Skin 7 mnt baca

Kulit Berminyak Masih Perlu Skin Booster Nggak?

Kulit Berminyak Masih Perlu Skin Booster Nggak?

Jam 11 siang wajah sudah mengilap, jadi rasanya aneh kalau masih harus menambah “hidrasi” lewat suntikan. Jawaban singkatnya: kulit berminyak tetap butuh hidrasi, tapi skin booster bukan keharusan. Skin booster mungkin membantu kalau kulitmu berminyak sekaligus kurang air, atau teksturnya terasa kasar. Satu hal yang perlu kamu tahu dari awal, skin booster tidak dirancang untuk mengontrol minyak.

Kulitmu memang sudah berminyak. Tapi bagi kulit, minyak dan air itu dua hal yang berbeda, dan di situ letak jawabannya.

Apakah Kulit Berminyak Masih Perlu Skin Booster?

Belum tentu perlu. Kulit berminyak memang tetap butuh hidrasi, tapi buat banyak orang, pelembap ringan yang dipakai rutin sudah cukup.

Skin booster bisa dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan pengganti rutinitas harian. Kulit berminyak memang bisa menerima skin booster, tapi “bisa” tidak sama dengan “perlu”. Keputusannya sebaiknya diambil setelah dokter memeriksa kondisi kulitmu langsung.

Kulit Berminyak dan Kulit Berminyak yang Dehidrasi, Apa Bedanya?

Kulit berminyak berarti produksi sebumnya tinggi. Sebum adalah minyak alami yang dihasilkan kulit. Dehidrasi artinya kulit kekurangan air, jadi kulit yang mengilap belum tentu cukup terhidrasi.

Makanya, meskipun kulitmu berminyak, pelembap tetap penting untuk menjaga kulit terhidrasi. Membersihkan wajah terlalu keras juga bisa membuat kulit iritasi dan memicu produksi minyak makin banyak.

Tabel ini membantu kamu memperhatikan dua hal yang berbeda di kulitmu:

Yang diamatiCiri kulit berminyakTanda kulit kurang air
Permukaan kulitMengilap, terasa licinTerasa kering, kadang mengelupas
Garis halusCenderung lebih sedikit kerutanGaris halus lebih terlihat
TeksturHalus tapi licinTerasa kasar
RasaUmumnya tidak gatalBisa terasa gatal
Pori dan jerawatPori mudah tersumbat dan memicu jerawatTidak khas

Kalau kulitmu mengilap tapi juga menunjukkan tanda kurang air, ceritakan ke dokter. Tabel ini untuk mengamati, bukan untuk diagnosis.

Kandungan Skin Booster dan Kaitannya dengan Kulit Berminyak

Kandungan skin booster yang paling banyak dipakai adalah asam hialuronat. Kandungan lain juga sering ditawarkan, tapi bukti khususnya untuk kulit berminyak masih terbatas.

Asam Hialuronat

Asam hialuronat (HA) adalah zat pengikat air yang juga ada secara alami di kulit. Dalam satu studi di satu klinik, HA disuntikkan sebagai titik-titik sangat kecil ke lapisan kulit pada 150 orang. Sebagian besar pesertanya berkulit kering, dan sebagian kecil berkulit berminyak dengan pori besar dan bekas jerawat.

Hasilnya, tekstur kulit dinilai lebih halus, dan pori besar dilaporkan berkurang. Tapi studi ini tidak punya kelompok pembanding, perubahan pori hanya digambarkan tanpa angka, dan perubahan hidrasi yang diukur dengan alat tidak bermakna secara statistik. Belum ada data kuat bahwa HA yang disuntikkan bisa menurunkan produksi minyak.

Salmon DNA (Polynucleotide/PDRN)

Polynucleotide adalah rangkaian molekul yang umumnya diambil dari sel ikan salmon atau trout. Kandungan ini diharapkan bisa membantu produksi kolagen, hidrasi, dan perbaikan jaringan kulit. Tapi bukti yang ada sebagian besar masih dari studi kecil, cara kerjanya belum terbukti secara objektif, dan belum ada pembahasan khusus untuk kulit berminyak.

Peptida

Peptida adalah rantai protein pendek. Studi laboratorium menunjukkan peptida tertentu bisa merangsang sel kulit membentuk kolagen dan memperlambat kerusakan kolagen. Tapi hasil ini belum berasal dari uji klinis, dan belum ada bukti yang cukup bahwa peptida dalam skin booster bisa mengatasi jerawat atau minyak berlebih.

Satu catatan: ada juga studi yang meneliti suntikan botulinum toxin ke lapisan kulit atas, yang sering disebut microbotox, pada kulit berminyak. Itu tindakan yang berbeda dari skin booster, jadi jangan disamakan.

Kondisi Kulit Berminyak yang Mungkin Terbantu Skin Booster

Skin booster mungkin memberi nilai tambah kalau keluhanmu ada di hidrasi atau tekstur, bukan di jumlah minyak. Beberapa kondisi yang bisa kamu diskusikan dengan dokter:

  • Kulit berminyak yang juga terasa kering, kasar, atau gatal. Kalau kulitmu ternyata juga kekurangan air, hidrasi tambahan mungkin membantu kulit terasa lebih nyaman.
  • Tekstur kasar dan pori yang terlihat besar. Studi kecil tadi melaporkan tekstur yang lebih halus dan pori yang berkurang, tapi sebagian besar penilaiannya subjektif. Hasil di kulitmu bisa berbeda.
  • Bekas jerawat. Tanyakan ke dokter apakah skin booster cocok, atau ada pilihan lain yang lebih tepat untuk jenis bekas jerawatmu.

Perubahan biasanya tidak instan. Dalam studi tadi, hasil dinilai sekitar empat minggu setelah suntikan. Kalau kamu ingin tahu jenis skinbooster treatment yang sesuai dengan kondisi kulitmu, bahas saat konsultasi, termasuk berapa sesi yang realistis.

Kapan Kulit Berminyak Sebaiknya Menunda Skin Booster?

Kalau kulitmu sedang bermasalah di area yang akan disuntik, biasanya lebih bijak menunda dulu. Kondisi yang sebaiknya dibicarakan dengan dokter sebelum tindakan:

  • Jerawat meradang aktif atau infeksi di area suntik. Untuk suntik jerawat, infeksi aktif di sekitar area menjadi alasan tindakan tidak dilakukan. Prinsip serupa masuk akal untuk tindakan injeksi lain di wajah.
  • Riwayat alergi terhadap bahan suntikan. Ceritakan ke dokter kalau kamu pernah alergi setelah tindakan injeksi.
  • Jerawat yang belum tertangani. Kalau jerawatmu masih sering kambuh, dahulukan pengobatan bersama dokter kulit.

Perawatan Dasar Kulit Berminyak yang Tetap Utama

Rutinitas harian tetap jadi fondasi, dan skin booster hanya melengkapinya. Ini langkah yang dianjurkan dokter kulit:

  1. Cuci wajah maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat. Jangan digosok, termasuk saat menghapus makeup.
  2. Pilih pembersih yang lembut. Sabun muka berbusa lembut sudah cukup. Hindari pembersih berbasis minyak atau alkohol.
  3. Tetap pakai pelembap. Pilih yang oil-free dan non-komedogenik, artinya dirancang supaya tidak menyumbat pori.
  4. Pakai sunscreen SPF 30 atau lebih saat keluar rumah. Kalau mau praktis, pilih pelembap yang sudah mengandung sunscreen.
  5. Pakai kertas minyak dengan cara ditekan. Tekan pelan beberapa detik, jangan digosok, karena gosokan malah meratakan minyak.
  6. Pilih makeup oil-free, water-based, atau matte. Bersihkan semuanya sebelum tidur.

BACA JUGA: Apa Itu Sebum? Kenapa Kulit Bisa Berminyak dan Mudah Berjerawat?

Hal yang Perlu Dicek Sebelum Skin Booster

Sebelum memutuskan, pastikan dulu beberapa hal soal keamanan.

  • Pemeriksaan dokter. Dokter perlu menilai kondisi kulitmu sebelum memilih jenis produk. Seperti injection treatment lain, setelah tindakan bisa muncul nyeri, kemerahan, atau memar ringan.
  • Izin edar produk. BPOM pernah menemukan produk berizin kosmetik yang justru disuntikkan, padahal keamanan, manfaat, dan mutunya tidak terjamin untuk cara pakai itu. Tanyakan nama produknya dan cek izinnya lewat layanan Cek BPOM.
  • Aturan setelah tindakan. Tanyakan kapan kamu boleh kembali memakai retinol, AHA, atau BHA, dan kapan boleh menjalani treatment lain. Aturan tiap jenis injectable treatment bisa berbeda.

Pertanyaan Seputar Skin Booster untuk Kulit Berminyak

Apakah Skin Booster Bikin Wajah Makin Berminyak?

Belum ada data yang jelas soal pengaruh skin booster terhadap produksi minyak, baik menambah maupun mengurangi. Jadi jangan berharap minyaknya berkurang, dan tetap jalankan rutinitas dasar untuk kulit berminyak.

Apakah Skin Booster Bisa Mengecilkan Pori?

Ada laporan dari studi kecil bahwa pori besar terlihat berkurang setelah suntikan HA ke lapisan kulit. Buktinya masih terbatas, dan hasil tiap orang bisa berbeda.

Kalau Muncul Jerawat Setelah Skin Booster, Wajar atau Nggak?

Bintik kecil di titik suntik bisa muncul dan biasanya mereda dalam beberapa hari. Kalau bintiknya bernanah, terasa panas, atau makin nyeri, segera hubungi dokter.

Menimbang Skin Booster untuk Kulit Berminyak

Mulailah dengan mengenali kulitmu: berminyak saja, atau berminyak sekaligus dehidrasi. Jalankan rutinitas dasar dengan konsisten selama beberapa minggu, dan perhatikan apakah keluhanmu masih ada.

Kalau tekstur kasar atau rasa kencang tetap mengganggu, diskusikan dengan dokter apakah skin booster memberi nilai tambah untukmu. Kalau ternyata rutinitas dasar sudah cukup, berarti skin booster belum perlu, dan itu jawaban yang sama baiknya.

Referensi:

How to control oily skin | American Academy of Dermatology

I have acne! Is it okay to wear makeup? | American Academy of Dermatology

Effects of Injection Depth and Volume of Stabilized HA on Skin Texture, Hydration, and Thickness | IMCAS

Intradermal Injection of Botulinum Toxin A in Oily Skin | Ain Shams University Repository

Suntik Jerawat: Aman atau Tidak? | Kemenkes

Potret Pengawasan Kosmetik pada Klinik Kecantikan | BPOM

Dry skin: Signs and symptoms | American Academy of Dermatology

Polynucleotides in Aesthetic Medicine: A Review of Current Practices and Perceived Effectiveness | International Journal of Molecular Sciences (MDPI)

Applications of Bioactive Peptides in Dermatology | Journal of Drugs in Dermatology

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?