Skin 8 mnt baca

12 Jenis-Jenis Facial Wajah dan Manfaatnya untuk Kulit

12 Jenis-Jenis Facial Wajah dan Manfaatnya untuk Kulit

Facial itu bukan sekadar cuci muka. Ada belasan jenis, dan tiap jenis dirancang untuk masalah kulit yang beda, kulit berjerawat butuh pendekatan berbeda dari kulit kusam atau kulit yang mulai kendur di usia 30-an.

Masalahnya, kebanyakan orang datang ke klinik atau salon lalu asal pilih paket termahal, atau justru bingung sendiri di depan daftar menu yang panjangnya bisa sepuluh baris. Padahal salah pilih facial bisa bikin kulit malah iritasi, atau uangnya habis tanpa hasil yang terasa.

Artikel ini membahas jenis-jenis facial yang umum tersedia di klinik dan salon kecantikan, apa yang terjadi di tiap sesinya, dan cara menentukan mana yang cocok dengan kondisi kulitmu sekarang.

Jenis-Jenis Facial Wajah dan Manfaatnya 

1. Classic Facial

Ini facial paling dasar, biasanya jadi pilihan pertama orang yang baru coba treatment wajah. Prosesnya meliputi pembersihan wajah, penguapan (steaming) untuk membuka pori, eksfoliasi ringan, ekstraksi komedo, lalu ditutup dengan masker dan pelembap.

Classic facial cocok untuk perawatan rutin bulanan, tanpa target masalah kulit tertentu. Fungsinya lebih ke menjaga kebersihan pori dan kelembapan kulit secara umum.

2. Acne Facial

Dirancang khusus untuk kulit berjerawat. Selain tahapan dasar seperti classic facial, acne facial menambahkan ekstraksi komedo dan whitehead yang lebih intensif, kadang disertai penggunaan produk dengan kandungan salicylic acid atau tea tree oil untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat.

Terapis biasanya juga menyesuaikan tekanan saat ekstraksi supaya tidak memperparah peradangan. Facial jenis ini sebaiknya dilakukan di klinik dengan tenaga terlatih, karena penanganan jerawat aktif yang salah bisa meninggalkan bekas.

3. Hydrating/Detox Facial

Facial ini fokus mengembalikan kelembapan kulit yang kering atau dehidrasi, sekaligus membersihkan racun dan kotoran yang menumpuk di pori. Biasanya menggunakan masker dengan kandungan hyaluronic acid, aloe vera, atau bahan-bahan yang bersifat menenangkan kulit.

Cocok untuk kulit yang terasa kasar, kusam, atau habis terpapar polusi dan sinar matahari dalam waktu lama. Hasilnya kulit terasa lebih kenyal dan segar begitu selesai treatment.

4. Whitening Facial

Facial ini menargetkan kulit kusam dan warna kulit tidak merata dengan bahan aktif yang menghambat produksi melanin, seperti arbutin atau kojic acid. Prosesnya mirip classic facial, tapi masker dan serum yang dipakai diformulasikan khusus untuk mencerahkan.

Hasilnya bertahap, bukan instan. Butuh beberapa sesi rutin sebelum warna kulit terlihat lebih merata, dan sebaiknya diimbangi pemakaian sunscreen harian supaya hasilnya tidak sia-sia.

5. Brightening/Glow Facial

Beda dengan whitening yang menekan produksi melanin, brightening facial bekerja lewat eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Kandungan yang sering dipakai antara lain vitamin C dan AHA/BHA.

Facial ini cocok untuk kulit yang terlihat kusam karena penumpukan sel mati, bukan karena masalah pigmentasi. Efeknya kulit tampak lebih cerah dan bercahaya secara alami, tanpa mengubah warna kulit dasar.

6. Anti-Aging Facial

Ditujukan untuk kulit yang mulai menunjukkan tanda penuaan, seperti garis halus, kerutan, atau kulit yang mulai kendur. Treatment ini biasanya menggabungkan eksfoliasi, pijat wajah untuk melancarkan sirkulasi, dan aplikasi serum dengan kandungan peptide, retinol, atau antioksidan.

Beberapa klinik menambahkan alat bantu seperti microcurrent untuk mengencangkan otot wajah selama sesi. Facial ini butuh konsistensi, hasilnya baru terasa signifikan setelah beberapa kali treatment berkala.

7. Antioxidant Facial

Facial ini fokus melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, biasanya menggunakan serum atau masker dengan kandungan vitamin C, vitamin E, atau green tea extract. Cocok untuk kulit yang sering terpapar polusi dan sinar matahari, atau yang mulai menunjukkan tanda kerusakan seperti kusam dan tekstur kasar.

Selain mencerahkan, treatment ini juga membantu memperkuat pertahanan kulit terhadap paparan lingkungan sehari-hari.

8. Oxygen Facial

Menggunakan alat khusus untuk menyemprotkan oksigen bertekanan tinggi ke kulit, biasanya dicampur dengan serum vitamin atau hyaluronic acid. Tujuannya meningkatkan sirkulasi darah di kulit dan mempercepat penyerapan nutrisi.

Facial ini populer sebagai treatment sebelum acara penting karena efeknya langsung terlihat: kulit tampak lebih segar dan bercahaya dalam waktu singkat. Tapi efeknya cenderung sementara, tidak menyelesaikan masalah kulit jangka panjang.

9. Gold Facial

Menggunakan masker atau serum berbahan dasar emas 24 karat, diklaim membantu merangsang produksi kolagen dan memperbaiki elastisitas kulit. Prosesnya mirip anti-aging facial, dengan tambahan pijat wajah menggunakan produk berbahan emas.

Efektivitas kandungan emas untuk kulit masih diperdebatkan secara ilmiah, jadi banyak orang memilih facial ini lebih karena pengalaman relaksasi dan sensasi mewahnya ketimbang hasil klinis yang terukur.

10. LED Facial

Menggunakan terapi cahaya LED dengan warna berbeda untuk menangani masalah kulit spesifik: merah untuk anti-aging dan merangsang kolagen, biru untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, kuning untuk meredakan peradangan. Terapis akan memilih warna cahaya sesuai kondisi kulit klien.

Treatment ini tidak invasif dan minim risiko iritasi, cocok dikombinasikan dengan jenis facial lain dalam satu sesi perawatan.

11. Dermaplaning Facial

Menggunakan pisau bedah khusus (dermaplaning blade) untuk mengangkat sel kulit mati dan bulu-bulu halus di wajah (peach fuzz) secara manual. Hasilnya kulit terasa sangat halus dan produk skincare jadi lebih mudah menyerap setelahnya.

Facial ini juga membantu makeup terlihat lebih rata karena tidak ada lagi bulu halus yang menghalangi. Prosesnya cepat dan tanpa rasa sakit, tapi harus dilakukan oleh terapis berpengalaman supaya tidak melukai kulit.

12. Facial Ekstraksi Komedo

Berfokus khusus pada pengangkatan komedo, baik blackhead maupun whitehead, biasanya di area hidung, dahi, dan dagu yang rawan penyumbatan pori. Prosesnya diawali dengan steaming untuk melunakkan pori, dilanjutkan ekstraksi manual menggunakan alat khusus (comedone extractor).

Facial ini cocok untuk kulit berminyak yang sering bermasalah dengan komedo membandel. Setelah ekstraksi, terapis biasanya mengaplikasikan toner dan masker untuk menenangkan kulit dan menutup pori kembali.

Baca Juga: 7 Efek Samping Facial Wajah & Ketahui Cara Menanganinya

Basic Facial Terdiri dari Apa Saja?

Berapa pun jenis facial treatment yang dipilih, hampir semua treatment mengikuti struktur dasar yang sama. Bedanya cuma di produk dan teknik tambahan yang disesuaikan dengan masalah kulit.

  • Cleansing — pembersihan awal untuk mengangkat makeup, debu, dan minyak berlebih dari permukaan kulit
  • Steaming — penguapan wajah untuk membuka pori, mempersiapkan kulit untuk proses ekstraksi
  • Eksfoliasi — pengangkatan sel kulit mati, baik lewat scrub, enzim, atau alat mekanis seperti dermaplaning
  • Ekstraksi — pengeluaran komedo dan whitehead secara manual menggunakan alat khusus
  • Masker — aplikasi masker sesuai kebutuhan kulit, dari hydrating, brightening, hingga calming
  • Moisturizer — pelembap penutup untuk mengunci kelembapan dan menenangkan kulit setelah proses ekstraksi

Beberapa klinik kecantikan menambahkan pijat wajah di antara tahap masker dan moisturizer untuk melancarkan sirkulasi darah. 

Yang membedakan tiap jenis facial biasanya ada di detail tahap eksfoliasi dan masker, bukan di struktur besarnya.

Cara Memilih Jenis Facial yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Berdasarkan jenis kulit

Kulit berminyak dan rawan komedo cocok dengan facial ekstraksi komedo atau acne facial. Kulit kering butuh hydrating facial supaya kelembapannya kembali. Kulit sensitif sebaiknya menghindari treatment dengan bahan aktif kuat seperti dermaplaning atau eksfoliasi agresif, dan lebih aman memilih classic facial dengan produk yang menenangkan.

Berdasarkan masalah kulit

Jerawat aktif butuh acne facial yang ditangani terapis terlatih, bukan classic facial biasa. Kulit kusam karena penumpukan sel mati lebih cocok dengan brightening facial, sementara kulit kusam karena pigmentasi lebih pas dengan whitening facial. Tanda penuaan seperti garis halus dan kulit kendur butuh anti-aging facial yang dilakukan berkala.

Berdasarkan tujuan

Kalau tujuannya perawatan rutin bulanan, classic atau hydrating facial sudah cukup. Kalau butuh hasil cepat sebelum acara penting, oxygen facial atau LED facial memberikan efek instan meski sementara. Untuk penanganan masalah kulit jangka panjang seperti jerawat atau penuaan, treatment perlu dilakukan konsisten dalam beberapa sesi, bukan sekali coba.

Konsultasi dengan terapis atau dokter kulit sebelum memilih tetap jadi langkah paling aman, terutama kalau kulit sedang bermasalah atau baru pertama kali coba facial.

Apakah Facial Wajah Aman untuk Ibu Hamil?

Sebagian besar jenis facial dasar seperti classic facial dan hydrating facial umumnya aman untuk ibu hamil, selama tidak menggunakan bahan aktif yang berisiko seperti retinol dosis tinggi atau bahan kimia peeling tertentu.

Beberapa jenis facial perlu dihindari atau dikonsultasikan dulu dengan dokter kandungan:

  • Whitening facial dengan kandungan hydroquinone atau bahan pencerah kuat
  • Anti-aging facial yang menggunakan retinol dalam konsentrasi tinggi
  • Facial dengan alat elektronik seperti microcurrent, karena keamanannya untuk ibu hamil belum sepenuhnya diteliti
  • Chemical peeling intensif, terutama yang menggunakan asam dengan konsentrasi tinggi

Ibu hamil sebaiknya memberitahu terapis soal kondisinya sebelum treatment dimulai, supaya produk dan teknik yang dipakai bisa disesuaikan. 

Kalau ragu, konsultasi dulu dengan dokter kandungan sebelum booking facial jenis apa pun.

FAQ Seputar Jenis-Jenis Facial

Apa saja nama treatment wajah yang populer?

Classic facial, acne facial, hydrating facial, brightening facial, dan anti-aging facial jadi yang paling sering dicari. Oxygen facial dan LED facial juga makin populer karena efeknya yang cepat terlihat, terutama sebagai treatment sebelum acara penting.

Facial apa yang cocok untuk kulit berjerawat?

Acne facial adalah pilihan paling tepat karena dirancang khusus menangani jerawat aktif, lengkap dengan ekstraksi komedo dan whitehead yang lebih intensif serta produk dengan kandungan salicylic acid atau tea tree oil. Facial ekstraksi komedo juga bisa jadi opsi kalau masalah utamanya komedo membandel, bukan jerawat meradang.

Berapa lama efek facial bertahan?

Tergantung jenisnya. Oxygen facial dan LED facial memberi efek segera tapi cenderung sementara, biasanya cuma bertahan beberapa hari. Acne facial dan anti-aging facial butuh beberapa sesi rutin sebelum hasilnya benar-benar terlihat dan bertahan lebih lama, karena menangani akar masalah kulit, bukan cuma tampilan permukaan.

Apakah facial bisa dilakukan setiap minggu?

Tidak disarankan untuk kebanyakan jenis facial. Eksfoliasi dan ekstraksi yang terlalu sering justru bisa merusak skin barrier dan memicu iritasi. Facial rutin biasanya cukup dilakukan sebulan sekali, sementara treatment dengan bahan aktif kuat seperti dermaplaning atau chemical peeling butuh jeda lebih panjang, tergantung anjuran terapis atau dokter kulit.

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?