Skin 7 mnt baca

Jerawat Papula: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Logo Tim Editor Sozo Skin Clinic

Tim Editor Sozo Skin Clinic

Klinik Estetika & Kecantikan

Jerawat Papula: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ada jenis jerawat yang tidak punya “kepala putih” untuk dipencet, tapi justru jauh lebih menyakitkan dan mengganggu dari yang kelihatannya. Bentuknya benjolan merah padat yang terasa nyeri saat disentuh, bahkan kadang hanya dipegang pun sudah perih. Kalau kamu sedang mengalaminya, kamu tahu betul betapa frustrasinya kondisi ini.

Jenis jerawat yang dimaksud adalah jerawat papula, yaitu salah satu bentuk jerawat inflamasi yang sangat umum tapi sering disalahpahami. 

Memahami jerawat papula bukan hanya soal mengenali tampilannya, tapi soal tahu cara menanganinya dengan tepat. 

Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari ciri-ciri, penyebab, cara mengatasi, hingga langkah pencegahannya. Jadi, yuk, simak sampai akhir!

Apa Itu Jerawat Papula?

Papula adalah benjolan kecil, menonjol, dan berwarna merah yang muncul di permukaan kulit.

Jerawat ini disebabkan oleh kelebihan minyak dan sel kulit yang menyumbat pori, dan tidak memiliki nanah yang terlihat.

Jerawat papula termasuk dalam kategori inflammatory acne, berbeda dari komedo hitam atau putih yang bersifat non-inflamasi.

Papula terbentuk ketika dinding folikel yang tersumbat akhirnya mengalami peradangan dan rusak. Inilah yang membuatnya terasa sakit dan tampak merah, berbeda dari komedo yang biasanya tidak nyeri sama sekali.

Menurut Cleveland Clinic, jerawat papula sangat umum. Beberapa peneliti bahkan menyebutkan bahwa hampir semua orang mengalaminya setidaknya sekali dalam hidupnya. Paling sering muncul pada remaja, tapi orang dewasa di usia 20-an, 30-an, bahkan lebih tua pun bisa mengalaminya.

Ciri-Ciri Jerawat Papula

Mengenali jerawat papula penting agar kamu bisa membedakannya dari jenis jerawat lain dan menentukan penanganan yang tepat.

1. Benjolan Padat

Papula adalah benjolan padat dan meradang di kulit, berbeda dari pustula yang memiliki ujung berisi nanah, papula benar-benar solid dan tidak memiliki isi yang bisa dikeluarkan. Inilah kenapa memencetnya tidak hanya sia-sia, tapi juga berbahaya.

2. Kemerahan atau Merah Muda di Area Jerawat

Warna merah atau merah muda di sekitar papula adalah tanda utama adanya peradangan aktif.

Biasanya, papula muncul sebagai benjolan kecil menonjol dan berwarna merah di permukaan kulit. 

Warna ini merupakan respons inflamasi alami tubuh terhadap sumbatan dan bakteri di dalam folikel.

3. Terasa Nyeri Saat Ditekan

Ini salah satu pembeda paling jelas jerawat papula dari komedo. Papula adalah bentuk jerawat inflamasi, sehingga sering terasa nyeri, sensitif, atau mengiritasi, bahkan tanpa ditekan sekalipun.

4. Tanpa Nanah

Papula tidak memiliki ujung berisi nanah (pus-filled tip) seperti yang dimiliki pustula. 

Tipe jerawat ini bisa berkembang menjadi pustula jika ujungnya kemudian terisi nanah. Artinya, papula yang tidak ditangani bisa bertransformasi menjadi jenis jerawat yang lebih parah.

5. Ukurannya Kurang dari 5mm

Papula biasanya berukuran lebih kecil dari satu sentimeter. Meski kecil, benjolan ini bisa terasa lebih besar dari yang terlihat karena peradangan yang terjadi di bawah permukaan kulit.

BACA JUGA: 7 Ciri Jerawat Papula & Cara Tepat Mengatasinya Tanpa Bekas

Penyebab Munculnya Jerawat Papula

1. Produksi Sebum Berlebih

Kelenjar minyak yang terlalu aktif menghasilkan lebih banyak sebum dari yang dibutuhkan kulit.

Salah satu penyebab utama jerawat papula adalah kelenjar minyak (sebaceous) yang memproduksi terlalu banyak minyak. 

Kelebihan sebum ini menyumbat folikel dan menciptakan kondisi ideal bagi peradangan untuk terjadi.

2. Tumpukan Sel Kulit Mati

Sel kulit mati yang tidak terangkat dengan baik bercampur dengan sebum dan menyumbat pori dari atas. 

Ketika sumbatan ini terbentuk dan dinding folikel merespons dengan peradangan, papula pun terbentuk.

3. Perubahan Hormonal

Peningkatan hormon androgen adalah salah satu penyebab utama papula.

Semua orang memiliki androgen, tapi laki-laki memproduksinya lebih banyak, dan hormon ini berperan penting dalam memulai pubertas serta memengaruhi perkembangan tubuh. 

Fluktuasi hormonal saat menstruasi, stres, kehamilan, atau penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memicu lonjakan papula.

4. Infeksi Bakteri

Meningkatnya kehadiran bakteri penyebab jerawat di kulit adalah salah satu faktor langsung yang memicu papula.

Bakteri ini berkembang biak di dalam folikel yang tersumbat dan memperparah respons inflamasi.

5. Penggunaan Skincare Komedogenik

Penggunaan produk skincare yang mengandung bahan keras, alkohol, atau pewangi bisa menguras minyak alami kulit, menyebabkan kekeringan dan iritasi yang memperburuk jerawat papula.

Pilih produk yang lembut, bebas pewangi, dan non-komedogenik.

BACA JUGA: Stop Pencet Jerawat! 5 Kesalahan Fatal yang Bikin Jerawat Papula Makin Parah

Cara Mengatasi Jerawat Papula Secara Efektif

1. Salicylic Acid

Biasanya, salicylic acid tersedia sebagai produk OTC untuk papula dalam bentuk cleanser atau lotion.

Bahan ini membantu mengangkat lapisan kulit yang rusak dan melarutkan sel kulit mati agar folikel tidak tersumbat. 

Gunakan sebagai cleanser harian atau toner 1–3 kali sehari untuk hasil optimal.

2. Benzoyl Peroxide

Mengutip American Academy of Dermatology (AAD), oleskan produk yang mengandung 2% benzoyl peroxide pada jerawat.

Benzoyl peroxide tersedia di apotek sehingga mudah didapatkan. Bahan ini membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. 

Aplikasikan lapisan yang sangat tipis karena menggunakan terlalu banyak dapat mengiritasi kulit. 

Perlu diingat: benzoyl peroxide bisa memutihkan kain, jadi hindari kontak dengan pakaian berwarna.

3. Retinoid Topikal

Retinoid seperti Retin-A, Tazorac, dan Differin (kini tersedia tanpa resep) bekerja memecah papula dan mencegah pori yang tersumbat. 

Efek samping yang mungkin muncul seperti perubahan warna kulit, kekeringan, atau pengelupasan bisa dikurangi dengan menggunakannya setiap dua hari sekali atau dikombinasikan dengan moisturizer.

4. Kompres Air Hangat

Rendam kain bersih dalam air hangat, lalu tempelkan pada jerawat selama 10–15 menit, tiga kali sehari.

Tips ini membantu membawa jerawat yang dalam lebih dekat ke permukaan kulit agar bisa sembuh lebih cepat. Pastikan menggunakan kain yang bersih setiap kali, dan jangan pencet jerawatnya, ya.

5. Hindari Memencet Jerawat

Ini aturan yang paling sering dilanggar, padahal konsekuensinya nyata. 

Tindakan ini bisa membuatnya semakin terlihat dan meningkatkan risiko infeksi, perubahan warna kulit, dan jaringan parut. 

6. Acne Spot Treatment (Obat Totol Jerawat)

Acne patch atau pimple patch, terutama yang menggunakan hydrocolloid, bisa sangat membantu untuk jerawat dalam dan papula.

Pasalnya, hydrocolloid membantu menarik kotoran keluar dari jerawat sekaligus mencegah kamu menyentuh atau menggaruk area tersebut. 

Pilih patch yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide untuk efek ganda: menyerap dan membunuh bakteri.

BACA JUGA: 3 Kategori Obat Jerawat Paling Ampuh untuk Atasi Masalah Kulitmu

Tips Mencegah Jerawat Papula Datang Kembali

1. Bersihkan Wajah 2x Sehari dengan Cleanser

Menurut dr. Meghan Feely, FAAD, dermatologis bersertifikat dari Toronto Dermatology Centre, gunakan cleanser bebas pewangi dan cuci kulit dengan lembut.

Jangan pernah mencoba menggosok jerawat karena ini bisa semakin mengiritasi dan memperburuknya.

2. Gunakan Produk Non-comedogenic

Dr. Feely menegaskan bahwa pastikan menggunakan kosmetik, cleanser, dan sunscreen yang non-comedogenic dan oil-free.

Produk non-comedogenic lebih kecil kemungkinannya menyumbat pori dan memicu papula baru. 

3. Kurangi Stres

Dokter mungkin akan menanyakan apakah kamu sedang mengalami stres signifikan karena ini adalah faktor risiko utama.

Stres memicu pelepasan androgen yang merangsang produksi sebum berlebih.

4. Selalu Pakai Sunscreen

Beberapa bahan aktif seperti retinoid dan benzoyl peroxide meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. 

Lindungi kulit dari matahari dengan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih.

Paparan UV saat ada peradangan di kulit meningkatkan risiko hiperpigmentasi pasca jerawat.

5. Perhatikan Pola Makan

Kurangi konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti camilan manis dan karbohidrat olahan, serta dairy.

Keduanya dikaitkan dengan peningkatan produksi sebum yang memperparah jerawat inflamasi.

6. Ganti Sarung Bantal Rutin

Sarung bantal yang jarang dicuci mengakumulasi bakteri, minyak, dan sel kulit mati yang berpindah ke wajah setiap malam.

Kapan Harus ke Dokter?

Papula ringan yang muncul sesekali biasanya bisa diatasi dengan perawatan mandiri menggunakan produk OTC. 

Tapi ada kondisi yang membutuhkan penanganan profesional. Menurut AAD, jika jerawat dalam yang menyakitkan tidak membaik setelah mengikuti langkah-langkah perawatan mandiri, atau jika muncul beberapa jerawat dalam sekaligus, segera konsultasikan ke dermatologis bersertifikat.

Dokter bisa meresepkan obat yang lebih kuat dan melakukan treatment untuk mengatasi kondisi ini.

Pertimbangkan konsultasi segera jika papula tidak membaik setelah 4 – 6 minggu pemakaian produk OTC yang konsisten, papula berkembang menjadi nodul atau kista yang lebih besar dan lebih menyakitkan, muncul dalam jumlah banyak dan meninggalkan bekas luka atau hiperpigmentasi, atau kondisi ini berdampak signifikan pada kepercayaan diri dan kesehatan mentalmu.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai pilihan perawatan profesional yang dirancang untuk menangani jerawat inflamasi seperti papula secara lebih efektif dan menyeluruh:

Facial Treatment, yakni treatment wajah profesional yang membersihkan pori secara mendalam, mengangkat sel kulit mati, mengurangi bakteri penyebab jerawat, dan menenangkan peradangan aktif, memberikan hasil yang jauh lebih cepat dan tuntas dibanding perawatan mandiri di rumah.

Selain itu, rangkaian skin treatment lainnya di Sozo juga tersedia untuk kondisi jerawat yang lebih serius, termasuk chemical peeling yang membantu mengangkat lapisan kulit bermasalah, membuka pori yang tersumbat, dan menstimulasi regenerasi kulit baru.

Konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan rencana perawatan yang paling sesuai dengan jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat papulamu.

Sumber: