Hair 8 mnt baca

Mitos dan Fakta Seputar Efek Samping PRP Rambut: Apakah Berbahaya?

Mitos dan Fakta Seputar Efek Samping PRP Rambut: Apakah Berbahaya?

Efek samping PRP rambut umumnya ringan dan dapat mereda dalam waktu singkat setelah treatment. Persiapan, perawatan setelah PRP, serta pemeriksaan kondisi rambut juga penting untuk membantu menjaga kenyamanan dan menentukan apakah PRP sesuai untuk kamu.

Platelet-Rich Plasma (PRP) jadi salah satu pilihan yang cukup populer untuk membantu mengatasi kebotakan tanpa operasi. Treatment ini juga sering disebut sebagai salah satu gold standard dalam perawatan regeneratif rambut.

Tapi kalau kamu masih ragu karena PRP melibatkan pengambilan darah dan beberapa suntikan di kulit kepala, itu wajar banget.

Apalagi, mungkin kamu masih bertanya-tanya, sebenarnya efek samping PRP rambut seperti apa dan apakah prosedurnya aman?

Tenang, PRP itu pakai plasma yang berasal dari darah kamu sendiri. Jadi, risiko tubuh menolak bahan yang disuntikkan tergolong rendah, walaupun tetap ada beberapa reaksi ringan yang bisa muncul setelah treatment.

Nah, biar nggak penasaran lagi, yuk kenali apa saja efek sampingnya dan bagaimana cara merawat kulit kepala setelah PRP hair treatment!

Cara Kerja PRP dalam Menumbuhkan Rambut

cara kerja prp hair treatment
Ilustrasi Cara Kerja PRP Hair Treatment | Sumber: Weston HCG Center

PRP hair treatment adalah perawatan rambut yang menggunakan plasma kaya trombosit dari darah kamu sendiri.

Plasma tersebut kemudian disuntikkan ke kulit kepala untuk membantu merangsang folikel rambut, memperkuat akar, dan menutrisi kulit kepala secara alami.

Secara umum, proses PRP dilakukan dalam beberapa tahap berikut:

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Kondisi Rambut

Sebelum hair treatment dimulai, dokter akan melihat kondisi rambut dan kulit kepala kamu terlebih dahulu. Dari sini, dokter bisa mengetahui penyebab kerontokan dan menilai apakah PRP sesuai untuk kondisi kamu.

2. Pengambilan Darah

Kalau PRP dinilai sesuai untukmu, sejumlah kecil darah akan diambil dari area lengan, kurang lebih seperti saat kamu melakukan pengambilan sampel darah biasa.

Jumlah darah yang diambil bisa berbeda sesuai protokol treatment, tetapi biasanya hanya sebagian kecil dari volume darah dalam tubuh.

3. Pemisahan Plasma dengan Centrifuge

Darah yang sudah diambil kemudian diproses menggunakan mesin centrifuge untuk memisahkan komponen darah. Dari proses ini, plasma yang kaya trombosit akan dipisahkan dan disiapkan untuk digunakan dalam treatment.

Cara dan proses pembuatan PRP sendiri bisa berbeda di setiap klinik. Perbedaan ini juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi hasil treatment.

4. Pemberian Anestesi Lokal

Sebelum disuntikkan, kulit kepala bisa diberikan anestesi lokal terlebih dahulu untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Dengan begitu, proses injeksi biasanya bisa terasa lebih nyaman.

5. Penyuntikan PRP ke Kulit Kepala

PRP yang sudah diproses kemudian disuntikkan ke beberapa titik pada area kulit kepala yang mengalami penipisan. Jumlah titik dan area yang disuntikkan akan disesuaikan dengan kondisi rambut kamu.

Walaupun sudah diberikan anestesi lokal, rasa sedikit nyeri atau tidak nyaman tetap mungkin terasa selama prosesnya. Sensasinya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung toleransi nyeri dan area yang ditangani.

Baca Juga: Amankah PRP Rambut? Alasan Terapi Darah Sendiri Minim Efek Samping

Apa Saja Efek Samping PRP Rambut?

prp hair treatment
Ilustrasi PRP Hair Treatment | Sumber: ISAAC Luxe Clinic

Secara umum, efek samping PRP rambut tergolong ringan dan biasanya hanya sementara. Jadi, kalau setelah treatment kulit kepala terasa sedikit berbeda atau kurang nyaman, kamu nggak perlu langsung takut.

Reaksi Wajar Pasca-Tindakan (Down Time Ringan)

Setelah PRP, kulit kepala memang bisa terasa sedikit sensitif karena adanya beberapa titik suntikan. Beberapa reaksi yang masih wajar kamu rasakan, misalnya:

  • Kemerahan: Area yang disuntik bisa terlihat sedikit merah, tetapi biasanya akan membaik dalam waktu singkat.
  • Rasa hangat atau perih: Kulit kepala mungkin terasa hangat, perih, atau sedikit tidak nyaman setelah treatment.
  • Nyeri ringan: Rasa ngilu atau nyeri ringan juga bisa muncul di sekitar titik suntikan.
  • Bengkak ringan: Pada sebagian orang, area tertentu bisa sedikit membengkak setelah penyuntikan.

Keluhan tersebut biasanya hanya sementara dan dapat mereda dalam sekitar 1–2 hari. Namun, waktunya bisa berbeda pada setiap orang karena respons tubuh setelah treatment juga nggak selalu sama.

Mengapa PRP Punya Risiko Alergi yang Rendah?

PRP menggunakan plasma yang berasal dari darah kamu sendiri atau disebut autologus.

Nah, karena berasal dari tubuh kamu sendiri, plasma itu bukan dianggap “bahan asing” yang biasanya memicu reaksi penolakan.

Singkatnya, alasan risiko alergi pada PRP tergolong rendah adalah:

  • Berasal dari tubuh sendiri: Plasma yang digunakan berasal dari darah kamu, sehingga tubuh tidak perlu menerima plasma dari orang lain.
  • Bukan bahan asing: Karena menggunakan darah sendiri, risiko tubuh memberikan reaksi penolakan terhadap plasma tergolong sangat rendah.
  • Tetap ada kemungkinan reaksi lain: Alergi terhadap PRP-nya sendiri sangat jarang, tetapi reaksi terhadap bahan lain yang digunakan selama prosedur, seperti anestesi lokal atau antiseptik, tetap bisa terjadi.

Jadi, kamu nggak perlu khawatir PRP akan otomatis ditolak tubuh atau menyebabkan alergi berat. Meski begitu, tetap beri tahu dokter kalau kamu punya riwayat alergi atau pernah mengalami reaksi tertentu setelah tindakan medis.

Baca Juga: Fungsi PRP Rambut: Manfaat, Cara Kerja, dan Efektivitasnya

Tips Persiapan dan Perawatan Setelah PRP

before after prp hair treatment
Hasil PRP Hair Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Persiapan sebelum PRP dan perawatan setelahnya sama-sama penting untuk membantu membuat proses hair treatment lebih nyaman. Kamu bisa memperhatikan beberapa hal berikut sesuai tahapannya.

Persiapan Sebelum PRP

Sebelum menjalani PRP, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membantu mempersiapkan kondisi tubuh dan kulit kepala:

  • Pastikan tubuh cukup terhidrasi: Minum air yang cukup sebelum treatment agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  • Hindari alkohol sebelum treatment: Alkohol dapat memengaruhi proses pembekuan darah, sehingga sebaiknya dihindari sebelum menjalani PRP.
  • Sampaikan obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi: Beri tahu dokter mengenai obat dan suplemen yang kamu konsumsi agar dokter bisa memberikan arahan yang sesuai.

Perawatan Setelah PRP

Setelah PRP, kulit kepala mungkin masih terasa sedikit sensitif atau tidak nyaman. Supaya area yang baru disuntik tetap nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan:

  • Hindari keramas dengan air panas: Gunakan air dengan suhu normal atau cenderung dingin agar kulit kepala tidak semakin terasa perih atau sensitif.
  • Tunda olahraga berat selama 24 jam: Beri waktu untuk kulit kepala beristirahat dan hindari aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat.
  • Jangan menggaruk atau memijat kulit kepala: Hindari menyentuh area yang disuntik terlalu sering, terutama kalau masih terasa sensitif.
  • Hindari produk rambut yang berpotensi mengiritasi: Untuk sementara, hindari pewarna rambut atau bahan kimia keras sampai kulit kepala kembali nyaman.
  • Ikuti arahan dokter: Instruksi setelah treatment bisa berbeda sesuai kondisi kamu, jadi tetap ikuti petunjuk yang diberikan dokter.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum PRP Treatment Agar Kualitas Darah dan Hasil Maksimal

FAQ Seputar Efek Samping PRP Rambut

Masih punya pertanyaan soal efek samping atau perawatan setelah PRP? Beberapa pertanyaan berikut mungkin bisa membantu kamu memahami apa yang wajar dirasakan setelah treatment dan apa yang perlu diperhatikan.

1. Apakah PRP rambut terasa sakit?

Sedikit rasa nyeri atau tidak nyaman memang bisa terasa saat PRP disuntikkan ke kulit kepala. Tapi tenang, biasanya dokter akan memberikan anestesi lokal terlebih dahulu untuk membantu mengurangi rasa sakit selama prosesnya.

2. Berapa lama efek samping PRP rambut berlangsung?

Kalau setelah PRP kulit kepala terasa merah, hangat, sedikit nyeri, atau bengkak, kamu nggak perlu langsung khawatir. Keluhan ringan seperti ini biasanya membaik dalam sekitar 1–2 hari, meski waktunya bisa berbeda pada setiap orang.

3. Apakah setelah PRP rambut boleh langsung beraktivitas?

Boleh, selama aktivitasnya ringan dan tubuh kamu terasa nyaman. Untuk sementara, sebaiknya tunda olahraga berat selama 24 jam pertama agar kulit kepala nggak semakin terasa sensitif atau tidak nyaman.

4. Apakah PRP rambut bisa menyebabkan rambut semakin rontok?

PRP nggak berarti kerontokan akan langsung berhenti setelah satu kali treatment. Perubahan pada kondisi rambut biasanya membutuhkan waktu, dan hasilnya juga bisa berbeda pada setiap orang tergantung penyebab serta kondisi rambutnya.

5. Apakah PRP rambut aman untuk semua orang?

PRP umumnya memiliki efek samping yang ringan, tetapi belum tentu cocok untuk setiap orang. Karena itu, dokter perlu melihat kondisi rambut dan kulit kepala kamu terlebih dahulu untuk mencari tahu penyebab kerontokan dan menentukan apakah PRP memang sesuai.

Pastikan PRP Hair Treatment Sesuai dengan Kondisi Rambutmu

Efek samping PRP rambut umumnya ringan dan hanya sementara. Namun, PRP tetap perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi rambut kamu karena setiap orang bisa membutuhkan perawatan yang berbeda.

Kalau kerontokan mulai terasa semakin parah, rambut terus menipis, atau mulai muncul area yang terlihat lebih kosong, sebaiknya jangan menanganinya sendiri terlalu lama.

Kamu bisa konsultasi langsung dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk melihat kondisi rambut dan kulit kepala secara lebih menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan, dokter dapat membantu menentukan hair treatment yang sesuai, termasuk PRP Hair Treatment bila memang dibutuhkan.

Selain PRP, kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan rambut lainnya yang mungkin lebih sesuai dengan kondisi kamu.

Kalau sudah siap berkonsultasi, kamu juga bisa cari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat dan temukan klinik yang paling nyaman untuk kamu kunjungi.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

Referensi

Autologous platelet-rich plasma therapy for pattern hair loss: A systematic review | PubMed

Platelet-rich plasma for the treatment of alopecia: a systematic review and meta-analysis | PubMed

Platelet-Rich Plasma for Androgenetic Alopecia: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials | Sage Journals

Is autologous platelet-rich plasma capable of increasing hair density in patients with androgenic alopecia? A systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials | PubMed

Systematic review of platelet-rich plasma in treating alopecia: Focusing on efficacy, safety, and therapeutic durability | PubMed

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×