Slimming 6 mnt baca

Kulit Merah Setelah Sauna Blanket, Normal atau Tidak?

Kulit Merah Setelah Sauna Blanket, Normal atau Tidak?

Baru selesai sesi sauna blanket, kulitmu tampak merah merata, dan kadang muncul bintik kecil yang gatal. Kalau merahnya merata dan pelan-pelan hilang saat tubuh mendingin, itu umumnya normal, karena panas membuat lebih banyak darah mengalir ke kulit. Yang perlu kamu perhatikan adalah bintik gatal, ruam berpola seperti jaring, atau kemerahan yang tidak kunjung hilang.

Masing-masing punya ciri dan cara penanganan yang berbeda. Yuk, kita bedakan satu per satu.

Apakah Kulit Merah Setelah Sauna Blanket Normal?

Umumnya normal, selama merahnya merata dan berkurang saat tubuhmu mendingin. Saat terkena panas, pembuluh darah melebar supaya aliran darah meningkat, dan sebagian besar aliran darah tambahan itu mengalir ke kulit.

Di sauna, suhu kulit bisa naik sampai sekitar 40°C dalam hitungan menit, jadi wajar kalau warnanya ikut memerah. Sumber yang ada memang lebih banyak membahas sauna, bukan sauna blanket secara khusus, tapi prinsip dasarnya sama: tubuh merespons panas.

Ciri, Lama, dan Tindakan untuk Tiap Reaksi Kulit

Kalau yang kamu alami gatal setelah sauna atau ruam setelah sauna, kemungkinan besar itu salah satu dari empat reaksi ini. Tabel ini membantu kamu mengenali reaksinya, bukan untuk memastikan jenisnya.

Jenis reaksiCiriBiasanya hilangTindakan
Kemerahan karena aliran darah meningkatMerah merata, biasanya tanpa bintikBerangsur hilang saat tubuh mendinginSejukkan tubuh dan pantau
Biang keringat (miliaria)Bintik bening kecil yang mudah pecah, atau bintik merah yang gatal dan terasa menusukUmumnya 1 sampai 2 hari setelah berada di tempat sejukSejukkan kulit dan pakai pakaian longgar
Ruam berpola jaring (erythema ab igne)Ruam merah seperti jaring, bisa berubah warna kalau paparan panas berlanjutKasus ringan: beberapa bulan setelah sumber panas kamu hindariHentikan paparan panas di area itu dan periksakan ke dokter
Iritasi atau alergi bahanMerah, gatal, kadang bengkak atau melepuh di area yang kena bahanMembaik setelah pemicunya kamu hindariHentikan bahan yang kamu curigai dan konsultasikan ke dokter

Kemerahan karena Aliran Darah Meningkat

Ini reaksi yang paling umum. Kulit memerah merata karena pembuluh darah melebar, biasanya tanpa bintik, dan berangsur hilang saat suhu tubuhmu turun.

Tapi kalau kemerahannya menetap lama setelah sesi, anggap itu tanda peringatan. Hentikan paparan panas dan periksakan ke dokter.

Biang Keringat (Miliaria)

Biang keringat muncul saat saluran keringat tersumbat atau meradang, sehingga keringat tertahan di bawah kulit.

Ada dua jenis yang paling sering. Miliaria crystallina berupa bintik bening kecil berisi cairan yang mudah pecah. Miliaria rubra berupa bintik kecil kemerahan yang terasa gatal atau menusuk.

Kabar baiknya, biang keringat biasanya hilang setelah kulit kembali sejuk. Kebanyakan kasus membaik dalam sehari atau dua hari setelah kamu berada di tempat yang lebih sejuk.

Ruam Berpola Jaring (Erythema Ab Igne)

Ruam ini lebih jarang, tapi penting untuk kamu kenali. Erythema ab igne muncul akibat paparan panas berulang di area yang sama, misalnya dari bantal pemanas atau botol air panas yang sering menempel di kulit.

Awalnya berupa ruam merah ringan berpola seperti jaring. Kalau paparan terus berlanjut, polanya makin jelas dan warna kulit bisa berubah. Sebagian orang juga merasa sedikit gatal atau panas.

Sumber yang ada tidak menyebut sauna blanket secara khusus, tapi prinsipnya sama: panas yang berulang mengenai area kulit yang sama. Kasus ringan biasanya pulih sendiri dalam beberapa bulan setelah sumber panasnya kamu hindari.

Iritasi atau Alergi terhadap Bahan

Kemerahan dan gatal juga bisa datang dari bahan yang menyentuh kulit, bukan dari panasnya. Iritasi biasanya muncul setelah kulit berulang kali terpapar bahan seperti sabun atau deterjen. Alergi bisa muncul tiba-tiba, walau sebelumnya kamu cocok dengan bahan itu.

Keduanya bisa bikin kulit merah, gatal, bengkak, bahkan melepuh. Kalau kamu menjalani caloburn treatment, yang memakai masker algae bersama sauna blanket, ceritakan ke dokter kalau kulitmu pernah bereaksi terhadap produk perawatan.

Kalau ruam terus muncul atau terasa berat, dokter bisa menyarankan uji tempel (patch test), yaitu tes kecil di kulit untuk mencari bahan pemicunya.

Langkah Merawat Kulit yang Bereaksi

Kalau kulitmu sedang bereaksi, fokuslah menyejukkan dan menenangkan kulit dulu.

  1. Sejukkan kulit. Pindah ke ruangan sejuk atau ber-AC, dan kompres dengan air sejuk kalau perlu.
  2. Pakai pakaian longgar. Pilih bahan ringan yang menyerap keringat, seperti katun, dan segera ganti pakaian yang basah.
  3. Kurangi bahan yang mengiritasi. Hindari sabun berlebihan dan usahakan tidak menggaruk, supaya kulit tidak makin iritasi.
  4. Tunda krim tebal. Krim dan salep yang bisa menyumbat pori sebaiknya kamu tunda dulu.
  5. Tunda sesi berikutnya. Tunggu sampai kulitmu benar-benar pulih.

Tanda Reaksi Kulit Perlu Diperiksa Dokter

Sebagian besar reaksi ringan membaik sendiri, tapi segera periksakan ke dokter kalau kamu mengalami:

  • Ruam atau biang keringat yang bertahan lebih dari beberapa hari, atau justru memburuk
  • Bintik bernanah yang meradang dan gatal, karena bisa jadi tanda infeksi bakteri
  • Kemerahan yang menetap lama setelah sesi, atau kulit terasa sangat panas dan nyeri, karena paparan panas berlebihan bisa menyebabkan luka bakar
  • Ruam berpola jaring yang membesar, atau luka yang tidak kunjung sembuh di area itu

Kalau gatal disertai bengkak di lidah atau tenggorokan, sulit bernapas, atau rasa mau pingsan, segera cari pertolongan darurat. Gejala ini bisa jadi tanda reaksi alergi berat.

Mencegah Reaksi Kulit pada Sesi Berikutnya

Cara paling sederhana adalah menjaga kulit tetap bersih, bisa bernapas, dan tidak terkena panas berulang di area yang sama.

  • Bersihkan kulit sebelum sesi. Hindari mengoleskan krim atau salep tebal yang bisa menyumbat pori.
  • Pakai pakaian ringan yang menyerap keringat. Bahan katun membantu keringat tidak tertahan di kulit.
  • Beri jeda pada area yang pernah bereaksi. Kalau sempat muncul ruam berpola jaring, hindari dulu paparan panas di area itu.
  • Ceritakan riwayat kulitmu. Sebelum menjalani sauna blanket treatment, sampaikan ke dokter kalau kamu punya riwayat dermatitis atau alergi terhadap produk perawatan.

BACA JUGA: Berapa Kalori yang Terbakar dalam Satu Sesi Sauna Blanket?

Pertanyaan Seputar Kulit Setelah Sauna Blanket

Berapa Lama Kemerahan Setelah Sauna Hilang?

Belum ada patokan waktu yang baku. Kemerahan biasa berkurang seiring tubuhmu mendingin, sedangkan biang keringat umumnya membaik dalam sehari atau dua hari. Kalau merahnya menetap lama, hentikan sesi dan periksakan ke dokter.

Apakah Biang Keringat Setelah Sauna Berbahaya?

Umumnya tidak. Biang keringat biasanya ringan dan hilang setelah kulit kembali sejuk, tapi periksakan ke dokter kalau muncul bintik bernanah atau ruamnya bertahan lebih dari beberapa hari.

Bolehkah Sauna Lagi Saat Kulit Masih Gatal?

Sebaiknya tunda dulu sampai kulitmu benar-benar pulih. Panas dan keringat bisa memicu biang keringat, dan paparan panas berulang di area yang sama sebaiknya kamu hindari.

Kulit Bereaksi Setelah Sauna Blanket? Ini Langkahmu

Kalau merahnya merata dan hilang saat tubuh mendingin, kamu belum perlu ke mana-mana. Sejukkan kulit dan pantau saja.

Kalau muncul bintik gatal, ruam berpola jaring, atau kemerahan yang tidak hilang, istirahatkan dulu kulitmu dari panas. Begitu ada tanda infeksi, luka bakar, atau ruamnya bertahan lebih dari beberapa hari, periksakan ke dokter.

Referensi:

6 Possible Benefits of Infrared Saunas | Cleveland Clinic

Sauna Health Benefits: Are saunas healthy or harmful? | Harvard Health

Heat rash: Symptoms and causes | Mayo Clinic

Heat rash (Miliaria) | DermNet

Erythema ab igne | DermNet

Erythema ab igne | Primary Care Dermatology Society

Applications of infrared radiation | BfS (Bundesamt für Strahlenschutz)

Contact dermatitis | DermNet

Anaphylaxis | NHS

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?