Laser brightening dapat membantu menyamarkan pigmentasi agar warna kulit tampak lebih merata. Namun hasil treatment bergantung pada kondisi kulit dan jumlah sesi. Jenis treatment dapat berupa nano laser atau pico laser.
Laser brightening adalah sebutan untuk perawatan laser yang bisa membantu kulit tampak lebih cerah dan warnanya lebih merata.
Namun ini bukan sebutan untuk satu jenis prosedur. Laser brightening terbagi lagi menjadi beberapa jenis lain, misalnya Pico Laser dan Nano Laser.
Biasanya ini direkomendasikan ketika wajah mengalami masalah kulit kusam atau flek hitam. Namun perlu diingat, prosedur ini tidak bisa membuat kulit lebih putih dari warna aslinya.
Sebelum memilih treatment, kamu perlu tahu jenis laser yang sesuai dengan keluhanmu. Mari simak di bawah ini!
Laser Brightening Itu Sebenarnya Laser Apa?

Laser brightening merupakan istilah umum untuk perawatan laser yang membantu mengatasi hiperpigmentasi atau masalah tekstur kulit akibat bekas jerawat.
Jenis laser yang digunakan bergantung pada keluhan kulitmu. Namun ada beberapa jenis yang umum digunakan, yaitu:
- Laser Toning (Q-Switched Nd): Membantu menyamarkan noda gelap dengan menargetkan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit.
- Pico Laser: Menggunakan pulsa energi berdurasi picosecond untuk menargetkan pigmen pada masalah pigmentasi tertentu.
- Nano Laser: Salah satu pilihan treatment di SOZO Skin Clinic yang dapat dipertimbangkan sesuai keluhan dan kondisi kulit.
Untuk menentukan pilihan treatment, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu agar hasilnya efektif sesuai kebutuhan kulit.
Laser Mana yang Cocok untuk Keluhanmu?
Jenis laser yang dipilih bergantung pada penyebab masalah kulitmu. Misalnya, kamu punya masalah kulit kusam ringan, belum tentu kamu butuh laser. Justru yang dibutuhkan bisa jadi hanya Skin Bright Facial.
Agar lebih mudah mencocokan apakah kamu perlu laser atau tidak, pahami dulu panduan laser dark spot atau simak tabel berikut:
| Keluhan Kulit | Pilihan Perawatan | Catatan |
| Kulit kusam | Nano Laser atau laser toning | Jika terkait pigmentasi |
| Warna kulit tidak merata | Nano Laser atau laser toning | Sesuaikan penyebabnya |
| Flek hitam | Pico Laser atau laser pigmentasi lain | Sesuaikan jenis pigmen |
| Bekas jerawat kehitaman | Pico Laser atau laser pigmentasi lain | Periksa jenis nodanya |
| Tekstur kasar dan pori besar | Laser Rejuve atau CO2 | Sesuaikan kondisi kulit |
| Melasma | Perawatan kombinasi | Laser perlu dipertimbangkan hati-hati |
*Ingat, tabel ini hanya panduan awal. Dokter perlu memeriksa kondisi kulitmu sebelum menentukan jenis perawatan dan pengaturan laser.
Cerah dan Putih Itu Beda

Pernah merasa kulit terlihat kusam atau belang karena ada noda gelap yang muncul di beberapa area?
Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelebihan melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit.
Ketika melanin menumpuk di area tertentu, maka bisa muncul gelap pada kulit yang terjadi penumpukan. Di sinilah laser brightening bisa dipertimbangkan untuk mengatasinya.
Perawatan ini membantu menyamarkan pigmentasi akibat melanin yang menumpuk agar warna kulit tampak lebih rata. Namun laser tidak bisa mengubah warna kulit bawaan menjadi lebih putih.
Sebagai contoh, ada noda gelap di pipi akibat paparan matahari. Jika penyebabnya karena melanin, maka laser dapat membantu menyamarkan noda tersebut sehingga noda seolah tampak hilang.
Baca Juga: Kulit Cerah Merata: Skincare atau Infus Whitening, Mana yang Efektif?
Berapa Sesi dan Kapan Hasilnya Terlihat?
Laser brightening biasanya membutuhkan beberapa sesi, tergantung jenis dan tingkat pigmentasi yang ada.
Misalnya untuk kasus melasma, pada satu penelitian diperlukan sekitar 10 sesi laser toning, tetapi jumlah ini tidak berlaku untuk semua orang. Hasilnya akan terlihat bertahap.
Mengingat melasma adalah kondisi yang dapat kambuh, kadang melakukan sesi berkali-kali justru bisa meningkatkan risiko hiperpigmentasi.
Untuk mencegah hal tersebut, kamu perlu menggunakan sunscreen setelah treatment. Dokter pun perlu mengevaluasi kondisi kulit sebelum menentukan perawatan lanjutan.
Efek Samping dan Siapa yang Perlu Lebih Hati-Hati?

Laser brightening tetap memiliki risiko. Efek yang muncul bergantung pada jenis laser dan pengaturan energi.
Sifatnya bisa sementara dan serius. Adapun efek yang akan cenderung hilang dengan sendirinya antara lain:
- Kemerahan atau Rasa Hangat: Kulit bisa tampak merah atau terasa hangat setelah tindakan.
- Kulit Kering atau Mengelupas: Sebagian prosedur dapat menyebabkan kulit terasa kering atau mengelupas selama pemulihan.
- Warna Kulit Menggelap atau Memudar: Pigmentasi bisa menjadi lebih gelap atau justru lebih terang jika kulit bereaksi terhadap tindakan.
- Luka atau Bekas Luka: Risiko ini lebih serius, tetapi bisa terjadi jika tindakan menyebabkan kerusakan kulit.
- Pigmentasi Menggelap: Noda bisa menjadi lebih gelap setelah tindakan.
Namun jika muncul efek samping berupa nyeri berat, lepuhan, pembengkakan yang semakin parah, segera hubungi dokter karena bisa pertanda infeksi.
Agar prosedur lebih aman, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum menjalani treatment:
1. Kulit Sawo Matang
Kulit sawo matang memiliki lebih banyak melanin dibandingkan kulit yang lebih terang. Pigmen ini dapat menyerap energi laser.
Namun kalau pengaturan laser tidak tepat, risikonya bisa terjadi hiperpigmentasi pascainflamasi, yaitu noda gelap yang muncul setelah kulit mengalami peradangan.
2. Melasma
Kondisi ini cenderung bersifat kambuh dan bisa memburuk kalau salah memilih tindakan perawatan.
Karena itu, laser tidak selalu menjadi solusi pertama. Dokter kadang perlu menilai jenis melasma dan faktor pemicunya.
3. Kulit Sedang Iritasi
Jika kulit sedang iritasi atau mengalami luka, sampaikan kondisi tersebut ke dokter. Ada kalanya dokter menyarankan untuk menunda tindakan sampai kulit pulih agar risiko iritasi lebih rendah.
Baca Juga: Laser Bekas Luka: Seberapa Efektif, dan Kapan Sebaiknya Mulai?
4. Penggunaan Obat Tertentu
Beri tahu juga ke dokter jika kamu sedang menggunakan obat atau skincare yang membuat kulit lebih sensitif terhadap laser.
Jangan coba menghentikan obat resep sendiri. Dokter yang akan menilai apakah tindakan perlu ditunda atau pengaturan perawatan perlu diubah.
5. Kehamilan
Bagi yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, sampaikan hal tersebut saat konsultasi.
Karena data keamanan untuk prosedur laser selama kehamilan masih terbatas, perawatan ini lebih baik ditunda sampai setelah kehamilan.
Kenapa Sunscreen Jadi Kunci Hasil Laser?
Setelah laser, kulit perlu dilindungi dari sinar matahari untuk mengurangi risiko hiperpigmentasi. Karena itu, kamu perlu menggunakan sunscreen sebagai bagian dari perawatan setelah laser.
Agar kulit tetap terlindungi, lakukan beberapa hal berikut:
- Pilih Sunscreen Minimal SPF 30: Pilih sunscreen dengan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.
- Aplikasikan Ulang: Gunakan kembali sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat.
- Gunakan Pelindung Tambahan: Pakai topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
- Ikuti Instruksi Setelah Laser: Gunakan pelembap yang sesuai dan tunda bahan aktif yang berpotensi mengiritasi sampai diizinkan dokter.
Jika kamu memiliki melasma, tanyakan kepada dokter apakah sunscreen dengan kandungan iron oxide cocok untukmu.
Kandungan ini dapat membantu melindungi kulit dari cahaya tampak, seperti cahaya dari matahari atau cahaya lampu, yang berpotensi memperburuk pigmentasi.
Berapa Biaya Laser Brightening?
Biaya laser brightening bergantung pada jenis laser dan area yang dirawat. Namun secara umum, laser treatment dihargai mulai dari Rp1 jutaan.
Harga bisa berubah-ubah tergantung klinik yang menanganinya. Untuk harga terbaru, sebaiknya kamu konfirmasi langsung dengan datang dan cari lokasi klinik terdekat.
Kalau mau akses yang mudah, kamu bisa pilih SOZO Skin Clinic yang memiliki lebih dari 70 cabang di seluruh Indonesia.
Kapan Sebaiknya Konsultasi dengan Dokter?
Kalau kulitmu tampak kusam atau warnanya tidak merata, laser treatment bisa jadi pertimbangan.
Namun, tidak semua noda gelap perlu laser, apalagi kalau ternyata penyebabnya melasma yang mana perlu lebih hati-hati.
Daripada cari konsekuensi, coba buat janji temu dan konsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui pilihan laser treatment yang sesuai.
Pada akhirnya, memiliki kulit sehat bukan berarti kamu harus memiliki kulit yang lebih putih dari warna aslinya.
Untuk menemukan rekomendasi yang tepat, coba jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut terlebih dulu.
FAQ
Setiap jenis laser memiliki manfaat dan batasan yang berbeda, tergantung kondisi kulit yang ingin ditangani. Berikut beberapa hal yang perlu kamu pahami:
1. Apakah Laser Brightening Bisa Memutihkan Kulit?
Tidak. Laser brightening membantu menyamarkan pigmentasi dan meratakan warna kulit, bukan mengubah warna kulit bawaan. Hasilnya bergantung pada penyebab noda dan respons kulit terhadap perawatan.
2. Berapa Kali Laser Brightening sampai Terlihat Hasilnya?
Laser brightening biasanya membutuhkan beberapa sesi untuk melihat perubahan kulit. Jumlahnya bergantung pada jenis pigmentasi dan respons kulit, sedangkan melasma bisa memerlukan perawatan jangka panjang.
3. Apakah Laser Brightening Aman untuk Kulit Sawo Matang?
Bisa dipertimbangkan, tetapi jenis laser dan pengaturan energinya perlu disesuaikan. Kulit sawo matang berisiko mengalami noda gelap setelah tindakan jika laser memicu iritasi.
4. Apakah Laser Brightening Bisa untuk Melasma?
Bisa membantu sebagian kasus, tetapi laser bukan pilihan utama untuk semua orang dan melasma dapat kambuh. Dokter mungkin menyarankan kombinasi perawatan, termasuk sunscreen dan obat oles.
5. Setelah Laser, Boleh Langsung Pakai Skincare?
Boleh menggunakan pembersih lembut dan pelembap yang sesuai jika kondisi kulit memungkinkan. Tunda bahan aktif seperti retinoid dan eksfolian sampai dokter mengizinkannya.
6. Apa Bedanya Laser Brightening dengan Facial Brightening?
Laser brightening menargetkan masalah kulit tertentu, seperti pigmentasi, menggunakan energi laser. Sementara itu, facial brightening berfokus pada perawatan wajah untuk membantu kulit tampak lebih segar, tergantung prosedurnya.
Referensi:
Melasma: Diagnosis and Treatment | American Academy of Dermatology (AAD).
Melasma: Self-Care | American Academy of Dermatology (AAD)
Picosecond Laser | DermNet New Zealand
The Low-Fluence Q-Switched Nd Laser Treatment for Melasma: A Systematic Review | Kim et al.
Efficacy and Safety of Low Fluence Nd Laser Treatment in Melasma: A Meta-Analysis and Systematic Review | Lee et al.
