Hair 5 mnt baca

Mengenal Folikulitis: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Mengenal Folikulitis: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Benjolan kecil mirip jerawat yang muncul di kulit kepala atau area tubuh berbulu sering dianggap masalah biasa. Padahal kondisi ini bisa menjadi tanda folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut. Jika tidak ditangani dengan tepat, folikulitis bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan dalam kasus tertentu berisiko menyebabkan kerusakan folikel rambut. Artikel ini membahas tuntas apa itu folikulitis, penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya.

Benjolan kecil mirip jerawat yang muncul di kulit kepala, lengan, punggung, atau area tubuh lain yang ditumbuhi rambut sering dianggap masalah sepele. Padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut.

Folikel rambut adalah tempat tumbuhnya rambut. Ketika folikel ini mengalami peradangan atau infeksi, kondisinya bisa memengaruhi kesehatan kulit dan rambut. Jika tidak ditangani dengan tepat, folikulitis dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan pada kasus tertentu berisiko menyebabkan kerusakan folikel rambut.

Apa Itu Folikulitis?

Menurut Cleveland Clinic, folikulitis adalah kondisi kulit umum yang terjadi ketika folikel rambut mengalami infeksi atau peradangan. 

Kondisi ini mungkin terlihat seperti jerawat, sering dimulai sebagai benjolan merah kecil.

Folikulitis bisa muncul di wajah, lengan, punggung, dan kaki. Kasus ringan bisa dirawat di rumah, sementara kasus lain ditangani oleh dermatologis.

Apa Penyebab Folikulitis?

Folikulitis bisa disebabkan oleh berbagai faktor:

  • Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum, terutama bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke folikel yang rusak.
  • Infeksi jamur (Malassezia). Menurut Cleveland Clinic, pityrosporum folliculitis disebabkan oleh ragi Malassezia. Ketika terlalu banyak ragi ini tumbuh di kulit dan masuk ke folikel rambut, ia menyebabkan infeksi jamur.
  • Iritasi mekanis dari mencukur, waxing, atau gesekan pakaian ketat. Folikulitis iritan disebabkan oleh oklusi, gesekan, hair removal, aplikasi obat tertentu, atau kontak dengan bahan kimia iritan.
  • Hot tub atau kolam yang tidak bersih yang mengandung bakteri Pseudomonas.

Baca Juga: Cara Mengatasi Folikulitis di Kulit Kepala dengan Perawatan Tepat

Faktor Risiko yang Meningkatkan Terjadinya Folikulitis

Menurut Mayo Clinic, faktor yang meningkatkan risiko folikulitis termasuk: 

  • sering memakai pakaian yang menjebak panas dan keringat
  • berendam di hot tub atau kolam yang tidak terawat dengan baik
  • merusak folikel rambut melalui mencukur, waxing, atau memakai pakaian ketat
  • menggunakan obat tertentu seperti krim kortikosteroid dan terapi antibiotik jangka panjang untuk jerawat, serta 
  • memiliki diabetes, HIV/AIDS, atau kondisi lain yang menurunkan resistensi terhadap infeksi.

Gejala Folikulitis yang Perlu Dikenali

Gejala folikulitis cukup mudah dikenali:

  • Benjolan kecil merah atau berisi nanah yang berpusat di sekitar folikel rambut. 
  • Kulit terasa gatal, perih, atau nyeri di area yang terdampak. 
  • Muncul dalam kelompok (cluster) dengan ukuran dan bentuk yang mirip. 
  • Kulit kemerahan dan meradang di sekitar benjolan. 
  • Dalam kasus parah, bisa terbentuk bisul (boil) atau carbuncle yang lebih besar dan menyakitkan.

Folikulitis pada Kulit Kepala, Apakah Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Ini adalah kekhawatiran yang valid. Menurut WebMD, jika bakteri mengobarkan folikel rambut dalam waktu lama, sistem imun mungkin menyerangnya, menyebabkan kerontokan rambut.

Menurut Mayo Clinic, komplikasi folikulitis yang parah bisa mencakup destruksi folikel rambut dan kerontokan rambut permanen.

Inilah mengapa folikulitis di kulit kepala tidak boleh dianggap remeh dan perlu ditangani dengan tepat sebelum menyebabkan kerusakan folikel permanen.

Perbedaan Folikulitis dan Jerawat

Keduanya sering tertukar karena tampilannya mirip. 

Menurut Cleveland Clinic, pada jerawat, penyebabnya adalah kelenjar penghasil minyak (sebaceous) yang tersumbat, dengan benjolan (pimples, whiteheads, blackheads, dan pustula) dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. 

Sementara folikulitis disebabkan oleh infeksi atau peradangan folikel rambut, dengan benjolan yang biasanya berukuran dan berbentuk sama serta sering disertai gatal.

Perbedaan kunci: jerawat berasal dari pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, sementara folikulitis berasal dari infeksi atau peradangan folikel rambut, dan benjolannya cenderung seragam serta gatal.

Apakah Folikulitis Menular?

Pityrosporum folliculitis mungkin menular. Ini bisa menyebar melalui pisau cukur dan hot tub yang dipakai bersama atau, lebih kecil kemungkinannya, melalui kontak kulit-ke-kulit antar orang.

Untuk mencegah penularan, hindari berbagi pisau cukur, handuk, atau peralatan pribadi lainnya, dan pastikan hot tub atau kolam yang digunakan bersih dan terawat.

Cara Mengatasi Folikulitis

Kasus folikulitis ringan bisa dirawat di rumah, sementara kasus lain ditangani oleh dermatologis.

Untuk kasus ringan: kompres hangat untuk meredakan ketidaknyamanan dan membantu drainase alami, jaga kebersihan area yang terdampak dengan sabun antibakteri lembut, hindari mencukur atau iritasi lebih lanjut di area yang terdampak, dan gunakan pakaian longgar yang tidak menjebak keringat.

Untuk kasus yang disebabkan jamur: Penyedia layanan kesehatan biasanya merawat Malassezia folliculitis dengan meresepkan obat antijamur oral atau topikal.

Untuk kasus bakteri yang lebih parah, dokter bisa meresepkan antibiotik topikal atau oral.

Baca Juga: Kulit Kepala Gatal dan Ada Benjolan? Begini Cara Tepat Mengatasinya Hingga Tuntas

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika folikulitis tidak membaik setelah beberapa hari perawatan mandiri, menyebar ke area yang lebih luas, disertai demam atau tanda infeksi yang memburuk, muncul bisul atau carbuncle yang besar dan menyakitkan, atau berulang terus-menerus.

Folikulitis di kulit kepala yang persisten perlu dievaluasi karena berisiko menyebabkan kerusakan folikel dan kerontokan rambut permanen.

Cara Mencegah Folikulitis

Kamu bisa mencoba mencegah folikulitis dengan mencuci kulit secara teratur. 

Tips pencegahan lainnya: cukur dengan hati-hati menggunakan pisau bersih dan arah pertumbuhan rambut, hindari pakaian ketat yang menjebak keringat, segera bersihkan diri setelah berkeringat banyak, pastikan hot tub dan kolam yang digunakan bersih, dan hindari berbagi peralatan pribadi seperti pisau cukur dan handuk.

Untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh, kamu juga bisa mempertimbangkan perawatan profesional. 

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment yang ditangani oleh dokter berpengalaman, termasuk evaluasi kondisi kulit kepala untuk memastikan kesehatan folikel rambut tetap optimal. 

Konsultasikan kondisi kulit kepalamu dengan tim dokter Sozo untuk penanganan yang tepat.

Referensi

  • Cleveland Clinic. Folliculitis: Appearance, Causes, Symptoms & Treatment.
  • Cleveland Clinic. Pityrosporum (Malassezia) Folliculitis: Causes & Treatment.
  • Cleveland Clinic. Fungal Acne: Malassezia Folliculitis.
  • Mayo Clinic. Folliculitis: Symptoms & Causes.
  • WebMD. Folliculitis: Causes, Types, Triggers, and Treatment.
  • AAD. Acne-Like Breakouts Could Be Folliculitis.