Bekas jerawat merah dapat terjadi akibat perubahan pembuluh darah setelah peradangan dan berbeda dari noda hitam maupun bopeng. Kondisi ini bisa memudar seiring waktu, tetapi perawatannya perlu disesuaikan dengan jenis bekas dan kondisi kulit.
Jerawat di wajahmu sudah kempes dan hilang, tetapi area bekasnya masih terlihat merah atau pink?
Kondisi seperti ini memang cukup sering terjadi dan berbeda dengan bekas jerawat yang berwarna cokelat, hitam, atau meninggalkan cekungan pada kulit.
Kemerahan tersebut bisa berkaitan dengan perubahan pembuluh darah setelah peradangan, sehingga cara menanganinya pun bisa berbeda.
Jadi, kalau bekas jerawat merah terasa sulit hilang, jangan buru-buru menyamakannya dengan noda hitam atau bopeng. Yuk, pahami penyebabnya dan cara merawatnya agar kamu bisa memilih penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi kulitmu.
Kenapa Bekas Jerawat Bisa Berwarna Merah?
Bekas jerawat bisa terlihat merah karena peradangan sebelumnya menyebabkan perubahan pada pembuluh darah di area kulit tersebut. Meski jerawat sudah kempes, kulit masih membutuhkan waktu untuk pulih sehingga kemerahannya bisa tetap terlihat.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut post-inflammatory erythema (PIE), yaitu kemerahan yang tertinggal setelah peradangan kulit. PIE bisa bertahan meskipun jerawat aktifnya sudah tidak ada dan biasanya akan memudar secara bertahap.
Kondisi ini berbeda dari bekas jerawat yang berwarna cokelat atau kehitaman, yang lebih berkaitan dengan peningkatan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit.
Karena penyebabnya berbeda, produk untuk menyamarkan noda gelap belum tentu menjadi pilihan utama untuk mengatasi bekas jerawat merah.
Apakah Bekas Jerawat Merah Sama dengan Bekas Jerawat Hitam?

Bekas jerawat merah dan hitam tidak sama karena perubahan yang terjadi pada kulit juga berbeda. Kamu bisa mengenalinya dari warna dan tekstur bekasnya, meskipun beberapa jenis bekas jerawat bisa muncul bersamaan.
- Merah atau pink: lebih berkaitan dengan perubahan vaskular setelah peradangan, yang dapat disebut sebagai post-inflammatory erythema atau PIE.
- Cokelat atau kehitaman: lebih berkaitan dengan peningkatan atau penumpukan melanin setelah kulit mengalami peradangan, yang dikenal sebagai post-inflammatory hyperpigmentation atau PIH.
- Cekung atau tidak rata: dapat termasuk acne scar, yaitu perubahan struktur kulit akibat proses penyembuhan jerawat.
Supaya lebih mudah membedakannya, kamu bisa melihat gambaran sederhananya berikut:
| Jenis bekas jerawat | Ciri-ciri | Penyebab umum |
| Bekas jerawat merah (PIE) | Berupa bercak datar berwarna merah atau merah muda. | Perubahan pembuluh darah setelah peradangan. |
| Bekas jerawat hitam (PIH) | Berupa bercak cokelat hingga kehitaman. | Peningkatan produksi melanin setelah peradangan. |
| Bopeng atau acne scar | Permukaan kulit tampak cekung atau bertekstur. | Perubahan jaringan dan kolagen selama penyembuhan jerawat. |
Perlu diingat, satu area kulit bisa memiliki beberapa jenis bekas jerawat sekaligus, misalnya kemerahan yang disertai noda kecokelatan. Karena itu, mengenali jenis bekasnya penting agar kamu bisa menentukan perawatan yang lebih sesuai.
Baca Juga: Frustasi dengan Bekas Jerawat? Kenali 3 Treatment yang Terbukti Menyamarkan
Kenapa Bekas Jerawat Merah Bisa Lama Hilang?
Bekas jerawat merah bisa memudar secara bertahap, tetapi waktunya berbeda pada setiap orang. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi proses pemulihan kulit, di antaranya:
- Tingkat peradangan: Jerawat yang meradang cukup dalam atau parah berpotensi meninggalkan kemerahan yang lebih lama.
- Kondisi kulit: Respons penyembuhan setiap orang berbeda, sehingga bekas jerawat tidak selalu memudar dalam waktu yang sama.
- Paparan sinar matahari: Paparan UV dapat memperburuk masalah warna kulit dan meningkatkan risiko munculnya noda gelap setelah peradangan.
- Kebiasaan memencet jerawat: Memencet atau mengorek jerawat dapat menambah cedera pada kulit dan meningkatkan risiko bekas.
- Perawatan yang terlalu agresif: Penggunaan bahan aktif secara berlebihan atau produk yang mengiritasi dapat mengganggu pemulihan kulit.
Jadi, kalau bekas merah belum hilang dalam waktu singkat, bukan berarti perawatanmu pasti gagal. Kulit memang membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pemulihannya.
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Merah

Bekas jerawat merah tidak selalu membutuhkan banyak produk atau perawatan intensif. Kamu bisa memulai dengan menjaga kulit tetap nyaman, mengurangi risiko peradangan baru, dan mempertimbangkan bantuan dokter jika kemerahan menetap.
1. Jangan Memencet Jerawat
Kebiasaan memencet, mengorek, atau mencoba mengeluarkan jerawat sendiri dapat membuat jaringan kulit kembali mengalami trauma.
Akibatnya, peradangan bisa bertambah dan risiko munculnya bekas merah, perubahan pigmentasi, maupun scar juga dapat meningkat.
Kalau jerawat masih aktif, lebih baik fokus mengendalikan peradangannya daripada mencoba menghilangkannya secara paksa.
2. Gunakan Skincare yang Mendukung Skin Barrier
Rutinitas skincare yang sederhana dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman selama proses pemulihan. Kamu bisa memprioritaskan beberapa langkah dasar berikut:
- Gunakan gentle cleanser: Pilih pembersih yang lembut dan tidak membuat kulit terasa tertarik setelah mencuci wajah.
- Aplikasikan moisturizer: Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit dan mendukung fungsi skin barrier.
- Hindari bahan aktif berlebihan: Jangan menumpuk terlalu banyak produk eksfoliasi atau bahan aktif jika kulit mulai terasa perih, kering, atau mengelupas.
- Pilih produk sesuai kebutuhan kulit: Produk berlabel non-comedogenic dapat dipertimbangkan jika kulitmu juga rentan berjerawat.
Perlu diingat, skincare yang mendukung skin barrier membantu menjaga kondisi kulit, tetapi tidak selalu bisa menghilangkan PIE secara langsung. Jika kemerahan menjadi keluhan utama, penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
2. Gunakan Sunscreen Secara Konsisten
Perlindungan dari sinar matahari tetap penting meskipun masalah utamanya adalah bekas jerawat merah. Paparan UV dapat memengaruhi respons pigmentasi kulit dan membuat perubahan warna setelah peradangan semakin terlihat.
Pilih sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih dan gunakan secara konsisten pada kulit yang terpapar sinar matahari.
Kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, perlindungan tambahan seperti berteduh atau menggunakan pakaian yang melindungi kulit juga dapat membantu.
4. Pertimbangkan Treatment Klinik Jika Kemerahan Menetap
Kalau bekas jerawat merah nggak kunjung memudar atau cukup mengganggu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah kemerahan tersebut termasuk PIE atau kondisi kulit lainnya, karena penanganannya bisa berbeda.
Untuk kondisi tertentu, dokter bisa merekomendasikan laser atau terapi berbasis cahaya (light-based treatment) sesuai kebutuhan kulitmu. Namun, hasil perawatannya tetap bisa berbeda pada setiap orang.
Di SOZO Skin Clinic, kamu bisa memeriksakan kondisi kulit terlebih dahulu untuk mengetahui pilihan perawatan yang sesuai. Jika memang diperlukan, Laser Treatment bisa dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengatasi kemerahan.
Kalau kamu juga masih mengalami jerawat aktif, Acne Clear Facial bisa menjadi pilihan perawatan yang didiskusikan dengan dokter.
Baca Juga: 7 Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh
Apakah Bekas Jerawat Merah Bisa Hilang Sepenuhnya?
Bisa, sebagian bekas jerawat merah dapat memudar dengan sendirinya seiring waktu, terutama setelah peradangan mereda.
Namun, prosesnya bisa berlangsung selama beberapa bulan atau lebih, tergantung kondisi kulit dan tingkat peradangannya.
Kalau kemerahan masih terlihat, bukan berarti kulitmu nggak bisa membaik. Tetap rawat kulit dengan lembut, gunakan sunscreen secara konsisten, dan hindari kebiasaan yang bisa memicu iritasi.
Jika kemerahan tak kunjung memudar atau terasa mengganggu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai atau diperlukan penanganan tambahan.
Kapan Bekas Jerawat Merah Sebaiknya Diperiksa?
Kamu tidak harus menunggu sampai bekas jerawat semakin parah untuk mencari bantuan. Pertimbangkan konsultasi dengan dokter jika mengalami kondisi berikut:
- Kemerahan menetap: Bekas tidak menunjukkan perbaikan setelah perawatan rutin selama beberapa waktu.
- Area kemerahan semakin luas: Kemerahan menyebar atau muncul di area yang sebelumnya tidak terdampak.
- Masih ada benjolan atau nyeri: Kondisi ini bisa menandakan jerawat aktif atau masalah kulit lain yang perlu dinilai.
- Tekstur kulit berubah: Area bekas jerawat tampak cekung, menebal, atau terasa berbeda dari kulit di sekitarnya.
- Jenis bekas sulit dikenali: Kamu belum yakin apakah yang terlihat merupakan PIE, hiperpigmentasi, bopeng, atau kondisi lain.
Dokter dapat memeriksa warna, tekstur, dan kondisi kulit secara langsung untuk membantu menentukan penanganan yang sesuai. Langkah ini juga membantu menghindari penggunaan produk atau treatment yang tidak sesuai dengan masalah kulitmu.
Cari Tahu Penanganan Bekas Jerawat yang Sesuai dengan Kondisi Kulitmu

Bekas jerawat merah tidak sama dengan noda hitam atau bopeng, sehingga cara merawatnya juga nggak selalu sama.
Selain menjaga rutinitas skincare dan menggunakan sunscreen secara konsisten, penting untuk memastikan jenis bekas jerawat yang kamu alami sebelum menentukan perawatan.
Kalau kemerahan tak kunjung memudar atau cukup mengganggu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi kulitmu dan menentukan pilihan perawatan yang sesuai.
Berdasarkan kebutuhan kulitmu, ada beberapa layanan SOZO yang bisa kamu kenali lebih lanjut, seperti:
- Laser Treatment: pilihan perawatan berbasis laser yang dapat dipertimbangkan untuk masalah kulit tertentu, termasuk kemerahan setelah jerawat jika sesuai dengan hasil evaluasi dokter.
- Acne Clear Facial: perawatan yang berfokus pada kulit berjerawat, terutama untuk membantu membersihkan komedo dan merawat kulit yang rentan mengalami jerawat.
Perlu diingat, kedua perawatan tersebut memiliki fokus yang berbeda dan tidak otomatis cocok untuk semua jenis bekas jerawat. Karena itu, sebaiknya tentukan perawatan berdasarkan kondisi kulitmu, bukan hanya karena ingin bekasnya cepat hilang.
Yuk, jelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk mengenali pilihan perawatan lainnya. Jika ingin mendapatkan pemeriksaan secara langsung, kamu juga bisa mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat agar lebih mudah merencanakan kunjungan.

FAQ Seputar Bekas Jerawat Merah
Masih ada hal yang ingin kamu pastikan soal bekas jerawat merah? Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul.
1. Apakah bekas jerawat merah bisa hilang sendiri?
Bisa, sebagian bekas jerawat merah dapat memudar seiring waktu. Namun, prosesnya berbeda pada setiap orang dan dapat berlangsung selama beberapa bulan atau lebih.
2. Apakah vitamin C bisa membantu menghilangkan bekas jerawat merah?
Vitamin C sering digunakan dalam skincare untuk membantu menangani perubahan warna kulit, tetapi hasilnya bergantung pada penyebab bekas tersebut. Karena PIE berkaitan dengan perubahan pembuluh darah, vitamin C belum tentu menjadi solusi utama untuk semua bekas jerawat merah.
3. Apakah bekas jerawat merah boleh dieksfoliasi?
Eksfoliasi tidak selalu diperlukan untuk mengatasi PIE dan penggunaan yang berlebihan justru bisa mengiritasi kulit. Jika kulit sedang merah, perih, atau sensitif, sebaiknya prioritaskan perawatan lembut terlebih dahulu.
4. Apakah bekas jerawat merah bisa berubah menjadi bopeng?
Kemerahan dan bopeng merupakan dua kondisi yang berbeda, sehingga kemerahan tidak otomatis berubah menjadi bopeng. Namun, jerawat yang mengalami peradangan cukup berat dapat meninggalkan perubahan warna sekaligus bekas yang mengubah tekstur kulit.
5. Apakah laser bisa menghilangkan bekas jerawat merah?
Laser tertentu dapat membantu mengurangi kemerahan setelah jerawat pada kondisi yang sesuai, tetapi hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. Dokter perlu mengevaluasi jenis bekas jerawat dan kondisi kulit sebelum menentukan apakah laser merupakan pilihan yang tepat.
Referensi
Acne Scarring | DermNet | DermNet
Post-acne erythema treatment: A systematic review of the literature | Journal of Cosmetic Dermatology
Acne: Tips for Managing | American Academy of Dermatology
Moisturizer: Why You May Need It If You Have Acne | American Academy of Dermatology
How to Apply Sunscreen | American Academy of Dermatology
