Slimming 11 mnt baca

17 Penyebab Perut Buncit pada Wanita & Pria, Ini Cara Mengatasinya

17 Penyebab Perut Buncit pada Wanita & Pria, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab perut buncit tidak selalu karena terlalu banyak makan atau jarang berolahraga. Ada berbagai faktor lain, seperti penumpukan lemak visceral, perubahan hormon, hingga kondisi medis tertentu yang bisa membuat perut tampak membesar. 

Sudah rutin olahraga tetapi perut tetap buncit? Kondisi ini sering membuat banyak orang bingung.

Pasalnya memang tidak semua perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak akibat makan berlebihan. 

Dalam beberapa kasus, penyebab perut buncit justru akibat perubahan hormon, stres, hingga kondisi medis tertentu. 

Jika penyebabnya saja berbeda, cara mengecilkan perut buncit pun tidak bisa disamakan. Itulah mengapa mengenali penyebab perut buncit pada wanita dan pria sebelum menentukan solusi yang tepat!

Penyebab Perut Buncit Terkait Gaya Hidup

Perut Buncit
Perut Buncit | Sumber: YouTube//@ThinkScience

Banyak kasus perut buncit sebenarnya berawal dari kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara terus-menerus. 

Saat asupan energi lebih besar daripada yang dibakar tubuh, kelebihannya akan disimpan sebagai lemak. Penumpukan lemak inilah yang membuat perut bertambah buncit. 

Mari kenali beberapa penyebab perut buncit paling umum akibat gaya hidup:

1. Pola Makan Tidak Sehat

Pola makan tinggi kalori tetapi rendah nutrisi sering menjadi penyebab perut buncit yang paling umum. 

Apalagi jika kamu sering konsumsi makanan cepat saji, gorengan, atau karbohidrat olahan seperti mi instan. Jika kelebihan kalori, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.

2. Obesitas (Penumpukan Lemak Visceral)

Perbandingan Lemak Visceral dan Lemak Subkutan | Sumber: Body Lab Studio

Obesitas terjadi ketika jumlah lemak tubuh meningkat secara berlebihan akibat ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan yang dibakar. 

Salah satu jenis lemak yang paling berbahaya adalah lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam seperti hati, pankreas, dan usus.

Berbeda dengan lemak di bawah kulit (lemak subkutan) yang dapat dicubit, lemak visceral tidak selalu terlihat dari luar. 

Seseorang bisa memiliki berat badan normal, tetapi tetap memiliki kadar lemak visceral yang tinggi sehingga perut tampak buncit. 

Baca Juga: Cara Mengecilkan Perut Buncit Wanita Usia 30+: Hindari 3 Jenis Makanan Ini!

3. Kurang Aktivitas Fisik

Tubuh perlu aktivitas fisik untuk membakar energi yang diperoleh dari makanan. Jika sebagian besar waktumu hanya duduk, kalori yang tidak digunakan akan disimpan menjadi lemak.

Kurangnya aktivitas fisik juga menghambat metabolisme tubuh. Akibatnya, tubuh membakar lebih sedikit kalori setiap hari dan lemak di area perut lebih mudah menumpuk. 

4. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Minuman beralkohol mengandung kalori yang cukup tinggi meski tidak membuat kenyang. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kelebihan kalori tersebut akan menumpuk menjadi lemak visceral.

Alkohol juga memengaruhi fungsi hati dalam memproses lemak, di mana tubuh lebih mudah menyimpan lemak dibanding membakarnya sebagai energi. 

5. Kebiasaan Merokok

Perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan lemak visceral dibandingkan orang yang tidak merokok.

Hal ini karena nikotin dan zat kimia lain dalam rokok dapat memengaruhi distribusi lemak dalam tubuh sehingga lebih banyak tersimpan di area perut. 

6. Stres Berkepanjangan

Saat mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol. Hormon ini dapat membantu tubuh menghadapi tekanan, tetapi jika kadarnya terus meningkat, kortisol dapat memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula maupun tinggi lemak.

Tidak heran jika seseorang yang sering mengalami stres kronis lebih berisiko mengalami perut buncit meski pola makannya tidak berubah secara drastis.

7. Faktor Genetik

Penyebab perut buncit lainnya yaitu faktor keturunan. Sebagian orang memang memiliki kecenderungan genetik untuk menyimpan lebih banyak lemak di area perut daripada bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, faktor genetik bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Selama kamu menerapkan pola hidup yang sehat bisa mengurangi penumpukan lemak di area perut.

Penyebab Perut Buncit Terkait Kondisi Tubuh/Fisiologis

Tidak semua orang menyadari bahwa perut buncit bisa juga disebabkan oleh perubahan fisiologis tubuh atau gangguan sementara pada sistem pencernaan. 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi penyebabnya perlu dikenali agar penanganannya tepat:

1. Kehamilan

Diastasis Recti
Diastasis Recti | Sumber: INTIMINA

Kehamilan dapat menyebabkan pembesaran perut yang bersifat fisiologis. Seiring pertumbuhan janin, rahim akan membesar dan mendorong organ-organ di rongga perut, akibatnya ukuran perut terlihat lebih besar.

Setelah melahirkan, pembesaran perut ini bisa masih terbawa akibat diastasis recti, yaitu pemisahan otot perut akibat peregangan selama kehamilan. 

2. Penumpukan Gas (Perut Kembung)

Kenapa perut buncit bagian atas? Perut bagian atas dapat terlihat buncit akibat penumpukan gas di saluran cerna. Kondisi ini bisa muncul karena:

  • Makan terlalu cepat
  • Mengonsumsi minuman bersoda
  • Makan makanan penghasil gas (seperti kol, brokoli, atau kacang-kacangan)
  • Gangguan pencernaan tertentu

Selain perut membesar, kembung sering disertai rasa penuh, begah, sering bersendawa, atau sering buang angin. 

Perut buncit akibat gas biasanya berubah-ubah sepanjang hari dan dapat mengecil setelah gas keluar.

3. Konstipasi (Sembelit)

Konstipasi terjadi ketika tinja menumpuk di usus besar karena frekuensi buang air besar berkurang. Penumpukan ini membuat perut tampak membesar. Setelah konstipasi teratasi, ukuran perut umumnya kembali normal.

4. Perubahan Hormon

Penyebab perut buncit juga bisa karena perubahan hormon. Misalnya, peningkatan dan penurunan hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi.

Dampaknya, tubuh menahan lebih banyak cairan dan memperlambat kerja saluran cerna, sehingga perut tampak buncit sementara. 

Selain itu, perubahan hormon saat menopause juga dapat memengaruhi distribusi lemak sehingga lebih banyak tersimpan di area perut.

5. Postur Tubuh

Perut yang tampak menonjol juga dapat disebabkan oleh postur tubuh. Misalnya, posisi panggul yang terlalu condong ke depan

Bisa juga karena otot perut yang melemah setelah kehamilan, sehingga berdampak membuat perut tampak lebih menonjol. 

Kondisi ini bisa diperbaiki melalui latihan penguatan otot inti dan koreksi postur, bukan sekadar menurunkan berat badan.

banner promo slim

Penyebab Perut Buncit Terkait Kondisi Medis yang Perlu Diwaspadai

Selain kedua faktor sebelumnya, perut buncit juga bisa dikarenakan oleh gejala penyakit tertentu.

Penyakit perut membesar berikut memerlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebabnya sehingga tidak boleh didiagnosis sendiri:

1. Asites (Penumpukan Cairan di Rongga Perut)

Asites
Asites | Sumber: Advantage Health Africa

Asites adalah penumpukan cairan di dalam rongga perut yang menyebabkan perut membesar secara signifikan. Kondisi ini sering terjadi pada penderita sirosis hati.

Penderita biasanya mengalami kenaikan berat badan yang cepat, sesak napas, hingga kesulitan bergerak. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis untuk penanganan yang lebih tepat sasaran.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS dapat memicu nyeri perut berulang akibat gangguan fungsional saluran cerna. Kondisi ini kadang disertai seperti diare, sembelit, atau keduanya secara bergantian.

Banyak penderita IBS mengalami distensi abdomen, yaitu pembesaran lingkar perut yang semakin terlihat jelas setelah makan atau menjelang sore hari. 

Meski IBS tidak menyebabkan kerusakan permanen pada usus, diagnosisnya harus ditegakkan oleh dokter.

3. Kanker Lambung Stadium Lanjut

Pada stadium lanjut, kanker lambung dapat menyebabkan perut tampak membesar akibat pertumbuhan tumor atau penyebaran kanker ke selaput rongga perut.

Bahaya perut buncit ini disertai dengan gejala seperti nyeri perut yang menetap, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, bahkan BAB berwarna hitam.

4. Tumor di Rongga Perut atau Panggul

Tumor yang tumbuh di rongga perut maupun panggul, baik jinak maupun ganas, dapat menyebabkan pembesaran perut secara perlahan karena massa yang terus membesar.

Lokasinya dapat berasal dari ovarium, rahim atau organ lain di dalam perut. Gejalanya bervariasi, tetapi dapat meliputi benjolan yang dapat diraba dan nyeri perut berkepanjangan.

Segera lakukan pemeriksaan apabila kamu mengalami salah satu dari kondisi di atas. Gejala-gejala tersebut memerlukan penanganan medis dengan segera.

Kenapa Perut Bisa Buncit Padahal Badan Kurus atau Tidak Makan Banyak?

Setelah memahami berbagai penyebab perut buncit di atas, kini kamu tahu bahwa kondisi ini tidak selalu disebabkan akibat makan terlalu banyak. 

Beberapa orang justru memiliki tubuh kurus, tetapi perut tetap tampak menonjol. Kondisi ini disebut sebagai skinny fat atau normal weight obesity, yaitu berat badan normal tetapi memiliki persentase lemak tubuh.

Penyebab paling umum adalah penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ dalam rongga perut. 

Lemak visceral tidak selalu membuat berat badan meningkat secara signifikan sehingga seseorang tetap bisa terlihat kurus.

Meski begitu, lemak ini cukup berbahaya dan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, bahkan tekanan darah tinggi.

Selain kondisi skinny fat, terdapat juga kemungkinan penyebab perut buncit padahal kurus:

  • Stres Berkepanjangan: Kadar kortisol yang tinggi dapat mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak di area perut.
  • Perubahan Hormon Akibat Menopause: Kondisi ini memengaruhi distribusi lemak sehingga perut menjadi lebih buncit meski berat badan tidak banyak berubah.
  • Gangguan Pencernaan: Penumpukan gas, sembelit, atau intoleransi makanan dapat membuat perut tampak membesar selama sementara.

Baca Juga: Cara Mengecilkan Perut Buncit untuk Skinny Fat: Panduan & Solusi Tepat

Ciri untuk Membedakan Tiap Penyebab

Perut buncit tidak selalu memiliki penyebab yang sama. Ada yang disebabkan oleh penumpukan lemak, ada pula yang berasal dari kondisi medis. 

Mari kenali ciri-ciri masing-masing penyebab beserta cara mengatasinya.

1. Ciri Perut Buncit karena Lemak Visceral

Perut akibat lemak visceral biasanya tampak membesar ke depan dan terasa lebih keras saat ditekan. 

Meskipun lingkar perut bertambah, lengan dan kaki bisa tetap terlihat ramping sehingga seseorang tampak kurus secara keseluruhan.

Cara Mengatasinya:

  • Kurangi lemak tubuh secara keseluruhan melalui defisit kalori
  • Olahraga kardio dan latihan beban secara rutin
  • Tidur yang cukup
  • Kelola stres

2. Ciri Perut Buncit karena Lemak Subkutan

Lemak subkutan berada tepat di bawah kulit sehingga perut terasa lebih lunak dan mudah dicubit. 

Penumpukan lemak biasanya tidak hanya terjadi di perut, tetapi juga di pinggul, paha, atau lengan.

Cara Mengatasinya:

  • Lakukan pola makan seimbang dengan defisit kalori yang sehat
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal

3. Ciri Perut Buncit karena Perut Kembung

Perut kembung biasanya muncul secara tiba-tiba dan ukurannya dapat berubah sepanjang hari. Perut terasa penuh atau begah, sering disertai bersendawa, atau sering kentut. 

Berbeda dengan lemak, ukuran perut akibat kembung sering mengecil kembali setelah buang gas atau buang air besar.

Cara Mengatasinya:

  • Makan lebih perlahan
  • Memperbanyak minum air putih
  • Penuhi kebutuhan serat
  • Tetap aktif bergerak
  • Hindari makanan yang memicu keluhan

4. Ciri Perut Buncit karena Stres

Perut buncit akibat stres umumnya berkembang secara bertahap. Penumpukan lemak lebih banyak terjadi di area perut dan sering disertai gejala lain, seperti sulit tidur, mudah lelah, atau gangguan siklus menstruasi pada wanita.

Kondisi ini dapat dipicu oleh stres kronis yang meningkatkan hormon kortisol maupun gangguan hormon, seperti menopause, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau gangguan tiroid.

Cara Mengatasinya:

  • Kelola stres
  • Tidur yang cukup
  • Olahraga secara rutin
  • Terapkan pola makan sehat

5. Ciri Perut Buncit karena Gangguan Pencernaan

Perut buncit akibat gangguan pencernaan biasanya disertai keluhan lain, seperti nyeri perut, mual, sembelit, diare, atau perubahan pola buang air besar. 

Pada beberapa orang, perut hanya membesar setelah mengonsumsi makanan tertentu dan kembali normal setelah beberapa waktu.

Cara Mengatasinya:

  • Mengidentifikasi pemicu makanan
  • Menjaga pola makan yang sesuai
  • Mencukupi asupan cairan
  • Memeriksakan diri ke dokter apabila keluhan sering kambuh

FAQ Seputar Penyebab Perut Buncit

Jika kamu masih memiliki berbagai pertanyaan seputar penyebab perut buncit, mari pahami lebih lanjut jawaban-jawaban berikut:

1. Perut buncit tidak boleh makan apa?

Tidak ada satu jenis makanan yang harus dihindari oleh semua orang. Namun, sebaiknya batasi makanan dan minuman tinggi gula, alkohol, dan makanan tinggi lemak jenuh karena dapat meningkatkan penumpukan lemak tubuh. 

2. Apakah susu bisa membuat perut buncit?

Pada umumnya tidak. Susu tidak serta-merta menyebabkan perut buncit. Namun, pada orang yang mengalami intoleransi laktosa, konsumsi susu dapat memicu kembung dan membuat perut tampak lebih besar untuk sementara waktu.

3. Apa saja 5 tanda perut kembung?

Beberapa tanda perut kembung yang umum meliputi perut terasa penuh, perut tampak membesar terutama setelah makan, sering bersendawa, sering buang gas (kentut) dan perut terasa kencang.

4. Obat apa yang bisa mengecilkan perut buncit?

Tidak ada obat yang dapat mengecilkan perut buncit secara instan. Penanganannya tergantung penyebabnya. Jika akibat penumpukan lemak, maka kamu perlu memperbaiki pola makan dan berolahraga. 

Bila perut buncit akibat penyakit tertentu, konsultasikan dengan dokter agar mendapat terapi yang tepat.

5. Apakah perut buncit mengganggu pernapasan?

Perut buncit ringan umumnya tidak menyebabkan gangguan pernapasan. Namun, penumpukan lemak yang berlebihan di area perut dapat membatasi pergerakan diafragma sehingga sebagian orang merasa lebih mudah sesak saat beraktivitas. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika penyebab perut buncit sudah dipastikan bukan karena penyakit tertentu, maka cara mengecilkannya bisa dengan mengubah pola makan dan meningkatkan intensitas olahraga.

Namun, bila kamu ingin mempercepat pembentukan kontur tubuh sehingga hasilnya lebih terlihat, bisa diiringi dengan slimming treatment.

Kamu bisa mendapatkan berbagai slimming treatment di Sozo Skin Clinic. Di sini tersedia berbagai teknologi non-bedah yang dapat membakar lemak perut dan membentuk kontur tubuh agar lebih ramping dan kencang.

Meso Slim Body Treatment
Meso Slim Body Treatment

Beberapa prosedur yang tersedia yaitu:

  • FatBurn Laser: Menghancurkan lemak di area tertentu dengan laser dan kombinasi teknologi lainnya guna membentuk kontur tubuh.
  • CaloBurn: Menggunakan teknologi selimut hangat untuk meningkatkan suhu tubuh dan membantu proses pembakaran kalori selama treatment.
  • Meso Slimming: Mengurangi lemak lokal pada area seperti perut, lengan, paha, atau dagu.
  • HIFU dan Radiofrequency (RF): Merangsang produksi kolagen sehingga kulit tetap terasa kencang setelah lingkar tubuh berkurang.

Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, karena itu, jenis treatment yang paling sesuai sebaiknya ditentukan setelah konsultasi dengan dokter.

Silakan jadwalkan konsultasi gratis melalui WhatsApp Sozo Skin Clinic untuk mendapatkan rekomendasi treatment yang tepat. 

Tim customer service siap membantu setiap hari agar kamu melakukan reservasi kapan saja tanpa antre di klinik.

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?