Jerawat mendem adalah jerawat yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Penyebabnya berasal dari pori-pori yang tersumbat. Jerawat mendem tidak boleh dipencet karena dapat memperparah peradangan. Jika jerawat mendem tidak membaik dalam 4–6 minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Ada banyak jenis jerawat yang bisa muncul di kulit, dan salah satu yang sering dikeluhkan adalah jerawat mendem.
Jerawat mendem biasanya muncul sebagai benjolan di bawah kulit yang terasa nyeri saat disentuh dan tidak memiliki kepala jerawat yang terlihat.
Jerawat jenis ini sering kali lebih sulit diatasi karena letaknya berada lebih dalam di lapisan kulit.
Akibatnya, peradangan yang terjadi cenderung lebih besar dan proses penyembuhannya bisa berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Jika dibiarkan begitu saja, jerawat mendem juga berisiko membesar, meninggalkan bekas kehitaman, hingga berkembang menjadi nodul atau jerawat kistik.
Jika kamu memiliki benjolan yang terasa sakit di bawah kulit dan sulit hilang, simak penyebab, pencegahannya hingga cara menghilangkan jerawat mendem berikut ini!
Apa Itu Jerawat Mendem?

Jerawat mendem adalah jenis jerawat yang terbentuk di bawah permukaan kulit sehingga tidak langsung terlihat seperti jerawat biasa.
Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai blind pimple atau pada kasus yang lebih berat dapat berkembang menjadi nodul dan kista jerawat.
Jerawat mendem terjadi ketika pori-pori atau folikel rambut tersumbat oleh campuran sebum (minyak alami kulit), sel kulit mati, dan kotoran.
Sumbatan tersebut kemudian menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes (dulu dikenal sebagai Propionibacterium acnes).
Saat bakteri berkembang di dalam pori yang tersumbat, sistem imun tubuh akan mengirimkan sel-sel peradangan ke area tersebut.
Inilah alasan mengapa jerawat mendem sering terasa nyeri. Peradangan yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam akan menimbulkan tekanan pada jaringan di sekitarnya, termasuk ujung saraf, sehingga muncul rasa sakit saat disentuh.
Menariknya, beberapa blind pimple dapat naik ke permukaan kulit dan membentuk kepala jerawat seiring waktu.
Namun sebagian lainnya tetap berada di bawah kulit hingga peradangannya mereda secara perlahan.
Ciri-Ciri Jerawat Mendem

Jerawat mendem memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibanding jerawat biasa. Karena peradangannya terjadi lebih dalam, gejalanya sering terasa sebelum benjolan terlihat jelas.
Berikut beberapa ciri yang paling umum ditemukan.
- Benjolan di Bawah Kulit: Jerawat terasa seperti tonjolan kecil saat diraba, tetapi tidak selalu terlihat jelas dari kejauhan.
- Terasa Nyeri Saat Disentuh: Rasa sakit muncul akibat tekanan dari peradangan terhadap jaringan dan ujung saraf di sekitarnya.
- Tidak Memiliki Mata Jerawat: Jerawat mendem tidak menunjukkan titik putih atau kuning di bagian tengahnya.
- Warna Kemerahan atau Keunguan: Area di sekitar jerawat sering tampak merah karena peningkatan aliran darah yang terjadi saat proses inflamasi.
- Ukurannya Relatif Besar: Banyak jerawat mendem memiliki ukuran lebih besar dibanding karena sumbatan dan peradangannya berada lebih dalam.
- Terasa Keras saat Diraba: Benjolan sering terasa padat atau keras karena berisi campuran minyak, sel kulit mati, bakteri, dan jaringan yang meradang.
- Bertahan Lebih Lama Dibanding Jerawat Biasa: Jerawat mendem sering membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mereda dan bisa meninggalkan bekas setelah sembuh.
Penyebab Kenapa Bisa Muncul Jerawat Mendem?
Apa penyebab timbulnya jerawat mendem? Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan pori dan peradangan di bawah kulit.
Memahami penyebabnya penting supaya kamu bisa menjaga kebersihan kulit wajah dengan baik. Beberapa penyebab yang bisa menyebabkan jerawat mendem yaitu:
1. Produksi Sebum Berlebih
Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous untuk menjaga kelembapan kulit.
Masalah muncul ketika produksi sebum terlalu banyak sehingga bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat folikel rambut.
2. Penumpukan Sel Kulit Mati
Kulit secara alami melakukan regenerasi dengan melepaskan sel-sel kulit mati. Namun jika proses pengelupasan alami tidak berjalan optimal, sel kulit mati dapat menumpuk di dalam pori dan membentuk sumbatan.
3. Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes
Bakteri Cutibacterium acnes sebenarnya merupakan bagian normal dari mikrobioma kulit.
Namun ketika pori tersumbat, bakteri ini dapat berkembang biak lebih cepat di dalam folikel. Bakteri kemudian menghasilkan berbagai zat yang memicu sistem imun tubuh.
4. Perubahan Hormon
Hormon androgen, yang meningkat saat pubertas maupun pada kondisi hormonal tertentu, dapat merangsang kelenjar minyak untuk menghasilkan lebih banyak sebum.
Pada wanita, jerawat mendem sering muncul menjelang menstruasi karena fluktuasi hormon.
5. Penggunaan Produk yang Menyumbat Pori
Beberapa produk skincare dan kosmetik memiliki sifat komedogenik, yaitu berpotensi menyumbat pori.
Jika digunakan terus-menerus, bahan-bahan tersebut dapat memicu terbentuknya komedo yang kemudian berkembang menjadi jerawat mendem.
Jerawat Mendem di Area Spesifik: Pipi, Dagu, Rahang
Lokasi munculnya jerawat mendem sering kali memberikan petunjuk mengenai faktor yang memicunya.
Meskipun penyebab utamanya tetap berkaitan dengan pori tersumbat, setiap area wajah memiliki karakteristik yang berbeda.
Mari kenali jenis jerawat mendem berdasarkan lokasi munculnya:
1. Jerawat Mendem di Pipi
Jerawat mendem di pipi sering berkaitan dengan paparan bakteri dan kotoran yang bersentuhan langsung dengan wajah.
Cara menghilangkan jerawat mendem di pipi adalah dengan menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih dan ganti sarung bantal secara berkala.
2. Jerawat Mendem di Dagu
Jerawat mendem yang muncul di dagu sering dikaitkan dengan perubahan hormon. Area ini termasuk bagian wajah yang sensitif terhadap fluktuasi hormon.
Tidak heran jika banyak orang mengalami jerawat mendem di dagu yang muncul berulang pada waktu yang hampir sama setiap bulan.
3. Jerawat Mendem di Rahang
Jerawat mendem di rahang juga salah satu ciri khas hormonal acne. Area rahang memiliki banyak reseptor yang sensitif terhadap hormon androgen sehingga lebih rentan mengalami peningkatan produksi minyak saat terjadi perubahan hormonal.
Baca Juga: Muncul Jerawat di Leher? Kenali Penyebab & Cara Menghilangkannya secara Cepat
Kenapa Jerawat Mendem Tidak Boleh Dipencet?
Keinginan untuk memencet jerawat mendem memang sangat besar, terutama ketika benjolannya mengganggu penampilan.
Namun, jerawat jenis ini justru termasuk yang paling tidak disarankan untuk dipencet. Alasannya karena jerawat mendem tidak memiliki saluran keluar yang jelas seperti whitehead atau pustula.
Isi jerawat masih terperangkap jauh di bawah permukaan kulit sehingga tekanan dari jari tidak akan mengeluarkannya secara efektif.
Justru, tekanan tersebut justru dapat mendorong isi jerawat semakin dalam ke jaringan kulit. Akibatnya, peradangan bisa bertambah parah.
Tidak hanya itu, memencet jerawat mendem dapat menyebabkan dinding folikel yang meradang pecah.
Ketika dinding folikel pecah, isi jerawat menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya dan memicu respons inflamasi yang lebih luas.
Cara Mengatasi Jerawat Mendem di Rumah
Tujuan perawatan rumahan adalah mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan membantu sumbatan di dalam pori keluar secara alami.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua metode bisa membuat jerawat mendem hilang dalam semalam.
Untuk perawatan di rumah, kamu bisa coba:
1. Kompres Hangat
Kamu bisa menggunakan handuk bersih yang dibasahi air hangat, lalu tempelkan pada area jerawat selama 10–15 menit sebanyak 3–4 kali sehari.
Suhu hangat membantu meningkatkan sirkulasi darah di area yang meradang sehingga lebih banyak sel imun dan nutrisi yang mencapai lokasi jerawat.
2. Gunakan Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide merupakan salah satu bahan aktif yang paling banyak digunakan untuk mengatasi jerawat inflamasi.
Cara kerjanya adalah dengan melepaskan oksigen ke dalam pori-pori. Pasalnya, lingkungan yang kaya oksigen membuat bakteri Cutibacterium acnes sulit berkembang biak sehingga jumlah bakteri penyebab jerawat dapat berkurang.
3. Gunakan Salicylic Acid
Jerawat mendem dikasih apa? Kamu bisa memberikan salicylic acid. Kandungan ini termasuk kelompok beta hydroxy acid (BHA) yang memiliki kemampuan menembus lapisan minyak di dalam pori.
Salicylic acid bekerja dengan membantu meluruhkan sel kulit mati dan melarutkan sumbatan minyak yang menumpuk di dalam folikel.
4. Pakai Patch Jerawat (Jika Sudah Muncul Titik Putih)
Acne patch umumnya menggunakan teknologi hydrocolloid, yaitu bahan yang mampu menyerap cairan berlebih dari jerawat sekaligus menjaga area tersebut tetap terlindungi dari kontaminasi bakteri.
Namun patch jerawat tidak terlalu efektif untuk jerawat mendem yang masih sangat dalam dan belum memiliki kepala jerawat.
5. Hindari Menyentuh atau Memencet Jerawat
Jerawat mendem memang menggoda untuk disentuh karena terasa menonjol. Namun semakin sering disentuh, semakin besar risiko iritasi dan peradangan tambahan.
Membiarkan jerawat sembuh secara alami jauh lebih aman dibanding memaksanya keluar sebelum waktunya.
6. Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
Banyak orang terlalu fokus mengeringkan jerawat hingga lupa menjaga kesehatan skin barrier.
Kulit yang terhidrasi dan terlindungi dengan baik biasanya mampu pulih lebih cepat setelah mengalami jerawat.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami dalam 1 Hari: Mitos vs Fakta & Solusi Tepat
Penanganan Medis untuk Mengatasi Jerawat Mendem
Jika jerawat mendem berukuran besar atau tidak membaik setelah perawatan rumahan, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mengetahui keparahan jerawat.
Di klinik kamu bisa mendapatkan tindakan medis yang lebih sesuai. Adapun beberapa tindakan medis yang bisa diberikan yaitu:
1. Suntik Kortikosteroid Intralesi
Pada prosedur ini, dokter menyuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam lesi jerawat. Obat tersebut bekerja dengan menekan respons inflamasi yang berlebihan sehingga pembengkakan dan kemerahan berkurang secara signifikan.
2. Chemical Peeling untuk Kulit Acne-Prone
Chemical peeling menggunakan larutan asam untuk membantu mengangkat lapisan sel kulit mati secara terkontrol.
Prosedur ini sering digunakan pada kulit yang rentan mengalami komedo dan jerawat berulang. Chemical peeling juga bisa mempercepat proses pergantian sel kulit.
3. Terapi Laser
Treatment laser wajah digunakan untuk membantu mengontrol jerawat inflamasi. Terapi ini bekerja dengan menekan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes yang berperan dalam pembentukan jerawat.
Selain itu, energi cahaya juga dapat membantu mengurangi peradangan sehingga kulit tampak lebih tenang.
4. Obat Topikal atau Oral dari Dokter
Jika jerawat mendem muncul berulang atau cukup parah, dokter dapat meresepkan obat topikal maupun oral sesuai kondisi kulitmu.
Contohnya, retinoid topikal untuk mempercepat pergantian sel kulit. Tersedia juga antibiotik topikal atau oral untuk mengendalikan bakteri dan inflamasi.
Pada jerawat yang dipengaruhi faktor hormonal, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi hormonal untuk mengontrol produksi minyak.
Cara Mencegah Jerawat Mendem Muncul Kembali
Jerawat mendem memang bisa diobati, tetapi mencegah kemunculannya jauh lebih mudah.
Kunci pencegahan utamanya adalah menjaga pori tetap bersih dan mengurangi faktor yang memicu produksi minyak berlebih.
Simak beberapa langkah untuk menurunkan risiko jerawat mendem:
1. Bersihkan Wajah Dua Kali Sehari
Membersihkan wajah pagi dan malam membantu mengangkat kotoran dan sisa produk yang dapat menyumbat pori. Kebiasaan ini mengurangi peluang terbentuknya komedo yang sering menjadi awal munculnya jerawat mendem.
2. Gunakan Produk Non-Comedogenic
Produk non-comedogenic dirancang agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Dengan memilih skincare, sunscreen, dan makeup jenis ini, risiko terbentuknya sumbatan pori-pori pun lebih kecil.
3. Eksfoliasi Sesuai Kebutuhan
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang dapat menumpuk di dalam pori. Namun lakukan secukupnya karena eksfoliasi berlebihan justru dapat merusak skin barrier.
4. Hindari Menyentuh Wajah Terlalu Sering
Tangan dapat memindahkan bakteri dan kotoran ke permukaan kulit. Semakin sering wajah disentuh, semakin besar peluang pori terkontaminasi dan meradang.
5. Kelola Stres dengan Baik
Hal ini karena stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang berhubungan dengan peningkatan produksi sebum.
6. Lakukan Perawatan Kulit Secara Berkala
Perawatan yang dilakukan secara rutin membantu menjaga pori tetap bersih dan mengontrol faktor penyebab jerawat sebelum berkembang menjadi peradangan yang lebih dalam.
FAQ seputar Jerawat Mendem
Jerawat mendem merupakan kondisi yang dapat menimpa siapa saja. Agar kamu lebih paham mengenai apa yang harus dilakukan, mari simak beberapa pertanyaan yang sering muncul:
1. Jerawat Mendem Berapa Lama Sembuh?
Waktu penyembuhan jerawat mendem berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya jerawat dapat membaik dalam 1–2 minggu pada kasus ringan. Namun jerawat mendem yang lebih dalam atau bersifat kistik bisa membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.
2. Apa Beda Jerawat Mendem dan Jerawat Kistik?
Jerawat mendem adalah istilah umum untuk jerawat yang terbentuk di bawah kulit tanpa kepala jerawat yang terlihat. Adapun, jerawat kistik merupakan bentuk jerawat mendem yang lebih parah, berukuran lebih besar, berisi nanah, dan terasa lebih nyeri.
3. Bolehkah Kompres Jerawat Mendem Tiap Hari?
Boleh, selama menggunakan kompres hangat. Kamu dapat mengompres jerawat mendem selama 10–15 menit sebanyak 3–4 kali sehari untuk membantu mengurangi nyeri.
4. Apakah Jerawat Mendem Bisa Hilang Sendiri Tanpa Obat?
Ya, beberapa jerawat mendem dapat hilang sendiri seiring meredanya peradangan di dalam kulit. Namun prosesnya sering kali lebih lama, dan pada sebagian kasus jerawat dapat membesar atau meninggalkan bekas jika tidak ditangani dengan tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jerawat mendem memang tidak selalu membutuhkan tindakan medis. Namun, jika benjolan terasa semakin nyeri dan tidak kunjung membaik setelah 4–6 minggu, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Dengan mengetahui penyebab utamanya, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit sehingga hasilnya lebih optimal.
Kamu bisa mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic.
Nantinya, dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi kondisi kulit. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang sesuai.

Salah satu jenis perawatannya yaitu Pore Detox Treatment yang dapat membersihkan pori-pori secara mendalam agar tidak terbentuk komedo penyebab jerawat mendem.
Tersedia juga Acne Clear Facial yang dapat menjaga kebersihan pori dan mendukung kontrol minyak berlebih yang sering menjadi salah satu pemicu sumbatan.
Untuk menemukan perawatan yang tepat, kamu bisa konsultasi gratis dengan dokter kecantikan di Sozo Skin Clinic.
Booking pemeriksaan secara online via WhatsApp agar tidak perlu antre lama saat pemeriksaan!
Referensi:
- What are blind pimples? | WebMD
- Causes of Blind Pimples and How to Get Rid of Them | Verywell Health
- Blind Pimple: Symptoms, Causes & Treatment | Cleveland Clinic

