Skin 8 mnt baca

Facial DNA Salmon, Rahasia di Balik PDRN untuk Perbaikan Kulit

Facial DNA Salmon, Rahasia di Balik PDRN untuk Perbaikan Kulit

Facial DNA salmon merupakan perawatan wajah yang menggunakan bahan aktif berbasis DNA ikan salmonid yang telah dimurnikan. Perawatan ini banyak dikaitkan dengan hidrasi dan perbaikan tekstur kulit wajah. 

Kalau skincare saja terasa belum cukup untuk memperbaiki kondisi tersebut, kamu mungkin pernah mendengar tentang Facial DNA Salmon di klinik kecantikan.

Perawatan ini menggunakan bahan berbasis DNA ikan salmon yang telah dimurnikan dan ditujukan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit. 

Fokusnya bukan sekadar membuat wajah terlihat lebih cerah, tetapi juga menjaga hidrasi dan tampilan tekstur kulit.

Lantas, apa sebenarnya Facial DNA Salmon dan apa manfaatnya untuk kulit? Simak pengertian, kandungan, cara kerja, prosedur, hingga siapa yang cocok menjalani perawatan ini!

Apa Itu Facial DNA Salmon?

Ilustrasi Prosedur Facial DNA Salmon
Ilustrasi Prosedur Facial DNA Salmon | Sumber: NOVIS Dermatology

Facial DNA Salmon adalah perawatan wajah profesional yang menggunakan DNA ikan salmon yang telah dimurnikan. 

Bahan ini berasal dari keluarga ikan salmonid, termasuk salmon dan trout. Jadi, bahan yang digunakan bukan ikan salmon mentah.

Istilah Facial DNA Salmon sebenarnya merujuk pada kategori perawatan. Komposisinya dapat berbeda di setiap klinik. Formulanya bisa menggunakan PDRN atau polynucleotide sebagai bahan utamanya.

Cara aplikasinya juga dapat berbeda. Serum bisa diaplikasikan langsung ke kulit atau menggunakan alat seperti microneedling. Karena itu, penting menanyakan kandungan dan metode aplikasinya saat konsultasi.

Apa Kandungan yang Digunakan dalam Facial DNA Salmon?

Ilustrasi Salmon DNA
Ilustrasi Salmon DNA | Sumber: Fundamental Aesthetic Clinic

Kalau kamu menemukan istilah DNA Salmon, PDRN, dan Polynucleotide saat mencari Facial DNA Salmon, wajar kalau bingung. 

Ketiganya memang sama-sama berkaitan dengan DNA ikan salmon, tetapi karakteristiknya berbeda. Agar tidak bingung, simak perbedaan ketiganya:

1. DNA Salmon

DNA Salmon adalah istilah yang paling sering digunakan dalam perawatan kulit. Bahan ini berasal dari DNA ikan salmon atau trout yang sudah dimurnikan.

Namun, DNA Salmon bukan nama bahan ilmiah yang memiliki satu formulasi baku. Karena itu, kandungan DNA Salmon bisa berbeda antara satu produk dan produk lainnya.

2. PDRN

PDRN adalah singkatan dari polydeoxyribonucleotide. Sederhananya, bahan ini terdiri dari fragmen DNA dengan ukuran pendek sampai menengah.

PDRN dapat dimurnikan dari jaringan reproduksi ikan salmon atau trout. Bahan ini diteliti dapat mengaktifkan reseptor adenosin A2A yang terlibat dalam proses perbaikan jaringan.

3. Polynucleotide (PN)

Polynucleotide atau PN merupakan rantai DNA yang lebih panjang dibandingkan PDRN. Ukurannya yang lebih besar membuat PN memiliki sifat yang lebih mudah mengikat air.

Adapun perbedaan ketiganya dapat dirangkum menjadi:

AspekDNA SalmonPDRNPolynucleotide (PN)
PengertianBahan berbasis DNA salmonidFragmen DNA pendek–menengahRantai DNA lebih panjang
SumberSalmon atau troutSalmon atau troutSalmon atau trout, tergantung produk
CiriFormulasi dapat berbedaDNA yang dimurnikanBerat molekul lebih besar
FungsiBergantung formulasiMengaktifkan reseptor A2AViskoelastis dan mengikat air

Baca Juga: Skin Booster Suntik DNA Salmon: Prosedur, Manfaat, & Harga 

Bagaimana Facial DNA Salmon Bekerja pada Kulit?

Bahan ini bekerja untuk mendukung proses yang berkaitan dengan perbaikan dan peremajaan kulit.

Prosesnya dapat dijelaskan melalui beberapa tahap berikut.

1. Bahan Masuk ke Dalam Kulit

Pada Facial DNA Salmon, bahan dapat dimasukkan menggunakan microneedling atau perangkat infusi. Cara ini membuka jalur sementara pada kulit agar penyerapan lebih maksimal.

2. PDRN Mengaktifkan Reseptor A2A

PDRN dapat mengaktifkan reseptor adenosin A2A pada sel kulit. Proses ini berkaitan dengan perbaikan jaringan dan produksi kolagen oleh fibroblas.

3. DNA Dipecah dan Digunakan Kembali

PDRN dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Bagian tersebut kemudian dapat digunakan kembali oleh sel untuk membuat DNA baru selama proses perbaikan kulit.

4. PN Membantu Menjaga Kelembapan

Polynucleotide atau PN dapat mengikat air sehingga membantu menjaga kelembapan kulit. Efek ini bergantung pada kandungan PN dalam produk yang digunakan.

5. Cara Aplikasi Memengaruhi Hasil

Molekul DNA berukuran besar sehingga sulit menembus kulit jika hanya dioleskan. Karena itu, microneedling atau alat infusi dapat digunakan untuk membantu bahan masuk ke lapisan kulit.

Apa Manfaat Facial DNA Salmon?

Facial DNA Salmon dapat memberikan manfaat yang berkaitan dengan hidrasi dan kualitas kulit. Adapun beberapa manfaat yang bisa dirasakan yaitu:

  • Membantu Meningkatkan Hidrasi Kulit: Sifat hidrofilik pada polynucleotide membantu kulit mempertahankan kelembapan.
  • Membantu Memperbaiki Tekstur Kulit: Perawatan berbasis polynucleotide berpotensi membuat kulit terasa lebih halus dan pori-pori tampak lebih rapat.
  • Membantu Membuat Kulit Lebih Kenyal: Dukungan terhadap produksi kolagen dan elastisitas dapat membuat kulit terasa lebih kenyal dan tampak lebih padat.
  • Membantu Menyamarkan Garis Halus: Garis halus dapat terlihat lebih samar setelah beberapa kali perawatan, meski hasilnya tidak sama dengan Botox atau filler.
  • Membantu Membuat Kulit Tampak Lebih Cerah: Kulit dapat terlihat lebih segar dan cerah setelah beberapa sesi, meski hasil ini belum didukung bukti klinis berskala besar.
  • Membantu Mendukung Skin Barrier: Polynucleotide berpotensi membantu mempertahankan kelembapan pada kulit yang kering atau sensitif.

Facial DNA Salmon Cocok untuk Masalah Kulit Apa?

Ilustrasi Injeksi Salmon DNA
Ilustrasi Injeksi Salmon DNA | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Facial DNA Salmon lebih ditujukan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit. Perawatan ini lebih cocok untuk masalah berikut:

  • Kulit Kusam: Cocok dipertimbangkan ketika kulit terlihat lelah setelah sering terpapar lingkungan.
  • Kulit Kering atau Dehidrasi: Dapat dipertimbangkan untuk kulit yang terasa kering, tertarik, dan mudah terlihat kusam.
  • Tekstur Kulit Tidak Merata: Dapat digunakan ketika permukaan kulit terasa kasar atau terlihat kurang halus.
  • Garis Halus: Dapat dipertimbangkan ketika garis halus mulai terlihat, terutama pada area yang sering bergerak.
  • Skin Barrier Terganggu: Dapat dipertimbangkan ketika kulit lebih mudah kering, sensitif, atau mengalami iritasi.

Jika kamu sedang mengalami jerawat aktif yang meradang atau infeksi kulit, kondisi tersebut perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum menjalani facial.

Bagaimana Prosedur Facial DNA Salmon Dilakukan?

Prosedur Facial DNA Salmon dapat berbeda sesuai metode yang digunakan klinik. Secara umum, tahapannya dimulai dari persiapan kulit hingga perawatan setelah tindakan.

Adapun lebih lengkapnya yaitu:

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Kulit

Dokter medis mengevaluasi kondisi kulit untuk memastikan perawatan sesuai. Sampaikan riwayat alergi, terutama alergi ikan atau kerang, serta obat yang sedang dikonsumsi.

2. Persiapan Kulit

Wajah dibersihkan sebelum tindakan dimulai. Eksfoliasi ringan dapat dilakukan untuk mengangkat sel kulit mati sebelum bahan DNA Salmon diaplikasikan.

3. Aplikasi DNA Salmon

Serum DNA Salmon diaplikasikan sesuai metode yang dipilih oleh dokter. Bahan dapat dioleskan langsung atau dimasukkan menggunakan microneedling dan perangkat infusi.

4. Perawatan Setelah Treatment

Kulit dapat terasa lebih sensitif selama beberapa hari setelah tindakan. Penggunaan retinol dan eksfolian sebaiknya ditunda sampai kulit kembali pulih.

Di sisi lain, gunakan pelembap dan sunscreen untuk menjaga kondisi kulit setelah treatment dan hindari paparan panas langsung.

Kapan Hasil Facial DNA Salmon Mulai Terlihat?

Hasil awal Facial DNA Salmon umumnya mulai terlihat sekitar 3 minggu setelah treatment, terutama pada hidrasi dan tampilan kulit yang lebih segar. 

Perubahan tekstur dan garis halus biasanya membutuhkan rangkaian treatment karena proses peremajaan kulit berlangsung bertahap. Hasil tetap dapat berbeda sesuai kondisi kulit.

Berapa Kali Facial DNA Salmon Perlu Dilakukan?

Facial DNA Salmon umumnya dilakukan sekitar 3–4 sesi dengan jeda 3–4 minggu antar sesi. Setelah rangkaian awal selesai, jadwal maintenance dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan tujuan perawatan. Jumlah sesi yang tepat tetap perlu ditentukan setelah evaluasi tenaga medis.

Apakah Facial DNA Salmon Aman?

Facial DNA Salmon umumnya memiliki profil keamanan yang baik, tetapi tidak berarti bebas dari risiko. 

Efek setelah treatment biasanya ringan dan sementara. Misalnya jika prosedur melibatan jarum, maka dapat meningkatkan risiko iritasi atau infeksi jika dilakukan dengan teknik yang tidak tepat. 

Pastikan treatment dilakukan di klinik kecantikan terpercaya oleh tenaga medis kompeten menggunakan produk dengan izin edar yang jelas.

Baca Juga: 11 Klinik Kecantikan Terbaik di Jakarta, Ini Alamat & Layanannya

Efek Samping Facial DNA Salmon yang Perlu Diketahui

Efek samping Facial DNA Salmon bergantung pada metode aplikasinya dan umumnya bersifat sementara.

  • Kemerahan: Kulit dapat terlihat merah setelah treatment, terutama setelah penggunaan jarum.
  • Bengkak Ringan: Area treatment dapat mengalami pembengkakan ringan yang biasanya membaik dengan sendirinya.
  • Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman: Kulit dapat terasa nyeri atau tidak nyaman setelah tindakan dengan jarum.
  • Memar Kecil: Memar dapat muncul pada titik masuk jarum dan biasanya akan memudar selama masa pemulihan.
  • Benjolan Kecil: Titik suntikan dapat terlihat seperti benjolan kecil yang umumnya menghilang dalam hitungan jam sampai hari.

Segera hubungi tenaga medis jika kemerahan atau nyeri semakin memburuk, terutama jika disertai nanah atau demam.

Siapa yang Cocok Melakukan Facial DNA Salmon?

Facial DNA Salmon umumnya dipertimbangkan untuk orang yang ingin meningkatkan kualitas kulit tanpa tindakan bedah. Beberapa kondisi yang cocok yaitu:

  • Kulit Kusam atau Dehidrasi: Cocok dipertimbangkan ketika kulit terlihat kusam atau terasa kering.
  • Garis Halus Mulai Terlihat: Dapat dipertimbangkan ketika garis halus mulai muncul pada wajah.
  • Ingin Minim Downtime: Dapat menjadi pilihan bagi kamu yang menginginkan perawatan dengan waktu pemulihan relatif singkat.

Facial DNA Salmon vs Skin Booster, Apa Bedanya?

Facial DNA Salmon dan skin booster sama-sama dapat meningkatkan kualitas kulit, tetapi kandungan dan fokus perawatannya berbeda. Adapun perbedaannya:

AspekFacial DNA SalmonSkin Booster
KandunganDNA ikan salmonidHialuronat atau biostimulator lain
Cara KerjaMendukung perbaikan kulitMeningkatkan hidrasi kulit
TujuanTekstur dan garis halusHidrasi dan kesegaran
Kondisi KulitKusam, kering, atau bergaris halusKulit yang membutuhkan hidrasi

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Sebelum Facial DNA Salmon?

Sebelum menjalani Facial DNA Salmon, sebaiknya konsultasi dan buat janji temu dengan dokter jika kamu memiliki kulit yang sedang meradang atau alergi ikan atau kerang. 

Dokter dapat menilai kondisi kulit dan menentukan apakah treatment sesuai dengan kebutuhanmu.

Jika ingin mengetahui pilihan perawatan lain, coba jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut. 

Setelah menentukan treatment, kamu dapat cari lokasi klinik terdekat untuk memilih cabang SOZO yang paling mudah dijangkau.

chat untuk konsultasi

Sumber/Referensi:

Expert Perspectives: Evidence-Based Applications of Polynucleotides in Aesthetic Medicine and Dermatology | PMC

The Effectiveness of Polynucleotides in Esthetic Medicine: A Systematic Review | PMC

Polynucleotides in Aesthetic Medicine: A Review of Current Practices and Perceived Effectiveness | MDPI

Does PDRN skincare work? A guide to its benefits | The Straits Times

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?