Skin 10 mnt baca

Jerawat Pustula: Pencegahan & Cara Mengatasinya tanpa Dipencet

Jerawat Pustula: Pencegahan & Cara Mengatasinya tanpa Dipencet

Jerawat pustula merupakan jerawat meradang berupa benjolan merah dengan kepala putih atau kekuningan yang berisi nanah. Jerawat pustula tidak disarankan untuk dipencet karena tekanan dapat memperparah peradangan. Konsisi ini berbeda dari komedo putih karena ini dikelilingi kemerahan dan nyeri ketika disentuh.

Jerawat pustula adalah jenis jerawat meradang yang memiliki kepala putih atau kekuningan berisi nanah. 

Kondisi ini dapat terasa nyeri dan paling sering muncul pada wajah dan dada. Meskipun pustula berukuran kecil dapat mereda secara bertahap, perawatan yang keliru berisiko memperpanjang peradangan. 

Meski memiliki ‘mata jerawat’, sebaiknya tidak langsung memencetnya. Pasalnya, tekanan pada jerawat dapat memperparah kerusakan kulit dan meningkatkan risiko bekas.

Agar tidak salah menanganinya, mari kenali dulu penyebab, ciri, dan cara mengatasi jerawat pustula dengan tepat!

Apa Itu Jerawat Pustula?

Gambar Jerawat Pustula | Sumber: SLMD Skincare
Gambar Jerawat Pustula | Sumber: SLMD Skincare

Jerawat pustula adalah jenis jerawat inflamasi yang terlihat sebagai benjolan merah dengan kepala putih atau kekuningan. 

Bagian tengah tersebut berisi nanah yang terbentuk ketika sistem kekebalan tubuh merespons peradangan di dalam pori.

Pustula biasanya berkembang dari jerawat papula, yaitu benjolan merah yang belum memiliki kepala bernanah. 

Ketika respons peradangan meningkat, sel darah putih berkumpul di area tersebut dan membentuk titik putih yang menjadi ciri khas pustula.

Jenis jerawat ini berbeda dari komedo putih atau whitehead. Komedo putih umumnya tidak dikelilingi kemerahan dan jarang terasa nyeri, sedangkan pustula lebih sensitif ketika disentuh.

Pustula paling sering ditemukan pada area dengan banyak kelenjar minyak, seperti wajah, dada, bahu, dan punggung. 

Penyebab Kenapa Jerawat Pustula Muncul

Jerawat pustula terbentuk karena sejumlah proses yang berlangsung di dalam folikel rambut. Kondisi ini tidak semata-mata menunjukkan bahwa kulit kurang bersih. 

Pasalnya terdapat beberapa penyebab jerawat pustula, di antaranya:

1. Produksi Minyak Kulit Meningkat

Kelenjar minyak menghasilkan sebum untuk menjaga permukaan kulit tetap lembap. Produksinya dapat meningkat akibat perubahan hormon.

Jumlah minyak yang berlebihan membuat saluran pori mudah penuh. Keadaan tersebut bisa memicu pembentukan jerawat, apalagi jika aliran minyak menuju permukaan kulit tersumbat.

2. Sel Kulit Tertahan di Dalam Pori

Sel kulit lama seharusnya terlepas secara teratur. Pada kulit yang rentan berjerawat, sebagian sel dapat saling menempel di dinding folikel. 

Penumpukan ini mempersempit saluran keluarnya minyak hingga terbentuk mikrokomedo. Sumbatan yang tidak teratasi dapat berkembang menjadi komedo tertutup.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Hilangkan Closed Komedo agar Pori Bersih & Kulit Mulus

3. Aktivitas Cutibacterium acnes Meningkat

Cutibacterium acnes merupakan bakteri yang secara alami hidup pada kulit. Keberadaannya tidak selalu menimbulkan jerawat, tetapi lingkungan pori yang tertutup membuat bakteri tersebut dapat berkembang lebih aktif.

Tingginya aktivitas bakteri ini memicu pelepasan zat yang merangsang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, area di sekitar folikel jadi meradang.

4. Sistem Kekebalan Tubuh Membentuk Nanah

Tubuh mengirim sel darah putih ke area yang mengalami gangguan untuk mengendalikan peradangan. 

Kumpulan sel imun yang telah rusak kemudian bercampur dengan cairan jaringan dan membentuk nanah. Jadi, keberadaan nanah tidak selalu berarti terjadi infeksi kulit berat, karena itu bagian dari respons imun tubuh.

5. Dinding Folikel Mengalami Kerusakan

Tekanan di dalam pori dapat melemahkan dinding folikel. Apabila lapisan ini pecah, isi pori masuk ke jaringan di sekitarnya dan memicu reaksi yang lebih luas.

Kerusakan yang terjadi dekat permukaan cenderung membentuk pustula. Jika prosesnya mencapai lapisan lebih dalam, benjolan dapat berkembang menjadi nodul yang lebih nyeri.

Cara Menghilangkan Jerawat Pustula

Cara menghilangkan jerawat pustula perlu menargetkan penyumbatan. Hasilnya tidak selalu terlihat dalam satu atau dua hari karena kulit membutuhkan waktu untuk meredakannya. 

Adapun cara menyembuhkan jerawat pustula yaitu:

1. Bersihkan Kulit dengan Lembut

Cuci wajah 2 kali sehari menggunakan pembersih yang lembut. Langkah ini bertujuan mengangkat minyak berlebih dan sisa riasan yang menempel pada permukaan kulit.

Gunakan ujung jari dan hindari menggosok jerawat. Gesekan yang terlalu kuat dapat membuat pustula semakin merah.

2. Aplikasikan Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide membantu menekan jumlah bakteri yang berperan dalam jerawat. Kandungan ini sering digunakan untuk papula dan pustula karena bekerja langsung mengontrol populasi bakteri.

Saat mencoba, mulailah dari konsentrasi rendah dan oleskan tipis pada jerawat sesuai petunjuk produk. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit kering atau terasa perih.

3. Pilih Produk dengan Salicylic Acid

Skincare jerawat pustula sebaiknya menggunakan produk dengan salicylic acid. Kandungan ini bisa masuk ke dalam pori karena memiliki sifat larut dalam minyak. 

Kandungan ini dapat melepaskan sel kulit yang tertahan sehingga saluran folikel tidak semakin tersumbat.

Fungsinya untuk membersihkan pori dan mencegah pembentukan jerawat baru, bukan mengeluarkan nanah secara instan. Kurangi frekuensi pemakaian jika kulit terasa kering.

4. Pertimbangkan Adapalene

Adapalene termasuk kelompok retinoid yang membantu menormalkan pergantian sel di dalam folikel. 

Dengan pemakaian teratur, bahan ini dapat mencegah terbentuknya sumbatan kecil sebelum berkembang menjadi jerawat meradang.

5. Lindungi dengan Hydrocolloid Acne Patch

Hydrocolloid acne patch membantu melindungi jerawat dari kotoran dan gesekan. Lapisan hidrokoloid juga dapat menyerap cairan permukaan ketika pustula pecah tanpa sengaja.

Namun ingat, acne patch hanya membantu melindungi area jerawat, bukan mengatasi jerawat pustula.

6. Hindari Memencet Jerawat

Memencet pustula tidak menjamin seluruh isinya keluar. Tekanan dari jari justru dapat mendorong peradangan ke jaringan. Kebiasaan tersebut juga merusak permukaan kulit sehingga risiko noda kemerahan dan bopeng meningkat. 

7. Gunakan Obat Resep Sesuai Evaluasi Dokter

Jerawat yang muncul dalam jumlah banyak berulang mungkin membutuhkan obat resep. Dokter dapat mempertimbangkan antibiotik topikal, antibiotik oral, atau isotretinoin sesuai tingkat keparahan dan kondisi kesehatan kamu.

Untuk menemukan pilihan obat jerawat sesuai kondisimu, lebih baik konsultasi gratis dengan dokter di Sozo Skin Clinic.

banner promo skin

Ciri dan Gejala Munculnya Jerawat Pustula

Ciri Jerawat Pustula
Ciri Jerawat Pustula

Pustula memiliki tampilan yang cukup khas, tetapi beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan benjolan bernanah. 

Agar mudah mengenalinya, perhatikan bentuk, warna, dan lokasi kemunculannya:

  • Memiliki Kepala Putih atau Kuning: Warna tersebut berasal dari nanah yang terkumpul di bagian tengah lesi. Kepala ini menjadi pembeda antara pustula dan papula.
  • Dikelilingi Area Kemerahan: Pembuluh darah di sekitar folikel melebar ketika terjadi peradangan. Pada warna kulit yang lebih gelap, area tersebut dapat terlihat kecokelatan.
  • Terasa Nyeri saat Disentuh: Aktivitas imun membuat jaringan di sekitar jerawat menjadi lebih sensitif. Rasa sakitnya biasanya lebih ringan dibandingkan nodul.
  • Menonjol dari Permukaan Kulit: Pustula terlihat seperti benjolan kecil karena terdapat pembengkakan pada folikel. Ukurannya umumnya tidak sebesar bisul.
  • Bagian Puncak Terasa Lebih Lunak: Cairan di tengah jerawat membuat bagian atas pustula tidak sepadat papula. 
  • Muncul di Area yang Mudah Berminyak: Wajah, dada dan punggung memiliki banyak kelenjar minyak. Karena itu, penyumbatan lebih sering terbentuk pada area tersebut.
  • Muncul secara Berkelompok: Beberapa pustula bisa tumbuh berdekatan ketika banyak folikel mengalami peradangan.

Faktor Risiko Jerawat Pustula

Faktor risiko tidak secara langsung membentuk pustula, tetapi dapat membuat kulit lebih mudah mengalami penyumbatan. Pengaruhnya pun dapat berbeda pada setiap orang. Adapun beberapa faktor risikonya yaitu:

  • Perubahan Hormon: Kenaikan hormon androgen dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak. Perubahan ini terjadi saat pubertas, PMS atau selama kehamilan.
  • Riwayat Jerawat dalam Keluarga: Risiko jerawat cenderung meningkat ketika orang tua atau saudara kandung memiliki keluhan serupa.
  • Kulit Mudah Berminyak: Permukaan yang cepat berminyak membuat pori lebih mudah penuh. Namun, kulit kering juga tetap bisa berjerawat apabila sering mengalami iritasi.
  • Produk yang Terlalu Berat: Beberapa produk wajah dan rambut dapat menyumbat pori. Pilihlah formula berlabel non-comedogenic agar pori tidak tersumbat.
  • Gesekan Berulang pada Kulit: Kebiasaan mengenakan masker atau mengangkat telepon dapat menekan area yang sama secara terus-menerus dan memicu jerawat mekanika.
  • Keringat yang Dibiarkan Terlalu Lama: Keringat tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi dapat bercampur dengan minyak dan residu produk. 
  • Stres Berkepanjangan: Stres dapat memperburuk jerawat akibat perubahan hormonal. Misalnya, sebagian orang juga lebih sering menyentuh wajah saat merasa tertekan.
  • Makanan Berindeks Glikemik Tinggi: Makanan yang cepat meningkatkan gula darah dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang. Namun, hubungan ini tidak berlaku sama bagi semua orang.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Jerawat di Apotek, Cek Kandungan dan Kegunaannya

Apakah Jerawat Pustula Berbahaya?

Jerawat pustula ringan yang muncul sesekali tidaklah berbahaya. Benjolan dapat mengempis ketika peradangan berkurang. 

Meski demikian, pustula yang sering dipencet berisiko menyebabkan perubahan warna dan jaringan parut.

Tidak semua benjolan bernanah merupakan jerawat. Pustula juga dapat muncul akibat bisul, reaksi obat, atau kondisi kulit lainnya. 

Diagnosis perlu dipastikan apabila lesi muncul tiba-tiba dan menyebar luas ke area yang tidak biasa.

Cara Mencegah Jerawat Pustula Muncul Kembali

Pencegahan perlu dilakukan sebelum jerawat terlihat membesar. Rutinitas yang sederhana dan konsisten ini membantu menjaga pori tetap bersih. Lantas apa saja caranya? Simak di bawah ini:

  • Cuci Wajah Dua Kali Sehari: Pembersihan membantu mengangkat minyak dan residu yang menempel. Mencuci terlalu sering justru dapat membuat kulit kering.
  • Gunakan Perawatan secara Konsisten: Bahan aktif membutuhkan waktu untuk mencegah sumbatan baru. Jangan hanya menggunakan obat ketika pustula sudah membesar.
  • Pilih Produk Non-comedogenic: Formula tersebut dirancang agar tidak mudah menyumbat pori. Tetap hentikan pemakaian jika produk memicu kemerahan, gatal, atau jerawat baru.
  • Hindari Menyentuh Wajah: Tangan dapat membawa kotoran dan memberikan tekanan pada jerawat. Gunakan plester jerawat jika kamu sulit menghentikan kebiasaan memegang pustula.
  • Bersihkan Kulit setelah Berkeringat: Segera mandi atau cuci area yang rentan setelah olahraga. Ganti pakaian lembap agar keringat tidak tertahan dalam waktu lama.
  • Gunakan Pelembap yang Ringan: Pelembap membantu menjaga skin barrier ketika kamu memakai bahan aktif yang mengeringkan. Kulit yang terjaga kelembapannya biasanya lebih mampu menoleransi perawatan jerawat.
  • Gunakan Tabir Surya Setiap Pagi: Pilih perlindungan broad-spectrum minimal SPF 30. Langkah ini membantu mencegah noda bekas jerawat terlihat semakin gelap.

Kapan Harus ke Dokter?

Jerawat pustula ringan masih dapat dirawat dengan produk bebas dan rutinitas yang lembut. Lantas, jerawat pustula berapa lama, tetapi kami sebaiknya menemui dokter jika kondisinya tidak membaik setelah 6-8 minggu. 

Pemeriksaan juga diperlukan ketika pustula muncul dalam jumlah banyak. Dokter akan menilai jenis jerawat, tingkat peradangan, produksi minyak, dan kondisi skin barrier sebelum menentukan tindakan yang sesuai. 

Di Sozo Skin Clinic, terdapat banyak treatment yang bisa kamu pilih:

  • Acne Clear Facial Medical dapat membantu membersihkan komedo dan sumbatan pori secara higienis
  • IPL Acne menggunakan energi cahaya untuk membantu meredakan peradangan dan kemerahan
  • Acne Laser Facial menggabungkan pembersihan, ekstraksi komedo, laser
  • Enzyme Peel untuk merawat jerawat aktif sekaligus membantu memperbaiki tampilan bekasnya. 
Hasil Meso Acne Treatment Sozo Skin Clinic
Hasil Meso Acne Treatment Sozo Skin Clinic

Dokter juga dapat mempertimbangkan Meso Acne untuk menyalurkan bahan perawatan melalui injeksi mikro atau Acne Micro Botox untuk membantu meredakan inflamasi. 

Kamu dapat jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut atau cari lokasi klinik terdekat untuk mendapatkan treatment jerawat pustula yang tepat. Langsung saja konsultasi dan buat janji temu gratis untuk pasien baru!

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Jerawat Pustula

Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai jerawat pustula. Mari simak jawaban singkat di bawah ini agar kamu dapat mengambil langkah yang lebih tepat:

1. Apakah Jerawat Pustula Boleh Dipecahkan Sendiri?

Tidak. Membuka pustula menggunakan jarum atau alat sendiri dapat melukai kulit, memperpanjang peradangan, dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.

2. Berapa Lama Jerawat Pustula Sembuh?

Pustula ringan dapat mereda dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu. Waktu pemulihan bisa lebih panjang jika jerawat terus disentuh, mengalami iritasi, atau terbentuk cukup dalam.

3. Apakah Jerawat Pustula Bisa Sembuh Sendiri?

Ya, pustula kecil dapat mengempis sendiri ketika respons peradangan mereda. Perawatan yang tepat tetap membantu mempercepat pemulihan dan mencegah lesi baru.

4. Apakah Jerawat Pustula Boleh Dipencet?

Tidak disarankan. Tekanan dari jari dapat mendorong isi folikel ke jaringan sekitar dan membuat benjolan semakin besar.

5. Apakah Jerawat Pustula termasuk Purging?

Pustula dapat muncul selama masa purging atau masa adaptasi bahan yang mempercepat pergantian sel, terutama di area yang memang biasa berjerawat. Jika lesi tumbuh di area baru dan terus memburuk, kondisi tersebut lebih mungkin berupa iritasi atau breakout.

6. Apakah Jerawat Pustula Bisa Menyebar?

Jerawat pustula tidak menular dari satu orang ke orang lain. Namun, kebiasaan memencet dapat memperluas peradangan dan memicu jerawat baru di area sekitarnya.

7. Apakah Jerawat Pustula Boleh Pakai Acne Patch?

Boleh. Hydrocolloid acne patch membantu menyerap cairan permukaan sekaligus melindungi jerawat dari sentuhan, tetapi tidak mengatasi penyebab jerawat secara keseluruhan.

8. Apa Bedanya Pustula dengan Bisul?

Pustula jerawat biasanya berukuran kecil dan berkaitan dengan pori yang meradang. Bisul merupakan infeksi folikel rambut yang lebih dalam, cenderung lebih besar, sangat nyeri, dan dapat berkembang menjadi abses.

9. Apakah Jerawat Pustula Meninggalkan Bekas?

Pustula dapat meninggalkan noda merah, cokelat, atau kehitaman setelah mereda. Risiko bopeng meningkat ketika jerawat dipencet atau peradangannya mencapai lapisan kulit yang lebih dalam.

 

Sumber/Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×