Leher keriput bisa dipengaruhi oleh proses penuaan, paparan sinar matahari, dan kebiasaan merawat kulit. Perawatan sehari-hari hingga treatment di klinik dapat membantu menjaga kualitas dan kekencangan kulit leher.
Pernah merasa kulit wajah masih terlihat terawat, tapi bagian leher justru mulai ada garis-garis halus? Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi kok, karena kulit leher lebih tipis, sementara area ini sering terlupakan saat memakai sunscreen dan skincare.
Selain faktor usia, paparan sinar matahari dan berkurangnya elastisitas kulit juga bisa jadi penyebab leher keriput. Kabar baiknya, ada langkah sederhana yang bisa kamu mulai untuk menjaga kualitas kulit leher. Yuk, cari tahu pilihan perawatan sesuai kondisi kulitmu!
Kenapa Leher Mudah Keriput?
Ada beberapa hal yang membuat kulit leher lebih mudah menunjukkan tanda penuaan dibandingkan wajah. Mulai dari kondisi kulit hingga kebiasaan sehari-hari, berikut beberapa penyebabnya:
- Kulit leher lebih tipis: Kulit leher cenderung lebih tipis dan memiliki lebih sedikit kelenjar minyak, sehingga lebih mudah kering dan kehilangan elastisitas.
- Paparan sinar matahari: Sinar UV dapat merusak kolagen dan elastin yang menjaga kulit tetap kenyal, sehingga kerutan dan kulit kendur lebih mudah muncul.
- Pertambahan usia: Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin menurun sehingga kulit perlahan kehilangan kekencangannya.
- Faktor genetik: Keturunan turut memengaruhi ketebalan dan elastisitas kulit, sehingga tanda penuaan di leher bisa muncul lebih cepat pada sebagian orang.
- Kebiasaan sehari-hari: Leher sering terlewat saat memakai sunscreen, terutama ketika berkendara motor atau beraktivitas di luar ruangan, sehingga lebih banyak terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Awet Muda Tanpa Operasi dengan 7 Cara Mengencangkan Kulit Wajah Ini!
Jenis Keluhan Kulit yang Bisa Muncul di Leher

Leher keriput tidak selalu terlihat dalam bentuk yang sama. Ada yang berupa garis halus, kulit kendur, hingga pita otot yang semakin terlihat. Masing-masing kondisi pun punya penyebab dan pendekatan perawatan yang berbeda.
Berikut lima jenis keluhan yang bisa muncul di area leher:
1. Kerut Halus dan Perubahan Tekstur
Kerut halus biasanya terlihat seperti garis-garis kecil di permukaan kulit akibat berkurangnya kelembapan, paparan matahari, dan penurunan kolagen seiring bertambahnya usia. Kondisi ini bisa membuat tekstur kulit terasa kurang halus dan garis-garis lebih mudah terlihat.
2. Kulit Leher Kendur
Kulit leher kendur ditandai dengan kulit yang mulai terlihat longgar, terutama di bagian bawah dagu dan sepanjang leher. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya kolagen, elastin, serta perubahan jaringan penyangga kulit seiring bertambahnya usia.
3. Pita Otot Leher yang Terlihat
Pita otot leher bisa terlihat seperti dua garis vertikal yang menonjol dari bawah dagu hingga leher akibat otot platysma yang semakin tampak. Kondisi ini bahkan bisa lebih jelas seiring bertambahnya usia dan berkurangnya kekencangan kulit.
4. Garis Horizontal di Leher
Garis horizontal atau garis leher merupakan lipatan yang melintang di bagian depan leher dan bisa terlihat sejak usia muda akibat struktur alami kulit. Garis ini juga bisa semakin terlihat seiring waktu, terutama ketika kulit mengalami perubahan elastisitas.
5. Kulit Leher Kering dan Kusam
Kulit leher yang kering biasanya terasa lebih kasar, tampak kusam, dan kurang terhidrasi dibandingkan area wajah. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh sedikitnya kelenjar minyak, paparan matahari, serta kebiasaan melewatkan pelembap saat merawat wajah.
Cara Merawat Leher Sehari-hari agar Tidak Mudah Keriput

Cara mengencangkan kulit leher dan menjaga kualitasnya tidak harus rumit atau menggunakan banyak produk. Kamu bisa memulainya dengan beberapa kebiasaan sederhana berikut yang hanya membutuhkan sekitar 2 menit setiap hari:
- Gunakan sunscreen setiap pagi: Oleskan sunscreen minimal SPF 30 dengan perlindungan broad-spectrum pada wajah hingga leher. Aplikasikan kembali setiap 2 jam saat beraktivitas di luar ruangan atau setelah berkeringat.
- Lanjutkan penggunaan pelembap: Aplikasikan pelembap wajah hingga leher untuk membantu menjaga hidrasi dan mengurangi tampilan garis halus akibat kulit kering.
- Pilih skincare sesuai kebutuhan: Produk dengan kandungan pelembap dapat membantu menjaga kualitas kulit leher. Jika kulitmu sensitif, pilih produk yang lembut.
- Lindungi leher saat beraktivitas di luar: Gunakan pakaian yang menutupi area leher atau perlindungan fisik lainnya saat berkendara motor maupun beraktivitas di bawah matahari.
Pilihan Perawatan di Klinik

Perawatan sehari-hari dapat membantu menjaga kelembapan dan kualitas kulit leher. Namun, kalau kerutan atau kulit kendur mulai terlihat lebih jelas, treatment untuk leher keriput berikut ini bisa dipertimbangkan sesuai penyebab dan kondisi kulit.
| Jenis keluhan | Pilihan perawatan |
| Kerut halus dan tekstur kulit | Skin Booster dan skincare |
| Kulit mulai kendur | HIFU Treatment atau RF |
| Pita otot leher terlihat | Zo-tox Treatment (botulinum toxin), sesuai evaluasi dokter |
| Kulit sangat kendur | Konsultasi dengan dokter bedah |
Perlu diingat, tabel tersebut merupakan gambaran umum, ya. Dokter tetap perlu menilai kondisi kulit, anatomi leher, serta tingkat keluhannya sebelum menentukan pilihan.
1. Skin Booster untuk Membantu Kualitas Kulit
Skin Booster merupakan perawatan injeksi yang bertujuan membantu meningkatkan hidrasi dan kualitas kulit. Perawatan ini bisa dipertimbangkan untuk keluhan kulit kering, tekstur kurang halus, atau garis-garis halus, tetapi tidak ditujukan untuk mengangkat kulit yang sudah kendur.
2. HIFU Treatment untuk Kulit yang Mulai Kendur
HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) menggunakan energi ultrasound terfokus untuk merangsang pembentukan kolagen di lapisan jaringan tertentu. Perawatan ini dapat membantu memperbaiki tampilan kekencangan kulit secara bertahap, termasuk untuk area leher.
3. RF untuk Membantu Kekencangan Kulit
Radiofrequency (RF) menggunakan energi panas terkontrol untuk merangsang respons pembentukan kolagen sehingga dapat membantu memperbaiki tampilan kekencangan dan tekstur kulit. Tetapi kesesuaiannya untuk area leher perlu dikonsultasikan terlebih dahulu.
4. Zo-tox Treatment untuk Pita Otot Leher
Botulinum toxin dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi tampilan pita otot leher yang menonjol akibat aktivitas otot platysma.
Namun, tindakan ini perlu dilakukan berdasarkan evaluasi dokter karena otot leher punya fungsi penting dan membutuhkan penentuan dosis serta area penyuntikan yang tepat.
Baca Juga: Anti Aging vs Anti Wrinkle: Apa Bedanya dan Mana yang Kamu Butuhkan?
Kapan Treatment Non-Bedah Kurang Cocok?
Treatment non-bedah umumnya lebih sesuai untuk mengatasi keluhan ringan hingga sedang, tergantung jenis perawatan dan kondisi kulit. Jika kulit leher sudah sangat kendur atau memiliki banyak kulit berlebih, hasil treatment non-bedah mungkin tidak terlalu terlihat.
Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan dokter bedah bisa membantu menentukan pilihan perawatan yang lebih sesuai. Prosedur seperti neck lift dapat dipertimbangkan untuk mengatasi kulit berlebih dan kekenduran yang lebih signifikan.
Rawat Leher dengan Langkah yang Sesuai Kebutuhan
Leher keriput merupakan bagian dari proses penuaan kulit yang dipengaruhi usia, faktor genetik, dan paparan matahari. Karena kulit leher lebih tipis dan sering terlewat saat memakai skincare, area ini juga perlu mendapat perhatian seperti wajah.
Mulailah dengan menggunakan pelembap dan sunscreen hingga area leher setiap hari. Jika kulit mulai kendur atau kerutan semakin terlihat, kamu bisa mempertimbangkan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit.
Untuk mengetahui pilihan yang tepat, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic. Dengan begitu, perawatan yang dipilih dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit tanpa harus mengejar perubahan yang berlebihan.

FAQ
Masih ada yang ingin kamu ketahui seputar leher keriput? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya:
1. Kenapa leher terlihat lebih tua dari wajah?
Kulit leher cenderung lebih tipis dan memiliki lebih sedikit kelenjar minyak dibandingkan wajah. Area ini juga sering terlewat saat memakai sunscreen dan skincare sehingga tanda penuaan akibat paparan matahari lebih mudah terlihat.
2. Apakah skincare wajah bisa dipakai di leher?
Bisa, kok, selama produknya cocok dengan kondisi kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Kamu bisa mengaplikasikan pelembap dan sunscreen wajah hingga ke area leher.
3. Treatment apa yang cocok untuk leher kendur?
Pilihan treatment bergantung pada tingkat kekenduran kulit. HIFU dan RF bisa dipertimbangkan untuk kondisi ringan hingga sedang, sedangkan kulit yang sangat kendur mungkin memerlukan evaluasi dokter bedah.
4. Umur berapa leher mulai keriput?
Tidak ada usia pasti karena hal ini dipengaruhi faktor genetik, paparan matahari, dan kebiasaan sehari-hari. Garis leher bahkan bisa terlihat sejak usia muda akibat struktur alami kulit.
5. Apakah leher keriput bisa dicegah?
Tanda penuaan memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi kemunculannya bisa diperlambat. Biasakan menggunakan sunscreen, pelembap, dan perlindungan fisik saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
Referensi
Neck Aging and Rejuvenation: A Balanced Approach to Assessment and Treatment | Dermatological Reviews
Rethinking the Aging Neck: How Age and Modifiable Risk Factors Are Associated with Neck Skin Quality | European Journal of Plastic Surgery
A Dermatologist’s Guide to Nonsurgical Rejuvenation of the Neck and Jawline | Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology
How to Apply Sunscreen | American Academy of Dermatology
Sunscreen FAQs | American Academy of Dermatology
