Skin 6 mnt baca

Benzoil Peroksida: Manfaat, Cara Pakai, Dosis, dan Efek Samping

Benzoil Peroksida: Manfaat, Cara Pakai, Dosis, dan Efek Samping

Benzoil peroksida (benzoyl peroxide) adalah salah satu bahan paling tepercaya untuk mengatasi jerawat, dengan rekam jejak lebih dari enam dekade. Bahan ini bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, berbeda dari salicylic acid yang fokus membersihkan pori. Tapi karena cukup kuat, pemakaiannya perlu tepat agar kulit tidak kering dan iritasi. Artikel ini membahas manfaat, cara kerja, dosis, efek samping, hingga perbandingannya dengan salicylic acid.

Kalau kamu pernah berburu produk anti-jerawat, nama benzoil peroksida (benzoyl peroxide) pasti tidak asing. Bahan ini sudah dipakai lebih dari 60 tahun untuk melawan jerawat, dan masih jadi andalan sampai sekarang karena memang efektif.

Tapi efektif bukan berarti bebas risiko. Benzoil peroksida tergolong cukup kuat dan bisa membuat kulit kering atau iritasi kalau dipakai sembarangan. Memahami cara kerjanya dan cara pakai yang benar adalah kunci agar jerawat reda tanpa efek samping yang mengganggu.

Apa Itu Benzoil Peroksida?

Benzoil peroksida adalah bahan aktif topikal yang banyak ditemukan dalam produk anti-jerawat, mulai dari sabun cuci muka, spot treatment, gel, hingga losion.

Bahan ini sudah digunakan selama lebih dari enam dekade untuk mengatasi jerawat.

Berbeda dari banyak bahan anti-jerawat lain, benzoil peroksida bukan antibiotik maupun retinoid. Ia bekerja dengan mekanisme tersendiri yang akan dijelaskan di bawah.

Manfaat Benzoil Peroksida untuk Kulit

Manfaat utamanya jelas: melawan jerawat. Benzoil peroksida efektif mengurangi jerawat meradang seperti papula dan pustula, dengan membunuh bakteri penyebabnya. 

Selain itu, ia membantu mencegah timbulnya jerawat baru dan mengurangi peradangan yang menyertainya. 

Karena tidak bersifat antibiotik, Miiskin mencatat satu keunggulan pentingnya: benzoil peroksida tidak menyebabkan resistensi obat, berbeda dengan antibiotik topikal.

Bagaimana Cara Kerja Benzoil Peroksida?

Cara kerjanya cukup unik. Kiehl’s menjelaskan bahwa saat dioleskan ke kulit, benzoil peroksida terurai dan melepaskan oksigen murni. 

Oksigen inilah yang bersifat toksik bagi bakteri penyebab jerawat (P. acnes), yang tidak bisa bertahan di lingkungan kaya oksigen.

Dengan kata lain, benzoil peroksida “menyerang” akar penyebab jerawat meradang, yaitu bakterinya. Inilah yang membedakannya dari salicylic acid yang bekerja dengan membersihkan sumbatan di dalam pori.

Baca Juga: Muncul Jerawat di Leher? Kenali Penyebab & Cara Menghilangkannya secara Cepat

Siapa yang Cocok Menggunakan Benzoil Peroksida?

Benzoil peroksida paling cocok untuk mereka yang mengalami jerawat meradang, seperti jerawat merah, bernanah, atau jerawat yang menonjol dan terasa sakit. 

Bagi yang jerawatnya lebih ke arah komedo (blackhead dan whitehead) tanpa banyak peradangan, salicylic acid mungkin lebih sesuai. Pemilik kulit berminyak dan acne-prone umumnya mendapat manfaat, meski tetap perlu memperhatikan potensi kekeringan.

Cara Menggunakan Benzoil Peroksida yang Benar

Kunci memakai benzoil peroksida adalah mulai perlahan. 

Awali dengan konsentrasi rendah dan frekuensi yang tidak terlalu sering, lalu tingkatkan bertahap sesuai toleransi kulit. 

Oleskan tipis pada area yang berjerawat, bukan ke seluruh wajah secara berlebihan. 

Karena cenderung membuat kulit kering, Clinikally menyarankan untuk selalu memadukannya dengan pelembap non-komedogenik dan sunscreen harian guna mengurangi kekeringan dan iritasi. 

Satu hal praktis yang sering dilupakan: benzoil peroksida bisa memutihkan kain, jadi hati-hati dengan handuk, sarung bantal, dan pakaian berwarna.

Dosis dan Kadar Benzoil Peroksida

Benzoil peroksida tersedia dalam beberapa konsentrasi, umumnya dari 2,5% hingga 10%. 

Yang perlu diperhatikan, kadar lebih tinggi belum tentu lebih baik. 

Marie Claire mengutip dermatolog Dr. Kim yang menjelaskan bahwa dalam studi, benzoil peroksida sama efektifnya pada konsentrasi 2,5%, 5%, maupun 10%, tetapi tingkat iritasinya meningkat seiring konsentrasi yang lebih tinggi.

Karena itu, rekomendasi umumnya adalah memulai dari konsentrasi rendah seperti 2,5%, lalu naik ke 5% jika hasilnya kurang terlihat setelah beberapa minggu. 

Konsentrasi 10% sering kali dianggap terlalu keras untuk wajah dan lebih cocok untuk jerawat di badan.

Efek Samping Benzoil Peroksida

Efek samping yang paling umum berkaitan dengan sifatnya yang cukup kuat.

Kekeringan dan pengelupasan adalah efek samping yang umum, terutama dalam 1 sampai 2 minggu pertama. 

Kemerahan dan rasa tidak nyaman yang mirip sunburn juga bisa terjadi, begitu pula gatal dan sedikit bengkak di area yang sensitif. 

Kalau muncul efek samping serius seperti rasa terbakar yang akut, bengkak, atau ruam, hentikan pemakaian dan temui dokter.

Siapa yang Perlu Berhati-Hati Menggunakan Benzoil Peroksida?

Pemilik kulit sensitif perlu ekstra hati-hati, karena benzoil peroksida lebih berpotensi mengiritasi. Atalo Aesthetics menyarankan agar pemilik kulit sensitif memulai dengan konsentrasi rendah (2,5%) dan meningkatkannya hanya jika kulit menoleransi dengan baik. 

Bagi yang kulitnya sangat kering atau memiliki kondisi seperti eksim, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu. 

Untuk ibu hamil, ada baiknya juga mendiskusikannya dengan dokter sebelum pemakaian.

Benzoil Peroksida Tidak Boleh Dicampur dengan Apa?

Ada beberapa kombinasi yang perlu dihindari. 

Benzoil peroksida sebaiknya tidak dipakai bersamaan dengan tretinoin dalam waktu yang sama, karena bisa menonaktifkan tretinoin (kecuali adapalene yang stabil dan aman dikombinasikan). 

Hindari juga memakainya bersamaan dengan eksfolian kuat lain seperti AHA/BHA berkonsentrasi tinggi dalam satu waktu, karena berisiko iritasi berlebih. Untuk vitamin C, sebaiknya dipisah waktunya karena keduanya bisa saling mengganggu. 

Kalau ingin memakai beberapa bahan aktif, pisahkan waktunya (misalnya pagi dan malam) atau konsultasikan dengan dokter.

Benzoil Peroksida vs Salicylic Acid, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya bukan soal mana yang lebih unggul, melainkan soal cocok untuk jenis jerawat yang mana.

The Bar by Neutrogena merangkumnya dengan baik: salicylic acid membersihkan apa pun yang menyumbat pori, sementara benzoil peroksida membunuh bakteri penyebab jerawat itu sendiri.

Artinya, untuk jerawat meradang (merah, bernanah), benzoil peroksida umumnya lebih tepat. Untuk komedo dan pori tersumbat, salicylic acid lebih sesuai. 

Keduanya bahkan bisa dipakai bersama dengan hati-hati, biasanya dengan menggunakannya di waktu yang berbeda untuk menghindari iritasi, seperti disarankan berbagai dermatolog.

Baca Juga: Manfaat Asam Salisilat untuk Jerawat, Aturan Pakai, & Efek Samping

Kapan Harus ke Dokter?

Kalau jerawat tidak membaik setelah sekitar 6 minggu pemakaian benzoil peroksida, atau kalau muncul efek samping yang parah seperti rasa terbakar, bengkak, atau ruam, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Begitu pula kalau jerawatmu tergolong berat (kistik, sangat meradang, atau menyakitkan), karena kondisi ini sering kali membutuhkan penanganan medis yang lebih kuat daripada produk over-the-counter.

Perawatan Jerawat di Klinik bila Benzoil Peroksida Tidak Cukup

Tidak semua jerawat bisa diatasi hanya dengan produk over-the-counter. Untuk jerawat yang membandel, berat, atau berulang, perawatan di klinik bisa memberikan hasil yang lebih efektif dan terarah. Penanganan profesional juga membantu mencegah bekas jerawat dan menemukan pemicu yang mendasarinya.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai treatment untuk jerawat yang ditangani tenaga medis profesional, dan dapat membantu kamu menyusun rangkaian skincare yang tepat untuk melengkapi penggunaan benzoil peroksida, sehingga kulit tidak breakout makin parah dan justru membaik secara bertahap. 

Konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk menemukan perawatan yang paling sesuai.

Referensi

  • Marie Claire. Benzoyl Peroxide vs. Salicylic Acid: Which Should You Use for Acne?
  • Kiehl’s. Your Guide To Using Benzoyl Peroxide and Salicylic Acid.
  • Clinikally. Salicylic Acid vs. Benzoyl Peroxide for Acne.
  • Healthline. Salicylic Acid vs Benzoyl Peroxide: Benefits, Side Effects, and More.
  • Neutrogena. Benzoyl Peroxide vs Salicylic Acid For Acne?
Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?