Jerawat papula merupakan jerawat inflamasi berbentuk benjolan kecil dan merah yang tidak memiliki ujung putih atau kuning berisi nanah. Papula terbentuk ketika pori tersumbat, kemudian mengalami peradangan. Papula tidak boleh dipencet karena tidak mengandung nanah dan tindakan tersebut dapat memperburuk peradangan.
Pernah menemukan benjolan merah pada wajah yang terasa sakit saat disentuh, tetapi tidak memiliki “mata” untuk dikeluarkan? Benjolan tersebut mungkin merupakan jerawat papula.
Jerawat papula merupakan benjolan padat yang meradang, tetapi belum memiliki ujung putih atau kuning berisi nanah.
Kondisi ini terbentuk ketika pori yang tersumbat mengalami peradangan sehingga kulit terlihat merah dan terkadang nyeri.
Jika tidak ditangani dengan segera, benjolan dapat semakin meradang dan berkembang menjadi pustula.
Kabar baiknya, jerawat papula ringan dapat membaik dengan perawatan kulit dan bahan aktif yang tepat. Untuk itu, mari simak dulu penyebab dan berbagai cara mengatasinya!
Apa Itu Jerawat Papula?

Jerawat papula adalah benjolan kecil, padat, dan meradang yang muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.
Dinding folikel kemudian mengalami kerusakan atau peradangan sehingga sistem imun merespons dan membentuk benjolan merah.
Papula umumnya berukuran kecil, sering kali kurang dari 5 milimeter, meskipun ukurannya dapat berbeda pada setiap orang.
Benjolan ini dapat berwarna merah muda, merah, kecokelatan, atau keunguan, terutama pada warna kulit yang lebih gelap.
Berbeda dari pustula, jerawat papula tidak memiliki ujung putih atau kuning berisi nanah. Sebagian papula dapat berkembang menjadi pustula dalam beberapa hari apabila peradangannya berlanjut.
Jerawat ini paling sering muncul pada wajah, leher, dada, bahu, punggung, dan lengan atas. Area tersebut memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif sehingga lebih rentan mengalami penyumbatan.
Penyebab Munculnya Jerawat Papula

Penyebab jerawat papula bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, mulai dari produksi minyak, penumpukan sel kulit, hingga gangguan hormon.
Mari bedah lebih lanjut tentang apa saja yang menyebabkan jerawat papula:
1. Produksi Sebum Berlebihan
Kelenjar sebaceous memproduksi sebum untuk menjaga kulit tetap lembap. Ketika produksinya terlalu tinggi, minyak dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat di dalam folikel.
Sumbatan tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan jerawat. Apabila dinding folikel mengalami tekanan dan iritasi, respons peradangan dapat membentuk papula.
2. Penumpukan Sel Kulit Mati
Kulit terus melepaskan sel lama dan menggantinya dengan sel baru. Sel mati dapat saling melekat dan menumpuk di dalam folikel alih-alih terlepas secara teratur.
Proses ini menjadi awal pembentukan mikrokomedo. Ketika sumbatan membesar dan mengalami peradangan, lesi dapat berkembang menjadi jerawat papula.
3. Aktivitas Cutibacterium Acnes
Cutibacterium acnes merupakan bagian dari mikroorganisme yang secara alami hidup pada kulit. Bakteri ini dapat berkembang lebih aktif di dalam folikel yang tersumbat.
Sistem imun kemudian merespons aktivitas tersebut dengan melepaskan zat peradangan. Respons inilah yang membuat jerawat meradang.
4. Perubahan Hormon
Hormon androgen dapat meningkatkan aktivitas dan ukuran kelenjar minyak. Pengaruh tersebut menjelaskan mengapa jerawat sering muncul atau memburuk saat pubertas. Fluktuasi hormon juga dapat terjadi menjelang menstruasi atau selama kehamilan.
5. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami jerawat. Faktor genetik dapat berhubungan dengan produksi sebum dan kecenderungan membentuk bekas.
Genetik bukan berarti jerawat tidak dapat dikendalikan. Perawatan yang konsisten tetap dapat membantu mengurangi jumlah lesi dan risiko peradangan baru.
6. Stres
Stres bukan satu-satunya penyebab jerawat, tetapi dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.
Saat stres, perubahan hormon dan respons tubuh dapat memengaruhi produksi minyak serta proses peradangan.
7. Penggunaan Produk yang Menyumbat Pori
Produk skincare atau makeup yang terlalu berat dapat menyumbat folikel pada sebagian orang. Risiko dapat meningkat jika produk tidak dibersihkan dengan baik sebelum tidur.
Baca Juga: 10 Makanan yang Mengurangi & Membuat Jerawat Hilang Alami
Cara Mengatasi Jerawat Papula
Penanganan papula berfokus pada mengurangi peradangan dan mencegah lesi baru. Jangan menggunakan semua bahan aktif sekaligus karena kulit dapat mudah teriritasi.
Adapun berbagai cara mengatasi jerawat papula yang bisa dilakukan yaitu:
1. Bersihkan Wajah secara Lembut
Cuci wajah 2 kali sehari menggunakan pembersih sesuai dengan jenis kulit. Langkah ini membantu mengangkat minyak dan sisa kotoran yang dapat memicu penyumbatan pori.
Hindari mencuci wajah terlalu sering atau menggosok area jerawat. Gesekan berulang dapat membuat papula semakin merah dan terasa lebih sakit.
2. Gunakan Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide membantu mengurangi bakteri yang berperan dalam jerawat meradang. Kandungan ini dapat dipakai untuk meredakan papula sekaligus mengurangi risiko munculnya jerawat baru.
Mulailah dari konsentrasi rendah, seperti 2,5%, dan gunakan tipis sesuai petunjuk produk. Pemakaian terlalu banyak dapat menyebabkan kulit kering.
3. Tambahkan Salicylic Acid secara Bertahap
Salicylic acid dapat membersihkan minyak dan sel kulit mati yang menumpuk di dalam pori. Kandungan ini berperan dalam mencegah sumbatan baru, bukan mengempiskan papula yang sudah meradang.
4. Pertimbangkan Azelaic Acid
Azelaic acid dapat membantu meredakan peradangan, mengurangi mikroorganisme pada kulit, dan menjaga folikel agar tidak mudah tersumbat.
Gunakan secara bertahap karena rasa kesemutan atau kering ringan dapat muncul pada awal pemakaian. Tambahkan pelembap jika kulit terasa kurang nyaman.
5. Gunakan Retinoid secara Perlahan
Retinoid seperti adapalene membantu mengatur pergantian sel kulit dan mencegah pembentukan sumbatan baru.
Produk ini digunakan tipis pada area yang sering berjerawat, bukan hanya pada satu benjolan. Mulailah dua atau tiga malam dalam seminggu, lalu tingkatkan sesuai toleransi kulit.
Penggunaan retinoid selama kehamilan atau ketika merencanakan kehamilan perlu dikonsultasikan dengan dokter.
6. Kompres Dingin Saat Jerawat Terasa Nyeri
Kompres dingin dapat membantu mengurangi bengkak, kemerahan, dan rasa sakit untuk sementara.
Caranya mudah, yaitu bungkus es dengan kain bersih, lalu tempelkan pada area jerawat selama sekitar 5–10 menit.
Jangan menempelkan es langsung ke kulit. Ingat, cara ini hanya membantu meredakan keluhan dan tidak mengatasi penyumbatan di dalam pori.
7. Tetap Gunakan Pelembap
Beberapa bahan aktif untuk jerawat dapat membuat kulit kering. Pelembap membantu menjaga skin barrier agar kulit tetap nyaman dan dapat melanjutkan perawatan secara konsisten.
Pilih pelembap ringan dan non-comedogenic. Kandungan seperti glycerin, ceramide, panthenol, atau asam hialuronat dapat membantu menjaga kelembapan tanpa terasa terlalu berat.
8. Jangan Memencet Jerawat
Jerawat papula belum memiliki nanah yang dapat dikeluarkan. Memencetnya justru dapat memperparah peradangan dan mendorong isi folikel lebih dalam.
Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko noda kehitaman dan bekas luka. Sebaiknya biarkan jerawat mereda dengan perawatan yang sesuai daripada mencoba mengeluarkannya secara paksa.
Ciri-Ciri dan Gejala Jerawat Papula
Jerawat papula memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari komedo, pustula, dan nodul.
Adapun beberapa ciri yang perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi jerawat termasuk papula yaitu:
- Berupa Benjolan Padat: Papula terasa padat karena tidak berisi cairan atau nanah yang terlihat.
- Berwarna Merah atau Keunguan: Warnanya menunjukkan respons peradangan di dalam dan sekitar folikel.
- Tidak Memiliki Ujung Putih: Ketiadaan ujung berisi nanah membedakannya dari jerawat pustula.
- Terasa Nyeri atau Sensitif: Lesi dapat sakit saat disentuh karena jaringan di sekitarnya sedang meradang.
- Berukuran Relatif Kecil: Papula biasanya kurang dari 5 milimeter dan lebih dangkal daripada nodul.
- Permukaan Terlihat Menonjol: Benjolan dapat berbentuk bulat atau sedikit menyerupai kerucut.
- Muncul di Area Berminyak: Wajah, leher, dada, punggung, dan bahu merupakan lokasi yang umum.
- Dapat Berkembang Menjadi Pustula: Papula dapat membentuk ujung bernanah apabila peradangan terus berlanjut.
- Dapat Muncul Bersama Komedo: Kehadiran komedo mendukung kemungkinan bahwa benjolan tersebut termasuk bagian dari jerawat vulgaris.
- Berpotensi Meninggalkan Noda: Peradangan dapat menyisakan kemerahan atau noda kecokelatan setelah benjolan mereda.
Apakah Jerawat Papula Berbahaya?
Jerawat papula umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan fisik dan sebagian dapat membaik dalam beberapa hari.
Papula ringan dapat mereda sekitar 3–7 hari, tetapi untuk kasus yang lebih meradang mungkin membutuhkan beberapa minggu.
Meskipun demikian, papula tidak boleh diabaikan jika terus muncul atau berkembang menjadi jerawat yang lebih dalam. Peradangan berulang meningkatkan risiko PIH, kemerahan pascajerawat, dan jaringan parut.
Jika benjolan berukuran besar dan terasa sangat sakit, mungkin bukan papula biasa, melainkan nodul. Jerawat nodular lebih sulit ditangani dan memiliki risiko membekas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Jerawat Mendem di Wajah? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya di Rumah/Klinik
Obat Jerawat Papula
Jerawat papula ringan umumnya dapat dirawat dengan obat topikal. Namun, jika benjolan terus bermunculan, dokter dapat meresepkan terapi yang lebih terarah.
Adapun beberapa jenis obat jerawat papula yang dapat dipilih yaitu:
1. Kombinasi Obat Topikal
Dokter dapat mengombinasikan retinoid dengan benzoyl peroxide atau bahan lain untuk menangani penyumbatan sekaligus peradangan.
Kombinasi ini dipilih karena papula biasanya tidak hanya melibatkan bakteri, tetapi juga penumpukan sel kulit di dalam folikel.
2. Antibiotik Topikal
Antibiotik oles seperti clindamycin dapat diresepkan ketika jerawat meradang muncul dalam jumlah cukup banyak.
Penggunaannya biasanya disertai benzoyl peroxide, bukan sebagai obat tunggal. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.
3. Antibiotik Oral
Jika papula tersebar luas pada wajah, dada, atau punggung, dokter mungkin mempertimbangkan antibiotik oral seperti doxycycline.
Terapi ini bekerja dari dalam untuk membantu menekan peradangan pada jerawat sedang hingga berat.
Antibiotik oral umumnya diberikan dalam jangka waktu terbatas dan tetap disertai perawatan topikal.
4. Terapi Hormonal
Terapi hormonal dapat dipertimbangkan pada perempuan yang mengalami jerawat berulang di area rahang dan dagu, terutama jika kemunculannya berkaitan dengan siklus menstruasi.
Pilihannya dapat berupa pil kontrasepsi kombinasi atau spironolactone sesuai hasil pemeriksaan. Namun, terapi ini tidak cocok untuk semua pasien.
5. Isotretinoin Oral
Isotretinoin biasanya tidak diberikan untuk beberapa papula ringan. Obat ini lebih dipertimbangkan ketika jerawat menetap.
Penggunaannya membutuhkan pengawasan dokter dan pemeriksaan berkala karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Isotretinoin juga tidak boleh digunakan selama kehamilan karena sangat berbahaya bagi janin.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Jerawat di Apotek, Cek Kandungan dan Kegunaannya
Cara Mencegah Jerawat Papula Muncul Kembali
Tidak semua jerawat dapat dicegah, terutama ketika dipengaruhi perubahan hormonal. Namun, rutinitas yang konsisten dapat membantu mengurangi sumbatan dan peradangan baru.
- Pertahankan Rutinitas Sederhana: Gunakan pembersih lembut, pelembap, obat jerawat, dan sunscreen. Hindari terlalu sering mengganti produk atau memakai banyak bahan aktif sekaligus.
- Pilih Produk yang Tidak Mudah Menyumbat Pori: Gunakan makeup dan skincare yang berlabel non-comedogenic. Bersihkan riasan sebelum tidur agar sisa produk tidak bercampur dengan minyak dan sel kulit mati.
- Jauhkan Produk Rambut dari Wajah: Pomade, minyak rambut, atau kondisioner yang menempel di dahi dapat memicu penyumbatan pada sebagian orang.
- Kurangi Gesekan pada Kulit: Pasalnya masker, tali helm, dan kebiasaan mengusap wajah dapat membuat papula semakin merah.
- Bersihkan Kulit setelah Berkeringat: Keringat yang bercampur dengan minyak dan sisa produk dapat memperburuk penyumbatan. Cuci wajah atau mandi setelah berolahraga.
- Hindari Menyentuh dan Memencet Jerawat: Tekanan pada papula dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko noda kehitaman.
- Konsultasikan Jerawat yang Terus Berulang: Pemeriksaan diperlukan jika papula tetap muncul dan meninggalkan bekas meskipun sudah perawatan secara konsisten.
Kapan Harus ke Dokter?
Pemeriksaan dokter membantu memastikan bahwa benjolan benar-benar jerawat papula dan bukan masalah kulit lain seperti rosacea atau reaksi alergi.
Dokter dapat menilai tingkat peradangan dan respons kulit sebelum menentukan perawatan. Untuk jerawat inflamasi yang sulit dikendalikan, kamu bisa pilih Acne Treatment di Sozo Skin Clinic.
Pilihan tindakan dapat mencakup Acne Clear Facial untuk membantu membersihkan pori atau IPL Acne untuk membantu merawat jerawat yang kemerahan.

Treatment tidak otomatis cocok untuk semua papula sehingga jenis tindakan serta jumlah sesi tetap perlu disesuaikan oleh dokter.
Agar treatment lebih terarah, langsung saja konsultasi dan buat janji temu sekarang. Kamu bisa cari lokasi klinik terdekat atau jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut.
FAQ Seputar Jerawat Papula
Papula sering disalahartikan sebagai jerawat bernanah atau ruam kulit. Agar tidak salah paham, mari simak berbagai pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya:
1. Apakah Jerawat Papula Bisa Hilang Sendiri?
Sebagian jerawat papula ringan dapat mereda sendiri ketika respons peradangannya menurun. Prosesnya dapat berlangsung beberapa hari, tetapi sebagian lesi memerlukan beberapa minggu.
2. Berapa Lama Jerawat Papula Sembuh?
Papula ringan dapat membaik dalam sekitar 3–7 hari. Jerawat yang lebih meradang atau terus mengalami gesekan dapat bertahan selama beberapa minggu. Sementara itu, rutinitas obat jerawat umumnya membutuhkan sedikitnya 6–8 minggu.
3. Apakah Boleh Memencet Jerawat Papula?
Tidak dianjurkan karena papula tidak memiliki nanah yang dapat dikeluarkan. Tekanan dari kuku justru dapat mendorong minyak, bakteri, dan sel kulit lebih dalam. Memencet juga meningkatkan risiko infeksi dan noda bekas jerawat.
4. Apa Bedanya Jerawat Papula dengan Biang Keringat atau Alergi?
Papula jerawat biasanya muncul pada area berminyak. Benjolannya cenderung lebih padat, meradang, dan dapat terasa nyeri.
Kalau biang keringat sering muncul sebagai banyak bintik kecil setelah berkeringat atau berada di lingkungan panas dan sering terasa gatal. Sementara itu, alergi dapat muncul mendadak, terasa gatal, dan menyebar.
Referensi:
- Acne Papules: Causes and Treatments | Healthline
- Acne Papules: vs. Pustules & Symptoms, Causes & Treatment | Cleveland Clinic
- Acne Vulgaris | StatPearls
- Postinflammatory Papule: A Tentative New Designation for Acne Vulgaris | PMC

