Purging adalah fase sementara saat bahan aktif mempercepat regenerasi kulit sehingga komedo yang sudah terbentuk muncul lebih cepat ke permukaan. Purging umumnya berlangsung sekitar 2–6 minggu. Purging termasuk respons yang relatif aman selama menunjukkan tanda perbaikan dari minggu ke minggu.
Baru beberapa hari memakai skincare baru, tiba-tiba muncul bruntusan atau jerawat kecil-kecil di wajah?
Kondisi ini sering membuat banyak orang panik dan langsung menghentikan pemakaian produk karena mengira kulitnya tidak cocok.
Padahal, tidak semua jerawat yang muncul setelah mencoba skincare baru merupakan tanda iritasi.
Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa jadi merupakan skin purging, yaitu fase adaptasi yang cukup umum terjadi saat kulit mengalami percepatan regenerasi.
Lalu, seperti apa purging yang normal dan bagaimana cara membedakannya dengan breakout? Simak penjelasannya di bawah ini!
Apa Itu Purging pada Kulit?

Purging pada kulit adalah fase sementara ketika kulit mengeluarkan sumbatan yang sebelumnya sudah terbentuk di bawah permukaan kulit lebih cepat dari biasanya.
Kondisi ini umumnya terjadi setelah penggunaan bahan aktif yang mempercepat regenerasi sel kulit seperti retinol, retinoid, AHA, BHA, dan azelaic acid, maupun setelah tindakan eksfoliasi medis tertentu seperti chemical peeling.
Untuk memahami proses ini, kamu perlu mengetahui bahwa jerawat tidak muncul begitu saja. Sebelum terlihat di permukaan kulit, jerawat biasanya berawal dari mikrokomedo, yaitu sumbatan kecil yang terbentuk di dalam pori-pori akibat campuran minyak dan sel kulit mati.
Mikrokomedo dapat berkembang selama beberapa minggu sebelum akhirnya menjadi komedo atau jerawat yang terlihat.
Ketika menggunakan skincare yang meningkatkan pergantian sel kulit, sumbatan tersebut terdorong ke permukaan lebih cepat dari siklus normalnya.
Akibatnya, beberapa jerawat yang sebenarnya sedang dalam proses pembentukan muncul hampir bersamaan sehingga kulit terlihat memburuk tiba-tiba.
Karena itulah purging disebut sebagai fase worse before better. Kulit tampak berjerawat sementara sebelum akhirnya menjadi lebih bersih ketika seluruh sumbatan yang tersembunyi berhasil dikeluarkan.
Penyebab Purging
Purging terjadi ketika proses pergantian sel kulit meningkat secara signifikan. Saat itu, mikrokomedo yang berada di dalam pori ikut terdorong ke permukaan kulit.
Artinya, purging bukan menciptakan jerawat baru, melainkan reaksi dari bahan aktif pada skincare yang mempercepat kemunculan jerawat yang memang sudah terbentuk di bawah kulit.
Lantas, apa saja penyebabnya? Simak di bawah ini:
1. Penggunaan Retinol atau Retinoid
Retinol dan retinoid merupakan bahan aktif yang terkenal karena kemampuannya mempercepat regenerasi sel kulit.
Bahan ini dapay mempercepat pembersihan pori-pori yang tersumbat. Ketika proses tersebut berlangsung, mikrokomedo yang sebelumnya tidak terlihat dapat naik ke permukaan lebih cepat.
2. Penggunaan AHA (Alpha Hydroxy Acid)
AHA bekerja dengan mengangkat sel kulit mati pada lapisan terluar kulit melalui proses eksfoliasi kimia.
Namun di sisi lain, proses ini juga mempercepat keluarnya sumbatan yang berada di dalam pori sehingga dapat memicu purging sementara.
3. Penggunaan BHA (Beta Hydroxy Acid)
Berbeda dengan AHA yang bekerja di permukaan kulit, BHA dapat menembus lapisan minyak dan masuk ke dalam pori-pori. Kemampuan ini membuat BHA efektif membantu membersihkan komedo secara mendalam.
4. Penggunaan Azelaic Acid
Azelaic acid juga dikenal sebagai bahan aktif untuk mengatasi jerawat dan hiperpigmentasi. Bahan ini dapat membantu menormalkan proses pergantian sel kulit.
Pada sebagian orang, terutama saat awal penggunaan, perubahan proses regenerasi kulit tersebut dapat memicu purging ringan sebelum kondisi kulit membaik.
5. Chemical Peeling
Chemical peeling merupakan treatment yang menggunakan larutan asam tertentu untuk mengangkat lapisan sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit baru.
Karena proses eksfoliasi berlangsung lebih intens dibanding skincare harian, kulit dapat mengalami purging pada beberapa minggu pertama setelah tindakan.
6. Kombinasi Terlalu Banyak Bahan Aktif
Menggunakan beberapa bahan aktif eksfoliatif sekaligus, misalnya retinol bersama AHA dan BHA, dapat meningkatkan kecepatan pergantian sel kulit secara drastis.
Akibatnya, lebih banyak mikrokomedo yang terdorong ke permukaan dalam waktu bersamaan. Selain meningkatkan risiko purging, kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu skin barrier.
Baca Juga: Efek Setelah Peeling Wajah, Mana yang Normal dan Berbahaya?
Ciri-Ciri Purging pada Wajah

Sekilas, purging memang terlihat seperti breakout biasa. Namun sebenarnya ada beberapa karakteristik yang dapat membantu membedakan keduanya.
Mari pahami ciri-ciri purging agar kamu tidak terburu-buru menghentikan skincare yang sebenarnya sedang bekerja:
1. Muncul di Area yang Memang Sering Berjerawat
Salah satu tanda paling khas adalah kemunculannya pada area yang memang sudah sering berjerawat sebelumnya.
Misalnya, jika kamu biasanya mengalami jerawat di dahi, pipi, dagu, atau garis rahang, maka purging umumnya akan muncul di area-area tersebut.
2. Terjadi Setelah Memulai Treatment Baru
Purging biasanya muncul tidak lama setelah kamu mulai menggunakan bahan aktif tertentu atau menjalani treatment yang mempercepat regenerasi kulit.
Gejala dapat muncul dalam beberapa hari pertama, sementara pada orang lain bisa terjadi setelah beberapa minggu penggunaan.
Jika kemunculan baru berbulan-bulan setelah penggunaan produk, kemungkinan penyebabnya bukan purging.
3. Bentuknya Mirip Jerawat yang Biasa Dialami
Jerawat akibat purging memiliki bentuk yang sama dengan jenis jerawat yang biasa muncul pada kulitmu.
Lesi yang paling sering ditemukan berupa komedo putih (whitehead), komedo hitam (blackhead), papula kecil, bruntusan, atau jerawat ringan.
4. Jumlah Jerawat Tampak Lebih Banyak dalam Waktu Singkat
Karena banyak mikrokomedo terdorong ke permukaan secara bersamaan, kulit dapat terlihat mengalami flare-up mendadak.
Inilah yang membuat banyak orang mengira skincare baru menjadi penyebab jerawat. Padahal, produk tersebut hanya mempercepat kemunculan sumbatan yang sebenarnya sudah ada di dalam pori.
5. Cenderung Membaik Lebih Cepat
Jerawat akibat purging biasanya memiliki siklus yang lebih singkat karena proses regenerasi kulit sedang berlangsung lebih cepat.
Purging umumnya berlangsung sekitar 4–6 minggu, mengikuti siklus pergantian sel kulit. Setelah fase ini terlewati, jumlah jerawat biasanya mulai berkurang.
Gejala Purging yang Masih Termasuk Normal
Tidak semua jerawat yang muncul setelah memakai skincare aktif berarti kulit sedang bermasalah.
Kamu perlu mengenali bahwa purging terjadi setelah memakai bahan aktif di area yang memang sering berjerawat.
Agar tidak salah mengira sebagai breakout, mari kenali tanda-tanda purging:
1. Whitehead atau Komedo Kecil Bertambah
Kemunculan whitehead justru sering dianggap sebagai indikator bahwa proses pembersihan pori sedang berlangsung.
Jika komedo muncul di area yang memang sering berjerawat, kondisi ini masih termasuk purging normal.
2. Bruntusan Ringan di Area Tertentu
Selain komedo putih, kulit juga bisa terasa lebih kasar atau tampak bruntusan kecil yang muncul berkelompok.
Bruntusan purging biasanya tidak disertai rasa gatal atau kemerahan berlebihan. Jika gejalanya seperti itu, kemungkinan besar itu pertanda iritasi.
3. Jerawat Cepat Matang dan Mengering
Jerawat akibat purging memiliki siklus yang lebih singkat dibanding jerawat biasa. Benjolan dapat muncul lebih cepat, lalu mengering dalam waktu yang relatif singkat.
Alasannya karena lesi tersebut sebenarnya sudah terbentuk di bawah kulit sejak sebelumnya. Produk hanya mempercepat kemunculannya ke permukaan.
4. Kulit Sedikit Mengelupas
Retinoid, AHA, BHA, maupun peeling kimia bekerja dengan meningkatkan eksfoliasi sel kulit.
Akibatnya, sebagian orang mengalami pengelupasan ringan pada minggu-minggu awal penggunaan.
5. Kulit Terasa Lebih Sensitif Sementara
Pada fase awal purging, skin barrier juga sedang beradaptasi terhadap peningkatan regenerasi kulit.
Karena itu, kulit mungkin terasa sedikit lebih kering, tertarik setelah mencuci wajah, atau lebih sensitif saat menggunakan skincare tertentu.
Apakah Bruntusan Termasuk Purging?
Ya, bruntusan bisa menjadi salah satu bentuk purging. Bahkan pada banyak kasus, purging justru lebih sering muncul dalam bentuk komedo tertutup atau bruntusan kecil dibanding jerawat besar yang meradang.
Hal ini terjadi karena mikrokomedo yang sebelumnya tersembunyi di bawah permukaan kulit terdorong keluar lebih cepat saat pergantian sel kulit meningkat. Akibatnya, kulit tampak dipenuhi benjolan kecil dalam waktu singkat.
Namun, tidak semua bruntusan berarti purging. Kemungkinan besar bruntusan bukan purging jika:
- Muncul di area yang sebelumnya jarang berjerawat.
- Disertai rasa gatal, panas, atau perih.
- Semakin menyebar setelah penggunaan produk.
- Terjadi setelah memakai produk yang tidak meningkatkan regenerasi kulit, seperti moisturizer atau hydrating serum biasa.
- Tidak menunjukkan perbaikan setelah 6-8 minggu.
Baca Juga: 10+ Cara Menghilangkan Jerawat Papula dengan Cepat Tanpa Bekas
Berapa Lama Purging Berlangsung?
Biasanya, purging berlangsung sekitar 2-6 minggu, meskipun pada sebagian orang bisa mencapai 8 minggu.
Durasi ini berkaitan dengan siklus regenerasi kulit yang rata-rata berlangsung sekitar 28 hari.
Ketika bahan aktif mempercepat proses tersebut, seluruh mikrokomedo yang sudah ada akan keluar dalam satu siklus yang lebih cepat.
Adapun gambaran yang sering terjadi selama purging yaitu:
| Periode | Kondisi Kulit |
| Minggu 1-2 | Komedo, bruntusan, atau jerawat mulai muncul |
| Minggu 3-4 | Purging biasanya mencapai puncaknya |
| Minggu 4-6 | Jumlah lesi mulai berkurang |
| Minggu 8-12 | Kulit mulai menunjukkan perbaikan yang lebih jelas |
Jika setelah 6-8 minggu kondisi tidak membaik, justru semakin meradang, atau muncul di area baru yang tidak biasa berjerawat, kemungkinan besar yang terjadi bukan lagi purging normal.
Dalam kondisi tersebut, kamu perlu konsultasi dengan dokter kulit untuk mengevaluasi apakah terdapat iritasi, alergi, atau produk yang memang tidak cocok untuk kulitmu.
Kamu bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic.
Purging vs Breakout: Apa Bedanya?
Karena sama-sama menyebabkan jerawat muncul lebih banyak, banyak orang sulit membedakan purging dan breakout.
Padahal keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Mari perbedaan purging dan breakout melalui pembahasan berikut:
1. Penyebab Purging dan Breakout
Purging terjadi karena percepatan regenerasi sel kulit yang membuat mikrokomedo yang sudah ada di dalam pori lebih cepat muncul ke permukaan.
Breakout terjadi karena munculnya jerawat baru akibat pori tersumbat, produksi minyak berlebih, perubahan hormon, atau penggunaan produk yang tidak cocok.
2. Waktu Munculnya Tidak Sama
Purging muncul tidak lama setelah kamu mulai menggunakan bahan aktif yang meningkatkan skin cell turnover, seperti retinol, AHA/BHA, atau setelah treatment eksfoliasi tertentu.
Di sisi lain, breakout bisa muncul kapan saja, bahkan setelah berbulan-bulan menggunakan produk yang sama apabila terdapat faktor pemicu lain.
3. Lokasi Jerawat
Apakah jerawat muncul di area yang memang biasanya sering berjerawat? Jika jawabannya ya dan kamu baru saja menggunakan bahan aktif yang meningkatkan regenerasi kulit, kemungkinan besar itu adalah purging.
Namun, jika jerawat muncul di area baru, disertai perih, atau semakin memburuk dari minggu ke minggu, kondisi tersebut lebih mengarah ke reaksi iritasi.
3. Bentuk Jerawat
Jerawat akibat purging biasanya memiliki bentuk yang mirip dengan jerawat yang biasa kamu alami sehari-hari, seperti whitehead, bruntusan, atau jerawat kecil.
Breakout dapat muncul dalam bentuk yang lebih beragam, termasuk jerawat meradang, pustula, nodul, hingga jerawat kistik yang terasa nyeri.
4. Durasi dan Perkembangannya Berbeda
Purging biasanya membaik dalam 4–8 minggu sesuai siklus regenerasi kulit. Breakout memiliki pola yang berbeda.
Jerawat dapat terus muncul selama penyebabnya belum diatasi sehingga sering kali berlangsung lebih lama dan bahkan semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Setelah memahami karakteristik masing-masing, berikut ringkasan perbedaan purging dan breakout yang dapat kamu jadikan panduan cepat.
| Aspek | Purging | Breakout |
| Penyebab | Percepatan regenerasi sel kulit | Pori tersumbat ke produk tidak cocok |
| Waktu muncul | Beberapa hari hingga minggu pertama setelah memakai bahan aktif | Bisa muncul kapan saja |
| Lokasi | Area yang memang sering berjerawat | Dapat muncul di area baru |
| Bentuk lesi | Whitehead, komedo, bruntusan, jerawat kecil | Bisa berupa jerawat meradang, nodul, atau kista |
| Kecepatan sembuh | Cenderung lebih cepat | Biasanya lebih lama |
| Durasi | Membaik dalam 4–8 minggu | Bisa menetap selama penyebabnya belum diatasi |
| Perkembangan | Semakin membaik seiring adaptasi kulit | Sering kali semakin memburuk |
| Produk pemicu | Retinol, tretinoin, AHA, BHA, azelaic acid, benzoyl peroxide | Produk komedogenik, iritan, atau yang tidak cocok |
Apakah Purging Aman?
Apakah purging aman dan perlu dibiarkan begitu saja? Secara umum, purging merupakan respons kulit yang normal dan relatif aman selama terjadi dalam batas wajar.
Purging muncul karena bahan aktif tertentu mempercepat siklus regenerasi kulit sehingga komedo yang sebelumnya tersembunyi di bawah permukaan kulit terdorong keluar lebih cepat.
Artinya, kemunculan jerawat saat purging bukan karena kondisi kulit tiba-tiba memburuk, melainkan karena proses yang sebenarnya sudah berlangsung di dalam pori dipercepat.
Namun, penting dipahami bahwa tidak semua jerawat yang muncul setelah memakai skincare baru adalah purging. Padahal bisa juga karena iritasi.
Sebaliknya, segera evaluasi penggunaan produk apabila muncul tanda-tanda berikut:
- Rasa terbakar atau perih yang intens
- Gatal berlebihan
- Bengkak yang signifikan
- Nyeri hebat pada kulit
- Ruam atau kemerahan yang semakin luas
- Jerawat muncul di area yang sebelumnya tidak pernah berjerawat
Gejala-gejala tersebut lebih mengarah pada iritasi kulit, dermatitis kontak, atau breakout akibat ketidakcocokan produk, bukan purging normal.
Cara Menghadapi Purging dengan Aman
Meskipun purging biasanya akan membaik dengan sendirinya, cara kamu merawat kulit selama fase ini menentukan apakah kondisi cepat membaik atau justru berubah menjadi iritasi berkepanjangan.
Prinsipnya adalah mengurangi stres pada kulit sambil tetap menjaga efektivitas treatment yang sedang digunakan.
Adapun beberapa cara untuk menghadapinya yaitu:
1. Jangan Langsung Menghentikan Produk
Banyak orang langsung menghentikan skincare baru saat jerawat mulai muncul. Padahal, jika gejalanya masih sesuai karakteristik purging normal, menghentikan produk terlalu cepat justru dapat mengganggu proses adaptasi kulit.
Selama tidak muncul tanda iritasi berat, berikan waktu beberapa minggu agar kulit menyelesaikan satu siklus regenerasinya terlebih dahulu.
2. Kurangi Frekuensi Penggunaan Bahan Aktif
Jika purging terasa cukup mengganggu, kamu tidak harus berhenti total. Pendekatan yang lebih disarankan oleh banyak dokter kulit adalah mengurangi frekuensi penggunaan sementara waktu.
Sebagai contoh, retinol dari setiap malam menjadi 2-3 kali per minggu atau AHA/BHA digunakan selang-seling.
3. Fokus pada Perbaikan Skin Barrier
Salah satu kesalahan terbesar saat purging adalah terlalu fokus menghilangkan jerawat tetapi melupakan kesehatan skin barrier.
Padahal skin barrier yang sehat membantu menurunkan risiko iritasi kulit. Untuk memulihkannya, salah satu caranya yaitu menggunakan pelembab yang sesuai.
Pilih pelembap yang mengandung bahan pendukung skin barrier seperti:
- Ceramide
- Hyaluronic acid
- Panthenol
- Glycerin
- Squalane
4. Hindari Eksfoliasi Berlebihan
Saat purging terjadi, banyak orang tergoda menambahkan scrub atau peeling karena toner agar jerawat lebih cepat hilang.
Padahal langkah ini justru sering memperburuk kondisi. Kulit yang sedang mengalami percepatan regenerasi sudah bekerja lebih cepat dari biasanya.
5. Jangan Memencet Jerawat
Jerawat yang muncul saat purging tetap berisiko meninggalkan bekas apabila dipencet. Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan menyebarkan bakteri ke area sekitar.
6. Selalu Gunakan Sunscreen
Ini adalah langkah yang sering diabaikan. Saat menggunakan retinol, peeling, AHA, atau BHA, kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar UV.
Jika tidak dilindungi dengan baik, risiko bekas jerawat menghitam dan inflamasi berkepanjangan akan meningkat.
7. Konsultasikan dengan Dokter Jika Ragu
Jika kamu mengalami kondisi seperti jerawat semakin parah setelah 6-8 minggu atau terjadi iritasi berat, sebaiknya periksakan langsung ke dokter kulit
Di Sozo Skin Clinic, dokter akan melakukan analisis kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis Acne Treatment yang sesuai.
Pilihannya dapat berupa:
- Acne Clear Facial untuk membersihkan pori dan komedo secara menyeluruh
- Acne Peel untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan sumbatan pori
- IPL Acne untuk membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan kemerahan
- Meso Acne untuk membantu meredakan inflamasi
Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami dalam 1 Hari: Mitos vs Fakta & Solusi Tepat
Efek Samping atau Risiko yang Perlu Diwaspadai
Purging yang normal seharusnya menunjukkan tanda perbaikan seiring waktu. Jika jumlah jerawat terus meningkat tanpa ada tanda membaik, kemungkinan besar yang terjadi adalah breakout.
Berikut beberapa kondisi yang menandakan kulit membutuhkan perhatian lebih agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius:
1. Iritasi Berlebihan
Sedikit rasa kering atau sensitif masih tergolong normal saat menggunakan retinol atau eksfoliator.
Namun jika kulit terasa sangat perih seperti terbakar, segera hentikan sementara bahan aktif dan fokus pada pemulihan skin barrier.
2. Kulit Kering dan Mengelupas
Jika kulit mengelupas secara berlebihan hingga terasa ketat dan tidak nyaman, hal tersebut menandakan kulit mengalami stres.
Solusinya adalah menambah penggunaan pelembap dan mengurangi frekuensi bahan aktif.
3. Jerawat Meradang Berat
Purging umumnya lebih sering berupa komedo, whitehead, atau jerawat kecil yang cepat sembuh.
Jika justru muncul jerawat nodul atau jerawat kistik, kondisi tersebut perlu dievaluasi oleh dokter.
4. Hiperpigmentasi Pasca Jerawat
Dampak yang sering muncul setelah fase purging adalah bekas jerawat berwarna merah atau kehitaman.
Risiko ini meningkat jika jerawat dipencet atau kulit sering terpapar matahari. Karena itu, gunakan sunscreen untuk mencegah hiperpigmentasi pasca jerawat.
5. Gangguan Skin Barrier
Ini adalah komplikasi yang sering terjadi ketika seseorang terlalu agresif menggunakan bahan aktif.
Tanda-tandanya meliputi kulit mudah perih, kemerahan berkepanjangan atau kulit terasa kering.
Jika kondisi ini muncul, prioritaskan pemulihan skin barrier terlebih dahulu sebelum melanjutkan penggunaan bahan aktif.
FAQ Seputar Purging
Simak beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang purging beserta penjelasan medisnya.
1. Apakah Purging Berarti Skincare Cocok?
Tidak selalu. Purging dapat menjadi tanda bahwa bahan aktif seperti retinol, AHA, BHA, atau azelaic acid sedang bekerja mempercepat regenerasi kulit.
Jika jerawat terus bertambah atau tidak ada perbaikan setelah 6-8 minggu, produk tersebut mungkin tidak sesuai untuk kulitmu.
2. Apakah Semua Orang Akan Mengalami Purging?
Tidak, karena tergantung kondisi kulit dan jumlah mikrokomedo yang sudah ada di bawah permukaan kulit. Jadi, tidak mengalami purging bukan berarti produk tidak bekerja.
3. Apakah Purging Membuat Jerawat Semakin Parah?
Secara visual, ya, jerawat bisa terlihat lebih banyak untuk sementara waktu. Padahal, jerawat yang muncul sebenarnya adalah sumbatan pori yang memang sudah terbentuk sebelumnya dan hanya dipercepat kemunculannya ke permukaan kulit.
4. Apakah Purging Bisa Terjadi Setelah Treatment Klinik?
Ya, bisa. Selain skincare dengan bahan aktif tertentu, beberapa treatment klinik yang meningkatkan eksfoliasi dan regenerasi kulit juga dapat memicu purging sementara, seperti chemical peeling, acne peel atau mikroeksfoliasi tertentu.
5. Apakah Purging Boleh Dipencet?
Tidak disarankan. Memencet jerawat saat purging justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat kehitaman (hiperpigmentasi) atau bopeng jerawat.
6. Apakah Purging dan Alergi Sama?
Tidak. Purging merupakan respons terhadap percepatan regenerasi kulit, sedangkan alergi merupakan reaksi sistem imun terhadap suatu bahan tertentu.
Kapan Harus ke Dokter?
Perlu diingat, purging seharusnya membaik seiring waktu, bukan semakin memburuk tanpa henti.
Jika kamu merasa kondisi kulit tidak berjalan sesuai pola purging yang normal, Segera konsultasikan dengan dokter kecantikan di Sozo Skin Clinic.
Setelah analisis kulit dilakukan, dokter dapat merekomendasikan Acne Treatment yang paling sesuai, mulai dari Acne Clear Facial, Acne Peel, IPL Acne, Meso Acne, hingga Acne Laser Facial.

Manfaatkan konsultasi gratis dengan dokter di Sozo Skin Clinic untuk mengetahui penyebab jerawat yang kamu alami dan treatment yang paling sesuai.
Untuk memudahkan proses konsultasi, kamu juga bisa menjadwalkan pemeriksaan via WhatsApp.
Jika ingin berkonsultasi secara langsung, kamu dapat datang ke cabang Sozo Skin Clinic yang tersebar di 60+ lokasi di Pulau Jawa, sehingga lebih mudah menemukan klinik kecantiakn terdekat dari lokasimu!
Referensi:
- Skin Purging: Pictures, Causes, and Treatments | Medical News Today
- Skin Purging vs. Breakout: What’s the Difference? | WebMD
- Everything You Should Know About Skin Purging, According To The Experts | British Vogue
- What is Purging and Will This Happen to Me? | Skin + Me

