Skin 4 mnt baca

Mitos Seputar Menghilangkan Bulu Ketiak: Apakah Bikin Bau Badan?

Mitos Seputar Menghilangkan Bulu Ketiak: Apakah Bikin Bau Badan?

Banyak informasi simpang siur soal efek mencukur atau mencabut bulu ketiak terhadap bau badan (BO). Ada yang bilang ketiak yang dicukur bikin tambah bau, ada pula yang yakin bulu yang dicukur tumbuh makin lebat. Mana yang benar? Artikel ini meluruskan mitos-mitos seputar menghilangkan bulu ketiak dari sudut pandang dermatologis, termasuk soal kelenjar keringat apokrin yang sebenarnya jadi sumber bau badan.

Menghilangkan bulu ketiak adalah rutinitas umum, tetapi penuh dengan mitos yang membingungkan. Salah satu yang paling sering ditanyakan: apakah mencukur ketiak justru membuat bau badan makin parah?

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami dulu sumber bau badan. Bau badan berasal dari kelenjar keringat apokrin, yang banyak terdapat di area dengan kepadatan folikel rambut tinggi seperti ketiak. Keringat dari kelenjar ini sebenarnya tidak berbau, tetapi menjadi berbau saat dipecah oleh bakteri di permukaan kulit. Dengan pemahaman ini, mari kita luruskan beberapa mitos.

Mitos 1: Cukur Bikin Bulu Tumbuh Kasar dan Lebat

Ini adalah salah satu mitos paling populer soal mencukur, tidak hanya di ketiak tetapi di seluruh tubuh.

Faktanya, mencukur tidak mengubah ketebalan, warna, atau kecepatan pertumbuhan bulu. Yang terjadi, mencukur memotong bulu di permukaan kulit, sehingga ujung bulu yang tadinya meruncing menjadi tumpul. Ujung tumpul inilah yang terasa lebih kasar saat tumbuh kembali, dan karena masih pendek, bulu terlihat lebih gelap atau tebal. Padahal, folikel rambut di bawah kulit sama sekali tidak terpengaruh oleh proses mencukur.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bulu Ketiak Tanpa Bikin Hitam, Ini Rahasianya!

Mitos 2: Ketiak Botak Bikin Bau Badan

Inilah mitos yang berkaitan langsung dengan judul, dan jawabannya justru kebalikan dari anggapan umum.

1. Bulu Justru Memerangkap Bau

Mencukur bulu ketiak umumnya tidak menambah bau badan, malah sebaliknya. Truly Beauty menjelaskan bahwa bulu tubuh memerangkap bau, sehingga mencukur bulu ketiak secara rutin justru dapat membantu menjaga kesegaran. Tanpa bulu, ada lebih sedikit permukaan tempat bakteri berkembang biak.

2. Bukan Bulu, tapi Bakteri yang Jadi Sumber

Dove Men+Care menjelaskan bahwa bulu ketiak tidak secara langsung menyebabkan bau. Bulu sendiri tidak berbau, tetapi dapat menahan keringat dan bakteri, dua bahan utama di balik bau badan. Jadi sumber bau adalah interaksi keringat apokrin dengan bakteri, bukan bulunya sendiri.

3. Mencukur Tidak Mengurangi Produksi Keringat

Perlu dicatat, mencukur tidak menghentikan keringat.

Mencukur ketiak tidak menghentikan produksi keringat, tetapi dapat mengurangi bau dan membuat deodoran atau antiperspiran bekerja lebih efektif.

Baca Juga: Begini Cara Menghilangkan Bulu Ketiak secara Permanen

Mitos 3: Krim Perontok (Depilatory) Pasti Aman atau Pasti Berbahaya

Soal krim perontok bulu, ada dua anggapan ekstrem yang sama-sama kurang tepat: bahwa krim ini pasti aman digunakan sembarangan, atau sebaliknya pasti berbahaya.

Faktanya, krim perontok (depilatory) adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk menghilangkan bulu ketiak, bersama metode lain seperti mencukur, waxing, dan laser. 

Namun, karena bekerja dengan melarutkan struktur bulu menggunakan bahan kimia, krim ini berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. 

Karena itu, penting untuk selalu melakukan patch test terlebih dahulu, mengikuti instruksi penggunaan, dan tidak membiarkannya terlalu lama di kulit. 

Kulit ketiak tergolong area yang cukup sensitif, jadi kehati-hatian tetap diperlukan.

Baca Juga: IPL vs Laser Hair Removal: Mana yang Lebih Efektif untuk Ketiak?

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar urusan bulu ketiak dan bau badan bisa dikelola sendiri, tetapi ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis.

Jika kamu mengalami keringat berlebih yang ekstrem hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, ini bisa menjadi tanda hiperhidrosis (axillary hyperhidrosis).

Keringat ketiak yang berlebihan bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu. 

Berbeda dengan keringat biasa, hiperhidrosis dapat membasahi pakaian secara berlebihan dan terjadi bahkan tanpa pemicu seperti panas atau aktivitas. 

Jika ini terjadi padamu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Bebaskan Ketiak dari Bulu Secara Higienis dan Aman di Sozo

Menghilangkan bulu ketiak sebaiknya dilakukan dengan metode yang higienis dan aman, terutama mengingat area ketiak yang sensitif. Daripada mengandalkan metode yang berisiko iritasi, perawatan di bawah pengawasan profesional bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman dan aman.

Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai pilihan treatment untuk membebaskan ketiak dari bulu secara higienis dan aman di bawah pengawasan tenaga medis profesional.

Yuk, konsultasikan kebutuhanmu dengan tim dokter Sozo untuk menemukan metode penghilangan bulu yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu.

Referensi

  • Truly Beauty. Does Shaving Armpits Reduce Sweat?
  • Dove Men+Care. Why Do Armpits Smell? The Real Reason Behind Body Odor.
  • Degree. Does Shaving Armpits Reduce Sweat & Odor?
  • MAGS Skin. Shave or Not? How Armpit Hair Affects Odor & Sensitivity.
Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?