Skin 12 mnt baca

Muncul Jerawat di Leher? Kenali Penyebab & Cara Menghilangkannya secara Cepat

Muncul Jerawat di Leher? Kenali Penyebab & Cara Menghilangkannya secara Cepat

Jerawat di leher sering dianggap sepele karena letaknya tersembunyi. Padahal, jerawat di leher bisa terasa lebih nyeri dan penyembuhannya bisa lebih lama. Penyebabnya bisa karena perubahan hormon atau iritasi dari produk tertentu.

Jerawat adalah kondisi peradangan kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel kulit mati.

Jerawat di leher sering dianggap sepele karena lokasinya tidak selalu terlihat. Masalah ini sering kali diabaikan karena letaknya tersembunyi di balik rambut atau kerah baju. 

Padahal, jerawat di leher bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kebiasaan sederhana seperti jarang membersihkan area leher setelah berkeringat hingga perubahan hormon.

Karena penyebabnya cukup beragam, cara mengatasinya pun tidak bisa disamakan untuk semua orang.

Jika kamu merasa jerawat di leher sudah sangat mengganggu, mari simak dulu apa saja penyebab jerawat di leher dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasinya. 

Apa itu Jerawat di Leher?

Jerawat di Leher
Jerawat di Leher | Sumber: Clinikally

Jerawat di leher adalah peradangan pada folikel rambut atau pori-pori yang terjadi akibat penumpukan minyak (sebum) atau sel kulit mati.

Pada kondisi tertentu, jerawat di leher bisa dipicu oleh pertumbuhan jamur. Kondisi ini dapat muncul di bagian depan, samping, hingga belakang leher.

Bentuknya pun beragam, mulai dari komedo, benjolan merah, jerawat bernanah, maupun jerawat batu yang terasa nyeri.

Jenis-jenis Jerawat
Jenis-jenis Jerawat | Sumber Organic Elements Wellness Spa

Pada dasarnya, proses terbentuknya sama seperti jerawat di wajah. Bedanya, kulit leher lebih sering mengalami gesekan dari kerah baju atau rambut, sehingga lebih rentan iritasi. 

Area ini juga kerap tertutup dan lembap akibat keringat. Kombinasi kondisi tersebut membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu munculnya jerawat.

Jerawat di leher juga sering terasa lebih sakit dan penyembuhannya bisa lebih lama karena area ini terus bergesekan selama beraktivitas. 

Pada sebagian orang, jerawat di leher juga dapat menjadi bagian dari acne vulgaris yang muncul bersamaan dengan jerawat di wajah, dada, atau punggung. 

Jika benjolan muncul berulang hingga menimbulkan jaringan parut, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan lain seperti folikulitis yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Penyebab Umum Jerawat di Leher

Ada banyak penyebab jerawat di leher, mulai dari perubahan hormon hingga kebiasaan sehari-hari yang memicu penyumbatan pori. 

Dibandingkan area wajah, leher lebih sering mengalami gesekan dari pakaian, sehingga risiko munculnya jerawat juga lebih tinggi. 

Beberapa penyebab jerawat di leher yang paling sering terjadi yaitu:

1. Perubahan Hormon

Peningkatan hormon androgen dapat merangsang kelenjar minyak memproduksi sebum lebih banyak.

Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat dan berkembang menjadi jerawat.

Kondisi ini bisa terjadi menjelang menstruasi, saat pubertas, kehamilan, atau kondisi seperti PCOS.

2. Keringat Berlebih

Area leher mudah berkeringat, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Jika keringat bercampur dengan minyak, sel kulit mati, dan bakteri lalu tidak segera dibersihkan, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat.

3. Stres

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini juga diketahui dapat merangsang produksi minyak di kulit.

Selain itu, hormon ini memperparah proses peradangan sehingga jerawat lebih sulit sembuh. Stres juga membuat kebiasaan menyentuh area leher sehingga risiko iritasi meningkat.

4. Pola Makan atau Diet

Tidak semua makanan secara langsung menyebabkan jerawat. Namun, makanan penyebab jerawat dengan indeks glikemik tinggi dan tinggi gula dapat meningkatkan kadar insulin yang menyebabkan peningkatan produksi minyak di kulit.

Contoh makanan yang berpotensi memicu jerawat seperti:

  • Minuman manis dan soda
  • Kue, permen, dan camilan tinggi gula
  • Roti putih atau makanan berbahan tepung olahan
  • Fast food dan makanan ultra-proses
  • Susu atau produk olahan susu pada sebagian orang yang sensitif

Pada sebagian orang, produk susu atau makanan ultra-proses juga dapat memperburuk jerawat, meskipun respons setiap orang berbeda.

5. Kurang Menjaga Kebersihan Area Leher

Area leher sering terlewat saat membersihkan wajah atau mandi. Padahal, sisa keringat, debu, bahkan residu sampo dapat menumpuk di sekitar leher sehingga menyumbat pori-pori.

Kondisi ini dapat menyebabkan jerawat area bawah dagu. Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan bilas sisa sampo dan debu hingga benar-benar bersih.

6. Penggunaan Produk Tertentu dan Gesekan pada Leher

Beberapa produk rambut atau losion yang bersifat komedogenik dapat menyumbat pori-pori di area leher. 

Selain itu, gesekan terus-menerus dari kerah baju juga dapat memicu acne mechanica, yaitu jerawat akibat tekanan dan gesekan berulang.

Apabila muncul benjolan seperti jerawat di leher yang terasa keras dan terus membesar, penyebabnya belum tentu jerawat biasa. 

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan peradangan folikel rambut atau masalah kulit lainnya sehingga perlu diperiksa oleh dokter.

7. Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi minyak.

Namun, tidak semua orang akan mengalami kondisi ini sehingga penyebabnya perlu dipastikan oleh dokter.

Konsultasikan apabila jerawat mulai muncul setelah mengonsumsi obat tertentu agar dokter dapat mengevaluasi penyebab dan pilihan terapinya.

8. Faktor Genetik dan Riwayat Jerawat

Risiko mengalami jerawat cenderung lebih tinggi apabila memiliki anggota keluarga yang juga mudah berjerawat. 

Faktor genetik dapat memengaruhi ukuran kelenjar minyak dan jumlah produksi sebum. Meski faktor keturunan tidak dapat diubah, tingkat keparahan jerawat tetap bisa kamu kendalikan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami dalam 1 Hari: Mitos vs Fakta & Solusi Tepat 

Penyebab Jerawat di Leher Berdasarkan Lokasi

Letak jerawat di leher bisa memberi petunjuk mengenai faktor yang memicunya, meskipun tidak bisa digunakan sebagai alat diagnosis. 

Penyebab jerawat di leher pun dapat berbeda tergantung area yang terdampak. Adapun beberapa lokasi yang paling sering dikeluhkan yaitu:

1. Jerawat di Leher Belakang

Jerawat di Leher Belakang
Jerawat di Leher Belakang | Sumber: Health

Jerawat di leher belakang biasanya disebabkan karena kombinasi keringat, minyak, dan gesekan yang menutup pori-pori. 

Terlebih, area leher belakang juga lebih mudah lembap, khususnya setelah berolahraga atau beraktivitas di cuaca panas.

Ketika minyak, sel kulit mati, dan bakteri menumpuk di pori-pori, jerawat dapat terbentuk. Oleh karena itu, menjaga area belakang leher tetap bersih seperti segera mandi setelah berkeringat.

Faktor Penyebab

  • Keringat yang tidak segera dibersihkan
  • Rambut panjang yang terus menempel di leher
  • Sisa produk rambut yang mengenai kulit
  • Gesekan dari kerah pakaian

2. Jerawat di Leher Depan

Jerawat di Leher Depan
Jerawat di Leher Depan | Sumber: Health

Penyebab jerawat di leher depan dikaitkan dengan iritasi dari benda yang bersentuhan langsung dengan kulit. Area ini juga lebih sering terkena produk perawatan maupun wewangian.

Jika jerawat muncul terutama setelah menggunakan produk tertentu, cobalah memilih produk berlabel non-comedogenic dan hindari menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher.

Faktor Penyebab

  • Gesekan kerah baju atau aksesori di leher
  • Parfum yang disemprotkan langsung ke kulit leher
  • Skincare yang menyumbat pori
  • Kebiasaan tidak membersihkan area leher saat mencuci wajah

3. Jerawat di Leher Samping

Jerawat di Leher Samping
Jerawat di Leher Samping | Sumber: Lumine Dermatology & Laser Clinic

Jerawat yang muncul di sisi kanan atau kiri leher sering membuat orang bertanya, “Mengapa jerawat saya hanya muncul di satu sisi?”

Sebenarnya, kondisi ini sering dikaitkan dengan kebiasaan yang terjadi berulang pada sisi tersebut, misalnya tidur dengan posisi yang sama sehingga kulit bergesekan dengan sarung bantal.

Faktor Penyebab

  • Ponsel sering menempel pada satu sisi leher atau rahang.
  • Gesekan rambut atau tali helm pada sisi tertentu.
  • Kebiasaan menyentuh wajah dan leher menggunakan tangan.

Meski demikian, lokasi jerawat saja tidak dapat memastikan penyebabnya. Jika jerawat terus muncul di sisi yang sama dan tidak kunjung membaik meski sudah melakukan perawatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

banner promo skin

Kapan Jerawat di Leher Perlu Diwaspadai?

Jerawat di leher perlu diwaspadai apabila tidak membaik setelah sekitar 2–3 bulan meski sudah menggunakan perawatan yang tepat.

Pada kondisi tertentu, jerawat bisa menjadi tanda bahwa terdapat faktor lain yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Salah satunya adalah jerawat hormonal, yang umumnya muncul di area rahang dan leher dan dan sering kambuh pada waktu tertentu, misalnya menjelang menstruasi. 

Namun, perlu dipahami bahwa jerawat di leher dan rahang, bukan berarti seseorang pasti mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). 

Jerawat hormonal hanya salah satu gejala penyerta PCOS, tetapi kondisi tersebut hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan medis, dan bila diperlukan USG.

Segera konsultasikan ke dokter apabila jerawat disertai salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Jerawat tidak membaik setelah sekitar 2–3 pengobatan.
  • Muncul jerawat besar di leher sakit yang terasa keras di bawah kulit atau berisi nanah.
  • Jerawat di leher yang tidak mengecil selama beberapa minggu.
  • Jerawat sering kambuh di lokasi yang sama atau meninggalkan bekas luka.
  • Disertai gejala lain seperti siklus menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, atau kenaikan berat badan yang sulit dikendalikan.

Pemeriksaan lebih dini membantu dokter menentukan apakah keluhan tersebut merupakan jerawat biasa atau kondisi lain yang lebih serius dan memerlukan penanganan yang sesuai.

Apakah Boleh Memencet Jerawat di Leher?

Sebaiknya tidak. Memencet jerawat di leher justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi, apalagi kulit leher relatif lebih tipis.

Ketika jerawat dipencet, bakteri dan kotoran dapat masuk lebih dalam ke kulit sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama. 

Akibatnya, risiko munculnya bekas kehitaman (hiperpigmentasi) atau jerawat yang lebih besar juga meningkat.

Jika kamu memiliki jerawat di leher sakit atau terasa seperti benjolan besar, hindari mencoba memecahkannya sendiri. 

Sebaiknya, lakukan acne treatement dengan produk yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid

Bila jerawat tidak membaik dalam beberapa minggu, sering kambuh, atau semakin meradang, konsultasikan ke dokter kulit agar mendapatkan obat jerawat di leher paling ampuh sesuai penyebab dan tingkat keparahannya. 

Baca Juga: Stop Panik! Ini 4 Obat Jerawat Paling Manjur untuk Remaja 

Cara Mengatasi Jerawat di Leher

Jerawat di leher terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat. Penanganan jerawat di leher tidak cukup hanya dengan satu cara saja. 

Biasanya perlu kombinasi perawatan harian dan penggunaan produk dengan kandungan aktif untuk membersihkan pori dan meredakan peradangan.

Mari simak apa saja cara menghilangkan jerawat di leher:

Perawatan di Rumah

Sebagian besar jerawat di leher dipicu oleh faktor kebersihan dan kebiasaan sehari-hari. Jika pemicu ini tidak dikontrol, jerawat bisa terus muncul meskipun sudah menggunakan produk perawatan.

Adapun cara merawat jerawat di leher di rumah yaitu:

1. Membersihkan Area Leher secara Rutin

Membersihkan leher secara teratur membantu mengurangi penumpukan minyak dan sel kulit mati yang dapat menyumbat pori. 

Ketika pori lebih bersih, risiko terbentuknya jerawat baru juga berkurang karena bakteri penyebab jerawat tidak memiliki lingkungan yang mudah berkembang.

2. Ganti Sarung Bantal dan Pakaian secara Berkala

Sarung bantal dan pakaian yang kotor dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri dan minyak dari kulit. 

Saat terjadi kontak berulang dengan leher, hal ini bisa memicu iritasi dan memperparah jerawat. Dengan menggantinya secara rutin, jumlah paparan bakteri dan kotoran dapat dikurangi.

3. Hindari Produk Rambut Mengenai Leher

Bahan dari produk rambut seperti conditioner atau hairspray dapat menyumbat pori. Jika mengenai kulit leher, hal ini bisa memicu jerawat karena pori menjadi lebih mudah tersumbat. 

Untuk itu, kamu perlu menghindari kontak langsung membantu menjaga pori tetap bersih dan tidak mudah meradang.

4. Gunakan Pakaian Berbahan Lembut

Gesekan berulang dari pakaian ketat dapat menyebabkan iritasi mikro pada kulit yang memicu jerawat (acne mechanica). 

Dengan menggunakan pakaian yang lebih lembut, gesekan dapat dikurangi sehingga kulit lebih mudah pulih.

Penggunaan Produk Perawatan

Selain menjaga kebersihan, penggunaan produk dengan kandungan aktif juga membantu mempercepat perbaikan jerawat di leher. 

Kandungan ini bekerja langsung pada penyebab jerawat. Adapun beberapa bahan yang bisa digunakan yaitu:

1. Asam Salisilat

Asam salisilat bekerja dengan masuk ke dalam pori-pori untuk melarutkan minyak berlebih dan mengangkat sel kulit mati. 

Proses ini membantu mencegah penyumbatan pori yang menjadi awal terbentuknya jerawat. Contoh produk yang mengandung bahan ini yaitu Wardah Acnederm Face Wash dan Emina Ms. Pimple Acne Gel.

2. Benzoil Peroksida 

Benzoil peroksida dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat di kulit. Ketika bakteri berkurang, peradangan ikut mereda sehingga jerawat lebih cepat kempis.

Adapun produk yang bisa kamu gunakan dengan kandungan ini yaitu Acnes Benzolac dan Breylee Acne Gel.

3. Sulfur 

Sulfur membantu menyerap minyak berlebih dan mempercepat pengeringan jerawat. Kandungan ini juga memiliki efek ringan untuk membantu menenangkan jerawat yang sedang meradang.

Adapun produk lokal yang mengandung sulfur di antaranya Sariayu Acne Care Gel dan Viva Acne Lotion.

Baca Juga: Jerawat Leher Tidak Kunjung Sembuh? Ini Penyebab Tersembunyinya 

FAQ Seputar Jerawat di Leher

Jerawat di leher sering menimbulkan banyak pertanyaan karena kemunculannya bisa tiba-tiba. Agar lebih paham, simak dulu pertanyaan yang paling sering ditanyakan beserta jawabannya:

1. Berapa Lama Jerawat di Leher Biasanya Hilang?

Jerawat di leher bisa hilang dalam hingga 6 minggu dengan perawatan yang tepat, tergantung tingkat keparahannya. Jerawat ringan biasanya lebih cepat mereda jika tidak sering disentuh. Namun, jerawat yang dalam dapat bertahan lebih lama karena adanya peradangan di pori-pori.

2. Apakah Vitamin D Membantu Mengatasi Jerawat?

Vitamin D berperan untuk mendukung sistem imun kulit yang dapat melawan peradangan. Kekurangan vitamin ini sering dikaitkan dengan kondisi kulit yang lebih rentan berjerawat. 

Namun, vitamin D bukan pengobatan utama jerawat karena banyak faktor lain yang memengaruhinya.

3. Makanan Apa yang Bisa Membantu Membersihkan Kulit dari Jerawat?

Makanan tinggi antioksidan seperti buah dan sayur dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Pola makan rendah gula juga membantu mengurangi risiko produksi minyak berlebih yang memicu jerawat. Asupan makanan seimbang tetap menjadi kunci utama kesehatan kulit.

4. Apa Bedanya Jerawat Biasa dan Jerawat Septik/Parah di Leher?

Jerawat biasa hanya berupa benjolan kecil tanpa nyeri yang signifikan. Jerawat septik atau parah biasanya lebih besar, merah, dan terasa nyeri karena adanya infeksi bakteri. Kondisi ini sering membutuhkan penanganan lebih intensif dibanding jerawat ringan.

Kapan Perlu ke Dokter/Klinik Kulit?

Jika jerawat di leher terus muncul kembali meski sudah melakukan perawatan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit. 

Kondisi ini bisa menandakan peradangan yang lebih dalam sehingga membutuhkan penanganan medis yang lebih terarah.

Kamu bisa mendapatkan pemeriksaan di klinik kecantikan terdekat seperti Sozo Skin Clinic. Di sini tersedia perawatan medis seperti acne treatment yang dirancang untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengontrol produksi minyak berlebih.

Hasil Acne Treatment di Sozo Skin Clinic
Hasil Acne Treatment di Sozo Skin Clinic

Tersedia juga facial treatment yang dapat membersihkan pori-pori secara lebih mendalam dan mengangkat sisa kotoran yang tidak teratasi untuk mencegah timbulnya jerawat.

Sebelum tindakan, pasien akan menjalani evaluasi untuk analisis kondisi kulit. Konsultasi ini dapat dilakukan gratis untuk pasien baru di 60+ cabang Sozo di Indonesia.

Jika jerawat di leher tidak kunjung membaik, langsung saja konsultasi gratis dengan dokter agar bisa dibantu menemukan penanganan yang lebih tepat sesuai kondisi kulitmu.

chat untuk konsultasi

Referensi:

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?