PRP treatment menggunakan plasma kaya trombosit yang diproses dari darah pasien sendiri. Trombosit membawa growth factor yang bisa membantu memperbaiki jaringan, menjaga elastisitas kulit dan meningkatkan kepadatan rambut.
Tabel Ringkasan PRP Treatment
| Informasi | Penjelasan |
| Nama Perawatan | PRP atau Platelet-Rich Plasma Treatment |
| Bahan Utama | Plasma dari darah pasien sendiri |
| Cara Kerja | Trombosit melepaskan growth factor yang terlibat untuk regenerasi jaringan |
| Kegunaan Estetika | Perbaikan kualitas kulit dan kerontokan rambut |
| Durasi Prosedur | PRP wajah sekitar 75 menit dan PRP Hair sekitar 45 menit |
| Ketahanan Hasil | Tidak permanen dan memerlukan sesi pemeliharaan |
| Efek Samping | Nyeri, bengkak, atau memar sementara pada area tindakan |
| Risiko Alergi | Relatif rendah karena menggunakan darah pasien sendiri |
PRP treatment adalah prosedur yang menggunakan plasma kaya trombosit dari darah pasien sendiri untuk mendukung proses perbaikan jaringan.
Darah diambil dalam jumlah tertentu, diproses dengan sentrifugasi, lalu PRP diberikan kembali pada area yang menjadi target perawatan.
Namun, PRP belum tentu memberikan hasil sama pada setiap orang. Pasalnya, cara pengolahan darah dapat memengaruhi responsnya.
Hasilnya juga berkembang secara bertahap, sehingga sebaiknya tidak dianggap sebagai prosedur yang langsung mengubah wajah atau menumbuhkan rambut dalam hitungan hari.
Lantas, bagaimana sebenarnya PRP bekerja dan kapan perawatan ini dapat dipertimbangkan? Mari simak artikelnya di bawah ini!
Apa Itu PRP Treatment?
PRP treatment adalah prosedur penyuntikan Platelet-Rich Plasma, yaitu plasma darah yang mengandung konsentrasi trombosit jauh lebih tinggi dari kondisi normal.
Trombosit dipilih karena menyimpan berbagai growth factor yang terlibat dalam proses perbaikan jaringan.
Untuk mendapatkan PRP, tenaga medis mengambil darah kemudian memprosesnya menggunakan mesin sentrifugasi.
Putaran tersebut memisahkan komponen darah sehingga bagian plasma dengan konsentrasi trombosit yang dibutuhkan dapat digunakan untuk tindakan.
Proses PRP memisahkan dan memekatkan trombosit ini hingga konsentrasinya meningkat 5-10 kali lipat dari kadar normal.
Namun, belum terdapat satu metode standar untuk menyiapkan PRP sehingga kepadatan trombosit dan komponen lainnya dapat berbeda pada setiap klinik.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hasil perawatan PRP tidak selalu seragam.
Karena berasal dari darah pasien sendiri, risiko reaksi imun cenderung lebih rendah dibandingkan injeksi menggunakan darah dari donor.
Bagaimana PRP Bekerja?

Prinsip kerja PRP bertumpu pada kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Saat jaringan mengalami kerusakan, trombosit bergerak ke lokasi luka dan melepaskan growth factor yang memicu pembentukan sel baru. PRP treatment mengambil mekanisme ini.
Secara sederhana, prosesnya berlangsung melalui tahapan berikut:
- PRP Diberikan ke Area Target: Plasma yang telah diproses disuntikkan atau diaplikasikan pada jaringan sesuai tujuan perawatan.
- Trombosit Mengalami Aktivasi: Trombosit kemudian melepaskan berbagai growth factor di sekitar area tindakan.
- Sel Menerima Sinyal Perbaikan: Molekul tersebut memengaruhi aktivitas sel seperti fibroblas yang terlibat dalam penataan jaringan.
- Jaringan Menjalani Remodeling: Kulit pun mengalami pembentukan kolagen dan perubahan kualitas jaringan secara bertahap.
- Hasil Berkembang Seiring Waktu: Perubahan membutuhkan waktu karena PRP tidak mengisi atau mengangkat jaringan secara mekanis.
Apa Kandungan dalam PRP?
Kandungan PRP adalah plasma dan trombosit yang telah dikonsentrasikan. Namun, produk akhirnya dapat membawa berbagai protein dan sel lain tergantung sistem pemrosesan yang digunakan.
Komponen yang paling digunakan untuk tujuan PRP antara lain:
- Plasma: Bagian cair darah yang menjadi medium bagi trombosit dan berbagai protein terlarut.
- Trombosit: Komponen darah yang menyimpan dan melepaskan berbagai molekul perbaikan jaringan.
- Growth Factor: PRP dapat mengandung PDGF, TGF-β, VEGF, FGF, dan IGF yang memiliki fungsi berbeda dalam respons perbaikan jaringan.
- Protein Pembekuan: Komponen plasma ikut berperan dalam pembentukan lingkungan awal ketika jaringan menjalani proses perbaikan.
- Leukosit: Jumlah sel darah putih dapat rendah atau tinggi tergantung jenis PRP dan cara pengolahannya.
Mengapa Hasil PRP Bisa Berbeda pada Setiap Orang?
Salah satu hal yang sering luput dibahas adalah bahwa PRP adalah produk biologis yang sifatnya individual.
Artinya, meski prosedurnya memiliki nama yang sama, hasil sentrifugasi dari dua pasien belum tentu memiliki komposisi yang sama.
Kandungan PRP dapat berubah menurut karakteristik pasien dan metode persiapannya. Oleh karena itu, hasil PRP tidak hanya ditentukan oleh jumlah sesi.
PRP Treatment untuk Apa?
Dalam bidang kecantikan, PRP banyak digunakan untuk memperbaiki kualitas kulit wajah dan menangani kerontokan rambut tertentu.
Namun dalam bidang medis, PRP digunakan pada beberapa masalah tendon dan penyembuhan jaringan.
Mari simak detailnya sebagai berikut:
PRP Treatment untuk Wajah

Pada wajah, PRP digunakan untuk merangsang pembentukan kolagen. Hasilnya berkembang secara bertahap.
Beberapa kegunaan PRP pada wajah meliputi:
- Meningkatkan Elastisitas Kulit: PRP dapat merangsang proses pembentukan dan penataan kolagen sehingga kulit terasa lebih kenyal pada sebagian pasien.
- Meningkatkan Kepadatan Kulit: Proses perbaikan jaringan dapat membuat lapisan kulit menjadi lebih padat secara bertahap.
- Memperbaiki Tekstur Kulit: PRP dapat digunakan untuk memperhalus permukaan kulit yang terasa kasar atau tidak merata.
- Mendukung Perawatan Bekas Jerawat: PRP sering dikombinasikan dengan microneedling untuk memperbaiki tampilan bekas jerawat atrofi.
- Menyamarkan Garis Halus: Pembentukan kolagen dapat membuat beberapa garis halus terlihat lebih samar, meskipun hasilnya berbeda pada setiap pasien.
PRP Treatment untuk Rambut

PRP rambut paling banyak digunakan untuk menangani androgenetic alopecia, yaitu penipisan rambut berpola yang dapat terjadi pada pria maupun wanita.
Plasma disuntikkan ke kulit kepala pada area rambut yang mulai menipis untuk merangsang lingkungan di sekitar folikel rambut.
Beberapa kegunaannya antara lain:
- Menangani Rambut yang Mulai Menipis: PRP dapat meningkatkan kepadatan rambut pada sebagian pasien yang folikelnya masih aktif.
- Mengurangi Kerontokan Berpola: PRP dapat menjadi bagian dari perawatan androgenetic alopecia, terutama setelah penyebab kerontokan dipastikan.
- Mendukung Hasil Transplantasi Rambut: PRP digunakan sebagai perawatan tambahan setelah hair transplant untuk mendukung pertumbuhan rambut.
Namun karena penyebab rambut rontok berbeda-beda, PRP tidak selalu menjadi pilihan yang tepat untuk semua kondisi.
Baca Juga: Berapa Sesi, Interval, dan Waktu PRP Rambut Agar Hasil Terlihat?
PRP untuk Kebutuhan Medis
PRP juga digunakan di luar perawatan kulit dan rambut. Dalam bidang ortopedi, terapi ini kadang digunakan untuk mendukung proses penyembuhan pada jaringan yang cedera.
Beberapa penggunaannya meliputi:
- Cedera Tendon: PRP dapat digunakan pada beberapa cedera tendon kronis yang membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang.
- Cedera Otot dan Ligamen: Plasma kaya trombosit dapat diberikan sebagai bagian dari perawatan jaringan lunak tertentu.
- Osteoarthritis: PRP dipelajari sebagai salah satu pilihan untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi pada pasien tertentu.
- Penyembuhan Jaringan: PRP juga digunakan dalam beberapa kondisi untuk mendukung pemulihan luka atau jaringan setelah tindakan medis.
Manfaat PRP Treatment
Manfaat PRP berbeda sesuai area yang dirawat. Pada wajah, perawatan bertujuan memperbaiki kualitas kulit, sedangkan pada kulit kepala PRP dipakai untuk menangani penipisan rambut tertentu.
Simak manfaat PRP treatment satu per satu sebagai berikut:
1. Merangsang Regenerasi Kulit
Setelah PRP diberikan ke kulit, molekul growth factor dapat merangsang aktivitas fibroblas yang berperan dalam pembentukan dan penataan kolagen.
2. Memperbaiki Tekstur dan Bekas Jerawat
PRP dapat digunakan sebagai perawatan tambahan untuk memperbaiki bekas jerawat atrofi atau bopeng.
Namun, PRP tidak langsung mengisi bopeng seperti filler, sehingga jenis bekas jerawat tetap menentukan apakah diperlukan microneedling, laser, atau kombinasi prosedur.
3. Mengurangi Tanda Penuaan
Manfaat berikutnya yaitu bisa memperbaiki tanda penuaan kulit. Pembentukan kolagen baru secara bertahap dapat membuat beberapa garis halus tampak lebih samar.
4. Mengatasi Kerontokan Rambut
PRP juga menjadi salah satu pilihan untuk menangani androgenetic alopecia. Setelah disuntikkan ke kulit kepala, komponen dalam PRP dapat memengaruhi aktivitas folikel.
PRP sendiri tidak selalu lebih unggul dengan minoxidil, jadi perawatannya perlu diagnosis dokter.
Prosedur PRP Treatment
PRP treatment umumnya dilakukan dalam satu kunjungan tanpa rawat inap. Di Sozo Skin Clinic, durasi tindakan sekitar 75 menit untuk PRP wajah dan 45 menit untuk PRP Hair Treatment.
Adapun tahapan yang akan kamu lalui yaitu:
1. Konsultasi dan Pemeriksaan
Dokter terlebih dahulu memeriksa kondisi kulit yang ingin dirawat. Riwayat penyakit dan obat yang sedang digunakan juga perlu disampaikan untuk memastikan PRP aman dilakukan.
2. Pengambilan Sampel Darah
Jika prosedur dianggap aman, darah akan diambil dari pembuluh vena di lengan. Volume yang digunakan berkisar sekitar 10–60 mL, tergantung jumlah PRP yang diperlukan. Jadi, jumlah darah yang diambil tidak harus sama pada setiap pasien atau klinik.
Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum PRP Treatment Agar Kualitas Darah dan Hasil Maksimal
3. Pengolahan dengan Sentrifugasi
Sampel darah kemudian dimasukkan ke dalam mesin sentrifugasi untuk memisahkan komponen darah berdasarkan berat jenisnya. Proses ini bisa berlangsung sekitar 5–15 menit.
Setelah proses selesai, sel darah merah akan terpisah dari plasma. Bagian plasma dengan konsentrasi trombosit lebih tinggi kemudian diambil sebagai PRP.
4. Persiapan dan Anestesi Area
Sebelum penyuntikan, area wajah atau kulit kepala dibersihkan terlebih dahulu. Anestesi topikal dapat digunakan agar prosedur terasa lebih nyaman. Biasanya anestesi topikal perlu dibiarkan bekerja terlebih dahulu sebelum injeksi dimulai.
5. Penyuntikan PRP
PRP yang sudah dipisahkan dimasukkan ke dalam jarum suntik dan diberikan pada area target. Untuk wajah, PRP dapat disuntikkan langsung atau dikombinasikan dengan microneedling.
Untuk rambut, suntikan diberikan pada sejumlah titik di kulit kepala yang mengalami penipisan. Jumlahnya bisa sekitar 0,1 mL PRP per cm² area kulit kepala.
6. Evaluasi Setelah Treatment
Setelah penyuntikan selesai, dokter memeriksa kondisi area tindakan. Efek samping seperti kemerahan dan rasa nyeri dapat muncul sementara akibat tusukan jarum. Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama.
7. Pemantauan dan Sesi Berikutnya
PRP tidak langsung menghasilkan perubahan setelah satu kali penyuntikan. Dokter biasanya mengevaluasi respons kulit sebelum menentukan apakah pasien memerlukan sesi berikutnya.
Protokolnya juga beragam. Untuk androgenetic alopecia, pasien bisa menjalani 3 sesi dengan interval sekitar 30 hari, sedangkan prosedur lain bisa membutuhkan 4–6 sesi dengan interval sekitar 4 minggu.
Apakah PRP Treatment Sakit?
PRP dapat terasa tidak nyaman karena prosedurnya melibatkan pengambilan darah dan beberapa kali penyuntikan.
Pada PRP wajah, sensasinya biasanya berupa tusukan ketika jarum masuk ke kulit. Namun pada PRP rambut, suntikan diberikan berulang pada area kulit kepala yang mengalami penipisan. Jumlah suntikan tergantung dari luas area penipisan.
Inilah sebabnya PRP rambut lebih terasa nyeri akibat jumlah tusukan yang banyak. Tentunya dokter akan mengaplikasikan anestesi topikal selama sekitar 30 menit atau anestesi lokal sebelum PRP kulit kepala.
Setelah tindakan selesai, area yang disuntik dapat terasa ngilu atau sensitif selama satu hingga beberapa hari.
Efek Samping dan Risiko PRP Treatment
PRP memiliki risiko reaksi alergi yang relatif rendah karena plasma berasal dari darah pasien sendiri.
Namun, proses pengambilan darah dan penyuntikan tetap dapat menyebabkan efek samping, seperti:
Efek Samping yang Umum
Efek samping PRP biasanya muncul pada area suntikan dan bersifat sementara. Beberapa yang dapat terjadi yaitu:
- Nyeri atau Sensitif: Area yang disuntik dapat terasa ngilu atau nyeri ketika ditekan selama beberapa hari.
- Kemerahan: Tusukan jarum dan respons jaringan dapat membuat kulit memerah sementara.
- Pembengkakan Ringan: Bengkak dapat muncul pada area injeksi dan biasanya berangsur mereda.
- Memar: Pembuluh darah kecil dapat terkena saat pengambilan darah maupun penyuntikan.
- Sakit Kepala: Keluhan ini biasa terjadi pada PRP kulit kepala dan sakit kepala ringan bisa bertahan sekitar 1 hari setelah tindakan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Komplikasi lebih serius memang jarang, tetapi tetap perlu diketahui sejak awal. Adapun beberapa risiko yang lebih serius yang bisa muncul yaitu;
- Infeksi: Dapat terjadi apabila mikroorganisme masuk melalui titik penyuntikan atau proses pengolahan tidak dilakukan secara steril.
- Perdarahan: Risiko dapat meningkat pada pasien dengan gangguan pembekuan atau penggunaan obat tertentu.
- Cedera Jaringan: Jarum dapat mengenai jaringan di sekitar target apabila penempatannya tidak tepat.
- Cedera Saraf: Termasuk komplikasi yang jarang dan lebih relevan pada penyuntikan di area anatomi tertentu.
Segera konsultasi dan buat janji temu dengan dokter kulit jika mengalami hal-hal di atas sebelum menjadi kondisi serius.
Cara Meminimalkan Risiko
Risiko PRP tidak selalu disebabkan oleh bahan yang disuntikkan. Pasalnya metode yang digunakan juga turut menentukan keamanan.
Adapun beberapa cara untuk meminimalkan risiko adalah:
- Sampaikan Riwayat Kesehatan: Beritahu dokter mengenai penyakit atau tindakan medis yang pernah dijalani.
- Informasikan Obat dan Suplemen: Jangan menghentikan aspirin, obat pengencer darah, atau terapi lain sendiri tanpa arahan dokter.
- Pastikan Prosedur Dilakukan Secara Steril: Darah perlu diambil, diproses, dan diberikan kembali menggunakan prosedur aseptik.
- Ikuti Instruksi Setelah Tindakan: PRP wajah dan rambut dapat memiliki aturan aftercare yang berbeda.
- Laporkan Reaksi Tidak Biasa: Keluhan yang justru memburuk perlu diperiksa, bukan hanya ditunggu.
Baca Juga: 10 Klinik PRP Hair Treatment Terdekat dan Terpercaya
Siapa yang Cocok Melakukan PRP Treatment?
PRP dapat dipertimbangkan pada orang yang masih memiliki jaringan atau folikel yang masih aktif agar bisa merespons proses regenerasi. Namun, kecocokannya bisa berbeda, tergantung kebutuhan medis.
Kondisi yang Dapat Dipertimbangkan
PRP treatment dapat dipertimbangkan untuk perawatan wajah dan kulit kepala. Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan yaitu:
- Tekstur Kulit Mulai Tidak Rata: PRP dapat digunakan untuk mendukung pembentukan kolagen dan memperbaiki kualitas kulit secara bertahap.
- Bekas Jerawat Atrofi: PRP dapat dikombinasikan dengan microneedling atau prosedur lain untuk memperbaiki tampilan bopeng.
- Androgenetic Alopecia: Bukti PRP untuk rambut paling banyak tersedia pada kebotakan berpola pria dan wanita.
- Rambut Masih Menipis: ISHRS menyebut kandidat dengan rambut yang masih ada tetapi mulai menipis cenderung lebih sesuai dibandingkan area yang sudah mengalami kebotakan penuh.
- Masalah Jaringan Tertentu: Dalam bidang muskuloskeletal, PRP juga digunakan pada beberapa kondisi tendon dan sendi setelah pemeriksaan dokter.
Kondisi yang Perlu Dikonsultasikan Lebih Dulu
Pemeriksaan lebih hati-hati diperlukan jika kondisi tubuh dapat memengaruhi trombosit atau proses penyembuhan setelah prosedur PRP.
Adapun beberapa kondisi yang penting dibicarakan dengan dokter yaitu:
- Gangguan Trombosit atau Pembekuan: Jumlah atau fungsi trombosit yang tidak normal dapat memengaruhi prosedur.
- Penggunaan Obat yang Memengaruhi Pembekuan: Risiko perdarahan perlu dinilai sebelum injeksi.
- Anemia Berat: Pengambilan darah perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien.
- Infeksi Aktif: Prosedur pada area yang sedang mengalami infeksi umumnya ditunda.
- Kondisi Medis atau Terapi Tertentu: Pasien yang sedang menjalani terapi kanker atau mengalami penyakit sistemik perlu dievaluasi lebih lanjut.
Kapan Hasil PRP Treatment Terlihat?

Hasil PRP treatment biasanya mulai terlihat dalam 2 hingga 3 minggu setelah prosedur pertama, saat kulit mulai pulih dan memproduksi kolagen baru.
Hasil yang optimal dan signifikan umumnya baru tampak dalam 1 hingga 3 bulan, terutama setelah menjalani beberapa kali sesi perawatan rutin.
Hasil PRP Wajah
Pada wajah, hasil perawatan PRP wajah mulai terlihat dalam 2–3 minggu, dengan hasil maksimal yang tampak jelas setelah 1–3 bulan seiring peningkatan produksi kolagen.
Namun, hasil untuk kerutan masih lebih bervariasi. Karena itu, hasil PRP wajah tidak sebaiknya dijanjikan sebagai tindakan yang bisa memberikan perubahan drastis hanya dalam satu sesi.
Hasil PRP Rambut
Hasil PRP kulit kepala biasanya paling terlihat sekitar 6 bulan setelah tindakan. Durasi yang lebih lama ini dikarenakan perubahan mengikuti siklus pertumbuhan rambut.
Setelah sekitar 3 bulan, area yang mendapat PRP bisa menunjukkan peningkatan rambut, walaupun belum sepadat setelah 6 bulan. Angka di atas tidak dapat dijadikan prediksi hasil setiap pasien.
Berapa Lama Hasil PRP Treatment Bertahan?
Hasil PRP sayangnya tidak permanen. Durasinya bisa bertahan antara 6 bulan hingga 2 tahun. Waktu bertahan ini berbeda pada tiap orang karena dipengaruhi oleh jenis perawatan dan tingkat respons tubuh.
Pada wajah, kolagen yang telah terbentuk bisa tetap terurai mengikuti proses penuaan alami. Karena itu, perubahan pada elastisitas dapat berkurang secara bertahap.
Pada rambut, setelah 12 bulan, pasien bisa mulai melaporkan kerontokan progresif, dan kerontokan menjadi lebih terlihat sekitar bulan ke-16 sehingga perlu menjalani PRP kembali.
Untuk prosedur awal bisa dilakukan tiga kali berturut-turut tiap bulan untuk merangsang akar rambut secara maksimal.
Setelah sesi awal selesai, perawatan lanjutan dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk mempertahankan hasil.
Berapa Harga PRP Treatment?
Harga PRP dapat berbeda antara perawatan wajah dan rambut karena teknik yang digunakan tidak sama.
Harga dapat berubah mengikuti program klinik sehingga nominal terbaru tetap perlu dikonfirmasi sebelum reservasi.
Untuk mendapatkan estimasi sesuai kondisi kulit, kamu dapat buat janji konsultasi Skin di Sozo Skin Clinic.
Jika keluhannya berkaitan dengan rambut, kamu dapat menggunakan konsultasi Hair Treatment Sozo Skin Clinic.
PRP Treatment vs Treatment Lain
Prosedur PRP, filler, botox, dan skin booster sama-sama dapat digunakan dalam perawatan estetika, tetapi tujuan dan cara kerjanya berbeda.
Karena itu, pilihan terbaik perlu disesuaikan dengan masalah yang ingin diperbaiki. Mari simak perbandingan masing-masing treatment:
1. PRP vs Filler
PRP bekerja melalui trombosit dan growth factor untuk mendukung proses perbaikan jaringan. Karena itu, hasilnya berkembang bertahap dan PRP tidak dirancang untuk menambahkan volume wajah secara langsung.
Sebaliknya, filler treatment memberikan bahan pengisi pada area tertentu. Filler lebih direkomendasikan jika masalahnya adalah kebutuhan membentuk kontur wajah.
2. PRP vs Botox
PRP tidak memengaruhi kontraksi otot. Namun Botox bekerja dengan mengurangi aktivitas otot sehingga lebih tepat untuk masalah kerutan dinamis yang muncul ketika wajah berekspresi. Jadi, PRP tidak dapat menggantikan fungsi Botox yang ditujukan akibat kerutan dinamis.
3. PRP vs Skin Booster
PRP berasal dari darah pasien sehingga komposisinya dapat berbeda antarindividu. Skin booster treatment menggunakan formula dengan kandungan yang telah ditentukan sesuai produk.
Jika tujuannya adalah hidrasi, skin booster dengan kandungan seperti hyaluronic acid dapat memberikan hasil yang lebih efektif ketimbang PRP.
Apabila dirangkum menjadi satu, mari simak tabel berikut untuk memahami cara kerjanya satu per satu:
| Aspek | PRP | Filler | Botox | Skin Booster |
| Bahan | Plasma kaya trombosit dari darah sendiri | Umumnya hyaluronic acid atau bahan lain | Toksin botulinum | HA, PN, atau formula lain |
| Tujuan | Perbaikan kualitas jaringan | Volume dan kontur | Melemahkan aktivitas otot penyebab kerutan dinamis | Hidrasi dan kualitas kulit |
| Cara Kerja | Merangsang proses biologis jaringan | Mengisi ruang atau menambah volume | Mengurangi kontraksi otot tertentu | Memberikan bahan aktif ke kulit |
| Waktu Hasil | Bertahap | Relatif cepat | Beberapa hari | Bertahap |
| Menambah Volume | Tidak secara langsung | Ya | Tidak | Minimal, tergantung produk |
| Mengurangi Gerakan Otot | Tidak | Tidak | Ya | Tidak |
Kapan Perlu Konsultasi Dokter?
PRP sebaiknya dipilih setelah mengetahui penyebab masalah yang ingin ditangani. Pasalnya, terapi yang dibutuhkan belum tentu sama.
Untuk bekas jerawat, dokter dapat menentukan apakah PRP Treatment Wajah cukup dilakukan sendiri atau perlu dikombinasikan dengan scar treatment lain.
Jika rambut mulai menipis, kamu dapat memilih PRP Hair Treatment atau perawatan rambut rontok lainnya.

Untuk menentukan perawatan berdasarkan kondisi kulit, kamu dapat konsultasi dengan dokter Sozo Skin Clinic.
Kamu juga dapat mencari lokasi Sozo Skin Clinic terdekat sebelum menentukan jadwal perawatan. Untuk informasi prosedur lainnya, bisa jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut.
FAQ Seputar PRP Treatment
Terdapat beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai prosedur PRP. Agar kamu tidak bingung, mari simak jawabannya satu per satu:
1. Apakah PRP Treatment Aman?
Secara umum, PRP memiliki profil keamanan yang baik pada kandidat yang tepat. Karena berasal dari darah sendiri, risiko alergi relatif rendah, tetapi infeksi, perdarahan, nyeri, atau cedera jaringan tetap mungkin terjadi.
2. Apakah PRP Treatment Sakit?
Bisa terasa nyeri atau tidak nyaman. Intensitasnya dipengaruhi area, jumlah titik penyuntikan, teknik, dan anestesi yang digunakan.
3. Berapa Kali Sesi PRP Dibutuhkan?
Tidak ada jumlah sesi yang berlaku universal. Studi menggunakan protokol mulai dari tiga sesi bulanan hingga empat atau lebih sesi, sehingga dokter perlu menyesuaikannya dengan kondisi dan respons pasien.
4. Apakah Hasil PRP Permanen?
Tidak. Efek dapat berkurang seiring proses penuaan atau perkembangan kondisi dasar sehingga sesi pemeliharaan mungkin diperlukan.
5. Apakah PRP Bisa Menghilangkan Bopeng?
Tidak sepenuhnya. PRP dapat mendukung pembentukan kolagen dan sering digunakan bersama microneedling atau prosedur lain untuk menyamarkan bekas jerawat atrofi.
6. Apakah PRP Efektif untuk Rambut Rontok?
Bisa pada kondisi tertentu, terutama androgenetic alopecia. Namun, hasil antarpenelitian berbeda sehingga PRP tidak dapat dijanjikan berhasil pada seluruh pasien.
7. Apakah PRP Bisa untuk Semua Jenis Kebotakan?
Tidak. Kandidat dengan rambut yang masih menipis umumnya lebih sesuai dibandingkan area yang sudah mengalami kebotakan penuh.
8. Apakah PRP Sama dengan Vampire Facial?
Tidak selalu. Istilah vampire facial biasanya merujuk pada PRP wajah yang sering dikombinasikan dengan microneedling, sedangkan PRP juga dapat diberikan melalui injeksi pada wajah, rambut, maupun jaringan lainnya.
9. Berapa Lama Downtime PRP Wajah?
Umumnya singkat. Kemerahan, bengkak, sensitif, atau memar dapat berlangsung sekitar satu hingga beberapa hari, tergantung teknik dan apakah PRP dikombinasikan dengan prosedur lain.
10. Apakah PRP Bisa Dikombinasikan dengan Microneedling?
Bisa. Beberapa penelitian pada bekas jerawat dan rambut menggunakan kombinasi PRP dengan microneedling, tetapi hasilnya tidak dapat disamakan dengan PRP injeksi saja.
11. Apa Perbedaan PRP dan PRF?
Keduanya berasal dari darah sendiri, tetapi proses pengolahan dan bentuk hasil akhirnya berbeda. PRF memiliki matriks fibrin yang lebih terbentuk, sedangkan PRP umumnya digunakan sebagai plasma kaya trombosit yang lebih cair.
12. Berapa Lama PRP Rambut Mulai Menunjukkan Hasil?
Perubahan dapat mulai terlihat sekitar 1–3 bulan pada sebagian pasien dan menjadi lebih jelas hingga sekitar 6 bulan. Waktunya tetap bergantung pada jenis kerontokan, kondisi folikel, protokol PRP, dan terapi lain yang digunakan.
Referensi
- Platelet-Rich Plasma (PRP) Injections | Johns Hopkins Medicine
- Platelet-Rich Plasma (PRP Injection) | Cleveland Clinic
- Platelet-Rich Plasma (PRP) Injection: How It Works | HSS
- Platelet-Rich Plasma Therapy in the Treatment of Diseases Associated with Orthopedic Injuries | PMC
- What Is Platelet-Rich Plasma (PRP) Therapy? | Banner Health

