Skin 14 mnt baca

Jerawat Meradang di Wajah? Ini Penyebab, Ciri & Cara Mengatasinya

Jerawat Meradang di Wajah? Ini Penyebab, Ciri & Cara Mengatasinya

Jerawat meradang adalah kondisi jerawat yang mengalami inflamasi, sehingga menyebabkan kemerahan dan rasa nyeri. Memencet jerawat meradang tidak disarankan karena dapat memperparah inflamasi dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat. Jika sering kambuh, sebaiknya mendapatkan evaluasi dokter.

Ketiak jerawat tiba-tiba berubah menjadi merah dan terasa sakit saat disentuh, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi jerawat meradang.

Kondisi ini berbeda dengan komedo atau jerawat ringan yang biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Jerawat bisa meradang akibat proses inflamasi di dalam kulit. 

Peradangan ini dapat membuat area sekitar jerawat terlihat bengkak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk membaik.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat, mulai dari noda hitam hingga perubahan tekstur kulit seperti bopeng.

Mengingat penyebab jerawat meradang bisa berbeda pada setiap orang, pastikan kamu memahami faktor pemicunya terlebih dahulu. 

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan perawatan yang tepat sasaran. Untuk itu mari simak ciri-ciri jerawat meradang dan cara mengatasinya agar tidak meninggalkan bekas!

Apa Itu Jerawat Meradang?

Jerawat Meradang
Jerawat Meradang

Jerawat meradang adalah jenis jerawat yang mengalami proses inflamasi akibat pori-pori kulit tersumbat. 

Ketika sumbatan tersebut memicu respons imun tubuh, kulit akan meradang dan memunculkan reaksi seperti kemerahan, pembengkakan, dan rasa nyeri.

Kondisi ini bisa terjadi jika produksi minyak meningkat dan bercampur dengan sel kulit mati, sehingga berujung membuat pori-pori tersumbat. 

Sumbatan ini kemudian menjadi lingkungan yang disukai oleh Cutibacterium acnes yang dapat memicu reaksi inflamasi.

Saat jerawat meradang, hindari kebiasaan memencet jerawat agar infeksi tidak menyebar dan menjadi jaringan parut/bopeng

Jenis-jenis Jerawat Meradang

Jerawat meradang berbeda dengan jerawat biasa. Pasalnya jerawat meradang tampak lebih jelas karena melibatkan reaksi peradangan pada jaringan kulit.

Jenisnya pun dibedakan lagi berdasarkan kondisi keparahannya. Berikut beberapa jenis jerawat meradang yang perlu kamu ketahui:

1. Papula

Papula adalah benjolan kecil berwarna merah yang muncul akibat peradangan pada dinding pori. 

Jenis jerawat ini biasanya terasa sedikit nyeri ketika disentuh dan belum memiliki cairan nanah di dalamnya.

2. Pustula

Pustula merupakan perkembangan dari papula yang mengalami peradangan lebih lanjut. Ciri khasnya adalah benjolan merah dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan akibat adanya kumpulan nanah.

3. Nodul

Nodul adalah jerawat berukuran lebih besar yang berada lebih dalam di bawah permukaan kulit. Jenis ini biasanya terasa keras, nyeri, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk membaik.

4. Jerawat Kistik

Jerawat kistik (cystic acne) merupakan salah satu bentuk jerawat meradang yang paling berat. Kondisi ini ditandai dengan benjolan besar, terasa sakit, dan berada jauh di dalam kulit sehingga memiliki risiko lebih tinggi meninggalkan bekas.

Penyebab Kenapa Jerawat Bisa Meradang?

Penyebab jerawat cukup beragam. Bahkan bisa diidentifikasi berdasarkan lokasinya. Misalnya, jerawat meradang di pipi bisa dikarenakan kebiasaan menyentuh wajah. 

Di sisi lain, jerawat meradang di dahi dapat dipengaruhi oleh penggunaan produk rambut yang menyumbat pori.

Untuk itu, mari ketahui beberapa penyebab jerawat meradang, di antaranya:

  • Pori-pori Tersumbat: Produksi minyak yang berlebih dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menumpuk di dalam pori.
  • Perkembangan Bakteri C. acnes: Cutibacterium acnes adalah bakteri yang secara alami terdapat pada kulit. Namun, ketika berkembang berlebihan di dalam pori yang tersumbat, bakteri ini dapat memicu peradangan pada jerawat.
  • Perubahan Hormon: Perubahan kadar hormon seperti androgen dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga produksi sebum menjadi lebih tinggi. Kondisi ini sering terjadi saat pubertas, menjelang menstruasi, atau stres berkepanjangan.
  • Penggunaan Skincare yang Tidak Sesuai: Produk yang terlalu berat atau bersifat menyumbat pori (comedogenic) dapat mengganggu keseimbangan kulit. Akibatnya, skin barrier terganggu dan jerawat menjadi lebih mudah meradang.
  • Kebiasaan Memencet Jerawat: Memencet jerawat yang sedang meradang dapat memperparah inflamasi. Selain membuat jerawat semakin sulit sembuh, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko munculnya noda bekas jerawat.
  • Stres: Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan pada sebagian orang dapat meningkatkan produksi minyak kulit.
  • Gaya Hidup: Kurang tidur, pola hidup tidak teratur, serta kebiasaan tertentu juga dapat berkontribusi terhadap kondisi kulit yang lebih mudah mengalami breakout
  • Pola Makan Tertentu: Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti makanan tinggi gula dapat berhubungan dengan peningkatan produksi minyak dan peradangan kulit..

Lantas, apakah telat haid menyebabkan jerawat? Pada sebagian orang, perubahan hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi dapat memengaruhi kondisi kulit dan memicu munculnya jerawat. 

Namun, telat haid bukan satu-satunya penyebab jerawat karena faktor lain seperti stres, skincare, dan kondisi kulit juga dapat berperan.

Baca Juga: Apakah PMO Menyebabkan Jerawat dan Muka Kusam? Cek Faktanya!

Ciri-Ciri Jerawat Meradang

Jerawat meradang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jerawat biasa. Kondisi ini biasanya lebih mudah dikenali karena tampak dari perubahan warna, ukuran, dan sensasi pada kulit. Adapun ciri-ciri jerawat meradang meliputi:

  • Berwarna merah dan terlihat membengkak.
  • Terasa sakit atau nyeri ketika disentuh.
  • Ukurannya lebih besar dibandingkan jerawat biasa.
  • Muncul sebagai benjolan di bawah permukaan kulit.
  • Dapat berisi nanah berwarna putih atau kekuningan.
  • Tidak cepat hilang dalam beberapa hari.
  • Area sekitar jerawat dapat terasa hangat atau sensitif.
  • Berisiko meninggalkan bekas hitam atau scar setelah sembuh.

Cara Mengatasi Jerawat Meradang

Mengatasi jerawat meradang perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Penggunaan produk secara berlebihan justru bisa memperparah peradangan. 

Oleh karena itu, perawatan perlu dilakukan secara hati-hati guna mengurangi risiko munculnya bekas jerawat.

Adapun beberapa cara mengatasi jerawat meradang yaitu:

1. Membersihkan Wajah dengan Gentle Cleanser

Pilih cleanser yang tidak membuat kulit terasa kering setelah digunakan. Pembersih wajah yang lembut dapat membantu mengangkat kotoran pada wajah tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

Cleanser yang lembut menggunakan surfaktan ringan, seperti mengganti sulfat dengan amino acid atau coco-glucoside, diperkaya pelembap seperti hyaluronic acid, glycerin, atau ceramide.

2. Gunakan Skincare untuk Jerawat Meradang

Skincare untuk jerawat meradang perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Beberapa kandungan aktif dapat membantu mengontrol produksi minyak berlebih dan mencegah penyumbatan pori. 

Saat memilih skincare untuk jerawat meradang, kamu bisa memilih produk dengan kandungan berikut:

  • Salicylic Acid, kandungan bahan eksfoliasi yang dapat membantu membersihkan penumpukan sel kulit mati dan minyak di dalam pori.
  • Benzoyl Peroxide, bekerja dengan mengurangi jumlah bakteri C. acnes yang berperan dalam proses peradangan jerawat.
  • Retinoid, bekerja dengan mempercepat proses pergantian sel kulit dan mengurangi penumpukan sel kulit mati yang berpotensi menyumbat pori.

Namun, penggunaan bahan aktif seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, dan retinoid perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. 

Jika mengombinasikan terlalu banyak bahan aktif dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk peradangan.

3. Kompres Dingin Jerawat 

Suhu dingin dapat membantu mengecilkan pembuluh darah sementara sehingga kemerahan dan pembengkakan pada area jerawat dapat terlihat lebih berkurang.

Saat melakukan kompres, gunakan kain bersih sebagai pembatas agar es tidak bersentuhan langsung dengan kulit. 

Namun, kompres dingin hanya meredakan gejala sementara dan tidak mengatasi penyebab utama jerawat.

4. Merawat Skin Barrier

Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit dapat menjadi lebih sensitif terhadap produk maupun faktor lingkungan.

Kulit yang terhidrasi dapat membantu proses pemulihan sehingga perawatan jerawat dapat berjalan lebih optimal.

Beberapa cara menjaga skin barrier saat mengalami jerawat meradang yaitu:

  • Menggunakan moisturizer untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Menghindari penggunaan exfoliating product secara berlebihan.
  • Tidak melakukan scrub kasar pada kulit yang sedang meradang.
  • Menghindari penggunaan terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu.

5. Menghindari Kebiasaan yang Memperparah Jerawat

Selain melakukan perawatan, pastikan juga menghindari kebiasaan yang dapat membuat jerawat semakin meradang.

Beberapa kebiasaan yang perlu dihindari meliputi:

  • Memencet jerawat
  • Sering menyentuh wajah
  • Menggunakan produk yang menyumbat pori
  • Terlalu sering mengganti skincare
  • Tidur tanpa membersihkan makeup atau sunscreen

6. Menggunakan Obat Jerawat Sesuai Rekomendasi Dokter

Pada jerawat meradang yang sulit membaik dengan perawatan dasar, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan obat tertentu berdasarkan kondisi kulit.

Pemilihan obat perlu dilakukan berdasarkan evaluasi dokter karena setiap jenis jerawat memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda.

Pilihan obat dapat meliputi:

  • Obat Oles, misalnya retinoid topikal, benzoyl peroxide, atau antibiotik topikal.
  • Obat Minum, dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, terutama jika jerawat melibatkan area yang luas.

7. Menggunakan Antibiotik Sesuai Resep Dokter

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik untuk jerawat meradang. Antibiotik ini bekerja dengan membunuh bakteri C. acnes dan meredakan peradangan. 

Umumnya dokter meresepkan antibiotik oles (topikal) seperti Clindamycin dan Erythromycin, atau antibiotik minum (oral) seperti Doxycycline

Penggunaannya harus dengan resep dokter untuk mencegah resistensi bakteri dan tidak boleh sembarangan dibeli bebas 

8. Melakukan Treatment Klinik untuk Jerawat yang Sulit Dikontrol

Jerawat yang sering kambuh atau mulai meninggalkan bekas membutuhkan evaluasi yang lebih menyeluruh. 

Treatment klinik dapat menjadi pilihan ketika perawatan skincare saja belum memberikan hasil yang optimal.

Beberapa treatment yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi kulit meliputi:

  • Acne Treatment: Nertujuan membantu mengontrol jerawat aktif dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kondisi kulit.
  • Chemical Peeling: Menggunakan bahan tertentu untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mendukung proses perbaikan tekstur kulit.
  • Laser atau Light Treatment: Laser atau light treatment dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk membantu mengatasi masalah kulit terkait jerawat maupun bekasnya.

Daripada bingung menentukan treatment yang sesuai, lebih baik kamu mendatangi salah satu dari 60+ cabang Sozo Skin Clinic yang tersebar di Pulau Jawa.

Di sini, kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut guna memahami kondisi kulit sebelum menentukan treatment yang sesuai. 

Tingkat Keparahan Jerawat Meradang

Tingkat keparahan jerawat meradang dapat berbeda pada setiap orang, tergantung dari kedalaman peradangan. 

Untuk itu, kamu perlu mengenali jenis dan tingkat keparahan jerawat agar perawatan yang dipilih sesuai dengan kondisi kulit.

Adapun beberapa jenis jerawat meradang berdasarkan tingkat keparahannya yaitu:

1. Jerawat Meradang Ringan

Jerawat meradang ringan biasanya muncul pada tahap awal ketika pori tersumbat mulai mengalami inflamasi. 

Jenis jerawat ini masih berada dekat dengan permukaan kulit dan umumnya lebih mudah dikontrol dengan perawatan yang sesuai. 

Meski tergolong ringan, penanganan yang tepat tetap diperlukan agar jerawat tidak berkembang menjadi lebih parah.

Ciri-ciri Jerawat Meradang Ringan:

  • Muncul benjolan kecil berwarna merah.
  • Dapat memiliki bagian tengah berwarna putih atau kekuningan.
  • Area kemerahan masih terbatas.
  • Rasa nyeri biasanya ringan atau tidak terlalu terasa.

2. Jerawat Meradang Sedang (Pustula dan Nodul Awal)

Pada kondisi ini, jumlah jerawat biasanya lebih banyak dan beberapa benjolan mulai terasa lebih sakit ketika disentuh. 

Jika tidak ditangani dengan baik, jerawat jenis ini dapat meningkatkan risiko munculnya bekas setelah proses penyembuhan.

Ciri-ciri Jerawat Meradang Sedang:

  • Jumlah jerawat lebih banyak dibandingkan kondisi ringan.
  • Benjolan terlihat lebih besar dan merah.
  • Jerawat terasa nyeri saat disentuh.
  • Mulai muncul benjolan yang terasa lebih dalam di kulit.

3. Jerawat Meradang Berat (Nodul dan Jerawat Kistik)

Jerawat meradang berat merupakan kondisi ketika peradangan terjadi lebih dalam pada lapisan kulit. 

Jenis jerawat ini biasanya membutuhkan penanganan yang lebih terarah karena dapat bertahan lebih lama dan memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan scar atau bopeng. 

Ciri-ciri Jerawat Meradang Berat:

  • Muncul benjolan besar yang berada di bawah permukaan kulit.
  • Terasa nyeri atau sakit saat disentuh.
  • Jerawat sulit membaik dalam waktu singkat.
  • Berisiko meninggalkan bekas berupa noda hitam atau perubahan tekstur kulit.

Baca Juga: Jerawat Ringan Apa Bedanya dengan Jerawat lainnya? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya 

Apakah Boleh Memencet Jerawat Meradang?

Tidak. Memencet jerawat meradang merupakan kebiasaan yang sering dilakukan karena ingin jerawat cepat kempis atau mengeluarkan isinya. 

Namun, tindakan ini justru dapat memperburuk kondisi kulit karena jerawat meradang melibatkan proses inflamasi yang terjadi lebih dalam dibandingkan jerawat biasa.

Saat jerawat mengalami peradangan, kulit sedang dalam proses melawan penyebab jerawat dan memperbaiki jaringan yang terdampak. 

Memberikan tekanan pada area tersebut dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko munculnya bekas.

Risiko Memencet Jerawat Meradang

Memencet jerawat, terutama jenis yang merah, bengkak, dan terasa sakit, dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

1. Memperparah Inflamasi pada Kulit

Tekanan saat memencet jerawat dapat membuat jaringan di sekitar jerawat mengalami iritasi tambahan. Akibatnya, kemerahan dan rasa nyeri dapat menjadi lebih parah.

Pada jerawat yang berada lebih dalam seperti nodul atau jerawat kistik, memencetnya juga dapat mendorong peradangan semakin masuk ke lapisan kulit.

2. Membuat Bakteri dan Isi Jerawat Menyebar

Saat jerawat dipencet, isi di dalam pori seperti minyak, sel kulit mati, dan bakteri dapat terdorong keluar ke area kulit sekitar.

Hal ini dapat memicu munculnya jerawat baru di area sekitar atau membuat jerawat yang sudah ada menjadi semakin meradang.

3. Meningkatkan Risiko Noda Hitam Bekas Jerawat

Peradangan yang semakin berat dapat meningkatkan aktivitas melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen kulit.

Akibatnya, kulit lebih berisiko mengalami post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) atau noda hitam setelah jerawat sembuh.

4. Meningkatkan Risiko Bekas Jerawat Permanen

Jerawat yang mengalami inflamasi dalam dapat merusak jaringan kolagen di kulit. Jika ditambah dengan trauma akibat dipencet, risiko terbentuknya bekas seperti bopeng (acne scar) dapat meningkat.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Jerawat Meradang?

Saat mengalami jerawat meradang, langkah terbaik adalah membantu kulit mengurangi inflamasi dan menjaga proses pemulihan berjalan dengan baik.

Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Jangan menyentuh atau memencet jerawat meskipun terlihat mengganggu.
  • Gunakan skincare yang lembut untuk menjaga kondisi skin barrier.
  • Gunakan bahan aktif sesuai kebutuhan kulit, seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide jika cocok.
  • Hindari mencoba banyak produk baru dalam waktu bersamaan.
  • Gunakan treatment sesuai kondisi kulit apabila jerawat sulit membaik.
  • Konsultasikan dengan dokter jika jerawat berukuran besar, terasa sangat sakit, atau sering muncul kembali.

banner promo skin

Berapa Lama Jerawat Meradang Sembuh?

Jerawat meradang (seperti papula, pustula, atau nodul) biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 6 minggu untuk sembuh dan kempis total. 

Namun lama penyembuhan jerawat meradang dapat berbeda pada setiap orang. Durasi ini dipengaruhi oleh jenis jerawat hingga perawatan yang digunakan.

Jerawat yang ringan dapat membaik dalam beberapa minggu dengan perawatan yang sesuai. Namun, jerawat yang lebih dalam seperti nodul atau jerawat kistik dapat membutuhkan waktu lebih lama karena proses peradangannya terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam.

Apakah Jerawat Meradang Bisa Hilang Sendiri?

Jerawat ringan memang bisa membaik atau sembuh sendiri. Namun, untuk jerawat meradang yang parah (seperti nodul), umumnya tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Untuk jerawat yang berukuran besar dan berada lebih dalam seperti nodul dan kistik biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebaiknya kamu mendapatkan perawatan dari rekomendasi dokter guna membantu mempercepat proses perbaikan sekaligus mengurangi risiko munculnya bekas jerawat.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam di Pipi yang Terbukti Ampuh

Cara Mencegah Jerawat Meradang Kambuh

Mencegah jerawat meradang membutuhkan perawatan yang konsisten untuk menjaga keseimbangan kulit dan mengurangi faktor pemicunya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Gunakan skincare sesuai kondisi dan jenis kulit.
  • Pilih produk dengan label non-comedogenic agar risiko penyumbatan pori lebih rendah.
  • Bersihkan wajah setelah berkeringat atau melakukan aktivitas yang membuat kulit kotor.
  • Jangan terlalu sering mengganti produk skincare dalam waktu singkat.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih.
  • Gunakan sunscreen setiap hari untuk membantu melindungi kulit dan mencegah bekas jerawat semakin gelap.
  • Kelola stres karena stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kondisi kulit.
  • Perhatikan faktor hormonal, terutama jika jerawat sering muncul pada waktu tertentu seperti menjelang menstruasi.

FAQ Seputar Jerawat Meradang

Apabila kamu masih memiliki pertanyaan seputar jerawat meradang, ada baiknya memahami beberapa hal berikut:

1. Jerawat Meradang Seperti Apa?

Jerawat meradang terlihat sebagai benjolan merah, bengkak, dan terasa sakit saat disentuh. Jenisnya dapat berupa papula, pustula, nodul, hingga jerawat kistik yang berada lebih dalam di kulit. 

2. Apakah Jerawat Meradang Bisa Hilang Sendiri?

Jerawat meradang ringan dapat membaik dengan sendirinya, terutama jika pemicunya berkurang dan kulit mendapatkan perawatan yang sesuai. Namun, jerawat yang berukuran besar biasanya membutuhkan tindakan medis. 

3. Bolehkah Memencet Jerawat Meradang?

Tidak disarankan untuk memencet jerawat meradang karena dapat memperparah inflamasi dan menyebabkan bakteri menyebar ke area sekitar. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya noda hitam hingga bopeng. 

4. Apa Beda Jerawat Meradang dan Tidak Meradang?

Jerawat meradang terjadi ketika pori tersumbat memicu respons inflamasi sehingga muncul kemerahan dan pembengkakan. Di sisi lain, jerawat tidak meradang biasanya berupa komedo hitam atau komedo putih yang tidak disertai tanda peradangan.

5. Obat Jerawat Meradang Paling Ampuh Apa?

Tidak ada satu obat yang paling ampuh untuk semua kondisi jerawat meradang karena pilihan perawatan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. 

Dokter dapat mempertimbangkan penggunaan bahan seperti benzoyl peroxide, retinoid, atau antibiotik tertentu sesuai kondisi kulit. 

6. Apakah Jerawat Meradang Tanda Alergi atau Dermatitis?

Jerawat meradang tidak selalu menjadi tanda alergi atau dermatitis. Jerawat meradang berkaitan dengan pori tersumbat atau bakteri C. acnes. Namun, dermatitis kontak atau reaksi alergi memiliki tampilan yang mirip sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi jerawat meradang, tetapi jerawat masih muncul kembali? 

Perawatan mandiri memang dapat membantu meredakan jerawat ringan, tetapi jika jerawat meradang parah, kamu perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan treatment yang sesuai.

Beberapa tanda kamu perlu waspadai yaitu jerawat berukuran besar yang terasa nyeri atau jerawat terus muncul kembali meskipun sudah melakukan perawatan rutin.

Kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic. DI sini, dokter akan mengevaluasi kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan treatment

Hasil Meso Acne Treatment di Sozo Skin Clinic
Hasil Meso Acne Treatment di Sozo Skin Clinic

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat mempertimbangkan treatment seperti Acne Clear Facial, IPL Acne, Acne Laser, Meso Acne, atau Acne Peel untuk mengontrol jerawat aktif sesuai kebutuhan kulit.

Untuk kondisi bekas jerawat seperti tekstur kulit tidak rata, dokter dapat mempertimbangkan treatment seperti Microneedling, PRP Treatment, Subcision, atau Laser CO2 Fractional apabila sesuai dengan kondisi kulit.

Agar tidak bingung harus memilih treatment yang mana, langsung saja jadwalkan pemeriksaan via WhatsApp.

Kamu juga bisa mendatangi salah satu dari 60+ cabang yang tersebar di Pulau Jawa dan pilih yang paling dekat dengan lokasimu.

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?