
Kamu bangun pagi, bercermin, dan mendapati benjolan merah dengan titik putih kekuningan di puncaknya tepat di tengah wajah. Gemas ingin langsung memencetnya? Jangan dulu. Kondisi yang sedang kamu alami ini disebut jerawat pustula.
Jerawat pustula adalah jenis jerawat meradang yang terbentuk akibat akumulasi minyak, sel kulit mati, dan infeksi bakteri yang menghasilkan jerawat nanah. Memencetnya secara asal hanya akan memperluas infeksi, memicu radang yang lebih parah, hingga meninggalkan bekas bopeng yang sulit hilang.
Sebelum kamu salah langkah dan menyesal, mari langsung pelajari apa penyebab utama serta cara paling aman untuk mengatasi jerawat pustula ini sampai tuntas.
Baca Juga: Jerawat Papula: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Jerawat Pustula?
Mengutip WebMD, pustula adalah benjolan kulit yang menonjol dan penuh dengan cairan kekuningan yang disebut nanah (pus).
Jenis yang paling umum adalah jerawat biasa, meski beberapa kondisi lain seperti cacar air atau psoriasis juga bisa menyebabkan pustula.
Selain di wajah, pustula juga bisa timbul di area seperti bahu dan punggung. Jerawat ini bisa terasa nyeri saat disentuh dan menyebabkan kulit di sekitarnya menjadi meradang.
Dalam konteks jerawat, pustula adalah bentuk jerawat inflamasi yang terbentuk ketika folikel rambut yang tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati kemudian terinfeksi bakteri.
Bakteri ini memicu respons imun tubuh, yang menghasilkan nanah, yakni campuran dari sel darah putih yang mati, bakteri, dan sel kulit. Hasilnya adalah benjolan merah dengan kepala putih atau kekuningan di puncaknya yang khas.
Apa Penyebab Munculnya Jerawat Pustula?
1. Kurang Menjaga Kebersihan Kulit
Kulit yang tidak dibersihkan secara rutin mengakumulasi minyak, sel kulit mati, dan kotoran di permukaan, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi folikel untuk tersumbat dan berkembang menjadi pustula.
2. Menggunakan Kosmetik Berbahan Dasar Minyak
Penggunaan kosmetik yang tidak tepat dapat memicu kambuhnya jerawat. Apalagi, produk berbasis minyak berat dapat menyumbat pori dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan bakteri penyebab pustula.
3. Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula
Jerawat dapat dipengaruhi secara negatif oleh faktor-faktor seperti makanan manis, makanan berminyak, dan produk susu.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi memicu lonjakan insulin yang merangsang produksi sebum berlebih, yang menjadi bahan baku utama penyumbatan pori yang berujung pada pustula.
4. Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu
Beberapa obat dapat menyebabkan timbulnya pustula dan papula mirip jerawat, termasuk kortikosteroid, lithium, vitamin B12, hormon tiroid, dan beberapa jenis antibiotik.
Jika jerawat pustula muncul setelah memulai pengobatan baru, konsultasikan dengan dokter untuk kemungkinan penyesuaian.
5. Merokok
Merokok dan stres emosional menimbulkan stres oksidatif pada tubuh. Temuan terbaru menunjukkan kadar enzim antioksidan dalam serum yang secara signifikan lebih rendah pada pasien jerawat, yang menunjukkan bahwa stres oksidatif berperan penting dalam patogenesis jerawat.
6. Stres
Stres adalah pemicu jerawat yang sering diremehkan tapi didukung bukti ilmiah yang kuat.
Menurut penelitian di PMC, genetika, variabel lingkungan, keadaan hormonal, stres, dan kosmetik adalah elemen-elemen yang dianggap relevan dalam etiologi klasik jerawat vulgaris.
Stres meningkatkan produksi kortisol yang merangsang kelenjar sebaceous memproduksi lebih banyak minyak, menciptakan kondisi ideal bagi terbentuknya pustula.
7. Faktor Genetik
Jerawat adalah gangguan genetik poligenik yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, dengan riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko utama.
Baca Juga: 10+ Cara Menghilangkan Jerawat Papula dengan Cepat Tanpa Bekas
Ciri-Ciri dan Gejala Jerawat Pustula
1. Benjolan Kecil hingga Sedang
Pustula adalah benjolan kecil berisi nanah yang umumnya muncul di area seperti wajah, bahu, dan punggung. Bisa terasa nyeri saat disentuh dan menyebabkan peradangan di kulit sekitarnya. Ukurannya bervariasi dari beberapa milimeter hingga lebih dari satu sentimeter untuk kasus yang lebih parah.
2. . Terdapat Titik Putih atau Kekuningan di Puncak
Ini adalah ciri paling khas dari jerawat pustula. Karena mengandung nanah, pustula sering tampak sebagai jerawat putih yang dikelilingi kulit merah dan teriritasi. Warna nanah bisa putih bersih atau kekuningan, tergantung pada komposisi dan usia jerawat.
3. Terasa Nyeri atau Nyut-Nyutan
Pustula biasanya terasa nyeri saat disentuh.
Jika peradangannya cukup dalam, rasa nyut-nyutan bisa dirasakan bahkan tanpa tekanan langsung pada area tersebut.
4.. Berbeda dari Komedo Putih (Whitehead)
Ini perbedaan penting yang sering membingungkan.
Menurut Cleveland Clinic, whitehead adalah benjolan yang tertutup oleh minyak dan sel kulit mati, berwarna putih atau kekuningan. Sementara pustula adalah jerawat berisi nanah yang tampak seperti whitehead tapi dikelilingi lingkaran kulit yang berubah warna akibat peradangan aktif.
Whitehead tidak meradang dan tidak nyeri, sementara pustula meradang, nyeri, dan berisi nanah yang merupakan produk dari infeksi bakteri aktif. Ini yang membuat penanganannya harus berbeda.
Perbedaan Jerawat Pustula vs Papula
Kedua jenis jerawat ini sering tertukar karena sama-sama merah dan meradang. Tapi ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami:
| # | Papula | Pustula |
| Isi | Padat, tanpa nanah | Berisi nanah (pus) |
| Tampilan | Benjolan merah/merah muda solid | Benjolan merah dengan kepala putih/kuning |
| Tekstur | Keras saat disentuh | Lebih lunak di bagian puncaknya |
| Rasa sakit | Nyeri saat ditekan | Bisa nyeri bahkan tanpa ditekan |
| Perkembangan | Bisa berkembang menjadi pustula | Tahap lanjutan dari papula |
Papula bisa berkembang menjadi pustula jika ujungnya kemudian terisi nanah. Artinya pustula sering merupakan tahap lanjutan dari papula yang tidak ditangani dengan tepat.
Cara Menangani Jerawat Pustula Tanpa Meninggalkan Bekas
1. Jangan Pernah Memencet Paksa Jerawat
Ini aturan nomor satu yang tidak boleh dilanggar. Memencet atau menggaruk pustula bisa menyebabkan bekas luka. Jerawat pustula sebaiknya ditangani dengan obat jerawat, bukan dipaksa dikeluarkan.
2. Gunakan Pimple Patch
Pimple patch adalah solusi modern yang sangat efektif untuk pustula. Hydrocolloid patch sangat membantu untuk jerawat berisi nanah, bekerja dengan menarik kotoran keluar dari jerawat sekaligus mencegah kamu menyentuh atau menggaruk area tersebut. Tempelkan di malam hari dan biarkan bekerja semalaman.
3. Gunakan Acne Spot Treatment
Pilih produk yang mengandung salah satu bahan aktif berikut: adapalene, azelaic acid, benzoyl peroxide, atau salicylic acid.
Oleskan lapisan tipis karena menggunakan terlalu banyak bisa mengiritasi kulit.
Untuk pustula, benzoyl peroxide sangat direkomendasikan karena kemampuannya membunuh bakteri penyebab infeksi secara langsung. Sementara salicylic acid membantu mengeksfoliasi dan mencegah penyumbatan pori baru.
4. Kompres Air Hangat
Rendam kain bersih dalam air hangat, lalu tempelkan pada jerawat selama 10–15 menit, tiga kali sehari.
Ini membantu membawa jerawat yang dalam lebih dekat ke permukaan kulit agar bisa sembuh lebih cepat.
Untuk pustula, kompres hangat juga membantu meredakan rasa nyut-nyutan dan mempercepat proses pematangan alami jerawat.
5. Oleskan Salep Jerawat
Selain spot treatment topikal berbahan aktif, beberapa pilihan salep yang terbukti efektif untuk pustula antara lain:
Benzoyl peroxide gel: tersedia OTC dalam berbagai konsentrasi (2,5%–10%), membunuh bakteri dan mengurangi peradangan.
Adapalene (Differin): retinoid yang kini tersedia tanpa resep, bekerja mencegah penyumbatan pori dan mengurangi inflamasi.
Azelaic acid: pilihan yang lebih lembut dengan sifat antibakteri dan anti-inflamasi, cocok untuk kulit sensitif.
6. Minum Obat
Untuk kasus yang lebih parah atau meluas, obat oral bisa diperlukan.
Menurut Healthline, obat resep yang umum direkomendasikan dokter untuk pustula yang persisten meliputi antibiotik oral seperti doxycycline dan amoxicillin.
Untuk kasus yang sangat parah, dokter bisa melakukan drainase pustula secara aman atau meresepkan obat yang lebih kuat.
Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter karena penggunaan yang tidak tepat bisa memicu resistensi bakteri dan memperburuk kondisi jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter?
Pustula ringan yang muncul sesekali biasanya bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. Tapi ada kondisi yang membutuhkan penanganan profesional segera.
Jika peradangan besar dan terasa nyeri, atau jika kulit di sekitarnya terasa sangat hangat tidak normal, segera konsultasikan ke dermatologis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Segera konsultasikan ke dokter kulit jika pustula tidak membaik setelah 6–8 minggu penggunaan produk OTC yang konsisten, pustula berkembang menjadi nodul atau kista yang lebih besar dan lebih menyakitkan, muncul dalam jumlah banyak di wajah, punggung, atau dada sekaligus, meninggalkan bekas hiperpigmentasi atau bopeng yang sulit hilang, atau disertai gejala lain yang tidak biasa seperti demam atau bengkak signifikan.
Untuk mencegah jerawat pustula datang kembali dan meninggalkan bekas, perawatan wajah yang rutin dan tepat adalah kunci utamanya. Kamu bisa melakukan perawatan di rumah dengan skincare yang sesuai.
Atau lebih efektif lagi, percayakan pada perawatan profesional di klinik.
Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai skin treatment yang dirancang untuk menangani jerawat inflamasi secara menyeluruh, termasuk facial treatment profesional yang membersihkan pori secara mendalam, mengontrol produksi sebum, meredakan peradangan aktif, dan menstimulasi regenerasi kulit, semua dalam satu sesi yang ditangani oleh tenaga medis berpengalaman.
Di Sozo, kamu bisa menikmati Acne Clear Facial untuk membersihkan komedo serta jerawat dan mencegahnya datang lagi.
Untuk perawatan lebih lengkap, ada pula Acne Laser Facial yang juga memberikanmu kulit yang lebih sehat dan cerah.
Konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk mendapatkan rencana perawatan yang paling sesuai dengan jenis kulit dan tingkat keparahan jerawatmu segera!
Referensi:
- https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/pustules-facts
- https://www.healthline.com/health/pustules