Bekas jerawat dalam, kerutan, atau bekas luka yang membandel sering kali sulit hilang hanya dengan skincare biasa. Untuk masalah kulit yang lebih dalam seperti ini, dermabrasi menjadi salah satu tindakan medis estetika yang efektif. Prosedur ini bekerja dengan “mengamplas” lapisan kulit untuk meremajakan permukaannya. Artikel ini membahas apa itu dermabrasi, manfaatnya, siapa kandidat yang tepat, pantangan sebelum dan sesudahnya, hingga risiko yang perlu diketahui.
Ada masalah kulit tertentu yang sayangnya tidak bisa diatasi hanya dengan serum atau krim, sekonsisten apa pun pemakaiannya. Bekas jerawat yang dalam, kerutan yang sudah terbentuk, atau bekas luka adalah contohnya.
Untuk kasus seperti ini, prosedur medis estetika seperti dermabrasi bisa menjadi solusi. Berbeda dari perawatan permukaan, dermabrasi bekerja lebih dalam untuk benar-benar meremajakan kulit. Mari kita pahami lebih lanjut.
Apa Itu Dermabrasi?
Dermabrasi adalah prosedur skin resurfacing yang menggunakan alat berputar berkecepatan tinggi untuk “mengamplas” atau mengangkat lapisan atas hingga tengah kulit.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kata “dermabrasi” secara harfiah berarti “pengamplasan kulit”, dan awalnya dikembangkan untuk mengurangi bekas jerawat, lalu kini juga digunakan untuk kerutan, garis halus, hingga kerusakan akibat matahari.
Karena tergolong prosedur yang cukup dalam, dermabrasi umumnya membutuhkan anestesi lokal dan dilakukan oleh dokter terlatih, seperti dermatolog atau dokter bedah plastik.
Seiring kulit menyembuh dan beregenerasi, permukaannya menjadi lebih halus dan rata.
Baca Juga: Keunggulan Dermabrasi: Rahasia Kulit Halus dan Bercahaya
Manfaat Dermabrasi
Dermabrasi efektif untuk berbagai masalah kulit yang lebih dalam. Berikut lima manfaat utamanya.
1. Menyamarkan Bekas Jerawat Dalam
Inilah manfaat yang paling dikenal. WebMD menjelaskan bahwa dermabrasi lebih efektif untuk mengatasi bekas luka, kerutan, dan flek yang lebih dalam dibanding mikrodermabrasi, karena mengangkat lebih banyak lapisan kulit.
2. Mengurangi Kerutan dan Garis Halus
Dengan mengangkat lapisan kulit yang rusak dan merangsang pembentukan kulit baru, dermabrasi membantu menghaluskan kerutan dan garis halus, terutama yang disebabkan kerusakan akibat matahari.
3. Memperbaiki Bekas Luka
Dermabrasi dapat menyamarkan bekas luka akibat kecelakaan, operasi, atau penyakit, dengan meratakan permukaan kulit di sekitarnya.
4. Mengatasi Kerusakan Akibat Sinar Matahari
Flek dan tekstur kasar akibat paparan matahari (photoaging) juga bisa diperbaiki, karena dermabrasi meremajakan lapisan kulit yang rusak.
5. Memperhalus Tekstur Kulit Secara Keseluruhan
Hasil akhirnya adalah kulit yang lebih halus, rata, dan tampak lebih muda.
Gold Coast Plastic Surgery bahkan mencatat bahwa hasil dermabrasi bisa bertahan lama, dengan sebagian pasien menikmati kulit yang lebih bersih hingga bertahun-tahun.
Siapa Kandidat yang Tepat untuk Dermabrasi?
Dermabrasi paling cocok untuk mereka yang memiliki masalah kulit lebih dalam, seperti bekas jerawat berlubang (pitted scars), kerutan yang jelas, atau kerusakan matahari yang signifikan.
Menurut Cleveland Clinic, kandidat terbaik umumnya adalah orang dengan kulit cerah, karena kulit yang lebih gelap berisiko lebih tinggi mengalami perubahan warna atau jaringan parut permanen.
Jika akan menjalani treatment dermabrasi, kamu juga sebaiknya dalam kondisi sehat dan siap menjalani masa pemulihan.
Sebaliknya, dermabrasi kurang dianjurkan bagi mereka dengan kulit sangat gelap, riwayat keloid, rosacea aktif, herpes simplex, atau yang baru saja mengonsumsi obat seperti isotretinoin. Inilah kenapa konsultasi awal dengan dokter sangat penting untuk menilai kesesuaiannya.
Baca Juga: 11 Jenis-Jenis Facial Wajah Paling Populer!
Pantangan Sebelum dan Sesudah Dermabrasi
Persiapan dan perawatan yang tepat sangat menentukan hasil dan keamanan dermabrasi.
Pantangan Sebelum Dermabrasi
- Hindari obat-obatan yang dapat mengencerkan darah atau memengaruhi penyembuhan, seperti yang disarankan dokter.
- Berhenti merokok beberapa waktu sebelum prosedur, karena merokok memperlambat penyembuhan.
- Hindari prosedur ini jika baru saja mengonsumsi isotretinoin (obat jerawat oral) dalam beberapa bulan terakhir.
- Sampaikan riwayat kesehatan lengkap ke dokter, termasuk riwayat herpes, agar bisa diberi obat pencegahan bila perlu.
- Hindari paparan matahari berlebih menjelang prosedur.
Pantangan Sesudah Dermabrasi
- Jangan menyentuh, menggaruk, atau mengelupas kulit yang sedang menyembuh, agar tidak terbentuk jaringan parut.
- Hindari paparan sinar matahari langsung, dan gunakan sunscreen setelah kulit pulih, karena kulit baru sangat sensitif.
- Jangan memakai makeup sampai kulit benar-benar sembuh dan diizinkan dokter.
- Ikuti instruksi perawatan luka, termasuk mengganti perban sesuai anjuran.
- Hindari aktivitas berat dan berkeringat berlebih selama masa pemulihan awal.
Risiko dan Efek Samping Dermabrasi
Seperti prosedur medis lainnya, dermabrasi punya risiko yang perlu dipahami.
Cleveland Clinic mencatat beberapa kemungkinan efek samping, antara lain perubahan warna kulit (terutama pada kulit lebih gelap), jaringan parut, infeksi, kambuhnya herpes (cold sore), serta munculnya jerawat sementara.
Di awal pemulihan, kulit umumnya akan tampak sangat merah, bengkak, dan terasa seperti terbakar matahari.
Inilah kenapa memilih dokter berpengalaman dan mengikuti instruksi perawatan sangat penting untuk meminimalkan risiko.
FAQ Seputar Dermabrasi
Apakah prosedur dermabrasi terasa sakit?
Selama prosedur, umumnya tidak terasa sakit karena diberikan anestesi untuk membuat area mati rasa. Prosedurnya seharusnya tidak menyakitkan karena pasien diberi obat bius. Setelahnya, kamu mungkin merasa tidak nyaman saat kulit menyembuh, tapi dokter bisa membantu meredakannya.
Apa perbedaan dermabrasi dan mikrodermabrasi?
Dermabrasi jauh lebih intensif. Mikrodermabrasi hanya mengangkat lapisan terluar kulit, tanpa downtime, dan cocok untuk masalah ringan. Dermabrasi mengangkat lapisan kulit lebih dalam, membutuhkan anestesi dan masa pemulihan, tapi lebih efektif untuk bekas luka dan kerutan yang dalam.
Berapa lama waktu pemulihan setelah dermabrasi?
Kulit umumnya sembuh dalam 10 hingga 14 hari. Kulit baru yang awalnya berwarna pink akan berangsur kembali ke warna normal dalam sekitar tiga bulan. Kebanyakan orang bisa kembali beraktivitas normal sekitar 7 hingga 14 hari setelah prosedur.
Berapa kali dermabrasi perlu dilakukan agar hasil maksimal?
Dermabrasi sering kali cukup dilakukan satu kali untuk banyak kasus, meski untuk area yang luas atau koreksi berat, dokter mungkin membaginya menjadi beberapa tahap. Ini akan ditentukan dokter sesuai kondisi kulitmu.
Apakah hasil dermabrasi bersifat permanen?
Hasil dermabrasi tergolong tahan lama, bahkan bisa bertahan bertahun-tahun, terutama untuk bekas jerawat dan lesi kulit superfisial. Namun, kulit tetap akan mengalami penuaan alami seiring waktu, dan perlindungan dari matahari penting untuk mempertahankan hasilnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau kamu punya bekas jerawat dalam, kerutan, atau bekas luka yang mengganggu dan tidak membaik dengan skincare biasa, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui apakah dermabrasi atau prosedur lain cocok untukmu.
Konsultasi juga penting untuk menilai jenis kulit dan riwayat kesehatanmu, karena tidak semua orang adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini.
Pertimbangkan Derma Peel Treatment di Sozo
Untuk memperbaiki tekstur kulit dan menyamarkan bekas jerawat atau tanda penuaan, prosedur resurfacing yang ditangani tenaga medis profesional bisa menjadi pilihan yang efektif dan aman.
Sozo Skin Clinic menyediakan derma peel treatment yang ditangani tenaga medis profesional untuk membantu memperbaiki tekstur kulit dan meremajakan permukaannya. Konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk menentukan apakah perawatan ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulitmu.
Referensi
- Cleveland Clinic. Dermabrasion: What Is It, Side Effects, Procedure & Benefits.
- WebMD. Dermabrasion and Microdermabrasion Treatments.
- Westlake Dermatology. Dermabrasion vs. Microdermabrasion: What’s the Difference?
- Gold Coast Plastic Surgery. Microdermabrasion vs. Dermabrasion.

