mFlek kecokelatan di pipi atau dahi sering dianggap sebagai masalah kulit yang sama. Padahal, bercak gelap di wajah bisa berupa melasma, flek akibat paparan matahari, atau bekas peradangan seperti jerawat. Ketiganya dapat terlihat mirip, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan melasma dan hiperpigmentasi biasa terutama terlihat dari pola penyebaran, lokasi, dan faktor pemicunya. Melasma cenderung membentuk bercak simetris pada kedua sisi wajah dan berkaitan dengan pengaruh hormon serta paparan cahaya. Sementara itu, flek matahari dan bekas jerawat biasanya muncul mengikuti lokasi paparan UV atau peradangan sebelumnya.
Mengenali ciri-ciri tersebut dapat membantu kamu menjelaskan keluhan saat konsultasi. Namun, diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan dokter karena beberapa jenis pigmentasi bisa muncul bersamaan.
Ciri-Ciri Melasma yang Perlu Dikenali
Melasma merupakan gangguan pigmentasi yang ditandai bercak cokelat atau keabu-abuan, umumnya dengan pola simetris pada wajah. Kondisi ini sering muncul di pipi, dahi, batang hidung, dan area atas bibir, serta berkaitan dengan paparan cahaya, perubahan hormon, dan faktor genetik.
Melasma terjadi ketika sel melanosit menghasilkan pigmen melanin secara berlebihan. Pigmen tersebut kemudian menumpuk dan membuat sebagian area kulit tampak lebih gelap.
Ada beberapa karakteristik yang dapat membantu membedakan melasma dari flek lainnya.
1. Bercak Cenderung Simetris pada Kedua Sisi Wajah
Salah satu ciri khas melasma adalah pola pigmentasi yang relatif simetris.
Sebagai contoh, jika terdapat bercak kecokelatan pada pipi kanan, bercak serupa mungkin juga terlihat pada pipi kiri. Ukuran dan bentuknya tidak harus identik, tetapi distribusinya cenderung mengikuti pola yang seimbang.
Pola ini berbeda dari bekas jerawat yang biasanya muncul secara acak sesuai lokasi jerawat sebelumnya.
Meski demikian, melasma tidak selalu simetris sempurna. Dokter tetap perlu mempertimbangkan ciri lainnya sebelum menentukan diagnosis.
2. Sering Muncul di Pipi, Dahi, dan Atas Bibir
Melasma paling sering mengenai area wajah yang banyak terpapar cahaya.
Beberapa pola distribusi yang dikenal dalam dermatologi meliputi:
- Centrofacial: Bercak pada dahi, hidung, pipi, atas bibir, atau dagu.
- Malar: Pigmentasi terutama pada kedua pipi dan area hidung.
- Mandibular: Bercak di sekitar garis rahang, meskipun pola ini lebih jarang.
Lokasi tersebut dapat membantu dokter mengenali pola melasma. Namun, bercak pada pipi saja belum cukup untuk memastikan diagnosis karena flek matahari juga sering muncul di area tersebut.
3. Bentuknya Berupa Bercak yang Relatif Luas
Melasma umumnya terlihat sebagai bercak datar atau patch dengan bentuk tidak beraturan.
Bercaknya dapat berukuran beberapa sentimeter dan memiliki batas yang cukup jelas, meskipun tepinya tidak selalu rata.
Berbeda dari flek matahari yang sering terlihat sebagai bintik terpisah, melasma dapat membentuk area pigmentasi yang lebih luas dan menyatu.
Misalnya, seseorang mungkin melihat bagian pipinya tampak kecokelatan secara merata, bukan hanya memiliki beberapa titik gelap kecil.
Namun, ukuran bercak tetap bukan penentu tunggal karena hiperpigmentasi akibat peradangan juga dapat membentuk area yang luas.
4. Berkaitan dengan Perubahan Hormon
Melasma memiliki hubungan dengan faktor hormonal, terutama pada perempuan.
Kondisi ini dapat muncul atau memburuk selama kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau periode perubahan hormon lainnya.
Melasma yang muncul saat kehamilan sering disebut chloasma atau mask of pregnancy.
Namun, tidak semua orang dengan melasma memiliki riwayat kehamilan atau penggunaan pil KB. Faktor genetik dan paparan cahaya juga berpengaruh, sehingga melasma dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki.
Jika flek mulai muncul setelah perubahan hormonal, informasi tersebut penting disampaikan saat konsultasi.
5. Paparan Matahari Dapat Memperburuk Melasma
Paparan sinar ultraviolet dapat merangsang aktivitas melanosit dan meningkatkan produksi melanin.
Pada orang yang memiliki melasma, paparan matahari dapat membuat bercak terlihat semakin gelap atau lebih jelas.
Selain sinar UV, cahaya tampak, terutama komponen cahaya biru berenergi tinggi, juga dapat berkontribusi terhadap pigmentasi pada sebagian orang.
Karena itu, melasma sering memburuk setelah aktivitas luar ruangan yang intensif.
Namun, melasma bukan sekadar flek matahari biasa. Faktor hormonal dan kecenderungan genetik turut memengaruhi kemunculannya.
6. Pigmen Bisa Berada pada Kedalaman yang Berbeda
Melasma dapat melibatkan penumpukan pigmen pada epidermis, dermis, atau keduanya.
Pada melasma epidermal, peningkatan pigmen terutama ditemukan pada lapisan kulit bagian luar. Sementara itu, pada melasma dermal, pigmen juga ditemukan lebih dalam.
Sebagian pasien memiliki karakteristik campuran.
Kedalaman dan distribusi pigmen tidak dapat ditentukan secara akurat hanya dengan melihat warna bercak di cermin.
Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk menilai karakteristik pigmentasi sebelum menentukan pendekatan perawatan.
Ciri-Ciri Hiperpigmentasi Biasa: Flek Matahari dan Bekas Jerawat

Hiperpigmentasi biasa merupakan istilah umum untuk area kulit yang tampak lebih gelap akibat peningkatan melanin. Dua contoh yang sering ditemukan adalah flek matahari dan hiperpigmentasi pascainflamasi atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH).
Secara medis, melasma sebenarnya juga termasuk gangguan hiperpigmentasi. Namun, dalam pembahasan ini, istilah hiperpigmentasi biasa digunakan untuk membedakan melasma dari flek matahari dan bekas peradangan.
1. Flek Matahari Muncul pada Area yang Sering Terpapar UV
Flek matahari, terutama solar lentigines, berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
Bercaknya biasanya berwarna cokelat muda hingga cokelat tua, berbentuk relatif bulat atau oval, dan memiliki batas yang cukup jelas.
Flek ini sering ditemukan pada pipi, pelipis, punggung tangan, dan area tubuh yang sering terkena matahari.
Berbeda dari melasma yang cenderung membentuk bercak luas dan simetris, solar lentigines sering muncul sebagai beberapa bintik terpisah.
2. Bekas Jerawat Mengikuti Lokasi Peradangan
PIH terjadi ketika peradangan kulit merangsang peningkatan produksi atau distribusi melanin.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah jerawat. Setelah jerawat sembuh, area bekasnya dapat meninggalkan noda cokelat, keabu-abuan, atau lebih gelap daripada kulit sekitarnya.
Ciri penting PIH adalah lokasinya mengikuti area yang sebelumnya mengalami peradangan.
Sebagai contoh, jika jerawat muncul di dagu dan meninggalkan noda gelap setelah sembuh, bercak tersebut lebih mengarah pada PIH daripada melasma.
PIH juga dapat terjadi setelah luka, gigitan serangga, atau iritasi kulit.
3. Polanya Tidak Harus Simetris
Flek matahari dan PIH umumnya mengikuti lokasi paparan atau cedera kulit.
Karena itu, distribusinya tidak harus seimbang antara sisi kanan dan kiri wajah.
Seseorang mungkin memiliki beberapa noda bekas jerawat di pipi kanan, sementara pipi kiri relatif bersih.
Namun, pola simetris tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan hiperpigmentasi lain. Jerawat yang muncul pada kedua pipi, misalnya, juga dapat meninggalkan noda di kedua sisi wajah.
Riwayat munculnya bercak tetap diperlukan untuk membedakannya.
BACA JUGA: Melasma: Penyebab, Pencegahan & Treatment agar Kulit Merata
4. Warna Bercak Bisa Bervariasi
PIH dapat terlihat cokelat muda, cokelat tua, hingga abu-abu kebiruan, bergantung pada distribusi pigmen dan karakteristik kulit.
Pigmentasi yang dominan pada epidermis sering tampak kecokelatan. Jika pigmen berada lebih dalam, warnanya dapat terlihat lebih keabu-abuan.
Namun, warna tersebut tidak cukup untuk memastikan kedalaman pigmen atau jenis hiperpigmentasi.
Melasma juga dapat memiliki variasi warna serupa. Karena itu, menilai flek hanya berdasarkan tingkat kegelapannya sering menghasilkan kesimpulan yang keliru.
5. Riwayat Kemunculan Menjadi Petunjuk Penting
Waktu dan keadaan ketika bercak pertama kali muncul dapat membantu membedakan jenis pigmentasi.
Misalnya:
- Flek muncul setelah jerawat meradang dan sembuh: lebih mengarah pada PIH.
- Bintik cokelat bertambah setelah bertahun-tahun terpapar matahari: dapat mengarah pada solar lentigines.
- Bercak luas muncul pada kedua pipi selama kehamilan: dapat mengarah pada melasma.
Petunjuk tersebut belum cukup untuk diagnosis, tetapi sangat membantu dokter memahami kemungkinan penyebabnya.
6. Flek Matahari dan PIH Tidak Selalu Memiliki Kedalaman Pigmen yang Sama
Solar lentigines umumnya melibatkan perubahan pigmentasi pada epidermis.
Sementara itu, PIH dapat melibatkan pigmen epidermal maupun dermal, bergantung pada jenis dan tingkat peradangan sebelumnya.
Artinya, anggapan bahwa semua hiperpigmentasi selain melasma hanya berada di permukaan kulit kurang tepat.
Kedalaman pigmen dapat bervariasi pada ketiga kondisi tersebut, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan.
Perbandingan Melasma dan Hiperpigmentasi Biasa
Perbedaan paling membantu antara melasma, flek matahari, dan PIH adalah kombinasi pola sebaran, riwayat pemicu, serta bentuk bercaknya. Warna saja tidak dapat digunakan sebagai penentu diagnosis.
| Karakteristik | Melasma | Flek Matahari | Bekas Jerawat (PIH) |
|---|---|---|---|
| Pemicu utama | Paparan cahaya, hormon, dan genetik | Paparan UV jangka panjang | Peradangan atau cedera kulit |
| Pola sebaran | Cenderung simetris | Bintik terpisah, tidak harus simetris | Mengikuti lokasi peradangan |
| Lokasi umum | Pipi, dahi, hidung, atas bibir | Pipi, pelipis, area terpapar matahari | Area bekas jerawat atau luka |
| Bentuk | Bercak luas dengan tepi tidak beraturan | Bintik datar, relatif bulat atau oval | Noda sesuai area peradangan |
| Warna | Cokelat hingga keabu-abuan | Cokelat muda hingga tua | Cokelat hingga abu-abu kebiruan |
| Kedalaman pigmen | Epidermal, dermal, atau campuran | Umumnya epidermal | Epidermal atau dermal |
| Petunjuk riwayat | Kehamilan, kontrasepsi hormonal, paparan cahaya | Paparan matahari bertahun-tahun | Jerawat, luka, atau iritasi sebelumnya |
Tabel ini dapat digunakan sebagai panduan awal sebelum konsultasi, bukan alat diagnosis mandiri.
Jika bercak memiliki beberapa karakteristik sekaligus, dokter perlu memeriksa kemungkinan adanya lebih dari satu jenis pigmentasi.
Cara Memastikan Jenis Pigmentasi di Klinik
Dokter kulit membedakan melasma dan hiperpigmentasi melalui pemeriksaan langsung, riwayat kemunculan bercak, serta alat bantu diagnostik jika diperlukan. Lampu Wood dan dermoskop dapat membantu memperjelas karakteristik pigmentasi, tetapi tidak selalu dapat menentukan kedalaman pigmen secara pasti.
Pemeriksaan ini penting karena beberapa gangguan pigmentasi memiliki tampilan yang mirip, sementara pendekatan perawatannya dapat berbeda.
1. Pemeriksaan Pola dan Distribusi Bercak
Dokter akan mengamati lokasi, bentuk, batas, serta distribusi pigmentasi pada wajah.
Pola simetris yang melibatkan kedua pipi dan dahi dapat meningkatkan kecurigaan terhadap melasma.
Sebaliknya, noda yang mengikuti bekas jerawat lebih mendukung kemungkinan PIH.
Dokter juga perlu membedakan bercak tersebut dari kondisi lain yang dapat menyerupai melasma, termasuk lentigo dan beberapa gangguan pigmentasi akibat obat atau peradangan.
2. Penelusuran Riwayat Munculnya Flek
Selain pemeriksaan visual, dokter akan menanyakan kapan bercak pertama kali muncul dan apakah warnanya berubah seiring waktu.
Beberapa informasi yang membantu meliputi:
- Apakah bercak muncul saat hamil atau setelah menggunakan kontrasepsi hormonal?
- Apakah noda muncul setelah jerawat atau iritasi kulit?
- Apakah flek semakin gelap setelah aktivitas luar ruangan?
- Apakah anggota keluarga memiliki keluhan pigmentasi serupa?
- Apakah bercak bertambah luas atau mengalami perubahan bentuk?
Jawaban tersebut membantu menghubungkan tampilan kulit dengan faktor pemicunya.
3. Pemeriksaan Menggunakan Lampu Wood
Lampu Wood menggunakan cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu untuk membantu pemeriksaan permukaan kulit dan perubahan pigmentasi.
Pada sebagian kasus melasma epidermal, bercak dapat terlihat lebih kontras di bawah lampu Wood.
Namun, pemeriksaan ini memiliki keterbatasan, terutama pada kulit dengan pigmentasi alami lebih gelap. Lampu Wood juga tidak dapat selalu membedakan kedalaman pigmen secara akurat.
Karena itu, hasilnya harus ditafsirkan bersama pemeriksaan klinis.
4. Dermoskopi untuk Melihat Pola Pigmen Lebih Detail
Dermoskop merupakan alat pembesar dengan pencahayaan khusus yang membantu dokter melihat struktur kulit lebih jelas.
Pada gangguan pigmentasi, dermoskopi dapat memperlihatkan pola distribusi pigmen dan karakteristik lesi yang sulit diamati dengan mata telanjang.
Pemeriksaan ini juga membantu dokter menilai apakah bercak memiliki ciri yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Tidak semua pasien membutuhkan pemeriksaan tambahan yang sama. Pemilihan alat bergantung pada tampilan bercak dan pertimbangan dokter.
5. Pemeriksaan Lanjutan Jika Diagnosis Belum Jelas
Jika bercak menunjukkan karakteristik tidak biasa, dokter mungkin mempertimbangkan pemeriksaan tambahan.
Contohnya adalah lesi yang tumbuh cepat, memiliki warna tidak merata, mudah berdarah, atau mengalami perubahan bentuk mencolok.
Pada keadaan tersebut, prioritasnya adalah memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lain.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua bercak gelap sebagai masalah kosmetik yang dapat ditangani dengan treatment pencerahan.
Pertanyaan Seputar Membedakan Melasma dan Hiperpigmentasi

Bisakah Melasma dan Hiperpigmentasi Biasa Muncul Bersamaan?
Bisa. Seseorang dapat memiliki melasma sekaligus flek matahari atau bekas jerawat pada wajah yang sama.
Sebagai contoh, bercak melasma mungkin terlihat pada kedua pipi, sementara beberapa noda PIH muncul di dagu akibat jerawat sebelumnya.
Kombinasi tersebut dapat membuat warna kulit terlihat tidak merata dengan pola yang sulit dibedakan sendiri.
Karena itu, dokter perlu menilai setiap jenis bercak berdasarkan karakteristiknya, bukan menganggap seluruh pigmentasi memiliki penyebab yang sama.
Apakah Bercak yang Lebih Gelap Berarti Pasti Melasma?
Tidak. Tingkat kegelapan bercak tidak dapat memastikan apakah seseorang mengalami melasma.
Bekas jerawat dapat berwarna cokelat tua atau keabu-abuan, terutama jika pigmen berada lebih dalam. Flek matahari juga dapat terlihat gelap meskipun memiliki penyebab berbeda.
Pola penyebaran, lokasi, dan riwayat munculnya bercak memberikan petunjuk yang lebih berguna dibandingkan warna saja.
Apakah Melasma Selalu Muncul pada Perempuan?
Tidak. Melasma lebih sering ditemukan pada perempuan, terutama yang memiliki pengaruh hormonal tertentu, tetapi laki-laki juga dapat mengalaminya.
Paparan cahaya dan faktor genetik tetap berperan pada kedua kelompok.
Karena itu, bercak simetris pada wajah laki-laki juga perlu diperiksa jika menunjukkan karakteristik yang mengarah pada melasma.
Apakah Semua Flek di Pipi Merupakan Melasma?
Tidak. Pipi merupakan lokasi umum untuk melasma, flek matahari, dan PIH.
Perbedaannya perlu dilihat dari pola bercak. Melasma cenderung membentuk area pigmentasi yang lebih luas dan relatif simetris, sedangkan flek matahari sering muncul sebagai bintik terpisah.
Jika terdapat riwayat jerawat di lokasi yang sama, PIH juga perlu dipertimbangkan.
Kapan Flek Hitam Perlu Segera Diperiksa?
Bercak yang tumbuh cepat, berubah bentuk atau warna secara mencolok, memiliki tepi sangat tidak teratur, atau mudah berdarah perlu diperiksa dokter kulit.
Perubahan tersebut tidak otomatis menunjukkan penyakit serius, tetapi memerlukan penilaian medis.
Jangan menunda pemeriksaan hanya karena bercak terlihat seperti flek biasa atau tidak menimbulkan rasa sakit.
Kenali Jenis Flek Sebelum Memilih Treatment
Melasma, flek matahari, dan bekas jerawat sama-sama menyebabkan perubahan warna kulit, tetapi memiliki pola dan pemicu yang berbeda.
Melasma cenderung simetris serta berkaitan dengan pengaruh hormon dan cahaya. Flek matahari muncul akibat paparan UV jangka panjang, sedangkan PIH mengikuti lokasi peradangan sebelumnya.
Mengenali perbedaan tersebut membantu kamu memahami keluhan kulit sebelum berkonsultasi. Namun, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan jenis pigmentasi dan menentukan langkah perawatan yang sesuai.
Jika kamu sedang mempertimbangkan ipl treatment atau IPL glow, sebaiknya pastikan jenis flek sudah dievaluasi terlebih dahulu.
BACA JUGA: IPL Treatment untuk Melasma: Aman atau Bisa Memperburuk Flek?
Di Sozo Skin Clinic, konsultasi dapat membantu mengidentifikasi karakteristik pigmentasi sebelum menentukan pilihan perawatan. Khusus jika bercak diduga merupakan melasma, pelajari juga pembahasan mengenai keamanan IPL pada melasma sebelum memutuskan treatment.
Referensi:
• IPL Vs Laser Toning Untuk Flek Hitam | Sepikir.com
• Laporan Kasus: IPL Sebagai Terapi Melasma Tipe Epidermal | Referensi penelitian melalui Exa.ai
• Apakah Itu Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) | Kaiteki
