Pernah memperhatikan lekukan mendatar di antara bibir bawah dan dagu yang terlihat cukup dalam, sampai dagu seperti “terpisah” dari bibir? Lekukan ini punya nama, yaitu labiomental sulcus atau labiomental fold. Kedalamannya memang bisa memengaruhi bagaimana dagu terlihat.
Seberapa besar pengaruhnya bergantung pada dalamnya lekukan dan bentuk dagumu sendiri, jadi tidak ada patokan tunggal yang berlaku untuk semua wajah.
Labiomental Sulcus adalah Lekukan Alami Antara Bibir Bawah dan Dagu
Lekukan ini normal dan dimiliki hampir semua orang, hanya kedalamannya yang berbeda-beda. Jadi, kalau kamu melihatnya di wajahmu, itu bukan tanda ada yang salah.
Dr. Barry Eppley, dokter bedah plastik, menjelaskan labiomental sulcus sebagai lekukan horizontal antara bibir bawah dan dagu. Pada kebanyakan orang, letaknya kira-kira sepertiga jarak dari bibir bawah ke dagu.
Kedalamannya sangat bervariasi. Menurut Eppley, pada sebagian orang lekukan ini terlihat jelas dan dalam, sementara pada orang lain hampir tidak terlihat sama sekali. Variasi inilah yang membuat sebagian orang lebih memperhatikannya dibanding yang lain.
Alasan Lipatan Ini Terbentuk di Area Dagu
Lekukan ini muncul di titik pertemuan dua otot wajah dengan arah yang berbeda. Penjelasan ini berasal dari pengamatan praktik dokter bedah plastik, bukan dari studi anatomi besar.
Pertemuan Dua Otot yang Bergerak Berlawanan Arah
Menurut Dr. Barry Eppley, labiomental sulcus berada di batas antara dua otot. Yang pertama otot orbicularis oris, yaitu otot melingkar di sekitar mulut yang seratnya mendatar. Yang kedua otot mentalis, yaitu otot dagu yang seratnya tegak.
Karena arah keduanya berbeda, batas pertemuannya membentuk garis lekukan. Perlu dicatat, penjelasan ini disampaikan sebagai pendapat seorang dokter bedah plastik berdasarkan pengalaman praktiknya, dan kami belum menemukan sumber anatomi lain yang menguatkannya.
Otot mentalis juga berkaitan dengan dagu yang tampak berkerut saat bicara. Detail soal itu kami bahas di artikel “Botox untuk Dagu Berkerut: Apa Itu Mentalis Hyperactivity?”.
Pengaruh Kedalaman Lekukan terhadap Persepsi Proporsi Dagu
Lekukan yang dalam bisa mengubah kesan dagu, tapi tidak selalu dengan cara yang sama pada setiap orang. Bentuk dagu, ketebalan jaringan, dan proporsi wajah ikut menentukan hasil akhirnya.
Dr. Barry Eppley menyebut lekukan yang dalam bisa membuat dagu tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya. Selain itu, lekukan dalam juga bisa membuat area di sekitar bibir dan dagu terlihat lebih tua.
Kenapa bisa begitu? Lekukan yang dalam membuat batas antara bibir bawah dan dagu terlihat tajam. Akibatnya, dagu tampak seperti bagian yang terpisah, bukan menyatu mulus dengan bibir.
Anggap ini sebagai kecenderungan umum, bukan aturan pasti. Klaim soal kesan usia juga baru berasal dari pengamatan satu dokter, dan kami belum menemukan penelitian yang mengukurnya secara langsung. Ada orang dengan lekukan cukup dalam yang dagunya tetap terlihat proporsional dan sama sekali tidak merasa terganggu.
Apakah Lekukan Ini Perlu Dikoreksi?
Tidak harus. Mengoreksi labiomental sulcus adalah pilihan estetik, bukan keharusan medis. Kalau lekukannya tidak mengganggumu, membiarkannya apa adanya sama sekali tidak masalah.
Kalau kamu merasa terganggu, Dr. Barry Eppley menyebut area ini relatif sederhana untuk diperbaiki dengan filler yang umum tersedia. Ia juga mencatat bahwa filler yang lebih tahan lama cenderung lebih baik untuk area ini, dan perlu volume yang cukup supaya perubahannya terlihat. Penjelasan ini berbasis pengalaman praktik, bukan studi besar, jadi hasil pada tiap orang bisa berbeda.
Ada satu hal yang sering tidak disadari. Eppley menyebut tidak ada pendekatan berbasis tulang yang bisa memperbaiki lekukan ini. Bahkan, pembesaran dagu pada sebagian orang dengan lekukan dalam justru bisa membuatnya tampak lebih dalam, karena jaringan dagu ikut maju ke depan.
Eppley menyebut hal ini pada pembesaran dagu secara umum. Artinya, kalau dagu ditambah volumenya, termasuk dengan filler, lekukan ini perlu ikut diperhitungkan supaya hasilnya tidak berbeda dari harapan. Karena itu, dokter perlu menilai dagu dan lekukannya sebagai satu kesatuan.
BACA JUGA: Filler Dagu: Cara Kerja, Manfaat, dan Masalah yang Bisa Ditangani
Mendiskusikan Area Ini saat Konsultasi Filler Dagu
Kalau lekukan di bawah bibirmu terasa mengganggu tampilan dagu, sampaikan saja saat konsultasi. Area ini bisa jadi bagian dari pembahasan, terutama kalau kamu juga mempertimbangkan Filler Dagu.
Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan ke dokter:
- Apakah lekukan ini memang membuat dagu terlihat kurang proporsional, atau sebenarnya masih wajar?
- Kalau dagu ditambah volumenya, apakah lekukan ini akan terlihat lebih dalam?
- Apakah lekukan ini perlu ditangani langsung, dan seberapa besar perubahan yang realistis?
Kalau lekukanmu masih samar dan tidak mengganggu, belum perlu tindakan apa pun. Cukup kenali bentuk wajahmu dan pertimbangkan lagi kalau suatu saat kamu ingin mengubahnya.
Referensi:
Softening the Deep Labiomental Crease | Explore Plastic Surgery
Suntik Filler Dagu untuk Wajah Lebih Proporsional dan Tegas | Sozo Skin Clinic
