat Badan: Kenaikan atau penurunan berat badan yang besar dapat mengubah volume dan kontur wajah kembali.
Berapa Kali HIFU Perlu Dilakukan?
HIFU umumnya cukup dilakukan 1 kali sesi untuk melihat hasil awal, tetapi total sesinya sering disarankan 1 hingga 3 sesi di awal dengan jarak 1 hingga 3 bulan tergantung kondisi kulit.
Untuk menjaga hasil kencang, perawatan ini diulang setiap 6 hingga 12 bulan sekali. Pasien lain dapat memerlukan tindakan tambahan karena kondisi kulit yang berbeda.
Namun satu hal yang perlu diingat terkait HIFU treatment, pengulangan terlalu cepat sebelum hasil akhir muncul dapat membuat jaringan menerima energi yang tidak diperlukan, sedangkan jarak yang terlalu jauh mungkin tidak sesuai dengan tujuan pasien.
Evaluasi biasanya dilakukan setelah fase pembentukan kolagen berkembang. Dokter kemudian menentukan apakah diperlukan sesi tambahan atau kombinasi dengan Radiofrequency Treatment, skin booster, maupun prosedur lain.
Kapan Harus ke Dokter?
HIFU adalah perawatan noninvasif yang memusatkan energi ultrasonik pada titik tertentu di bawah kulit.
Hasil terbaik umumnya lebih tampak nyata pada kasus kekenduran ringan hingga sedang. Maka untuk menentukan apakah kasus kekenduranmu sesuai dengan HIFU, sebaiknya konsultasi dan buat janji konsultasi dengan dokter Sozo Skin Clinic.
Ingat, Liftera HIFU tidak dapat menggantikan facelift karena tidak bekerja untuk membuang kulit berlebih.

Prosedur ini ditujukan untuk mengencangkan kulit kendur ringan hingga sedang. Pelajari prosedur ini lebih detail di halaman HIFU Treatment Sozo Skin Clinic.
Kamu juga bisa mencari pilihan perawatan lainnya dengan jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut. Untuk mencoba layanannya langsung, bisa cari lokasi klinik terdekat sekarang.
FAQ Seputar HIFU Treatment
HIFU sering dipasarkan sebagai perawatan pengencangan tanpa operasi, tetapi jenis alat dan hasilnya sangat beragam. Untuk itu, simak dulu jawaban atas pertanyaan yang paling sering dicari:
1. Apakah HIFU Benar-Benar Bisa Mengencangkan Wajah?
Ya, HIFU dapat memperbaiki kekenduran ringan hingga sedang dengan memicu kontraksi dan pembentukan kolagen. Hasilnya bertahap dan tidak setara dengan pengangkatan melalui operasi.
2. Apakah HIFU Terasa Sakit?
Bisa, terutama saat energi diberikan di dekat tulang, rahang, atau saraf. Sensasinya dapat berupa panas, kesemutan, tekanan, atau nyeri singkat dan tingkatnya berbeda pada setiap orang.
3. Kapan Hasil HIFU Mulai Terlihat?
Perubahan ringan dapat muncul sekitar 2 hingga 3 bulan setelah perawatan. Pada hari pertama hingga minggu ke-1, kulit akan terasa sedikit kencang akibat reaksi awal pemanasan jaringan.
Pada minggu ke-3 hingga minggu ke-4, perubahan mulai terasa karena tubuh aktif membentuk protein kolagen baru. Bulan ke-2 hingga bulan ke-3 adalah puncak hasil optimal terlihat.
4. Apakah Satu Kali HIFU Sudah Cukup?
Bisa untuk kekenduran ringan, tetapi tidak berlaku bagi semua pasien. Satu kali perawatan HIFU sudah cukup untuk memicu pembentukan kolagen. Namun, hasilnya tidak permanen dan umumnya hanya bertahan 6 hingga 12 bulan.
5. Apa Perbedaan HIFU dan Ultherapy?
HIFU adalah istilah umum untuk energi ultrasonik terfokus, sedangkan Ultherapy merupakan merek perangkat MFU-V dengan pencitraan langsung. Fitur visualisasi memungkinkan dokter mengamati lapisan jaringan dan memastikan kedalaman sebelum energi diberikan.
6. Apakah HIFU Bisa Membuat Wajah Menjadi Cekung?
Bisa, tetapi risikonya jarang. Masalah tersebut lebih berkaitan dengan energi yang mengenai lemak secara tidak tepat. Inilah alasannya wajah yang tipis atau memiliki lemak sedikit memerlukan pemetaan lebih hati-hati untuk mencegah atrofi lemak.
7. Apakah HIFU Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
HIFU estetika umumnya ditunda selama kehamilan karena data keamanannya tidak memadai. Pada masa menyusui, keputusan tetap perlu dikonsultasikan karena tindakan ini bersifat elektif dan protokol klinik dapat berbeda.
8. Lebih Bagus HIFU atau Radiofrequency?
HIFU memusatkan energi pada kedalaman tertentu, sedangkan radiofrequency memanaskan jaringan melalui arus listrik atau medan elektromagnetik. Pilihan bergantung pada ketebalan kulit, tingkat kekenduran, lemak wajah, serta target perawatan.
9. Apakah HIFU Bisa Menghilangkan Double Chin?
HIFU dapat memperbaiki kekencangan bawah dagu dan perangkat tertentu dapat menargetkan lemak subkutan. Namun, hasilnya terbatas jika penyebab utama adalah lemak banyak, kulit berlebih, atau struktur dagu yang kurang menonjol.
Referensi:
High-intensity focused ultrasound (HIFU) | Mayo Clinic
HIFU facial: What is it, how it works, effects, cost, and more | Medical News Today
Complications and Risks of High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) in Esthetic Procedures: A Review | MDPI
